Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Taman kerajaan


__ADS_3

Benar saja dugaan Chareen, putri Aurora akan mengadakan permainan untuk para tamu undangan. Hadiah bagi seorang pemenang adalah perhiasan yang sangat berharga di kerajaan Inggris dan itu hanya ada satu di dunia. Tentu saja mereka sangat antusias untuk mengikuti permainan itu, namun mereka tidak tahu bahwa hal itu lakukan secara acak.


"Saya tidak akan membawa kalian semua, meskipun taman istana sangat luas namun hanya ada 10 orang saja yang akan ikut dalam permainan ini." Jelas putri Aurora dengan tersenyum manis.


Aula nampak heboh karena ternyata mereka tidak bisa ikut semua, memang benar sih karena tamu undangan lebih dari seratus orang sehingga akan membuat permainan itu sedikit sulit.


"Saya akan menunjuk kalian yang akan ikut dalam permainan ini....." Ucap nya dengan menunjuk satu persatu wanita yang ada di sana.


"Dan terakhir....... Kau!" Tunjuk putri Aurora pada Chareen yang masih bersantai dengan meminum jus nya.


"Dengan senang hati." Balas Chareen dengan tersenyum semanis mungkin, membuat beberapa pria yang ada di sana terpukau.


"Untuk yang lainnya, kalian bisa menikmati pesta ini sampai malam nanti di acara dansa." Pamit putri Aurora dengan menundukkan tubuhnya khas seorang putri yang anggun dan lembut.


"Char...." Panggil Chaty yang merasa takut karena hanya dirinya yang ada di sana, karena apa? karena Chaty tidak seperti Chareen yang mudah untuk di kenali oleh orang lain.


Chareen mengikuti putri Aurora beserta kesembilan wanita lainnya, mereka di bawa langsung ke taman yang sudah ada beberapa penjaga di sana nya. Semuanya nampak memperhatikan Chareen dengan tatapan yang..... Membuat Chareen ingin sekali memotong jantung nya.


"Taman kerajaan memang sangat luas namun tidak berbahaya, di dalam sana terdapat sebuah pita yang yang memiliki warna yang berbeda. Jika kalian mendapatkan pita tersebut maka kalian bisa kembali, untuk hadiah tergantung dari warna apa pita yang kalian dapatkan itu...." Jelas putri Aurora dengan tersenyum ramah.


"Baik putri.." Kompak mereka dengan senang.


Hanya Chareen yang masih acuh tak acuh dengan permainan ini, toh dirinya tidak tertarik dengan hadiah yang di berikan nya. Kecuali hadiah tersebut adalah sebuah istana yang mereka tempati mungkin Chareen akan memikirkan ulang permainan tersebut.


"Bagaimana menurutmu nona? bukankah ini sangat mudah?" Tanya putri Aurora pada Chareen.


"Sangat mudah untuk di dengar namun tidak tahu bagaimana jalannya permainan ini bukan? terkadang ucapan tak sesuai dengan kenyataan..." Balas Chareen dengan tersenyum.


"Kau benar, oleh karena itu berjuanglah....." Pamit putri Aurora dengan menepuk pundak Chareen.


"Nona, apa kalian sangat akrab?" Tanya salah seorang wanita di samping Chareen.

__ADS_1


"Tidak." Balas Chareen dengan acuh.


Sebelum mereka masuk kesana, mereka di periksa terlebih dahulu oleh para penjaga karena takut membawa barang berbahaya yang akan merusak taman kerajaan. Tak ada yang curiga mengenai pemeriksaan itu, mereka menganggap nya hal yang wajar namun tidak bagi Chareen.


Begitu banyak bunga yang bermekaran di sana, para wanita berteriak gembira karena tidak percaya bisa masuk ke sana. Mereka langsung berpencar untuk mendapatkan sebuah pita yang akan menjadi keberuntungannya nanti.


Chareen sendiri sibuk meneliti taman tersebut, instingnya sangat kuat sehingga dia bisa merasakan bahaya yang akan datang setelah dia memasuki taman tersebut. Ada sebuah pohon besar yang nampak berbeda dari pohon lainnya, pohon tersebut seperti pohon buatan?


Untung saja Chareen tidak bodoh, di balik high heels nya tersimpan sebuah pisau yang tajam dan juga pistol kecil yang memiliki efek berbahaya atau mengandung racun mematikan. Tak ada yang tahu mengenai hal tersebut, bahkan para penjaga saja tidak mengetahui nya. Bodoh sekali mereka yang hanya memeriksa bagian atas saja, bahkan anak buah Chareen sudah terbiasa menyembunyikan senjata di balik sepatu maupun high heels nya yang sudah di modifikasi.


