
Setelah sibuk beberapa hari akhirnya Chareen memiliki waktu luang, bukan memiliki lebih tepatnya membuat nya luang.
"Mom...." Teriak Chareen dengan memeluk seorang wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu.
"Ck, lihatlah... Ternyata kau masih ingat dengan wanita tua ini" Ucap Yuna dengan candaan nya membuat Chareen terkekeh.
"Di mana Dady?" Tanya Chareen penasaran karena tidak menemukan sosok ayah nya di sana.
"Dady mu sedang sibuk di ruang kerjanya" Balas Yuna.
"Ohh" Angguk Chareen.
"Kalau begitu saya permisi tante, siapa tahu om membutuhkan bantuan saya" Pamit William membuat Yuna tersenyum.
"Tidak perlu, kau istirahat saja Will" Cegah Yuna.
"Benar kak, ayo istirahat" Ajak Chareen dengan menggandeng lengan William.
William sendiri sudah biasa dengan sikap Chareen, jika berada di rumah Chareen akan memanggilnya kakak. Itu semua atas permintaan William sendiri, padahal Chareen ingin memanggilnya juga saat berada di luar namun Willi terus menolak nya.
"Chareen, perusahaan Vitton mengundang anda makan siang di perusahaan nya" Ucap William saat mereka berada di tangga, kamar mereka hanya berbeda beberapa kamar saja.
"Heh? bukankah itu perusahaan om Arya?" Tanya Chareen dengan memastikan.
"Benar" Angguk William.
"Hmm, oke. Aku akan kesana setelah pulang dari rumah sakit" Angguk Chareen.
"...?" William nampak menatap Chareen heran.
"Haissshhh, apa kakak tidak tahu bahwa om Arya kecelakaan? sebelum berangkat ke Mexico aku sudah berjanji pada Claire untuk menjenguk nya" Jelas Chareen.
"Ahh ya, kau benar" Angguk William, dia lupa dengan hal itu.
___
Alegra duduk di sofa kamarnya, tubuhnya terasa sangat lelah karena seharian ini bekerja. Dia langsung terfikir kan tentang kondisi Arya yang setiap hari seperti ini, pantas saja papa nya itu sering sakit.
"Hhh... Ternyata begini rasanya jadi papa" Helaan nafas Alegra terdengar lelah.
Drtttttttt Drrtttttttttttttt Drtttttttt
"Halo?"
"Halo Ale? kenapa kau tidak menghubungi ku seharian ini?? apa kau berselingkuh dengan model terkenal itu hah?"
"Apa yang kau katakan? siapa yang berselingkuh? aku sibuk bekerja seharian ini!" Kesal Alegra, dia sangat lelah saat ini. Ucapan Kinara membuat nya semakin kesal, bukannya menghibur nya Kinara malah semakin membuat nya pusing.
__ADS_1
"Aku sangat takut jika kau berselingkuh dengan nya Ale, maafkan aku....."
"....."
Alegra hanya diam karena dia teringat kejadian saat di pesta itu, apa itu juga bisa di sebut sebagai selingkuh? Alegra segera menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah, aku sangat lelah"
"Ale, aku.....Aku butuh uang"
"Uang? Bukankah baru seminggu yang lalu aku mengirimkan nya pada mu sebesar 2 Milyar?" Heran Alegra.
"Itu, aku harus melakukan perawatan dan juga membayar apartemen"
"Apartemen? bukankah aku yang sudah melunasi nya?" Alegra semakin heran di buatnya.
"Ahh ya, maksud ku membayar apartemen yang lain. Aku memiliki apartemen yang lain yang dekat dengan pekerjaan ku"
"Hhh baiklah, aku akan mengirimkan nya sekarang"
"Terimakasih sayang, kau memang yang terbaik!!!" Girang nya.
Alegra langsung mematikan sambungan teleponnya, dia segera mentransfer uang ke rekening milik Kinara.
"Ck, kakak memang bodoh!!! Lintah darat seperti nya masih kakak pertahankan!" Sindir seseorang yang baru saja datang dengan membawa kan teh pada Alegra.
"Claire?" Kaget Alegra.
"Jaga bicaramu Claire!"
