
Alegra tersenyum puas saat melihat Chareen yang terlelap di sampingnya, dinginnya AC tak membuat mereka kedinginan. Justru, mereka baru saja mandi keringat.
Di kecup nya punggung Chareen yang terbuka itu oleh Alegra sebelumnya akhirnya dia turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi dengan keadaan tubuh yang polos.
Tak ada reaksi dari Chareen, mungkin Chareen sudah tidak sanggup untuk membuka matanya sekarang. Padahal dirinya hanya diam namun energi nya malah habis terkuras dari pada Alegra yang bergerak namun masih nampak kuat untuk melakukan terus menerus.
"Sayang, aku pergi dulu. Selamat tidur...." Bisik Alegra setelah selesai bersiap dan mengecup pipi Chareen sebelum akhirnya pergi dari kamarnya.
Alegra tersentak saat melihat sosok Ricko dan Arjun di depan pintu nya, Alegra tahu bahwa Ricko ada urusan dengan Chareen.
"Chareen sedang istirahat, besok saja baru kau datang lagi." Ucap Alegra.
"Ahh baiklah..." Angguk Ricko dengan melirik Arjun yang hanya diam.
Akhirnya mereka bertiga pergi ke tempat Bara untuk melakukan diskusi lagi, di pertengahan jalan mereka bertemu dengan sosok Michael yang lari terburu-buru bahkan sampai menabrak Alegra.
"Kakak sepupu? hhh syukurlah...... Aku sangat takut kakak, di sana.... Aku melihat seseorang melemparkan mayat, aku tidak berani melihatnya sendiri." Takut Michael dengan nafas yang memburu dan tubuh yang bergetar ketakutan.
"Mayat? di mana?" Balas Alegra dengan cepat.
"Di belakang taman, aku baru saja mau bersantai di sana....." Lirih Michael dengan terus memegang tangan Alegra.
"Arjun, berjaga lah di depan pintu kamar Chareen. Suruh beberapa anggota yang lain juga untuk berjaga di sekitar kamar mama, aku tidak ingin waktu tidur mereka terganggu." Perintah Alegra yang langsung di angguki oleh Arjun.
"Baik, kau berhati-hati lah..."
"Hmm.. Ayo kita lihat." Ajak Alegra pada Ricko dan Michael.
Mereka segera berjalan menuju taman belakang, dari jarak yang lumayan jauh saja mereka sudah bisa mencium aroma darah yang sangat menyengat. Hingga akhirnya mereka melihat seseorang yang mengapung di danau dengan darah yang bercampur air danau, Michael langsung menutup mulutnya saat kepala mayat itu terpisah dan tubuh nya yang terpotong.
"Tuan..." Tunjuk Ricko pada dinding pagar itu.
Jangan ikut campur atau nyawa mu sebagai bayaran nya!
__ADS_1
Itu adalah tulisan yang ada di tembok dengan darah sebagai pena nya, Alegra mengeryit heran. Sepertinya orang tersebut memang berada di sekitar nya dan kenal dengan dirinya.
"Michael, apa kau tahu di mana kakak mu?" Tanya Alegra dengan menatap Michael yang hanya diam.
"Kak Victor? dia... Dia pergi dari pagi karena ada urusan kantor, memang nya kenapa?" Tanya Michael dengan penasaran.
"Tidak apa, bisa kau rahasiakan hal ini? jangan sampai mereka tahu. Jika mereka tahu, mungkin akan menambah kesedihan mereka..."
"T-tapi.... Baiklah..." Pasrah Michael dengan menundukkan kepalanya.
"Good, sekarang kembali lah ke kamar mu. Biar Ricko yang mengantar."
"Baik." Angguk nya.
Setelah mereka pergi, Alegra mulai mendekati mayat yang terapung itu. Hingga beberapa saat kemudian datanglah orang-orang yang berpakaian hitam, mereka menunduk di hadapan Alegra.
"Tuan...."
"Bersihkan mayat ini, jangan sampai kalian menyentuhnya. Bawa ke markas, aku akan menyelidiki nya. Aku harap, saat pagi datang danau ini sudah kembali seperti semula..."
"Tidak, masalah kali ini memang sedikit rumit namun masih dapat aku selesaikan. Jangan menyangkut pautkan hal ini dengan pasukan elite ku, mereka akan turun jika sudah waktunya." Jelas Alegra.
"Baik tuan, kalau begitu kami akan membersihkan ini terlebih dahulu..."
