
Mungkin sebenarnya kita tidak pernah kehilangan apa pun dalam hidup ini. Mungkin hanya ditukar dengan sesuatu yang jauh lebih indah.
Hari demi hari terus berlalu hingga terbentuk lah bulan dan tahun. setelah kepergian Claire dan Chaty ke Korea akhirnya Chareen mulai kembali seperti dulu lagi. Hari ini Chareen akan bertemu di rumah sakit dengan Raisa yang sudah sembuh dan semakin cantik karena sudah melakukan operasi plastik akibat luka nya dulu.
"Bagaimana dengan kandungan mu? apa yang dokter katakan?" Tanya Raisa dengan penasaran, kini mereka berdua berada di kantin rumah sakit.
"Baik dan sehat, seperti nya aku akan sedikit kesulitan untuk berjalan. Langkah ku terasa berat." Ucap Chareen dengan mengelus perutnya yang terlihat besar.
"Itu sudah biasa, bukankah sebentar lagi kau akan melahirkan?" Tanya Raisa dengan terkekeh.
"Benar juga, Alegra sendiri tak membiarkan ku pergi seorang diri. Mungkin sebentar lagi dia juga ak...."
"Sayang?" Panggil Alegra dan duduk di samping Chareen dengan tersenyum lebar, Raisa yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Sepertinya hitungan mu kurang tepat." Kekeh Raisa membuat Chareen cemberut.
"Kenapa kau sudah datang? bukankah kau mengatakan ada rapat penting?" Heran Chareen.
"Aku sudah memberikan perintah pada Ricko untuk pergi ke Korea sebagai perwakilan ku, aku tidak bisa meninggalkan mu disini." Jujur Alegra membuat Chareen menghela nafas berat.
Setelah kehilangan Raini, Alegra meminta Ricko untuk menjadi sekertaris nya di kantor. Untuk urusan markas, Arjun yang akan bertanggung jawab. Mau tidak mau Ricko akhirnya menyetujui nya meskipun dia lebih suka berada di markas dari pada di kantor.
"Hhh Terserah pada mu..." Pasrah Chareen.
"Oh ya, tadi sebelum masuk kemari aku melihat William dengan wanita itu. Sepertinya mereka akan mengunjungi dokter kandungan...." Ucap Alegra membuat Chareen dan Raisa mengeryit heran.
"Kandungan? apa Gea hamil?" Heran Chareen.
"Sepertinya, karena di lihat dari tubuhnya dia terlihat berbeda. Sama seperti mu dulu..."
"Apa menurut mu dia hamil anak William? tapi kenapa mereka belum menikah juga?" Heran Raisa.
"Entahlah, aku pikir itu bukan anak William. Bagaimana pun juga William tidak akan bertindak gegabah..." Santai Chareen.
"Lalu?" Heran mereka berdua.
"Akan ada balasan di setiap tindakan, bukankah aku sering mengingatkan William agar tidak terlalu dekat dengannya? tapi sepertinya William telah di butakan oleh nya yang selalu ia anggap adik." Jelas Chareen yang membuat mereka mengangguk setuju.
"Apa yang kau katakan sepertinya benar...." Ucap Raisa dengan menatap ke belakang Chareen, di sana terlihat sosok Gea dan William dengan laki-laki lain yang sedang Gea marahi.
"Apa yang kau lakukan wanita gila? cepat lepaskan suamiku!!" Marah seorang wanita dengan menarik tangan seorang laki-laki yang terus Gea pegang.
__ADS_1
"Suami? apakah ini alasan mu yang selalu menolak untuk menikah dengan ku Ren?" Tanya Gea dengan marah.
"Apa yang kau katakan? aku tidak kenal siapa dirimu." Elak laki-laki itu dengan mendorong tubuh Gea yang langsung di tangkap oleh William.
"Kau!! apa kau tega membiarkan anak kita hidup tanpa seorang ayah? kau benar-benar sialan Ren!!!" Maki Gea yang membuat laki-laki itu melotot.
"Apa maksudmu?" Heran Reno.
"Lihat! aku sekarang sedang mengandung anak mu, apa istrimu itu bisa mengandung?" Tunjuk Gea pada wanita yang berada di belakang Reno.
"Jaga ucapan mu *******! kami sudah memiliki keluarga bahagia!! kau jangan mengada-ada.." Marah nya.
"Apa kau pikir aku percaya jika itu anakku? kau wanita murahan pasti banyak laki-laki yang kau goda." Nampak nya Reno tak mau bertanggung jawab.
