
Malam ini Chareen sedang membersihkan sisa make up nya, saat Chareen hendak masuk kedalam kamar mandi sang kakek malah datang dan memberikan pakaian tidur Chareen dan menyuruhnya pindah, Chareen sendiri hanya bisa pasrah.
"Sayang, sepertinya kakek sedang membuat suami mu kesal." Ucap Yuna dengan tersenyum.
"Aku sudah tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi." Balas Chareen.
"Haha kau benar, oh iya besok siang kau akan langsung pergi ke Korea. Di sana tempat yang cocok untuk mu dan Alegra, terlebih di sana sedang turun salju. Mama dan papa Alegra sudah menyiapkan semuanya." Jelas Yuna.
"Baik mom." Angguk Chareen.
•••
Alegra sangat terkejut melihat kakek besar ada di sana, terlebih sang kakek juga kini sedang memakai wig.
"Ka-kakek....?" Kaget Alegra dengan membungkus dirinya menggunakan selimut.
"Cihh, tidak tahu malu!" Ketus kakek nya.
Alegra malu bukan main, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Terlebih sang kakek melihat nya dengan tubuh yang polos.
"Sebagai tradisi keluarga saya, kau tidak di perbolehkan untuk menyentuh cucu ku malam ini!!! Tinggallah sendiri!" Ketus sang kakek dengan tegas dan pergi begitu saja setelah melemparkan wig pada Alegra yang langsung terkejut seketika.
Setelah kepergian sang kakek Alegra langsung merobohkan dirinya di ranjang, di tendang nya semua selimut hingga berjatuhan dan terus mengacak-ngacak tempat tidur.
"Tradisi terus sampai mampus!" Kesal Alegra dengan mengusap rambutnya kasar.
•••
Pagi ini Chareen sudah rapih dengan dress selutut berwarna putih yang memiliki renda di bagian rok nya, setelah selesai bersiap Chareen menuju kamar Alegra.
Chareen membuka nya menggunakan sandi dan segera masuk, di sana Chareen melihat kamar yang berantakan dan posisi tidur Alegra yang tak beraturan.
Rambutnya nampak berantakan dan Alegra hanya memakai boxer dan kaos putih yang tipis sehingga memperlihatkan otot tubuhnya yang menggoda.
"Sepertinya kakek sangat keterlaluan..." Gumam Chareen dengan menghela nafas panjang.
Chareen duduk di samping Alegra dan mengelus rambut nya lembut, setelah itu mencium keningnya dengan penuh ketulusan. Namun Chareen merasa suhu tubuh Alegra yang tidak biasa, sepertinya Alegra demam.
"Ale....?" Panggil Chareen dengan cemas.
"Hmm...." Alegra menggeliat kan tubuh nya dengan suara seraknya.
"Astaga, tubuh mu panas sekali!" Kaget Chareen.
__ADS_1
Alegra membuka matanya, Alegra sendiri merasa tidak nyaman dengan tubuhnya sekarang. Di tarik nya tubuh Chareen hingga terbaring di samping nya dan langsung memeluknya erat, wajahnya di benamkan di dada Chareen.
"Ale, aku akan memanggil dokter. Kau tunggulah sebentar...." Panik Chareen.
"Tidak apa-apa, aku hanya demam biasa." Tolak Alegra.
"Tapi aku tidak mau kau sakit, bagaimana jika mereka membatalkan honeymoon kita? jika kakek tahu pasti dia......."
"AKU TIDAK SAKIT!!! AKU AKAN BERSIAP SEKARANG!!!" Sela Alegra dengan tegas dan langsung bergegas untuk bersiap-siap.
Chareen sendiri hanya diam dengan mata yang berkedip-kedip lucu, apa yang membuat Alegra bersemangat seperti itu?
Setelah beberapa menit lamanya, akhirnya Alegra keluar dari kamar mandi dengan pakaian casual nya. Nampak seperti anak remaja pada umumnya, Chareen tersenyum senang melihat ketampanan suami nya itu yang akan menjadi asupan pagi nya.
"Apa kau sudah tidak apa-apa sayang?" Tanya Chareen dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Alegra.
"Hmmm, kau tahu? aku sangat menyedihkan semalam! Pasti kakek akan terus mengingat kejadian semalam...." Jujur Alegra dengan membenamkan wajahnya di leher Chareen yang hanya terkekeh.