"Aduh...." Chareen pura-pura terjatuh untuk mengeluarkan benda tersebut, salah seorang wanita segera mendekati Chareen untuk membantunya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya nya dengan menatap Chareen.


"Tidak apa-apa, gaunku hanya tersangkut..." Senyum Chareen dengan menyembunyikan pistol tersebut di balik celana pendek nya. Untung saja wanita itu menghalangi tubuh nya sehingga tak akan terlihat jelas bahwa Chareen memasukkan nya.


"Sebaiknya kita berpencar seperti mereka, aku akan membalas kebaikan mu ini...." Senyum Chareen yang di bantu berdiri oleh nya.


"Tentu Julia..." Ucap Chareen dengan melambaikan tangannya pada Julia yang sudah pergi menjauh.


Ekspresi Chareen berubah datar, Chareen segera mencari tempat yang aman untuk menangkap mereka. Namun semakin jauh Chareen melangkah, maka semakin banyak pula bahaya yang mengejar nya. Seperti sekarang, bagaimana bisa di sana ada harimau buas? apa mereka sengaja?


"Baguslah jika mereka hanya menargetkan diriku." Gumam Chareen dengan siap siaga karena bahaya sudah ada di depan mata.


GRRRRRROOOAAARRRRR


Harimau tersebut langsung menerjang Chareen, Chareen yang merasa kesulitan karena gaun tersebut yang sangat menjuntai akhirnya merobeknya hingga hanya di atas lutut. Chareen berguling ke arah samping kanan dengan menembak harimau tersebut yang langsung mengenai kepalanya.


Harimau itu meraung kesakitan hingga membuat burung-burung yang ada di sana berterbangan karena takut, racun yang ada di peluru tersebut mulai berkerja. Hingga akhirnya harimau tersebut terjatuh dengan tubuh yang kejang kejang.


"Hhh.... Hhh... Apa kau baik-baik saja sayang? maafkan mama yang telah membuat mu terkejut, malam nanti mama akan meminta papa mu untuk mengecek keadaan mu ya sayang...." Lembut Chareen dengan mengelus perutnya.

__ADS_1


Namun beberapa detik kemudian pipi Chareen bersemu merah, entah kenapa kata-kata yang Chareen ucapkan sangatlah aneh. Apakah benar?


SEETTTTT


Sebuah panah beracun melesat di samping Chareen, jika saja Chareen lengah sedikit mungkin panah tersebut berhasil menancap di kepala nya.


"Ck, mengganggu saja!" Kesal Chareen.


SREKKK SREKKK SREKKK


3 pohon di sekitar nya mulai hancur dengan munculnya beberapa orang berpakaian hitam yang kini tengah tersenyum meremehkan pada Chareen, mereka semua berjumlah 7 orang. 3 orang lagi masih belum Chareen lihat, namun tiba-tiba saja seseorang menempelkan benda dingin yang begitu tajam di lehernya. Ternyata mereka adalah umpan agar Chareen tak melihat ke arah belakang.


"Sial? kenapa aku jadi lengah?" Gumam Chareen.


•••


Di tempat pesta, Chaty menghela nafas lega saat melihat sosok Alegra dan Garel muncul dan kini mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. Terutama para wanita yang memandang mereka penuh kekaguman.


"Di mana Chareen?" Tanya Alegra bingung.


"Charen dia...."


"Tuan." Panggil seseorang yang mengisyaratkan sesuatu pada Alegra yang langsung mengangguk dan pergi begitu saja.


Alegra di bawa ke ruangan rahasia oleh Ricko, setelah sampai di sana Ricko langsung menjelaskan keadaan Chareen yang berada di taman kerajaan. Meskipun namanya taman, namun justru itu terlihat seperti hutan yang ada di lingkungan kerajaan.


"APA? BAGAIMANA MUNGKIN KALIAN MEMBIARKAN NYA MASUK TANPA MEMBAWA APAPUN?" Marah Alegra dengan menarik kerah baju Ricko yang hanya menghela nafas panjang.


"Tuan salah, nona selalu membawa senjata kemana pun ia pergi. Hanya saja tuan tidak mengetahui nya..." Jelas Ricko dengan duduk santai, tangannya memegang rokok dan menghisap nya sehingga menimbulkan asap yang mengepul.


Alegra terdiam beberapa saat, Ricko sendiri masih terlihat santai. Apakah semuanya akan baik-baik saja? meskipun begitu, Alegra sangat khawatir. Tapi, Ricko saja tak memusingkan hal tersebut, apakah mereka yakin bahwa Chareen akan baik-baik saja?

__ADS_1


"Tuan tenang saja, kami yang paling tahu bagaimana nona bertindak." Santai Ricko dengan tersenyum miring pada Alegra.


__ADS_2