
DORRRRRRRR!!!!!!!!!
Suara tembakan begitu menggelegar di penjuru bangunan tersebut, semua orang yang berada di dalam pesta langsung cemas dan segera mencari keberadaan suara tersebut.
Sedangkan di tempat tersebut, terdapat seorang wanita yang nampak terbaring dengan darah yang merembes di dada kanannya. Gaun yang ia kenakan sudah di penuhi dengan darah.
"Astaga!!!" Pekik mereka semua yang melihatnya.
William yang baru saja tiba nampak lemas, nafas nya begitu memburu. Terlebih saat mendengar suara tembakan tadi, membuat dada nya seakan berhenti berdetak.
"Hhhh.....Hhhh...." William menundukkan tubuhnya karena lega, ternyata wanita yang terbaring di lantai dengan penuh darah itu bukanlah Chareen melainkan Kinara.
Chareen yang berada di pelukan Alegra langsung melepaskan pelukannya saat melihat William yang terduduk dengan kepala yang menunduk, tubuhnya begitu bergetar ketika Chareen menyentuh nya.
"Aku tidak apa-apa Will." Ucap Chareen dengan lembut.
William mendongakkan kepalanya, semua yang melihat itu dapat merasakan bagaimana khawatir dan cemasnya William yang kini nampak meneteskan air matanya.
"Syukurlah...." Lirih William.
"Nona Chareen Lee, maafkan kami atas kurangnya keamanan disini. Kami ak..."
"Tidak apa tuan Rion, ini hanya kecelakaan saja." Balas Chareen dengan tersenyum kecil.
Kejadian tadi membuat Chareen sedikit heran, bagaimana mungkin Alegra yang berada jauh dari Kinara mampu menembaknya dengan pas? terlebih jika mereka sangat ahli pun masih ada kemungkinan tembakan tersebut meleset.
Sebelum Kinara menodongkan pistol ke arahnya, Alegra sudah lebih dulu membuat nya keritis sekarang. Banyak keanehan yang Chareen rasakan sekarang, begitu pun dengan Abimanyu yang nampak memegang pistol di tangannya.
Kenapa di saat seperti ini mereka mempunyai pistol? apa itu hal biasa bagi mereka untuk berjaga-jaga? tapi...... Entahlah. Chareen bingung dengan mereka semua.
Alegra dapat merasakan bahwa Chareen sangat curiga dengan dirinya, namun itu semua tidak sebanding dengan rasa takutnya saat melihat Chareen akan di todongkan pistol oleh Kinara tadi.
Tidak hanya itu, Alegra juga melihat bahwa Abimanyu hendak menolong Chareen namun Alegra selangkah lebih cepat darinya sehingga membuat laki-laki geram sekarang.
__ADS_1
"Bukankah itu nona Kinara? mantan kekasih dari chef Alegra?"
"Benar, aku dengar nona Kinara memiliki dendam pribadi pada nona Chareen. Dia sangat iri dengan kehidupan nona Chareen yang sempurna."
"Astaga, dia memang wanita yang serakah!!"
Para wanita mulai mengomentari tentang Kinara yang menurut nya sangat buruk, berbeda dengan Chareen yang nampak penasaran dengan Alegra dan Abimanyu.
"Ale, apa ada yang ingin kau jelaskan kepada ku?" Tanya Chareen setelah mereka sampai di dalam mobil.
"......... Apa kau sangat penasaran?" Balik tanya Alegra dengan mencium tangan Chareen.
"Tidak, aku hanya tidak ingin di antara kita memiliki rahasia." Chareen mengambil tangannya dari genggaman Alegra dan langsung memalingkan wajahnya.
"Aku akan menjelaskan nya kepada mu tapi...... Akan ada saatnya." Ucap Alegra dengan mengelus rambut Chareen.
Benar apa yang Chareen pikirkan, Alegra tidak seperti yang dia pikirkan selama ini. Alegra memiliki banyak rahasia di dalam hidupnya yang keluarganya sendiri pun belum tentu tahu hal itu.
