Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Dokter Raisa


__ADS_3

Chareen mengerjapkan matanya, tubuh nya terasa sangat sakit bahkan Chareen tidak bisa menggerakkan nya tubuhnya. Terlebih tubuh nya merasa tidak nyaman, Chareen merasa tak enak badan.


Chareen semakin menempelkan tubuhnya pada Alegra agar membuat nya merasa hangat, Alegra yang merasakan gerakan di samping tubuhnya mulai membuka matanya.


Di lihatnya sosok Chareen yang tengah memeluknya erat, namun bukan itu yang membuat Alegra terkejut melainkan suhu tubuh Chareen yang sangat panas.


Alegra langsung terbangun dan memilih untuk duduk, dengan cepat dia memeriksa suhu tubuh Chareen yang memang sedang demam tinggi melebihi dirinya kemarin.


"Sayang? are you oke?" Tanya Alegra dengan cemas.


"Dingin.... Peluk aku..." Gumam Chareen dengan suara serak nya.


Alegra yang mendengar itu kembali merebahkan tubuhnya dan memilih untuk memeluk Chareen erat, di usap nya punggung Chareen untuk memberikan kehangatan pada istrinya itu.


"Sayang, aku akan memanggil dokter untuk mu. Tunggu sebentar...." Ucap Alegra dengan cemas.


Chareen hendak menolak nya tapi Alegra sudah terlanjur bangkit dari tidurnya, Alegra segera menelepon pihak hotel untuk memanggil kan nya dokter khusus.


Alegra segera memakai pakaian nya karena dokter yang dia panggil itu seorang wanita, setelah memakai pakaian nya Alegra kembali ke samping Chareen.


"Maafkan aku...." Bisik Alegra di telinga Chareen sebelum akhirnya mencium pipi Chareen lembut.


Setelah beberapa saat terdengar suara ketukan pintu, Alegra langsung membukanya dan terdapat dokter wanita di sana.


"Selamat siang tuan." Sapa nya dengan tersenyum.


"Kau?" Kaget Alegra pada dokter tersebut.


"Saya Raisa." Balas nya, Alegra mengangguk mengerti.


Raisa ternyata seorang dokter, pantas saja sikap dan perilaku nya sangat ramah dan lembut. Mungkin itulah yang membuat hati Bara tergerakkan.


Raisa melangkahkan kaki nya mendekati Chareen yang masih terbaring di ranjang, bisa Alegra lihat ekspresi terkejut Raisa saat melihat kondisi Chareen yang memang...... Buruk! Chareen seperti sudah terkena pelecehan karena banyaknya tanda yang di berikan Alegra pada Chareen.


Raisa hanya tersenyum kecil melihat Alegra yang nampak malu itu, terlebih dia juga melihat leher Alegra di penuhi hanya tanda, sepertinya mereka berdua memang sama-sama ganas. Maklum pengantin baru hahaa...


Raisa pun segera memeriksa kondisi tubuh Chareen.


"Tu..."


"Panggil Alegra saja, jangan terlalu sungkan." Sela Alegra.


"Baiklah, kau pun panggil aku Raisa saja." Angguk Raisa yang di balas anggukan juga oleh Alegra.


"Apa kau sebelum nya terkena demam?" Tanya Raisa.


"Hmm ya," Angguk Alegra.


"Pantas saja, Chareen tertular oleh mu melalui cairan yang masuk kedalam tubuh nya. Terlebih, tubuh Chareen nampak mati rasa karena terlalu banyaknya goncangan yang terjadi pada tubuh nya." Jelas Raisa dengan menulis sesuatu di kertas nya.

__ADS_1


"Apa? apakah sangat fatal?" Cemas Alegra.


"Tidak, namun beresiko membuat nya lemah dan tak bertenaga." Senyumnya karena sudah tidak tahan melihat ketakutan dari Alegra.


"Hhh syukurlah....." Lega nya.


"Ini resep obat yang harus kau ambil di apotik, dan ada salep khusus yang harus di oleskan pada milik Chareen. Untuk pertama kalinya pasti akan terasa sangat sakit dan akan meninggalkan bekas perih dan lecet." Ucap nya dengan memberikan kertas tersebut pada Alegra.


"Ahh baik..."


"Satu lagi, jaga imun tubuh mu dan jangan terlalu banyak merokok. Itu akan memicu pada cairan tubuh mu yang akan susah memiliki keturunan yang sehat, untuk kondisi tubuh Chareen sudah sangat baik dan sehat."


"Baik, terimakasih."


"Sama-sama, kalau begitu aku permisi...." Pamit nya.


"Ahh tunggu.... Bisakah kau merahasiakan ini pada keluarga kami?" Gugup Alegra.


"Tentu." Angguk nya membuat Alegra menghela nafas lega.


