Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Tanda merah


__ADS_3

Penampilan Alegra nampak berantakan, dia memilih untuk merendam seluruh tubuhnya di kamar mandi. Setelah kepergian Chareen, dia pun memilih untuk pulang ke mansion.


Di dalam kamar mandi, Alegra tak henti-hentinya berteriak kesal karena dia tidak menyangka bahwa dirinya akan tergoda oleh sosok seperti nya.


Sedangkan Chareen sendiri, dia sudah berada di rumah sakit tempat Arya di rawat. Aliya sangat senang dengan keberadaan Chareen, bagi nya Chareen sangat baik dan lebih bersifat apa adanya. Tidak menutupi apapun dalam dirinya meskipun itu kekurangan nya sendiri.


"Jadi kau sudah memutuskan untuk menerima kontrak dengan perusahaan kami?" Tanya Aliya yang di balas anggukan oleh Chareen.


"Iya tante" Senyum Chareen.


"Apa karena Alegra?" Tanya Arya dengan santai namun mampu membuat Chareen melotot dan tersedak.


"T..Tidak om" Bohong Chareen, mereka hanya terkekeh kecil.


"Oh ya, sebentar lagi Claire akan datang. Apa kau bisa menemani nya tidur di mansion? Selama kami disini Claire juga disini, dia tidak mau pulang jika sendiri" Ucap Aliya.


"Ahh itu... Akan aku tanyakan jadwal ku pada asisten ku dulu tan" Ucap Chareen.


"Baiklah"


Chareen menghubungi William yang pergi entah kemana, hingga akhirnya telepon pun berbunyi.


"Halo? ada apa?"


"Kak, apa jadwal ku besok?"


"Kau luang sampe 2 hari kedepan sebelum jadwal pemotretan dengan perusahaan Dominic, itu pun untuk terakhir kali nya kontrak mu selesai" Jelas William.


"Oh baiklah, malam ini aku tidak akan pulang, aku akan menginap di mansion om Arya."


"Ehh, baiklah"


Chareen menghela nafas lega, karena jadwal nya renggang. Aliya dan Arya yang mendengar itu pun hanya tersenyum karena mereka tahu, Chareen sangat profesional dalam bekerja.

__ADS_1


"Kakak....." Teriak seseorang dengan memeluk Chareen dari samping.


"Kau ini" Kesal Chareen karena terkejut.


"Heheee, aku sangat merindukan kakak" Senyum nya dengan mengelus-elus rambutnya di bahu Chareen.


"Claire, malam ini kau tidur di mansion. Chareen akan menemani mu di sana" Ucap Aliya membuat Claire awalnya ingin menolak namun mendengar nama Chareen di sebut dia jadi berbinar senang.


"Benarkah?" Tanya nya yang di balas anggukan oleh Aliya.


"Ahhh terimakasih ma" Senang nya.


Chareen hanya tersenyum, mereka pun sibuk berbincang-bincang hingga akhirnya Chareen memilih pulang bersama Claire. Mereka belum makan siang dan berniat untuk keluar setelah Claire berganti pakaian di mansion.


Sesampainya di mansion dengan di antar oleh supir milik Arya, mereka langsung bergegas kecuali Chareen yang memilih untuk minum di dapur.


Setelah mengambil minuman kaleng, Chareen mulai menaiki tangga atas namun dia terdiam bingung. Di mana kamar Clair?


Hingga akhirnya Chareen memutuskan untuk masuk kedalam kamar yang tidak di kunci, di sana Chareen mendengar suara air di dalam kamar mandi. Hingga akhirnya Chareen yakin bahwa itu Claire yang sedang mandi.


"Akhhhhhh....." Chareen berteriak sangat kencang, bagaimana tidak? dia melihat sosok laki-laki yang selalu mengganggu pikirannya kini sedang berdiri di depannya dengan keadaan polos!! Catat!! polos!!!!


Chareen segera keluar dari kamar mandi dengan wajah yang merah dan tubuh yang bergetar hebat, Alegra sendiri segera memakai handuk nya untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


Alegra keluar dan masih melihat sosok Chareen yang nampak takut dan malu bercampur jadi satu.


