Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Tangisan Chareen


__ADS_3

Disini, di dalam ruangan Alegra. Arjun tidak tahu apa yang harus dia lakukan, melihat sosok Chareen yang terus menangis membuat nya takut sekaligus kasihan. Arjun ingin sekali menenangkan Chareen, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya. Peluk? sepertinya dia masih ingin hidup tenang, beri kata semangat? tidak mungkin, karena Chareen akan terus menangis. Hingga akhirnya Arjun hanya menepuk pundak Chareen dan memberikan nya sekotak tisu pada pada Chareen.


"Hiks... Kenapa laki-laki itu sangat kejam? aku membenci nya hiks.... " Tangis Chareen.


"Kau tahu? aku sangat lapar, hiks.... Perutku terus berbunyi tuh kan..... Tapi dia tidak peduli sama sekali Huwaaaa......." Tangis Chareen semakin kencang membuat Arjun kalang kabut, situasi seperti ini sangat menyeramkan bagi nya.


"Chareen.... Maksud ku, apa kau ingin makan? bagaimana jika kita pergi ke restoran saja? kau bisa makan sepuasnya ya?" Bujuk Arjun.


"Tidak mau!! biarkan aku mati kelaparan?" Ketus Chareen dengan mengusap air matanya menggunakan tisu.


"Ehh jangan!!" Panik Arjun setelah mendengar ucapan Chareen.


"......" Chareen hanya diam dengan terus terisak-isak.


"Chareen..." Panggil Arjun untuk memastikan.


"Apa sikapku sangat kekanak-kanakan? aku sendiri pun tidak tahu kenapa aku seperti ini..... Apakah Ale tidak suka dengan tingkah ku?" Tanya Chareen dengan menatap Arjun dengan mata yang berkaca-kaca.


Gleg


Arjun menelan ludahnya bulat-bulat, menurut nya wajah Chareen yang sekarang sangat cantik dan menggemaskan. Bagaimana tidak? wajah yang sebelumnya putih kini berubah menjadi merah dengan mata yang sembab dan berkaca-kaca, hidung merah dan berair, bibir sedikit bengkak dan tatapan yang.... Khas seperti anak kucing.


"T-tidak.... Sama sekali tidak, mungkin Alegra memiliki urusan yang sangat penting sehingga tidak bisa menundanya." Jelas Arjun dengan memalingkan wajahnya ke samping.


Jantung Arjun berdetak kencang, bagaimana bisa dia menyukai Chareen yang notabenenya adalah istri dari sahabatnya sendiri?


"Kau bohong... Aku tahu, Alegra tidak menyukai wanita yang bersikap manja dan kekanakan." Ucap Chareen pelan dan kepala yang bersandar pada bahu Arjun yang langsung menegang di buatnya.


"...." Arjun hanya diam karena berusaha mengendalikan jantung nya yang membuat nya tak nyaman, sejak kapan dia seperti ini?


Setelah beberapa saat dalam posisi itu, Chareen langsung berdiri dan menatap Arjun yang hanya diam dengan heran.


"Ayo pergi..." Ajak Chareen.


"Baik." Angguk Arjun.


Arjun berdiri di samping Chareen yang hanya diam dengan mata yang masih sembab, mereka melewati para karyawan yang langsung menundukkan kepalanya pada Chareen dan Arjun. Mereka sudah menduga bahwa Chareen pasti menangis.

__ADS_1


Di dalam mobil Chareen hanya diam, hal itu membuat Arjun takut. Namun sebelum Arjun bertanya, Chareen sudah lebih dulu mengatakan sesuatu.


"Kita ke apartemen Raisa." Ucapnya.


"Oke."


Chareen memejamkan matanya untuk merasakan sakit di kepalanya, ini pertama kalinya lagi dia menangis seperti ini. Selama perjalanan mereka hanya diam tak bersuara, sampai di apartemen milik Raisa barulah mereka turun.


"Sepertinya nona Raisa tidak ada di sini, mungkin dia masih di rumah sakit." Ucap Arjun.


"Aku tahu." Angguk Chareen dan langsung masuk setelah membuka kode kamar Raisa yang membuat Arjun tersenyum kecil karena ternyata Chareen tahu kode apartemen nya.


Chareen menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di sana, Arjun pun ikut duduk di sofa sebrang nya karena berada di samping Chareen membuat jantung nya tidak bekerja dengan sempurna.


"Aku akan memesan makanan, apa ada yang kau inginkan?" Tanya Arjun pada Chareen.


