
Setelah satu minggu berlalu, mereka kembali beraktivitas seperti biasanya. Hari ini Chareen dan yang lainnya akan datang ke sekolah Claire karena acara kelulusan nya.
Chareen yang sudah cantik harus menunggu Alegra yang baru saja bangun karena semalam Alegra kelelahan untuk mengerjakan tugas kantor yang menumpuk dan dia belum menemukan sekertaris yang cocok untuk pengganti Raini.
"Kak, di mana kak Ale?" Heran Claire karena hanya melihat Chareen.
"Masih mandi, ada apa?" Heran Chareen dengan duduk di sofa.
"Tidak ada, mama dan papa akan datang?" Tanya Claire penuh harap namun Chareen hanya diam dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, aku tahu." Ucap Claire lagi pada akhirnya.
"Apa kau sudah benar-benar memikirkan hal ini dengan baik Claire?" Tanya Chareen penuh harap.
"Iya kak, aku ingin hidup mandiri agar tidak terlalu bergantung pada kalian. Karena..... Tidak selamanya kalian akan ada untukku." Balas Claire dengan tersenyum getir.
"Meskipun begitu, tetap hubungi kami jika terjadi sesuatu pada mu." Lembut Chareen.
"Tentu..." Angguk nya.
"Ada apa ini?" Tanya Alegra dengan mengecup pipi Chareen dan merangkul pinggang nya, hal itu membuat Chaty cemberut.
"Kakak, jangan bermesraan di depanku! apa kau tidak lihat ada wanita menyedihkan disini?" Kesal Claire.
"Oh ya? bukankah ada Michael?" Goda Alegra membuat Claire melotot.
"Dia itu temanku bukan pacarku!!" Marah Claire.
"Siapa yang menyatakan dia pacarmu? apa kau berharap demikian?" Alegra terus saja menggoda Claire hingga membuat wanita itu mendecak kesal dan pergi begitu saja.
"Ale! apa yang kau lakukan?" Heran Chareen dan segera menyusul Claire yang masuk kedalam mobil lebih dulu.
"Halo?" Sapa Chaty dengan menunjukan cengiran nya.
"Kapan kau datang?" Heran Chareen karena Chaty dan Claire sudah ada di dalam mobil.
"Baru saja tapi Claire langsung menarik ku untuk masuk." Jujur Chaty membuat Chareen mengangguk.
••••
__ADS_1
Bara terbangun dari tidurnya, mulai sekarang Bara akan tinggal di mansion keluarga milik Chareen dan dia akan menetap di sana. Bara tak menyangka jika mengurus perusahaan itu sangatlah melelahkan, pantas saja Chareen terus mengeluh agar dirinya segera bekerja.
"Tuan, nona Raisa ada operasi sekarang. Apa tuan akan datang?" Tanya salah satu pelayan dengan menundukkan kepalanya.
"Ya, apa kau sudah mengatakan pada Chareen bahwa hari ini aku tidak bisa datang ke acara nya Claire?" Tanya Bara dengan meminum minuman nya.
"Sudah tuan tapi saya mengatakan nya pada tuan Michael yang baru saja berangkat tadi pagi."
"Tidak masalah."
Bara terdiam saat melewati lorong kediaman nya, di sana terpasang foto Chareen dan kedua orang tuanya saat mereka berlibur. Melihat itu, Bara hanya tersenyum getir.
"Kak, kau pasti bertemu dengan ayah bukan di sana? tolong sampaikan rasa kecewaku pada nya, katakan juga bahwa dia sudah membuat kami hancur dan kehilangan orang yang kami sayangi. Bahkan.... Kehilangan salah satu cucu yang belum lahir." Lirih Bara dengan menatap Yuna yang tersenyum lebar itu.
"Meskipun aku tidak sekuat Alegra tapi aku janji, aku akan menjaga dan melindungi nya. Kakak tenang saja...." Senyum Bara sebelum akhirnya pergi masuk kedalam kamar nya.
Tempat yang sebelumnya terasa hangat dan ramai kini berubah menjadi dingin dan sepi, Chareen sudah meminta Bara untuk segera menikah dengan Raisa dan terus mengatakan bahwa gunakan kesempatan sebelum kesempatan itu hilang.
Mengingat itu, Bara teringat akan Garel yang melindungi Chaty saat di kapal pesiar itu. Bara tersenyum pahit karena Chaty merupakan cinta terakhir untuk Garel tapi tidak untuk Chaty yang memiliki perjalanan panjang.
••••
"Oh lihatlah, bukankah kakak Claire sangat tampan? astaga....." Heboh salah satu mahasiswa yang satu angkatan dengan Claire.
"Benar! begitu pun dengan kakak ipar nya, sangat cantik sekali! aku iri dengan Claire karena bisa di kelilingi dengan orang-orang sempurna seperti mereka."
