Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Malam panjang


__ADS_3

Mereka menghabiskan musim dinginnya dengan berjalan-jalan kesana kemari hingga waktu sore barulah mereka kembali ke hotel, banyak sekali barang bawaan yang di beli oleh Chareen di sepanjang jalan hingga membuat Alegra kelelahan untuk membawa nya.


"Apa kau puas sayang?" Tanya Alegra dengan menatap sang istri yang sedang melepaskan mantel nya.


"Belum." Santai nya yang membuat Alegra melotot seketika.


"Apa masih banyak tempat yang ingin kau kunjungi?"


"Ya, apa kau tidak senang?" Tanya Chareen dengan penuh selidik.


"Hmm tentu saja aku senang tapi niat kita kemari bukan untuk jalan-jalan tap..."


"Ya ya ya aku tahu arah tujuan mu kemana." Potong Chareen yang masuk kedalam kamar mandi.


Setelah melihat kepergian Chareen, Alegra memilih untuk membuka laptop nya untuk bekerja. Kebetulan saat itu laptop milik Chareen pun ada di meja, karena penasaran akhirnya Alegra mulai membuka nya namun terdapat kode rahasia yang harus Alegra buka.


"Haishh kenapa susah di buka?" Gumam Alegra dengan menggigit kuku nya sendiri.


Setelah beberapa saat akhirnya kode tersebut berhasil Alegra pecahkan, Alegra mulai melihat-lihat isi laptop tersebut. Mata Alegra di buat melotot saat melihat sesuatu yang membuat nya tak percaya, di sana terdapat banyak sekali mata-mata di berbagai penjuru. Alegra menelan ludahnya bulat-bulat saat melihat aktivitas mereka yang dapat di pantau oleh Chareen, seketat itukah Chareen? Tapi Alegra sendiri bisa bernafas lega karena tindakan yang Chareen lakukan bisa memudahkan mereka untuk menjaga keluarganya.


Alegra sendiri memiliki nya namun tidak seketat Chareen yang memiliki banyak pasang mata di setiap penjuru.


"Apa yang kau lihat?" Tanya Chareen dengan penasaran.


Chareen memilih duduk di atas pangkuan Alegra yang langsung menegang seketika, saat ini Chareen hanya menggunakan handuk pendek berwarna putih dengan rambut yang ia Gelung atas sehingga memperlihatkan pundak dan lehernya yang nampak menggoda.


"Kau sudah melihatnya?" Tanya Chareen dengan menatap Alegra dekat.


"Hmmm." Angguk Alegra dengan mengecup pundak Chareen.


"Bagaimana menurutmu?" Tanya Chareen.


"Apa?" Heran Alegra.

__ADS_1


"Tidak, lupakan." Kesal Chareen karena Alegra tidak fokus dengan pertanyaan nya.


"Sayang...." Panggil Alegra dengan tangan yang sudah memeluk perut Chareen erat dan wajah yang terus mengecupi tengkuk Chareen.


"Kau mandi dulu sana, apa kau tidak merasa lengket?" Heran Chareen.


"Lengket bagaimana? apa kau tidak lihat jika di luar sedang turun salju? ini sangat dingin... Bagaimana mungkin kau mengatakan lengket?" Heran Alegra juga.


"Benar juga sih." Angguk Chareen dengan ekspresi yang lucu membuat Alegra gemas sendiri di buat nya.


Alegra mulai membuat tanda kembali di sekitar leher dan pundak Chareen, nafas keduanya mulai terasa panas. Chareen bisa merasakan tangan Alegra yang mulai menyusuri paha nya, dinginnya tangan Alegra membuat Chareen menggigit bibir bawahnya.


"Kau sangat wangi..." Jujur Alegra dengan menatap mata Chareen.


Chareen tersenyum, dia melingkarkan kedua tangannya di leher Alegra dan mulai menempelkan bibir keduanya. Alegra dengan senang hati menerimanya, bahkan Chareen merasakan bahwa handuk nya kini sudah jatuh ke bawah akibat ulah Alegra.


"Sayang....." Panggil Chareen dengan mencengkeram rambut Alegra yang kini berada di pundaknya, tangan dingin Alegra sudah berhasil memainkan benda favorit nya.


"Kau membuat ku gila Char! aku tidak akan melepaskan mu...." Geram Alegra dengan membawa Chareen ke ranjang.