"Tidak ada." Balas Chareen dengan menggelengkan kepalanya.


"Baiklah." Arjun tidak bisa memaksa nya karena takut Chareen akan menangis lagi.


Arjun yang melihat Chareen memejamkan matanya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, mungkin wanita itu lelah karena terus menangis sejak tadi.


Tok tok tok tok


Mungkin itu pesanan Arjun, setelah mengambil dan membayar nya Arjun kembali ke ruang tamu. Sekali lagi Arjun melirik Chareen yang masih memejamkan matanya namun Arjun tahu bahwa Chareen tidak tidur.


Satu suapan dari burger itu membuat Arjun puas karena rasanya yang sangat enak, namun Arjun langsung tersedak saat Chareen tiba-tiba saja duduk di sampingnya dan memakan burger yang ada di tangannya.


"Kenapa kau hanya membeli satu? kau sangat tidak berperasaan Arjun!" Ucap Chareen dengan mulut yang penuh dengan burger.


Arjun sendiri masih tersedak dan tak percaya dengan apa yang Chareen ucapkan, kenapa sekarang Chareen jadi sangat menyebalkan? bukankah sebelumnya Arjun sudah menawarkan diri?


Chareen masih saja makan burger yang ada dalam genggaman Arjun, Arjun sendiri heran kenapa dia tidak memberikan nya dan malah membiarkan Chareen makan menggunakan tangannya?


"Ahh makanlah.." Gugup Arjun dengan memberikan burger itu ke tangan Chareen yang nampak tersentak dengan pergerakan Arjun yang tiba-tiba.


Di makannya burger itu dengan perasaan senang, namun saat melihat Arjun yang memakan ayam Krispy membuat Chareen tidak rela dan kembali memberikan burger itu pada Arjun untuk ia tukar dengan ayam Krispy.

__ADS_1


"Ehh..." Kaget Arjun.


"Aku mau ini." Balas Chareen dengan membawa makanan itu ke tempatnya semula.


"...." Arjun diam beberapa saat dengan menatap burger yang ada di tangannya, bukankah itu bekas Chareen dan dirinya juga? namun Arjun masih memakan nya di bekas gigitan Chareen dengan tersenyum kecil.


Mereka menghabiskan waktu makannya dengan berebut yang ada di meja, meskipun begitu Arjun senang karena akhirnya ada sesuatu yang masuk kedalam perut Chareen.


Semuanya habis tak tersisa, bahkan minuman Boba pun mereka minum berdua. Chareen sendiri tak masalah dengan hal itu, bagi nya dia hanya ingin makan! hingga kini Chareen terlelap di sofa.


Arjun ingin mengambil selimut di kamar Raisa namun itu akan di anggap tidak sopan, hingga Arjun memilih untuk membuka jaket nya untuk ia berikan pada Chareen yang sedang tertidur untuk menutupi paha nya.


"Astaga!" Pekik seseorang membuat Arjun mengalihkan pandangannya dan nampak lah sosok Raisa di depan pintu depan ekspresi yang sangat terkejut itu.


"Apa Chareen baik-baik saja?" Tanya Raisa dengan cemas.


"Ya, hanya ada sedikit masalah saja. Kalau begitu saya permisi, sore nanti saya akan menjemput nya dan.... Chareen bilang jika Alegra menelpon kau katakan saja tidak tahu."


"Ahh baiklah.." Angguk Raisa.


"Baik, kalau begitu saya permisi..."


"Ehh tunggu dulu, bisakah kau pindahkan Chareen ke kamar? disini sangat tidak nyaman..."


".... Oke." Angguk Arjun yang langsung menggendong Chareen ala bridal style.


Arjun meletakkan Chareen di atas ranjang Raisa dan menutupi tubuhnya menggunakan selimut, semua gerak gerik Arjun terus di pantau oleh Raisa yang nampak tak percaya dengan apa yang ia lihat itu.


"Sudah, kalau begitu saya permisi. Jika Chareen membutuhkan sesuatu, segera hubungi saya."


"Oke..."


Setelah kepergian Arjun, Raisa mengerutkan keningnya. Dia menatap Chareen yang sepertinya baru saja menangis.


"Sayang sekali orang sebaik Arjun harus merasakan patah hati...." Gumam Raisa dengan meletakkan jas dokter nya di keranjang pakaian kotor.


Jangan lupa like dan komen nya yaa, terimakasih atas doa nya hehe

__ADS_1


__ADS_2