
Korea, Seoul. Tepatnya di kediaman Kim yang kini ramai orang, mereka berbondong-bondong untuk datang di acara pemakaman kakek Kim dan mengantarkannya ke tempat peristirahatan yang terakhir.
Bara tengah menenangkan Yuna yang terus menangis histeris, para kerabat jauh pun sudah hadir di sana. Ruangan besar tersebut nampak bernuansa gelap, tidak hanya Yuna yang menangis... Chareen justru terlihat tak berdaya di dalam pelukan Alegra.
Di lihatnya sosok kakek Kim yang terbaring di dalam peti dengan tersenyum tampan, banyak penjaga yang ada di sekitar sana agar tidak terjadi kekacauan yang tidak ingin mereka rasakan.
"Kakek.... Bukankah kau ingin melihat anak ku tumbuh dan melatihnya secara langsung? kenapa kakek tidak menepati janji?" Tangis Chareen dengan memegang pipi kakek Kim.
"Ayah..... Bukankah ayah tahu bahwa Yuna tidak pernah merasakan kasih saya mama? tapi kenapa ayah juga pergi? apa ayah sudah merindukan mama sehingga ayah menyusulnya sekarang? apa ayah tidak bisa menunggu aku?" Yuna nampak tak berdaya dengan pergi nya sosok kakek Kim yang sangat menyayangi nya itu.
"Ayah... Maafkan aku, seharusnya aku tetap disini untuk menemani ayah...." Isak Bara yang berada di samping Yuna.
Chaty, Claire dan Raini hanya bisa diam di belakang pihak keluarga. Mereka ingin sekali melihat wajah kakek Kim untuk yang terakhir kali namun mereka bukan anggota resmi sehingga tidak di perbolehkan untuk melihat, jangankan mereka... Alegra saja tidak di perbolehkan dan hanya berdiri bersama yang lainnya.
"Sudah? biarkan ayah tenang di sana..." Lembut Dong Song dengan memeluk tubuh Yuna, sedangkan Bara? dia beralih memeluk Chareen yang tak bicara sedikit pun. Tatapan matanya berubah kosong dengan air mata yang terus mengalir tiada henti.
"Ayo." Ajak Bara dengan membawa Chareen mundur.
Setelah peti mati tersebut di tutup, mereka berjalan mundur dan berdiri di depan tamu yang lain. Yuna, Bara, Chareen dan Dong Song kompak menundukkan tubuhnya untuk beberapa saat sebagai penghormatan terakhir, yang di susul oleh mereka semuanya.
"Semuanya akan baik-baik saja..." Bisik Alegra dengan memeluk tubuh Chareen yang nampak lemah, di kecup nya puncak kepala Chareen oleh Alegra.
"Tidak... Ini tidak benar Ale, kakek ku sudah berjanji pada ku untuk berada di samping ku sampai kapan pun. Ini tidak mungkin.... Ale... Katakan padaku bahwa ini semua tidak mungkin!!! Di mana? DI MANA ORANG YANG SUDAH MEMBUNUH KAKEK? AKU AKAN MEMBUNUHNYA SEKARANG JUGA!!! MINGGIR!!!" Chareen terus berontak dalam pelukan Alegra, untuk Yuna? dia sudah jatuh tak sadarkan diri sejak tadi dalam pelukan Dong Song.
"Sayang, tenanglah.... Aku sendiri yang akan melenyapkan nya. Aku mohon, jangan seperti ini...." Lirih Alegra dengan memegang kedua pipi Chareen.
__ADS_1
"Ale.... Kakekku dia....." Isakan Chareen membuat beberapa tamu dan keramat ikut merasakan sakitnya, terlebih mereka juga tahu bagaimana manja nya Chareen pada kakek Kim. Bahkan, kakek Kim lebih menyayangi Chareen dari pada Yuna dan Bara sendiri.
Ini pertama kalinya Alegra melihat Chareen hancur, hati nya terasa sesak dan nyeri saat air mata Chareen terus mengalir. Jika Alegra boleh memilih, dia ingin mengambil semua kesedihan yang ada dalam hidup Chareen dan memberikan semua kebahagiaan nya pada Chareen.
Kediaman Kim nampak ramai orang bahkan sudah seperti lautan manusia, karena kebaikan dan keramahan kakek nya sehingga dia di kenal sebagai laki-laki yang baik dan berbudi luhur sehingga sangat di hormati oleh semua orang.