"Aku sudah mengatakan nya padamu untuk hati-hati, kau sendiri yang ceroboh!" Balas Chareen yang di balas helaan nafas oleh Alegra.
Chareen memeriksa suhu tubuh Alegra yang nampak demam, tapi Alegra terus menyangkal nya agar Chareen menutupi sakit nya itu.
"Tap...."
Tiba-tiba saja Alegra memasukkan lidahnya ke mulut Chareen, Chareen melotot karena dia bisa merasakan hembusan nafas Alegra yang panas.
"Hhh...Hhh...Ale, kau demam. Sebaiknya kau di periksa dulu." Cemas Chareen dengan memegang kedua pipi Alegra.
"Tidak sayang, ini hanya demam biasa. Aku sudah tidak tahan ingin berduaan dengan mu tanpa ada yang menggangu." Rengek Alegra.
Chareen paham pengenai hal itu, hingga akhirnya mau tidak mau Chareen mengangguk saja.
"Sayang, kenapa kakek mu tidak menikah lagi? sepertinya dia sangat kesepian sehingga terus menganggu ku." Ucap Alegra dengan cemberut.
"Kakek sangat setia pada nenek, kakek bilang seseorang akan mencintai hanya satu kali seumur hidup!" Balas Chareen.
"........" Alegra membenarkan hal itu.
Mereka mulai menuruni lift untuk segera pergi ke aula, sepertinya mereka sudah menunggu nya. Benar saja, di sana semua nya sudah berkumpul.
"Kalian lama sekali, apa kau baru saja menanam benih?" Tanya Garel pada Alegra yang langsung melotot itu.
"Diam!" Datar Alegra.
__ADS_1
"Ehh? Ada apa dengan suaramu kak? apa kau sakit?" Kaget Garel.
Semua yang mendengar itu langsung memperhatikan Alegra yang memang sedikit berbeda dari biasanya, Chareen yang melihat itu hanya tersenyum.
"Tidak, Ale hanya kelelahan karena acara kemarin." Jelas Chareen dengan tersenyum.
"Benarkah? Jika Alegra sakit kalian bisa menund...."
"Tidak Dad, kami akan segera berangkat sekarang." Potong Alegra pada Dong Song.
Mereka semua saling lirik, kemudian mengangguk mengerti. Mereka tahu apa yang terjadi semalam pada Alegra, mungkin semalam Alegra mandi pada jam yang sudah memasuki waktu pagi sehingga membuat nya demam seperti sekarang.
"Baiklah, kami tidak akan mengantar kalian karena kami harus menyambut para tamu yang sedang menginap." Ucap Arya.
"Tidak apa-apa pa..." Balas Chareen dengan tersenyum.
"Kakak, jangan lupa saat pulang nanti kalian harus sudah membawa keponakan untuk ku." Ucap Claire dengan memeluk Chareen.
"Ehh..." Chareen yang mendengar itu menjadi malu sendiri.
"Benar, aku ingin keponakan yang gemuk." Tambah Chaty.
"Aku ingin bayi laki-laki yang tampan!!" Serbu Raini juga.
"Sudah sudah.... Kalian ini, dari pada terus meminta pada mereka sebaiknya kalian sendiri yang buat." Ucap Susan yang membuat mereka bungkam seketika.
"Nah benar tuh..." Ucap Chareen dengan puas.
"..."
"Cepatlah pergi, pesawat yang menjemput kalian sudah ada di atap." Ucap Kakek besar dengan datar.
"Baik kakek..." Kompak Chareen dan Alegra.
Chareen dan Alegra segera pergi dari sana, Alegra menghela nafas panjang karena sang kakek tidak lagi menahannya.
"Ayah, sudahlah...." Ucap Yuna dengan mengelus lengan kakek besar yang nampak memperhatikan Chareen dan Alegra pergi.
"Benar ayah, biarkan mereka menikmati waktu berharga mereka. Bukankah ayah terus menginginkan cucu?" Tambah Dong Song.
"Baiklah baiklah terserah kalian berdua...." Balas sang kakek dengan pergi begitu saja.
Mereka yang ada di sana menghela nafas bersamaan, jika kakek besar terus mengganggu mereka maka keinginan mereka untuk segera memiliki cucu akan terhambat pula.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen dong, kalo komennya rame nnti author upp lagi malam ini......