"Sutt kecilkan suara mu, apa kau lihat wanita cantik di samping nyonya Chareen? bukankah dia kekasih dari tuan Garel yang sudah tiada itu? kenapa dia masih ada disini? apa dia menginginkan harta dari keluarga Vitton?" Tunjuk salah satu dari mereka yang kini langsung mendapatkan pelototan dari Alegra.
"Sepertinya begitu, dia pikir dia bisa mendapatkan nya.." Setuju gadis lainnya yang menatap Chaty.
"Tidak apa-apa, mereka hanya gadis kecil." Ucap Chaty dengan cepat pada Alegra.
"Robek semua mulut mereka jika mengatakan sesuatu yang buruk lagi!" Ancam Alegra dengan suara yang tegas, hal itu membuat beberapa siswa terkejut dan langsung terduduk lemas.
"Ahh tuan dan nyonya, selamat datang. Kami sudah menyiapkan tempat khusus untuk kalian, mari...." Ajak kepala sekolah di sana dengan berkeringat dingin saat mendengar ucapan Alegra sebelumnya, jangankan para siswa dirinya saja amat sangat ketakutan dengan aura pemimpin yang tidak biasa itu.
Acara demi acara mulai berlangsung, Alegra tersenyum bangga saat melihat Claire naik ke atas podium karena memiliki nilai tertinggi di semua siswa yang ada dan berhasil melanjutkan studi nya ke Korea tanpa melakukan tes seperti yang lainnya.
"Kakak!!" Senang Claire dengan memeluk Alegra.
__ADS_1
"Kau sudah melakukan nya dengan baik Claire, selamat." Ucap Alegra dengan mengecup kening Claire yang nampak senang itu.
"Benar, kau sudah melakukan nya dengan baik." Ucap Chareen juga yang kini sedang memeluk Claire.
"Terimakasih kak.." Senang Claire yang beralih memeluk Chaty.
"Kau hebat!!!" Puji Chaty dengan memeluk erat Claire.
Saat mereka sedang asik berpelukan, Michael datang dengan sedikit gugup. Bukan karena apa melainkan karena dirinya terus diikuti oleh segerombolan wanita, hal itu membuat nya takut.
"Claire? selamat...." Ucap Michael dengan memberikan bunga pada Claire yang langsung menerima nya.
"Terimakasih...." Peluk Claire pada Michael yang awalnya terkejut kini mulai terbiasa, para wanita yang ada di sana langsung mengeluh. Mereka tidak bisa jika harus bersaing dengan putri bungsu dari keluarga Vitton, mereka masih sadar diri.
"Bagaimana kalau hari ini kita buat pesta?" Tanya Chareen yang langsung di angguki oleh mereka tapi....
"Bukankah kau akan ke rumah sakit? bagaimana kalau malam nanti? bukankah mereka juga ada rencana lain?" Tanya Alegra pada Claire dan Michael.
"Pergilah, malam nanti kita bertemu. Aku pun ingin mengunjungi seseorang...." Ucap Chaty yang langsung membuat mereka paham, mereka sangat tahu jika Chaty pasti ingin mengunjungi makam Garel.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi.... Jaga adikku." Ucap Alegra pada Michael yang langsung mengangguk mengerti.
"Hati-hati kak..." Ucap nya pada Chaty dan Chareen tapi tidak dengan Alegra yang sudah masuk kedalam mobil.
"Biarkan aku yang mengantar mu..." Ucap Chareen pada Chaty namun Chaty langsung menolak nya.
"Tidak usah, kalian pergi saja. Aku akan naik taksi.." Senyum Chaty membuat Chareen tak bisa berbuat banyak.
"Baiklah, kau harus hati-hati..." Peluk Chareen pada Chaty, Chareen tahu bahwa sampai sekarang Chaty masih belum bisa merelakan kepergian Garel.
"Tentu, bukankah kau selalu mengirimkan pengawal untuk menjaga kami?" Chaty terkekeh melihat Chareen cemberut.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai ketemu malam nanti...." Senyum Chareen dan langsung masuk kedalam mobil, Chaty hanya melambaikan tangannya saja pada Chareen yang mulai menghilang di jalanan.
"Hhh... Ingat Chat! Chareen saja mampu kenapa kau terus menyedihkan?" Gumam Chaty dengan memukul kedua pipinya pelan.
"Nona? mari saya antarkan, nona Chareen menyuruh saya untuk mengantarkan anda." Ucap Ricko tiba-tiba dengan menunjukan kunci mobil nya.
Melihat itu, Chaty hanya menghela nafas berat. Chareen masih saja memperhatikan nya sampai seperti ini, apa dia memang terlihat sangat menyedihkan? padahal Chaty hanya sedikit kesepian...
__ADS_1