
Raja Emerald jatuh terduduk saat mendengar ucapan Chareen yang memang sangat benar, apa dirinya salah selama ini karena sudah terlalu memanjakan Aurora? melihat raja mereka yang terduduk membuat aula menjadi riuh, Aurora yang melihat itu segera memanfaatkan keadaan dengan cara menyandera Chaty.
"MUNDUR SEMUANYA!! Atau pisau ini akan memotong lehernya!" Ancam Aurora.
Garel yang melihat itu hendak melangkah maju namun Aurora malah sengaja membuat luka kecil di leher Chaty sehingga membuat Garel kembali mundur, untuk Alegra dan Chareen mereka hanya mendengus kesal karena cara tersebut sudah terbiasa di lakukan oleh seseorang yang kehabisan akal.
"Apa kau masih saja belum sadar nona?" Tanya Alegra meremehkan.
"Apa maksudmu?" Marah Aurora dengan menatap tajam Alegra.
"Sayang, ayah mohon lepaskan dia.... Dia tidak bersalah, ayah yang bersalah." Lirih raja Emerald yang sudah tidak tahu lagi dengan jalan pikir putri nya itu.
"Baik, aku akan melepaskan nya asal ayah berjanji padaku untuk membawa ku dengan selamat dan... Aku tidak mau pergi kemana pun." Tawar Aurora.
Raja Emerald menatap Alegra untuk meminta persetujuan, namun apa yang terjadi? Alegra hanya mendengus.
"Baiklah cepatlah dia sekarang....." Pasrah raja Emerald dengan mendekati Aurora.
Dengan perlahan, Aurora pun mulai melepaskan Chaty yang langsung berlari ke arah Garel untuk menenangkan dirinya yang terus bergetar ketakutan. Di tenangkan nya tubuh Chaty oleh Garel dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Untuk Aurora, dia terkejut saat tiba-tiba saja Arjun dan Ricko langsung menodongkan dua pistol sekaligus sehingga membuat nya tak percaya.
"A-ayah...."
"Sudah cukup!! ayah sudah tidak bisa lagi mentolerir semua kejahatan mu Aurora!! kau harus di hukum sesuai aturan yang berlaku." Datar raja Emerald dengan menyuruh beberapa orang untuk memborgol tangan Aurora.
"Ck, lepaskan aku sialan!! kalian semua hanya sampah yang tidak berguna! cepat lepaskan aku....." Aurora terus berteriak histeris sepanjang jalan, untuk raja Emerald dia sudah lemas dan memilih untuk kembali duduk di singgasana nya.
__ADS_1
"Hukuman mati mungkin terdengar sangat cocok untuknya namun saya tidak menginginkan itu, hukuman tersebut terlalu mudah untuk nya." Ucap Chareen dengan berjalan mendekati raja Emerald yang langsung mendongakkan kepalanya.
"Anda tenang saja, saya akan menghukumnya dengan berat...." Balas raja Emerald dengan tersenyum sendu.
"Tidak perlu repot, saya selalu mengerjakan tugas sampai tuntas. Nanti akan ada pengacara yang akan menjelaskan hukuman nya sesuai dengan apa yang kami semua inginkan disini, putri Aurora... Ahh maksud saya Aurora akan di hukum untuk ke pengasingan yang terdapat orang yang sama seperti nya. Sebelum di bawa ke sana, dia harus melakukan potong lidah serta hukum cambuk sebanyak seratus kali dan di turunkan dari gelar nya serta..... Pergi dengan tangan kosong, jika saya mendengar yang mulia mengirimkannya uang maka..... Tidak hanya Aurora yang akan saya kirim, melainkan dengan yang mulia juga akan ikut serta." Bisik Chareen dengan tersenyum kecil.
Raja Emerald melotot saat mendengar hukuman tersebut, bukankah dengan begitu sama saja dengan memboikot Aurora dari seluruh negara? untuk hidup, bagaimana bisa Aurora hidup tanpa sepeser uang pun di sana?
"B-bukankah itu terlalu berleb...."
