Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Tidak tepat


__ADS_3

"Hahaha kau memang tidak bisa di remehkan Char, kau sangat hebat!!" Kagum Chaty yang tak henti-hentinya mengagumi Chareen.


"Kau tahu? terkadang kita sendiri pun harus bisa kejam agar bisa melindungi diri sendiri, you know lah.... Dunia ini sangat kejam untuk orang-orang yang mudah sekali di tindas." Balas Chareen dengan memejamkan matanya.


"Kau benar, lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya? apa kau berniat membuat nya mengakui kejahatannya selama ini?" Penasaran Chaty.


"Entahlah, tapi aku harap dia tidak lagi berurusan dengan dunia hiburan. Tingkah dan prilakunya tidak mencerminkan kedudukan nya yang berkelas, benar-benar menjijikkan."


"Baguslah, melihat wajahnya saja sudah membuat ku mual!"


Mereka berdua terus berbincang-bincang di dalam mobil, untuk tugas sebelumnya Chareen sudah menyerahkan pada para bawahan nya yang sudah di siapkan oleh Bara.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Halo?"


"Halo sayang, apa kau masih sibuk di sana?"


"Tidak mom, kemungkinan 3 hari lagi aku akan pulang. Apa momy membutuhkan sesuatu?" Tanya Chareen.


"Ya sayang, pagi tadi dady mu sakit. Kata dokter sakit nya karena terlalu kelelahan, kau tau kan apa maksud momy?"


"Apa? apa dady baik-baik saja mom? baiklah, aku akan pulang lusa." Cemas Chareen.


"Baiklah sayang, sekarang kondisinya sedikit membaik. Tapi tidak boleh terlalu lelah dan banyak aktivitas."


"Ya mom, aku akan segera pulang."


Tut


Chareen menghela nafas panjang dan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut, kenapa dia tidak memiliki kakak laki-laki saja? dia tidak ingin menjadi seorang pembisnis, dia lebih suka pekerjaan nya sekarang.


Tapi, meskipun begitu Chareen tidak bisa menolak nya karena hanya dia keturunan asli dari kedua orang tua nya.


"Apa kau baik-baik saja? apa om sakit?" Tanya Chaty dengan penasaran.


"Ya, mom bilang saat ini dady sedang sakit." Balas Chareen.


•••


Malam ini Chaty tidak bisa tidur dengan Chareen karena kemunculan Alegra yang lagi-lagi membuat nya tidak bisa bersama Chareen.


Sedangkan untuk pasangan tersebut, Chareen sudah tertidur pulas dalam pelukan Alegra yang masih sadar dan terus memperhatikan wajah Chareen yang menjadi candu untuk nya.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Tuan, ada penyerangan mendadak di perjalanan yang sedang tuan Arjun lakukan. Saat ini tuan Arjun sedang melumpuhkan mereka yang kemungkinan besar adalah musuh yang terus memindai nya sejak siang tadi."

__ADS_1


"Oke, jangan sampai ada yang lolos. Bawa semuanya ke markas terdekat."


"Baik tuan, apa tuan akan kemari malam ini?"


"Tidak."


"Ahh baik."


Alegra mematikan sambungan telepon nya dan kembali memeluk Chareen, senyum Alegra terbit ketika melihat mulut Chareen yang nampak terbuka kecil.


"Kau sangat menggemaskan." Cium Alegra dengan lembut di kening nya.


Hingga akhirnya Alegra menyusul Chareen untuk tertidur, keduanya larut dalam mimpinya masing-masing.


•••


Pagi hari Chareen terbangun karena merasakan elusan lembut di punggung nya, itu pun terasa sangat jelas dan nyata.


"Emghhh...." Chareen membuka matanya dan tersentak saat melihat Alegra yang sedang menatapnya dengan tersenyum manis.


"Selamat pagi sayang." Ucap Alegra dengan mencium hidung Chareen lembut.


"Pagi..." Balas Chareen dengan suara seksi nya.


Jangan lupakan salah satu tangan Alegra yang ternyata masuk kedalam baju nya dan terus mengelus punggung nya hingga membuat Chareen meremang di buatnya.


"Kenapa sayang?" Balik tanya Alegra dengan mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan.


Chareen tak kuasa dengan keindahan tuhan yang ada di depan matanya itu, dengan cepat Chareen membenamkan wajahnya di dada bidang Alegra yang langsung tersenyum melihat tingkah lucu nya itu.


