Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Di tipu


__ADS_3

"Haha ini sangat mudah, bagaimana mungkin mereka mengatakan bahwa wanita ini sangat licin?" Tawa nya dengan mendekati Chareen.


Saat hendak menyentuh pipi Chareen, Chareen tersenyum miring lalu menendang laki-laki itu tepat di bagian selengkangan nya hingga membuat nya jatuh tersungkur dengan teriakan yang begitu menyakitkan.


DUGHHH


Merasa laki-laki yang menyandera nya lengah, Chareen langsung menginjak kaki nya hingga tangannya tak lagi mengarahkan pisau itu pada leher Chareen, dengan cepat Chareen mengambil pisau nya dan menginjak pundak laki-laki yang sebelumnya Chareen tendang itu.


"Berani-beraninya kau wanita rendahan!!" Maki nya.


"Hoammm.... Apakah sudah puas bicara nya? aku ngantuk sekali ingin makan." Keluh Chareen dengan menguap.


"Kau!!" Geram nya.


"Banyak omong." Gumam Chareen yang langsung menendang kepalanya hingga kembali terjatuh, kali ini tak ada lagi pergerakan dari nya. Rekannya yang melihat itu nampak tak percaya, apakah atasan mereka mati begitu saja? apakah tendangan Chareen berbahaya?


Mereka tidak tahu saja bahwa di sepatu Chareen mengandung racun yang sebelumnya sudah ia oles kan, Chareen merasa para pasukan itu sangat bodoh. Bagaimana mungkin mereka lengah dengan hal sepele seperti itu.


DORR


DORR


DORR


DORR


DORR


DORR


Keenam laki-laki itu langsung terbaring dengan kepala yang tertanam peluru, mata mereka masih terbuka dengan menatap Chareen penuh dendam. Chareen yang melihat itu hanya mengelus perutnya dengan gumaman kecil yang keluar dari bibir mungilnya.


"Masih ada 3 orang yang balik di ketahui, seperti nya mereka menunggu di tempat yang akan membawa ku pergi. Kira-kira di mana tempat nya?" Ucap Chareen pada dirinya sendiri.


"Arah selatan yang terdapat gua kosong, itu adalah tempat yang menghubungkan taman kerajaan dengan jalan keluar. Pergilah, aku akan membereskan mayat itu dan.... Berjuanglah sayang, malam nanti aku akan menjenguk anak kita."


Wajah Chareen memerah, apakah itu Alegra? apakah Ricko memberikan earphone nya itu pada Alegra? Chareen seketika lupa bahwa earphone yang terpasang di telinga nya masih ada di hiasan rambutnya.


"Haishh sial!!!" Gumam Chareen dengan memerah.


Benar saja dugaannya, Ucapan Chareen yang sebelumnya mengandung arti yang aneh. Ternyata ini alasannya, kenapa dia tidak sadar?


Chareen segera ke arah selatan yang nampak di penuhi pohon buah apel segar, melihat itu mata Chareen berbinar senang. Chareen segera naik ke atas pohon dengan pakaian ribet nya dan juga masih memakai high heels nya itu.


Untung saja pohonnya rendah dan memiliki tempat untuk duduk di atas nya, Chareen memakannya dengan senang hati hingga beberapa pun Chareen masih asik memakannya.

__ADS_1


"Sayang, sudah cukup. Apa kau masih di atas pohon?"


"Ehh? bagaimana kau tahu?" Heran Chareen.


"Aku dengar kau sedang makan, Ricko bilang di dekat sana ada pohon apel yang sangat lebat buahnya. Aku sudah yakin bahwa kau akan naik dan memetik nya langsung." Jelas Alegra dengan tersenyum membayangkan Chareen yang sangat lucu itu.


"Huh... Apel ini sangat enak dan manis, pulang nanti kau harus membawa ku ke gunung yang terdapat kebun strawberry oke?"


"Tentu saja, cepatlah turun dan hati-hati...."


"Hmm.."


"Jangan di bawa!! simpan kembali." Peringat Alegra yang lagi-lagi tahu bahwa Chareen pasti akan membawa beberapa buah apel untuk ia bawa pulang.


"Baik.." Cemberut Chareen dengan meletakkan nya di bawah pohon apel, dengan perasaan tak ikhlas Chareen pergi dengan masih menatap ketiga buah apel itu.


•••


"Kenapa kau tersenyum senyum?" Heran Arjun dengan membawakan kopi untuk Alegra.


"Tidak ada." Santai Alegra dengan menerima kopi itu.


"Ale, semua pesanan yang Chareen inginkan sudah siap. Kapan di keluarkan nya?" Tanya Arjun dengan melepaskan makser nya.


"Entah, tunggu perintah dari Chareen saja."


•••


Chareen bersembunyi di balik batu saat salah satu dari mereka keluar dengan ekspresi yang kesal, mungkin mereka masih menunggu kedatangan Chareen yang masih belum tiba.


"Ck, apa segitu susahnya menangkap wanita sialan itu?" Kesal nya dengan bertolak pinggang.