"Baiklah.." Angguk Chareen dengan bersandar pada pundak Alegra yang saat ini sedang menyetir mobil.
Alegra mencium puncak kepala Chareen dan mengusapnya menggunakan salah satu tangannya, Alegra tidak percaya bahwa Chareen akan mengerti dengan cepat.
"Ah ya, di mana mereka? apa mereka masih ada di pesta?" Heran Chareen yang baru saja ingat tentang mereka bertiga.
"Claire mabuk, kemungkinan mereka akan menginap di hotel itu. Aku sudah mengatakan nya pada William untuk menjaga mereka di sana, kau tenang saja." Jelas Alegra.
"Baiklah." Angguk Chareen.
•••
William menundukkan kepalanya, saat ini William berada di taman hotel yang berada di dekat kolam renang. Jika saja Chareen terluka, mungkin William tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
Awalnya William ingin ikut pergi bersama Chareen karena masih merasa tidak nyaman namun setelah melihat Alegra yang mampu menjaga nya, akhirnya William sedikit lega. Beban di hatinya sedikit terangkat.
__ADS_1
"Tuan William." Panggil seseorang di belakang William.
"Ya?" Heran William yang melihat seorang laki-laki gagah dengan ekspresi yang sangat datar.
"Bisakah kita bicara sebentar? ini mengenai keselamatan nona Chareen." Jelasnya.
"Baik." Angguk nya.
Laki-laki itu membawa William kesebuah ruangan yang terdapat beberapa laki-laki lain juga yang berekspresi sama.
"Tuan sangat mempercayai anda untuk memberitahu hal besar ini pada anda, jadi..... Saya harap anda tidak akan mengecewakan nya." Ucap laki-laki itu dengan serius.
"...." William hanya diam dengan perasaan yang tak menentu.
"Tuan Alegra, dia adalah seorang Mafia yang berkedudukan tinggi dan memiliki kuasa di 5 benua ini. Identitas nya sangat di rahasiakan, apa kau mengenal laki-laki itu?" Tunjuk nya pada seorang laki-laki tampan yang kini sedang duduk dan merokok.
Mata William melotot melihat laki-laki itu, meskipun tidak pernah melihatnya secara langsung namun William sangat tahu siapa dia.
"I..Itu, bukankah itu Arjun? Sang mafia legendaris itu?" Tanya William dengan sedikit merinding saat Arjun melirik nya dan mengepulkan asap rokoknya.
"Ya, semua orang mengenal nya dengan sifat yang sangat kejam dan ahli dalam dunia gelap namun hal yang sebenarnya adalah.... Dia hanya sekertaris tuan Alegra, posisi yang sebenarnya itu milik tuan Alegra." Jelasnya.
Jantung William seakan mengecil saat mendengar penjelasannya, dia tidak pernah terpikirkan mengenai hal itu. Tapi untuk Abimanyu, William sudah tahu dari Bara.
"Kau tahu? seharusnya kau tidak pantas berada di samping nona muda karena kau sangat lemah dan tidak mampu untuk menjaga wanita tuan Alegra!!" Ucap Arjun dengan tersenyum miring.
William tidak marah, karena dia membenarkan apa yang di katakan olehnya. William memang tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan mereka yang berada di sana.
"Kau tahu bukan bahwa Vino itu seorang mafia juga? harusnya kau berfikir untuk menjadi kuat!!" Santai Arjun yang kini sudah kembali ke tempat duduknya lagi.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya William penuh harap, semoga saja mereka dapat membantunya.
"Mudah saja, tuan Alegra menyuruh kita untuk bertukar peran. Untuk sementara kau harus berlatih di markas dan aku sendiri yang akan menjadi pelindung nona di saat tuan sedang sibuk." Jelas Arjun membuat William melotot.
__ADS_1
Bagaimana mungkin? semua orang mengenal Arjun, meskipun dia hanya seorang asisten namun semua orang mengenalnya sebagai ketua mafia yang terhormat! apa kata mereka jika dia menjadi seorang asisten Chareen?
Jangan lupa like dan komen nya yah. Follow juga akun author, terima kasih ❤️