Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Mesra di hadapan mereka


__ADS_3

Chareen menatap Alegra yang sedang memangku nya, dua jam lagi Alegra akan kembali ke Korea sebelum akhirnya akan pergi ke Jepang.


Alegra terus memeluk Chareen di hadapan Ricko, Arjun dan Bara. Padahal mereka berencana untuk mendiskusikan rencana mereka, tapi sepertinya Alegra tidak peduli pada dua insan yang nampak iri itu.


"Chareen, bukankah kata Ricko kau dekat dengan Anthony?" Tanya Bara depan serius


"Anthony Accardo? pemilik Luxury Submarine Hotel itu?" Balik tanya Chareen untuk memastikan, Chareen sedikit meringis karena Alegra menggigit pundak nya secara tiba-tiba setelah Chareen mengatakan nya.


"Ya itu, saat kami berada di rumah lelang kami melihat jika paman mu dekat dengannya." Angguk Arjun dengan sedikit melirik Alegra.


"Tidak dekat hanya tahu saja, tapi sepertinya tebakan mu salah. Anthony tidak akan pernah mau bekerjasama untuk anggota yang tidak jelas seperti nya, meskipun kuat mereka tidak sama seperti kita." Jelas Chareen yang lagi-lagi mendapatkan gigitan dari Alegra.


"Apa kau bisa diam? kenapa kau terus menggigit ku?" Kesal Chareen dengan menarik rambut Alegra agar menjauh dari pundak nya.


"Kau bilang bahwa kau tidak kenal dengannya tapi kau tahu semua tentang nya, apakah itu hanya kebetulan?" Tanya Alegra dengan ekspresi tak suka nya.


"Bodoh! bukankah kau tahu? sebelum aku melakukan pemotretan aku harus memastikan tempat dan rekan kerja ku dulu?" Marah Chareen membuat Alegra diam, memang benar sih.


"Haishhh bisakah kalian serius?" Kesal Bara.


"Hmmm..." Dehem Chareen yang pindah duduk di samping Arjun dan Ricko.


"Ada kemungkinan besar jika Anthony hanya memanfaatkan mereka, bisakah kau menanyakan keberadaan Anthony sekarang? jika dia ada di Jepang, kemungkinan besar dia sedang membantu mereka." Jelas Bara.


"Ahh itu, Anthony dia.... Ada di tempatnya karena hmm, itu.... Perusahaan Alegra akan berlibur ke kapal nya siang ini dan aku juga akan ikut dengan Chaty dan Garel juga Raini." Jelas Chareen melirik Alegra takut takut.


"APA?" Kaget Alegra dengan bangkit dari duduknya.


"Hasil pemungutan suara semua pegawai mu mengarah kesana, bukankah aku sudah mengirimkan data nya? apa kau tidak baca?" Tanya Chareen.


"Kenapa harus kesana? apa mereka pikir tidak ada tempat yang lain?" Geram Alegra dengan mengusap rambutnya prustasi.

__ADS_1


"Bukankah itu bagus? dengan begitu Chareen bisa sedikit berbincang dengan nya untuk menanyakan sedikit demi sedikit mengenai mereka." Senyum Bara namun tidak dengan Alegra, Arjun dan Ricko yang menatapnya dalam.


"A-apa? bukankah yang aku katakan itu benar?" Bela nya sendiri.


"Sayang...." Rengek Alegra membuat mereka terbatuk, mereka masih tak percaya dengan nada manja Alegra pada Chareen.


"Ale jangan keterlaluan, apa kau pikir aku wanita yang mudah di goda? dan lagi, semua nya sudah di persiapkan. Jika kau tidak percaya kau bisa terus bertanya pada Garel atau bawahan mu yang kaku itu." Jelas Chareen.


"Hmm baiklah..." Pasrah Alegra meskipun sedikit tidak rela, pasal nya setelah Chareen mengandung aura nya semakin keluar. Bahkan Chareen lebih menggoda karena beberapa bagian tubuhnya yang semakin berisi.


"Perutmu sedikit terlihat, sepertinya akan semakin membesar." Tunjuk Bara pada perut Chareen yang saat itu Chareen memang menggunakan dress yang di bagian perut nya nampak ketat sehingga memperlihatkan bentuk perut yang sedikit mengembung.


"Hmm.. Memasuki awal 3 bulan." Balas Chareen dengan tersenyum dan mengelus perutnya.


"Tak terasa ya..." Ucap Ricko dengan terkekeh.


"Sudah waktunya, kita harus kembali." Ucap Arjun dengan bangkit dari duduknya.