"Ada apa hmm?" Tanya Alegra dengan terkekeh kecil.


"T-tidak..." Malu Chareen namun tangannya memilih untuk memeluk pinggang Alegra.


"Sayang, apa kau akan pulang?" Tanya Alegra dengan mengelus rambut Chareen.


"Ya, Dady sedang sakit. Tidak ada yang mengurus perusahaan, William sendiri.... Kau tahu bukan?"


"Aku akan membantumu, kau tenang saja..." Balas Alegra dengan tersenyum.


"Terimakasih."


Tok tok tok tok tok


Chareen bangun dalam tidurnya, dan segera melangkahkan kakinya menuju pintu. Di buka nya pintu itu hingga menunjukkan seorang laki-laki dengan paper bag di tangannya.


"Nona, ini adalah pakaian tuan." Ucap nya dengan memberikan paper bag tersebut pada Chareen.

__ADS_1


"Ah ya, terimakasih." Balas Chareen dengan tersenyum.


"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi." Pamit nya yang di balas anggukan oleh Chareen.


Chareen membawa paper bag itu dan menyimpan nya di atas meja, Chareen kembali melangkahkan kaki nya mendekati Alegra yang sudah duduk di pinggir ranjang.


"Pakaian ku?" Tanya Alegra dengan menarik pinggang Chareen hingga terduduk di atas paha nya.


"Ya," Angguk nya dengan melingkarkan tangannya di leher Alegra.


"Apa kau akan melakukan pemotretan lagi di perusahaan dia?" Tanya Alegra dengan meletakan kepalanya di pundak Chareen.


"Ya, ini hari terakhir. Aku ingin segera menyelesaikan nya agar bisa langsung pulang." Angguk Chareen dengan mengelus rambut Alegra.


"Hmm..." Alegra hanya berdehem sebagai balasan.


"Char.... Kapan kau siap menikah?" Ucap Alegra dengan menatap dalam Chareen.


"I-itu.... Apa kau tidak bisa memberikan ku waktu lagi?" Gugup Chareen.


"Aku akan terus menunggu mu sayang, aku hanya bertanya... Jangan terlalu gugup." Senyum Alegra yang mengetahui betapa gugup nya Chareen saat di tanya tentang pernikahan.


"Aku masih ingin melakukan hobi ku, tidak apa-apa kan?" Ucap Chareen dengan memegang kedua pipi Alegra yang hanya tersenyum dan mengangguk itu.


"Terimakasih." Chareen mengecup singkat bibir Alegra yang sangat menggoda itu.


"Lagi..." Alegra justru kembali memonyongkan bibirnya lagi hingga membuat Chareen tertawa kecil.


Alegra yang melihat tawa Chareen pun ikut tertawa, kebahagiaan Chareen adalah tujuan utamanya.


"Apa kau akan menyaksikan hari terakhir wanita itu?" Tanya Alegra lembut.


"Ya, apa kau ingin melihat nya sayang?" Balas Chareen dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Kau yang memulai nya sayang...." Geram Alegra dan langsung mengunci pergerakan Chareen di atas ranjang dengan Alegra yang berada di atasnya.


Chareen justru semakin tertawa, Alegra sangat mudah di goda oleh nya. Tapi tawa Chareen langsung hilang setelah bibir Alegra mengunci bibir nya, suara tawa tersebut sekarang sudah tergantikan oleh suara eksotis mereka berdua.


Mata Chareen melotot saat merasakan tangan besar dan berotot milik Alegra mulai masuk kedalam baju nya dan kini sedang mengelus perut nya hingga menimbulkan rasa aneh bagi Chareen.


"A-ale....." Panggil Chareen setelah ciuman Alegra mulai menurun ke lehernya.


"Aku selalu menginginkan nya sayang...." Balas Alegra dengan suara berat nya.


Chareen mengigit bibir bawahnya saat merasakan tangan tersebut mulai naik, namun hal itu langsung buyar setelah mendengar suara teriakan seseorang.


"A-KU TIDAK MELIHATNYA SUNGGUH...."

__ADS_1


Chaty berdiri di dekat pintu depan posisi yang membelakangi mereka berdua, bisa Chareen rasakan geraman kesal dari Alegra.


__ADS_2