"Kau tidak tahu? beberapa anggota menghilang begitu saja setelah melawan mereka, bahkan para ketua pun tidak ada kabar sampai sekarang."


"Cihh, itu karena dia beruntung saja bisa di lindungi oleh beberapa pria itu. Jika mereka tidak ada mungkin wanita itu akan mati dengan hitungan detik."


"Hati-hati jika bicara, menurut mereka wanita itu sangat ahli bertarung dan tidak pernah bergantung pada rekan laki-laki nya itu."


"Benarkah? apa kau percaya? dia itu wanita bangsawan, bagaimana bisa dia bisa bertarung? paling dia hanya pintar berbelanja dan menghabiskan uang saja seperti wanita lain pada umumnya."


"Haishh terserah kau saja, yang jelas kita harus hati-hati. Wajah cantik nya belum tentu sama seperti sikap nya yang lembut dan lemah, siapa tahu di balik kecantikan nya itu terdapat jiwa mengerikan yang ia sembunyikan?"


Krakkkk


"Siapa di sana?" Tanya mereka dengan cepat.

__ADS_1


"Aduh paman, aku terserat. Saat aku memetik buah apel ini aku tak sengaja kemari, aku kira disini terdapat buah yang lainnya..." Ucap Chareen dengan ekspresi yang lemah.


"Kau? siapa kau? kenapa kau bisa ada disini?" Herannya.


"Aku teman putri Aurora yang ia pilih untuk mencari pita, apa paman tahu? hadiahnya sangat istimewa sekali....." Girang Chareen.


"Saya tahu, lalu kenapa pakaian mu jadi sobek? dan.... Kenapa di betis mu ada darah?" Selidik nya dengan bersiap-siap untuk mengeluarkan pistol nya.


"Ah ini, aku merobek nya saat hendak naik ke pohon apel tadi. Darah ini berasal dari tanganku yang berdarah karena tertusuk ranting kayu saat hendak mengambil buah apel tadi." Jelas Chareen dengan mengulurkan tangannya pada mereka.


"Kau benar, tanganmu tertusuk. Apa ini sakit?" Tanya nya dengan ikut duduk di depan Chareen yang baru saja duduk di bebatuan.


"Tentu saja, apa paman pikir aku sangat kuat?" Ketus Chareen.


"Kembalilah segera, lalu obati luka mu. Jangan terlalu lama disini karena sangat berbahaya..." Peringatan nya pada Chareen.


"Aku tidak akan pergi sebelum aku mendapatkan pita nya..." Lirih Chareen dengan menundukkan kepalanya.


"Haishh, tunggulah sebentar... Saya lihat ada pita di dalam..." Ujar nya dengan masuk kedalam gua, Chareen tersenyum miring dengan kepala yang masih tertunduk. Sepertinya mereka lah yang memasangkan pita tersebut.


"Haishh, Kenapa kau ingin memberikan pita ini padanya? jumlah mereka sudah pas, bagaimana jika di ketahui bahwa ada dua pita yang sama?" Tanya rekannya dengan suara yang amat pelan namun masih dapat di dengar jelas oleh Chareen.


"Apa kau bodoh? bukankah satu wanita akan kita bawa pergi? maka tinggal satu pita yang tersisa, itu pun letaknya tidak ada yang tahu karena berada di atas pohon yang sangat tinggi." Jelas nya.


"Ahh kau benar, cepat berikan padanya segera...." Ucap nya dengan pelan.


Mereka kembali lagi ke luar, di lihatnya Chareen yang masih diam dengan ekspresi menyedihkan nya. Mereka memberikan pita tersebut pada Chareen yang langsung ceria dengan mata yang berbinar.


"Ini untukku?" Tanya Chareen dengan gembira.


"Ya, cepatlah pergi..."


"Terimakasih paman, sebagai balasan karena paman sudah membantu ku maka aku akan mengatakan sesuatu yang penting. Paman harus menolong seseorang di sana, saat aku mengambil buah apel tadi aku mendengar suara Auman yang sangat keras. Sepertinya ada bahaya di sana..." Jelas Chareen dengan sungguh-sungguh.


"Apa kau yakin?" Tanya mereka dengan cepat.


"Tentu saja, oleh karena itu aku langsung naik ke atas pohon karena takut.


"Sial!! sepertinya mereka memberikan kita sinyal bahwa mereka dalam bahaya, ayo kita pergi..." Ucap mereka dengan terburu-buru.


"Kau kembali lah, jangan lewat Utara... Di sana sangat berbahaya!!" Ucap salah satu dari mereka dengan berlari cepat.


Setelah kepergian mereka bertiga, Chareen tertawa cekikikan. Chareen lanjut memakan buah apel nya dengan memandang mereka bodoh.


"Haishh, maafkan aku paman. Kalian memang baik namun sayang, kalian tidak beruntung memiliki tuan yang kejam seperti dirinya." Ucap Chareen dengan mengigit apel nya dan segera masuk kedalam gua untuk mencari jalan keluar.

__ADS_1


Like dan komen nya dongg♥️


__ADS_2