Setelah kepergian Raisa, Alegra segera menyuruh seseorang untuk menebus obat Chareen dan memesan makanan untuk mereka berdua.


Tapi sebelum itu Alegra memilih untuk mandi air hangat karena cuaca memang sanga dingin karena adanya salju.


Setelah selesai mandi, Alegra mengambil pakaian Chareen di dalam lemari nya dan membawakan air hangat di wadah.


"...."


"Sayang, bangun..." Panggil nya lagi dengan lembut.


"Hmm...." Dehem Chareen dengan menutupi kepalanya menggunakan selimut hingga tubuh Chareen tak terlihat sedikit pun.


Alegra terkekeh, dia ikut masuk kedalam selimut dan memilih untuk memeluk Chareen dari belakang. Chareen yang merasakan itu merasa kesal karena tangan Alegra yang tidak bisa di kondisikan lagi!


"Ale, lepas... Tubuhku sangat sakit...." Rengek Chareen.


"Maafkan aku sayang, ayo bangun aku akan mengobati mu." Ucap Alegra dengan penuh perhatian.


Chareen hanya cemberut dan segera bangun, namun Chareen malah meringis kesakitan. Itu terasa sangat sakit!!


"Ale.... Kau bilang sakitnya tidak lama......Kau membohongi ku hiks......" Tangis Chareen.


Alegra kewalahan melihat Chareen menangis, Alegra segera membantu nya duduk dan langsung memeluknya untuk menenangkan Chareen.


"Sayang... Itu...Aku.... Maafkan aku, aku tidak tahu jika rasanya akan sangat sakit..." Lirih Alegra dengan terus mengecupi mata Chareen yang terpejam.


"Hmm..." Chareen hanya memalingkan wajahnya saja.


Tok tok tok tok

__ADS_1


Alegra kembali pergi untuk membuka pintu, ternyata itu makanan yang Alegra pesan dan juga obat untuk Chareen. Alegra tidak memperbolehkan mereka masuk hingga akhirnya Alegra lah yang mendorong troli makanan tersebut.


"Sayang, makan dulu ya?"


"Tidak, aku ingin mandi. Tubuhku sangat lengket." Tolak Chareen.


"Tapi tubuh mu sedang demam." Cemas Alegra.


"Tidak apa-apa."


"Baiklah, aku akan menggendong mu." Pasrah Alegra.


Alegra segera menggendong tubuh Chareen dan membawanya kedalam kamar mandi, setelah sampai Alegra mendudukkan Chareen di dekat kaca.


"Tunggu sebentar, aku siapkan air hangat dulu."


"...."


Alegra menyiapkan air hangat untuk Chareen di bathtub, setelah di rasa pas barulah Alegra kembali menggendong Chareen. Bisa Alegra lihat tubuh putih Chareen nampak biru di setap tempat, Alegra yakin itu terasa sakit sama seperti miliknya.


"Maafkan aku sayang... " Cium Alegra di puncak kepala Chareen.


"Hmm, keluarlah. Aku bisa mandi sendiri..."


"Baiklah, jika sudah panggil aku segera."


"Hmm.."


Alegra memilih untuk keluar dan menyiapkan makanan untuk Chareen dan dirinya juga, setelah selesai Alegra segera membuka gorden kamar nya yang memperlihatkan betapa indahnya cuaca sekarang yang sedang turun salju dengan lebat.


Sup jahe hangat yang ia pesan nampak mengepul di permukaan, terasa wangi dan hangat.


Chareen sendiri hanya bisa menghela nafas panjang, dia melihat dirinya di cermin seperti macan tutul yang di penuhi belang. Ingin rasanya Chareen memukul Alegra hingga menangis namun apa daya, dia sendiri pun melakukan hal yang sama pada tubuh Alegra.


Tok tok tok tok


"Sayang? apa sudah selesai? jangan terlalu lama di dalam..." Panggil Alegra.


"Ya, ada apa?" Tanya Chareen dengan memakai kimono handuk nya.


Alegra masuk dan tersenyum lebar pada Chareen, Chareen yang melihat itu ingin sekali menoyor kepalanya.


"Ini obat dari Raisa, kau olesi di itu hmm...." Alegra tak mampu melanjutkan ucapannya lagi, Chareen yang paham itu segera mengambilnya dan menyuruh Alegra kembali pergi.


"Apa-apaan dia itu? setelah merasakan nya dia berubah menjadi pemalu seperti sekarang!! benar-benar tak terduga!!" Gumam Chareen dengan menggelengkan kepalanya.


Makkkkkkk pengen nikahhhhhhhhhhhhhh sama Alegra:(


Ngomong ngomong, selamat tahun baru semuanya 😘🤍

__ADS_1


__ADS_2