"A.. Apa yang kau lakukan di kamar ku hah?" Marah Alegra membuat Chareen tersentak.


"I..Itu...Anu...Aku... Tidak tahu jika ini...Ini kamar mu, a..aku mencari kamar Claire. Ta...tapi...tapi...." Chareen begitu gugup, dia tidak berani menatap mata Alegra.


Alegra maju untuk mendekati Chareen, Chareen yang merasakan itu langsung mundur karena takut.


Hingga akhirnya Chareen terjatuh di ranjang dengan Alegra yang menahan pinggang nya, posisi kedua nya begitu dekat.

__ADS_1


Kedua tangan Chareen menahan dada Alegra agar tidak menempel dengan tubuhnya, Chareen meneguk ludahnya bulat-bulat. Aroma Alegra sungguh membuat nya candu, mereka saling bertatapan dalam waktu yang lama.


"Kau yang sudah bermain api dengan ku nona...." Lirih Alegra dengan nafas yang panas dan sedikit memburu.


"A..Apa? T...tidak..." Gugup Chareen.


Mata Chareen membulat saat merasakan sentuhan lembut di pundaknya yang terbuka, ternyata Alegra yang menciumi pundak nya hingga leher membuat tangan Chareen mengepal erat.


Sentuhan nya membuat Chareen menginginkan lebih, dia tidak munafik untuk tidak mengetahui gairah yang di keluarkan Alegra pada nya.


Wajah Chareen mendongak saat lidah panas Alegra menyusuri leher nya dan membuat beberapa tanda di sana, entah sadar atau tidak mereka berdua yang jelas keduanya sangat menikmati hal itu.


"Astaga kakak....Maaf... Aku..aku tidak sengaja...." Pekik seseorang di depan pintu.


Chareen dan Alegra seketika sadar, Alegra langsung terduduk di ranjang dengan wajah yang memerah begitupun dengan Chareen yang lebih merah dari Alegra.


"I..ini tidak seperti yang kau kira" Gugup Chareen namun Claire hanya tersenyum pongah dengan kedua alis yang ia naik turun kan.


"Ohooo....Kak Ale, kau masih memiliki waktu banyak bersama kak Chareen karena malam ini dia menginap disini. Kalian bisa menghabiskan waktu yang panjang sampai puas" Senyum Claire membuat keduanya melotot.


Claire terkekeh dan kembali pergi setelah menutup pintu kamar Alegra, Claire pergi dengan bersenandung kecil. Kedua orang itu saling diam dengan apa yang mereka pikirkan saat ini.


Tanpa berkata apa-apa, Chareen langsung berlari begitu saja. Dia sangat malu sekarang, dia segera mencari sosok Claire yang ternyata sedang berjalan untuk memasuki sebuah ruangan yang Chareen yakini itu adalah kamar nya.


Sesampainya di sana, Chareen langsung melemparkan tubuhnya di ranjang. Dia sangat malu sekarang, sedangkan Claire? wanita itu terus saja tertawa kecil melihat tingkah Chareen yang kekanakan.


"Astaga Claire, aku bersumpah bahwa aku tidak sengaja memasuki kamar nya. Gila!!!!! Jangan sampai dia berfikir bahwa aku wanita yang sensitif!!! Akhhhh tidak..... Aku sangat malu astaga...." Chareen terus saja mengoceh di atas ranjang dengan kaki yang terus bergerak.


" Aku kira kakak sengaja masuk kedalam kamar Kakak ku hahaha" Tawa Claire yang langsung mendapatkan hadiah dari Chareen berupa lemparan bantal yang pas mengenai wajah nya.


"Kau pikir aku wanita seperti itu?" Kesal Chareen.


"Woahhhh, lihatlah tanda yang di tinggalkan kakak ku. Bukankah itu sangat indah?" Goda Claire dengan melirik leher dan pundak Chareen yang terlihat merah merah.

__ADS_1


"I..Ini...." Kaget Chareen, wajahnya kembali memerah. Jangan sampai Alegra sadar bahwa dirinya sempat mengeluarkan kata-kata menjijikan itu!!!!


__ADS_2