"......" Alegra pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun, Alegra segera menuju kediaman Bara yang berada tak jauh dari kediaman utama. Di sana terdapat banyak pasukan Bara yang sedang berjaga, Alegra yang melihat itu ingin sekali rasanya memukul Bara.
"Licik kau Bara!!! bagaimana bisa kau menempatkan keamanan yang ketat di kediaman mu sedangkan di kediaman utama kau abaikan! apa kau tidak tahu bahwa kami baru saja menemukan mayat di danau beserta ancaman nya?" Kesal Alegra dengan menendang Bara yang tertidur di sofa hingga membuat laki-laki itu jatuh tergolek di lantai.
"Kau!! tidak sopan!! apa begini sikap mu terhadap seorang paman?" Marah Bara dengan mengelus bokong nya yang terasa ngilu.
"Ck, diamlah. Apa kau dengar apa yang aku katakan tadi?"
"Mayat? apa mereka mengacau lagi?" Kaget Bara yang baru sadar.
__ADS_1
"Ya, Michael Yang menemukan nya tadi. Bagaimana menurutmu? besok pagi, Chareen dan kedua orang tua nya akan aku kembalikan ke rumah. Jadi, kita bisa bebas disini."
"Itu lebih baik, apa kakak ku tidak menanyakan sesuatu yang membuat nya curiga?"
"Tidak, mama Yuna bilang dia mengerti bahwa keadaan disini sangat darurat. Sehingga dia pun memutuskan untuk kembali demi keamanan nya..."
"Hhh syukurlah.... Biasanya kakak ku tidak akan kembali sebelum dia bosan berada disini, mungkin kau benar... Karena keadaan disini sedang genting sehingga membuat kakak ku sendiri merasa tak nyaman padahal ini rumah nya sendiri."
"Sudahlah, kita harus secepatnya mengembalikan keadaan. Orang ini sangat licik sekali, bagaimana menurutmu? apa kau sudah tahu siapa orang itu?"
"Aku tidak mau asal menuduh tapi semua tuduhan ku mengarah pada Victor, kami memang tidak dekat sejak dulu juga. Terlebih, dia jarang sekali bicara.... Apa motif yang tersembunyi dari ini semua?" Keluh Bara.
"Kau benar, aku tadi sempat menanyakan tentang keberadaan Victor pada Michael. Dia bilang sejak pagi Victor sudah pergi dan masih belum kembali sampai sekarang, bagaimana menurutmu?"
"Bisa jadi, namun kita belum menemukan petunjuk yang tepat. Meskipun sikap nya mencurigakan namun entah kenapa aku merasa jika dia......... Tidak mungkin melakukan ini."
"Kenapa kau sangat yakin?" Heran Alegra.
"Entahlah, dari yang aku dengar dari kakak ku.... Victor tidak pernah mau terlibat dalam urusan warisan, bahkan... Seharusnya dia yang mengelola perusahaan keluarganya karena dia anak pertama namun apa yang dia lakukan? justru dia memilih untuk memulainya dari awal hingga sampai sukses seperti sekarang ini."
"Ini memang benar, tapi bukankah itu berarti tidak menjamin bahwa dia..... Tidak tertarik untuk menjadi pemimpin pasukan kakek?" Tanya Alegra dengan menatap dalam Bara yang langsung terdiam.
"Aku sudah menempatkan orang-orang di sekitar nya, kita memang tidak boleh asal menuduhnya tapi untuk berjaga-jaga apakah tidak boleh?"
"Terserah pada mu Ale, yang jelas.... Aku ingin masalah ini cepat selesai, aku ingin segera kembali ke negara mu dan bertemu dengan Raisa.... Oh astaga, aku sangat merindukan nya......"
"Hoho, aku baru saja melakukannya dengan Chareen... Sayang sekali, milik mu harus berjamur dulu haha...." Tawa Alegra membuat Bara melotot kan matanya.
"Kau sialan!! jangan terlalu sering melakukan nya bodoh! apa kau ingin anak mu terluka?" Kesal Bara.
"Kenapa? bukannya bagus ya jika aku sering mengunjungi anak ku?" Goda Alegra dengan menaik turunkan alisnya.
DUGHH
__ADS_1
"Terserah.... Terserah apa katamu, aku tidak peduli!" Ketus Bara dan pergi ke arah dapur, Alegra sendiri hanya tertawa terbahak-bahak di ruang tamu karena menggoda Bara sangat menyenangkan bagi nya.
Jangan lupa like dan komen nya yaa, author butuh dukungan kalian nih.