"Kakak seharusnya sadar bahwa ucapan mama dan papa itu benar! Mereka lebih tahu mana yang terbaik untuk kakak, ingatlah kak. Restu orang tua sangat berarti untuk kebahagiaan anak-anak nya" Datar Claire, dia segera keluar dari kamar Alegra.
Alegra sendiri hanya diam, selagi dia tidak melihat nya dengan jelas maka dia tidak akan mempermasalahkan nya.
Drtttttttt Drrtttttttttttttt Drtttttttt
"Halo tuan? nona Chareen sudah menyetujui untuk makan siang di perusahaan anda, besok siang dia akan datang"
"Oke"
Alegra langsung mematikan sambungan teleponnya, dia menghela nafas panjang dengan mata yang terpejam dan tubuh yang bersandar pada sofa.
"Chareen...." Gumam nya tanpa sadar, ada rasa rindu dalam hatinya ketika menyebutkan nama Chareen.
___
Chareen menguap lebar, di lihatnya jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. Dia segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, hari ini Chareen menggunakan rok putih sepaha yang memiliki belahan di kedua sisi nya sehingga memperlihatkan celana putih pendek nya.
__ADS_1
Tak lupa tangtop putih yang memiliki motif spaghetti yang memperlihatkan pundak dan leher nya yang indah, Chareen menambah kan cardingan putih polos bermotif bunga-bunga putih yang memiliki panjang hingga lutut.
Penampilan nya sangat manis dan cantik, tak lupa sepatu sneaker putih dan tas kecilnya yang melingkar di tubuhnya.
Setelah di rasa penampilan nya sesuai seperti yang dia inginkan, baru lah Chareen turun untuk bertemu yang lainnya.
"Selamat pagi semuanya" Sapa Chareen dengan mencium pipi Yuna dan Dong Song yang ikut membalas dengan mencium pipi nya.
"Pagi juga sayang" Kompak keduanya.
"Pagi juga Char" Senyum William.
"Kau nampak imut dan menggemaskan nak, Dady merasa bahwa Dady memiliki anak gadis kecil" Ucap Dong Song membuat Chareen Cemberut.
"Bukankah aku memang anak kecil Dad?" Cemberut nya membuat mereka terkekeh kecil.
"Benar, kau memang gadis kecil Dady" Senyum Dong Song dengan mengelus rambut Chareen yang nampak senang itu.
Mereka pun makan dengan saling bercanda satu sama lain, William sendiri sudah biasa dengan mereka. Bahkan mereka seperti saudara saja, Yuna dan Dong Song pun sudah menganggap William anak mereka sendiri.
"Kalau begitu kami permisi mom, Dad" Senyum Chareen dengan melambaikan tangannya pada mereka.
"Hati-hati"
"Baik mom"
Mereka pun pergi dengan menggunakan mobil pribadi milik Chareen, mobil tersebut mobil sport berwarna biru gelap.
"Kak, berhenti di tempat penjual buah. Aku akan membeli nya untuk om Arya" Ucap Chareen.
"Oke" Angguk William.
Mobil yang William bawa berhenti di sebuah supermarket, William segera turun dan membiarkan Chareen tetap berada di dalam mobil karena takut ada beberapa penggemar yang menyerbu nya.
Chareen sendiri sibuk dengan ponselnya, hingga dia tidak memperhatikan bahwa di depannya terdapat seseorang yang sangat ia kenali.
William sendiri sampai berpapasan dengan sosok tersebut yang hendak memasuki supermarket.
"Nona" Ucap William membuat Chareen mendongakkan kepalanya.
"Ada apa?" Heran Chareen.
"Ahh tidak"
William akhirnya tahu bahwa Chareen tidak melihat sosok tersebut, William menghela nafas lega. Jika Chareen melihat nya dia pasti akan kerepotan.
"Kau aneh" Celetuk Chareen membuat William terkekeh geli melihat ekspresi lucu Chareen.
__ADS_1
Chareen sendiri tidak terlalu memperdulikan nya, William memang selalu iseng padanya. Jadi nya Chareen tidak terlalu menganggap nya serius.
Jangan lupa dukungan nya temen-temen:( aku nulis juga ga asal nulis😭 aku mohon kita saling dukung dan saling bantu😭🙏