"Ehh tunggu sebentar...." Panggil Chareen hingga membuat mereka berhenti, Chareen segera menghampiri Arjun yang nampak heran itu. Detik berikutnya jantung Arjun berdetak kencang saat tiba-tiba saja Chareen memegang dada dan perutnya.


"Ahh, sama seperti yang aku lihat kemarin. Sangat keras dan berotot..." Senang Chareen dengan menjilat bibirnya sendiri hingga membuat Ricko dan Bara tersedak air liur nya sendiri.


"Sayang!" Kesal Alegra dengan menarik tangan Chareen dan langsung memeluknya erat.


"Ale, lepaskan. Aku tidak kuat untuk tidak mengelus perutnya yang keras, ayolah Ale.... lepaskan aku..." Rengek Chareen.


"Tidak boleh! kau bisa menyentuh milik ku sepuas nya sayang, jangan menyentuh laki-laki lain." Alegra nampak kewalahan karena Chareen tidak seperti biasanya, apa ini juga efek ngidam nya? jika iya, Alegra pasti akan sangat repot.


"Kau jahat!!" Cemberut Chareen dengan mendorong tubuh Alegra dan pergi begitu saja dengan membanting pintu kamar tersebut, mereka kompak terlonjak kaget dan mengelus dadanya masing-masing.


"Ale, jangan terlalu keras. Raisa bilang, jika keinginannya tidak terkabul hal itu akan membuat nya merasakan kesedihan yang luar biasa, tidak hanya Chareen tapi anak yang ada dalam perut nya juga akan merasakan sedih." Jelas Bara membuat Alegra terdiam dan menghela nafas berat.

__ADS_1


"Arjun, ayo ikut aku.." Ajak Alegra dengan pasrah.


"Ehh t-tapi..." Gugup Arjun yang langsung di tatap tajam oleh Alegra.


"Bukankah kau senang?" Tanya Alegra.


"Iya sih.." Tanpa sadar Arjun mengatakan hal tersebut dengan santai dan tanpa beban, Alegra yang mendengar itu langsung melotot dan ingin memukul kepala Arjun. Tapi Arjun sudah lebih dulu pergi dan menghilang dari sana.


Bara dan Ricko tertawa terbahak-bahak di sana, Arjun terlalu jujur dan polos. Kenapa harus berterus terang? tanpa mengatakan nya pun mereka sudah tahu bahwa Arjun sangat senang saat Chareen menyentuh nya tadi.


•••


Berita tentang perusahaan Alegra yang akan mengadakan liburan akhir tahun kini menjadi trending topik, bagaimana tidak? tempat yang mereka tuju langsung di sewa oleh Chareen selama 5 hari penuh.


Tidak sembarang orang bisa datang kesana dan Chareen justru mengajak karyawan nya sendiri meskipun tidak semua tapi mereka berjumlah tidak sedikit.


"Ahh aku sudah tidak sabar ingin segera sampai, di mana kah nona Chareen?" Tanya seorang wanita dengan tangan yang membawa koper.


"Haishh, bukankah masih ada satu jam untuk berangkat? apa kau lupa bahwa nona Chareen orang yang sangat sibuk? jika terlambat pun tidak masalah bagi nya karena dia bisa pergi menyusul dengan pesawat pribadi nya sendiri."


"Haha kau ben.... Lihatlah, bukankah itu nona Chareen dan tuan Alegra?" Tunjuk mereka pada kedatangan Chareen beserta rombongan nya.


Mereka kompak menundukkan kepalanya saat melihat kedatangan Alegra dan Chareen, Alegra mengangguk dengan tangan yang tak berhenti merangkul pinggang Chareen.


"Saya harap kalian bisa bersenang-senang di sana, maaf saya tidak bisa ikut untuk mendampingi kalian tapi tidak dengan istri saya, dia akan ikut dengan adik saya dan kekasih nya." Jelas Alegra dengan tegas pada mereka.


"Baik tuan." Kompak mereka.


"Kalau begitu saya permisi, jaga dirimu baik-baik. Jika terjadi sesuatu, langsung hubungi aku." Ucap Alegra dan mengecup kening dan kedua pipi Chareen dengan mesra di hadapan mereka semua yang langsung tercengang.


"Hmm, kau pun jangan lupa jaga kesehatan mu. Aku tidak ingin menjadi janda anak satu." Ucap Chareen dengan mencubit pipi Alegra gemas.

__ADS_1


"Tentu..." Senyum Alegra dan pergi masuk kedalam jet yang sedang menunggu nya, Chareen melambaikan tangannya meskipun jarak nya lumayan jauh tapi mereka masih bisa melihat nya dengan jelas.


__ADS_2