Chareen meringis karena tubuhnya sangat sakit saat di gerakan, dia melirik Alegra yang masih terlelap di sampingnya. Wajahnya yang tampan membuat Chareen gemas sendiri di buatnya, di kecup nya bibir Alegra dengan singkat.


"Ale, bangun.... Aku lapar...."


"Ale...."


Alegra menggeliat dan mulai membuka matanya, Alegra tersenyum semanis mungkin pada Chareen yang berada di sampingnya.


"Ada apa sayang? apa kau masih belum puas?" Tanya Alegra dengan menaik turunkan alisnya.


"Kau!!! aku lapar!! cepat masakan aku sesuatu." Kesal Chareen membuat Alegra tertawa renyah.


"Baiklah, kau tunggu disini." Angguk Alegra dengan mengecup bibir Chareen singkat dan mulai beranjak dari ranjang nya.

__ADS_1


Mata Chareen melotot saat melihat Alegra yang polos tengah berjalan pergi dengan langkah yang santai, apa laki-laki itu tidak punya urat malu?


Sambil menunggu, Chareen memilih untuk membuka ponselnya dan melihat berita yang sedang trending. Namun semua pencarian yang ia lihat, semuanya terus membahas tentang pernikahannya dengan Alegra yang terus menjadi trending topik.


Banyak opini juga yang mengatakan bahwa Chareen dan Alegra di jodohkan sejak kecil, namun tak sedikit yang tidak menyukai pernikahannya dan mereka terus menentang pernikahan nya dengan Alegra.


Entah kenapa, semua laki-laki yang pernah dekat dengan nya malah menjadi incaran mereka dan mengatakan bahwa dirinya hanya memanfaatkan mereka untuk semakin populer.


Chareen hanya tersenyum kecil melihat nya, dia tidak pernah peduli dengan komentar mereka. Cukup dirinya saja yang tahu bagaimana baik buruknya dia, orang lain cukup melihat dan menikmati nya saja.


Chareen mengambil kimono handuk nya dan langsung memakai nya, Chareen menggerutu saat merasakan sakit di pinggang nya namun ia tetap memaksa untuk turun dan menghampiri Alegra yang sedang memasak.


Di lihatnya sosok Alegra yang nampak tampan dengan peralatan dapurnya, Chareen akui bahwa dia menyukai Alegra yang seperti ini ketimbang menjadi Presdir di perusahaannya.


"Jangan menatap ku seperti itu atau aku akan memakanmu lagi saat ini juga." Ucap Alegra tanpa melihat ke arah Chareen yang langsung terkekeh itu.


Chareen melangkahkan kakinya mendekati Alegra dan memeluk nya dari belakang, Alegra terdiam sesaat sebelum akhirnya berhenti dari kegiatan nya. Namun Chareen langsung menahan nya dan menyuruh Alegra untuk kembali melanjutkannya.


"Jika seperti ini, aku tidak tahu kapan akan selesai nya. Apa kau bisa menunggu di meja makan dengan tenang sayang?" Tanya Alegra dengan suara lembutnya.


"Kenapa? apa kau tidak suka jika aku disini?" Tanya Chareen dengan cemberut.


"Bukan begitu, aku tidak bisa berkonsentrasi jika kau terus memeluk ku seperti ini. Kau bebas memeluk ku kapan saja setelah aku selesai memasak untuk mu." Jelas Alegra dengan memegang pipi Chareen gemas.


"Tapi kau terlihat semakin tampan dan seksi disaat seperti ini." Cengir nya yang lagi-lagi membuat Alegra terkekeh.


"Benarkah?"


"Hmm.. Bukankah kau juga tahu, awal mula aku tertarik padamu saat aku melihat mu memasak?"


"Hmmm aku tahu.."


"Baiklah, karena aku sangat lapar jadi aku akan melepaskan mu. Cepatlah masak..." Perintah Chareen dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Alegra yang hanya menggelengkan kepalanya saja saat melihat tingkah Chareen yang membuat nya gemas sendiri.

__ADS_1


Jangan tanyakan kemana saja author selama ini😭 Author jarang ada waktu untuk menulis karena kegiatan nya yang padat, author kuliah sambil kerja dan jarang sekali ada waktu untuk bersantai di rumah. Mohon maklumi... Jika kalian tidak suka, cukup skip saja karya author jangan berkomentar yang tidak-tidak, author hanya butuh dukungan kalian saja. Terimakasih ♥️


__ADS_2