Chareen, Alegra dan Raisa terus memperhatikan perdebatan mereka tanpa sadar jika Bara berada di antara mereka, lebih tepatnya sedang merangkul Raisa yang masih belum ngeh.
"Sepertinya drama mereka sangat seru." Ucap Bara yang membuat mereka tersadar dan langsung menatapnya.
"Kau? kapan kau datang?" Heran Raisa dengan melepaskan rangkulan Bara, Raisa tidak ingin jika rekan dokter yang lainnya melihat.
"Baru saja, sepertinya kalian menyukai pertunjukan tadi. Sebelum datang kemari aku melihat mereka berdua nampak baik-baik saja." Ucap Bara.
"Itulah manusia, jika tidak bersyukur mau sebanyak apapun harta yang dia punya maka dia tidak akan pernah merasa cukup." Ucap Alegra.
••••
Chaty dan Ricko tak sengaja bertemu di salah satu pusat perbelanjaan Korea, Ricko memperhatikan Chaty yang nampak berbeda dari biasanya.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Ricko yang sudah tidak memanggil mereka dengan formal lagi.
"Seperti yang kau lihat, bukankah aku terlihat jauh lebih cantik?" Tanya Chaty dengan mengedipkan sebelah matanya.
Melihat itu, Ricko hanya terkekeh dan mengiyakan apa yang baru saja Chaty katakan.
"Bagaimana kabar Chareen? sudah lama aku tidak melihatnya." Tanya nya pada Ricko.
"Mereka baik-baik saja mungkin sebentar lagi Chareen akan melahirkan, inilah sebabnya aku pergi mewakili Alegra karena dia tidak ingin meninggalkan Chareen." Balas Ricko santai.
"Hhh syukurlah, kalau begitu apa kau sibuk?" Tanya Chaty penasaran.
"Hmm tidak, aku sudah menyelesaikan pertemuan nya. Ada apa?"
__ADS_1
"Apa kau bisa menemani ku pergi ke acara seminar Claire? dia bilang acaranya akan di adakan sore ini di taman bunga sakura."
"Ahh baiklah, sepertinya aku harus mencari pakaian biasa. Mungkin aku harus membelinya sekarang.." Ricko melihat pakaian nya yang memakai jas, dia ingin memakai pakaian santai.
"Baik, aku akan menemani mu memilih pakaian. Ayo..." Ajak Chaty yang langsung di angguki oleh Ricko.
Mereka berjalan dengan terus bercerita satu sama lain, tanpa sepengetahuan siapapun Chaty dan Ricko memang sering bertemu jika ada waktu luang. Bukan karena mereka saling menyukai tapi karena Chaty membutuhkan teman untuk berkeluh kesah.
Tapi kita tidak tahu, apakah perasaan itu tetap sama seperti dulu atau ada sedikit perubahan di antara mereka yang jelas Chareen dan Alegra tenang karena Ricko orang yang baik dan dapat menepati janji nya.
"Bagaimana dengan ini?" Tanya Ricko pada Chaty.
"Tidak cocok, ganti lagi." Balas Chaty dengan menggelengkan kepalanya.
"Kalau ini?"
"Terlalu berlebihan. Ganti!"
"Ini?"
"Tidak cocok, warna nya terlalu menyala."
"...."
"Apa kau tidak lihat jika itu terlalu kekecilan? bagaimana kau bisa tidak menyadari nya?"
"......"
"Hmm cocok tapi.... Kau terlihat seperti anak sekolah! ganti."
"......"
"Hhhh, apa kau tidak memiliki selera?"
"......Hhh... Aku lelah, kau saja yang pilihkan cepat." Ricko terduduk dengan lemas di samping Chaty yang menatapnya dengan kedua jempol yang ia tunjukkan.
"Ini saja, sangat cocok dengan mu." Ucap Chaty dengan setuju dengan apa yang Ricko kenakan sekarang.
Ricko mengangguk lelah, setelah mencoba beberapa stel pakaian akhirnya ada yang cocok untuk nya tapi kenapa dia harus menuruti Chaty? entahlah, sejak dulu Ricko tidak ingin melihat Chaty menangis atau pun bersedih lagi.
"Kalian? bukankah kau Chaty?" Tanya seseorang membuat Chaty memalingkan wajahnya ke arah samping, terlihat sosok Jimmy di sana.
__ADS_1