Pemakaman kakek Kim berjalan dengan lancar, banyak yang mengucapkan duka pada Chareen dan keluarga. Kini, Chareen berada di makam kakek Kim yang beberapa menit lalu di makamkan, Alegra terus berada di sampingnya.
"Kakak sepupu...." Panggil seseorang pada Chareen.
Terlihat sosok laki-laki tampan yang berdiri di belakang Chareen dan membisikkan sesuatu pada Chareen, Chareen memang tidak terlalu dekat dengannya bukan karena mereka dari keluarga bagian tapi karena mereka memang jarang bertemu. Itu pun hanya saat ada acara-acara tertentu saja, Chareen sebenarnya memiliki 2 sepupu laki-laki yang merupakan saudara jauh nya.
Yang pertama, Victor. Dia seorang pembisnis usianya hampir sama seperti Alegra, dia memang tidak pernah pulang karena sibuk berada di luar negeri. Ketimbang adiknya yang bernama Michael, dia berkuliah di Oxford namun sudah lulus dan sekarang dia hanya meneruskan perusahaan papa nya tidak seperti sang kakak yang memulainya dari awal.
Alegra menuntun Chareen untuk memasuki mobil, namun baru beberapa langkah ia berjalan. Tubuh Chareen sudah ambruk di pelukan nya, dengan panik Alegra langsung menggendong nya untuk segera di bawa pulang.
"Astaga, semoga Chareen baik-baik saja." Khawatir Chaty yang melihat Chareen jatuh pingsan.
"Ya, terlebih akhir-akhir ini dia selalu sibuk dan terus berpergian ke luar negeri." Angguk Raini.
Untuk Claire, dia hanya diam. Karena di jarak yang tak jauh dari mereka ada sosok William yang tengah menatapnya, Claire tak menghiraukan itu ia memilih untuk menghampiri Michael, saudara sepupunya Chareen.
"Hmm kakak.... Bisakah kita satu mobil? sebelumnya aku satu mobil dengan kak Ale dan kak Chareen, tapi mereka sudah pergi lebih dulu..." Jelas Claire dengan tersenyum kecil.
"Ahh tentu, mari." Ajak nya dengan tersenyum.
__ADS_1
Tingkah Claire, tak luput dari perhatian Chaty dan Raini yang hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Sepertinya Claire sangat menyukai oppa oppa Korea, bukankah dia sangat menyukai artis KPop?" Tanya Chaty
"Kau benar, terlebih saudara sepupu Chareen sangat tampan semua. Terlebih dia, hanya saja dia tidak pernah tersenyum." Tunjuk Raini pada sosok Victor yang masih berdiri di samping makam kakek Kim.
"Ya, dia memang tampan sih. Apa mungkin dia masih single?" Tebak Chaty dengan masuk kedalam mobilnya.
"Entah, aku akan menanyakan nya pada Chareen nanti."
•••
Kondisi Chareen langsung drop seketika, saat ini Chareen sedang berada dalam pengawasan dokter. Kondisi nya sangat rentan dengan keguguran, jika saja Chareen tidak mengkonsumsi vitaminnya dengan tepat mungkin bayi nya sudah tidak bisa di selamatkan lagi.
Alegra yang mendengar itu jatuh terduduk, seharusnya Chareen tetap diam di rumah dan bersantai agar mereka berdua tetap baik-baik saja.
"Maafkan aku sayang..." Lembut Alegra dengan mengelus perut Chareen.
"Ale, sebaiknya Chareen harus istirahat di sini dulu agar kondisi tubuhnya cepat membaik. Jika kau ingin pulang, pulang lah lebih awal, biar mama yang menjaganya disini." Ucap Yuna dengan merapihkan rambut Chareen.
"Tidak apa ma, aku akan tetap disini..."
"Apa yang di katakan istri saya benar nak, kau pulang saja..... Bagaimana pun, perusahaan Vitton adalah tanggung jawab mu sekarang. Mungkin jika Chareen tahu bahwa perusahaan kalian sedang tidak baik-baik saja mungkin Chareen juga akan memaksa untuk pulang agar kau tidak terus berpacu disini." Tambah Dong Song membuat Alegra menghela nafas dan memilih untuk mengangguk dengan menundukkan kepalanya.
Halo semuanya, udah baca karya author yang udah tamat belom? gimana? untuk kalian yang suka tema mafia mungkin suka yaa, kalo boleh kasih saran nanti setelah ini author buat ceria apa lagi ya? ada yang mau kasih masukan?
__ADS_1