"Berlebihan? apa katamu? berlebihan? coba sekali lagi and katakan, siapa yang berlebihan? jadi, anda memilih untuk langsung memenggal kepala Aurora dan tubuh nya di gantung di pusat kota atau semua orang membakar tubuhnya hidup-hidup? apa itu yang kau inginkan? jangan lupakan yang mulia, nyawa penduduk anda sudah banyak yang mati olehnya! jika anda masih mengatakan jika hal itu adalah berlebihan maka......... Anda sangat tidak pantas berada di singgasana ini, memalukan!." Sindir Chareen dengan melangkah pergi.
"Anda sudah membuat istri saya kesal yang mulia, harusnya anda berterimakasih kepadanya karena sudah mengungkap penghianat di samping anda. Kenapa anda jadi tidak tahu diri seperti ini?" Heran Alegra membuat orang-orang yang ada di sana langsung berbisik-bisik untuk membenarkan apa kata Alegra.
"Menjatuhkan anda bukanlah hal yang sulit bagi saya, jika saya melihat istri saya kesal lagi maka jangan salahkan saya jika detik ini juga singgasana ini akan menjadi milik nya." Sinis Alegra dan ikut pergi juga untuk menyusul Chareen.
Satu persatu orang-orang pun mulai keluar dari sana, mereka tak percaya jika acara kali ini sungguh di luar dugaan mereka. Untuk Julia, dia tadi mengikuti Chareen dan sekarang mereka sedang berbincang di salah satu kursi yang ada di pinggir jalan.
"Hmm nona, terimakasih untuk pita nya.... Saya benar-benar tidak mengenali anda." Ucap Julia dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak perlu sungkan, itu hanyalah sebuah pita saja." Balas Chareen dengan tersenyum.
Julia menghela nafas berat, itu memang hanya sebuah pita tapi di balik pita tersebut ada hadiah yang sangat besar dan Chareen memberikannya dengan cuma-cuma?
"Sayang? apa kau masih lama?" Tanya Alegra yang datang dengan tampannya, Julia sempat terpana karena bisa melihat Alegra dari jarak yang sangat dekat. Namun, Julia langsung menundukkan kepalanya karena itu sangat tidak sopan.
"Tidak, kalau begitu kami permisi." Pamit Chareen dengan tersenyum tapi tidak dengan Alegra yang hanya menatapnya datar, Alegra langsung merengkuh pinggang Chareen lembut dan mengecup pipi nya sebelum benar-benar menghilang dari sana.
__ADS_1
•••
"Tuan saya mohon... Biarkan saya ikut dengan nona Chareen, kami sudah tidak ingin berada disini. Kami berjanji akan terus mengabdi pada beliau, jika kalian tidak percaya kalian bisa memotong lidah saya untuk tidak melakukan pengkhianatan.." Rengek Albertus pada Ricko dan Arjun yang nampak sudah sangat kesal.
Rengekan Albertus tidak sesuai dengan kondisi wajah dan fisiknya yang terlihat sangat garang itu, bagi Ricko membawa musuh untuk di jadikan anggota memang tidak masalah. Tapi, dia tidak tahu apakah Chareen setuju dengan hal ini?
"Bawa mereka tapi sebelum itu, latih terlebih dahulu agar kemampuan nya semakin tajam." Datar Arjun sebelum akhirnya masuk kedalam mobil bersama Chareen.
Para anggota militer yang sebelumnya itu langsung bersorak gembira, mereka berjumlah lebih dari 200 orang dan itu semua ingin mengikuti Chareen? sungguh sangat hebat bukan? Chareen tak perlu memaksa mereka untuk menjadi anggota nya namun mereka sendiri yang mati-matian ingin menjadi bawahannya.
"Apakah nona Chareen dan tuan Alegra tidak sama?" Heran Albertus.
"Apa maksudmu? sebelum kau di masukan kedalam markas nona Chareen kau akan di latih terlebih dahulu di markas milik tuan Alegra." Jelas Arjun dengan pergi begitu saja
"Ehh?" Heran nya, tidak hanya Albertus melainkan semua anggotanya pun nampak heran. Ternyata mereka berdua?
Baca juga ya karya author yang udah tamat, di jamin seru♥️
•Hello Mr. mafia
•Quin & king mafia
•Yang kedua
Itu semua udh tamat yaaa
Terimakasih, jangan lupa like dan komen nya juga
__ADS_1