
Pagi ini Chareen sudah cantik dengan dress biru selutut nya, rambut panjang nya ia kuncir atas dengan membiarkan beberapa helai nya berjatuhan.
"Selamat pagi...." Sapa Chareen pada mereka semua yang ada di ruang makan.
"Pagi...." Balas mereka dengan kompak.
Di ruang makan ada Yuna, Dong Song, William dan juga Bara. Sepertinya Bara menginap, namun Chareen heran ketika melihat sebuah map di meja makan. Biasanya papa nya akan melarang urusan pekerjaan saat makan bersama.
"Apa itu?" Heran Chareen.
"Ini adalah kontrak kerja sama mu dengan perusahaan D Enix's, selama kau bekerja di perusahaan nya kau akan di berikan fasilitas khusus oleh tuan D Enix langsung." Jelas Bara.
Chareen mengeryit heran, kenapa semua yang berhubungan dengan sosok nya terlalu berlebih-lebihan? Apakah itu tidak masalah?
"Benarkah? entah kenapa aku merasa sedikit aneh..." Jujur Chareen.
"Benar, Momy pun merasa aneh. Terlebih hadiah yang kau terima pun sangat mengagumkan" Tambah Yuna.
"Hmm, aneh kenapa? Papa rasa itu biasa-biasa saja bagi laki-laki yang menyukai seseorang..." Santai Dong Song.
"Papa!!!" Kesal Chareen.
Dong song terkikik geli melihat kekesalan Chareen, anaknya memang cantik. Bahkan sangat cantik, kelakuan nya pun tidak sembrono.
"Papa rasa dia menyukai mu, dulu.... Saat papa menyukai momy pun sama. Benarkan Bar?"
"Benar kakak ipar, dulu sebelum mereka dekat... Papa mu selalu mengejar kakak ku, bahkan tak tanggung-tanggung mengirimkan banyak hadiah mahal..." Jelas Bara.
"Benarkah mom?"
"Hmm, tapi Momy tidak mencintai papa mu dengan barang-barang tersebut. Tapi Momy membalas perasaan nya karena dia sudah berhasil meyakinkan Momy dengan tindakan nya, tidak hanya ucapan nya doang."
"Woahhhh.... Papa hebat!!" Kagum Chareen.
"Itulah kenapa, kau harus bangga pada papa mu yang tampan ini!" Bangga Dong Song.
"Hahaha benar..." Tawa Chareen.
Yuna dan Bara saling pandang kemudian menggelengkan kepalanya saja, tingkah mereka memang bisa berubah menjadi kekanakan jika sudah menyatu dan satu pemikiran.
Drtttttttt Drrtttttttttttttt Drtttttttt
"Halo?"
"Aku sudah di depan.."
"Oke."
Mereka saling menatap Chareen penasaran kecuali William yang sudah tahu agenda Chareen hari ini, termasuk bertemu dengan Alegra.
__ADS_1
"Aku pamit dulu, dadah...." Pamit Chareen sebelum mereka bertanya kemana dirinya akan pergi tanpa William?
"Willi? Kemana dia akan pergi?" Heran Yuna.
"Chareen akan pergi bersama tuan Alegra." Balas William.
"Ahh begitu, ternyata mereka sudah selangkah lebih maju yah?" Angguk Yuna.
"Benar tante, tapi aku heran...." Jujur William.
"Heran? Heran kenapa? Apa kita sepemikiran Wil?" Tanya Bara dengan menatap William tajam.
William yang di tatap seperti itu seakan mengerti apa yang di pikirkan oleh Bara, William hanya mengangguk.
"Benar, aku tahu bagaimana Chareen selama ini. Bahkan sangat mengenal nya..." Sambung William dengan menghela nafas berat.
"Ada apa?" Kompak Yuna dan Dong Song penasaran.
"Tidak ada..." Balas Bara dan William dengan kompak.
"...."
____
Chareen tersenyum kecil pada Alegra yang berdiri di depan mobilnya dengan pakaian kasual nya, Alegra tersenyum manis saat melihat sosok Chareen yang sangat ia rindukan.
"Hmm.." Angguk Chareen.
Mereka segera masuk kedalam mobil, di dalam mereka sibuk berbincang tentang kegiatan mereka hingga tibalah mereka di sebuah restoran mewah dan elegan.
"Chareen..." Ucap Alegra dengan memegang tangan Chareen lembut.
"Ya?" Heran Chareen.
"Apa kau akan pergi ke Sydney?" Tanya Alegra.
"Hmm, aku akan pergi ke sana."
"Berapa lama?"
"Entahlah, kemungkinan 1 bulan. Itupun jika tidak ada kerjaan lain lagi..."
"Apa kau akan meninggalkan ku?" Lirih Alegra.
"Ale, aku pergi untuk bekerja. Kau tahu bukan aku sangat suka kebebasan, aku masih ingin keliling dunia karena aku masih belum menemukan rumah untuk ku menet...." Chareen tidak sadar dengan apa yang ia katakan itu.
Alegra diam dengan alis yang menyatu, tatapan mata nya berubah menjadi tajam dan....
"Apa kau tidak menganggap ku sebagai rumah mu Char?" Tanya Alegra dengan sedikit kecewa.
__ADS_1
"Itu, maksud ku.... Aku masih belum bisa berhenti dalam pekerjaan ku ini Ale, kau tahu sendiri akhir-akhir ini aku selalu mendapatkan gelar." Jelas Chareen dengan tersenyum lebar.
Chareen sendiri tidak tahu, kenapa dia bisa berkata seperti itu? bukankah seharusnya Chareen senang karena sekarang Alegra menjadi miliknya dan bisa menjadi kan nya sebagai tempat pulang?
Entahlah, Chareen hanya merasa puas karena bisa menundukkan Alegra. Dia tidak tahu kenapa seperti itu rasanya, yang jelas..... Chareen tahu dia egois dan tidak berperasaan tapi.... Masalah hati, dia tidak pernah tahu.
"Apa kau senang mendapatkan hadiah dari nya?"
"Hmmm biasa saja, memang nya kenapa?" Heran Chareen.
"Aku bisa memberikan mu sebuah pulau jika kau ingin, atau kau juga ma..."
"Tidak perlu Ale, aku bukan tipe wanita yang gila akan hadiah. Aku akan menerima hadiah tersebut jika aku pantas mendapatkan nya, aku tidak pernah menerima hadiah dengan cuma-cuma." Jujur Chareen.
"Kau memang wanita yang berbeda Chareen, aku sangat beruntung karena bisa bertemu dengan mu..." Senyum Alegra yang di balas senyum manis oleh Chareen.
"Apa kau tidak ker...."
"Kak Chareen....." Teriak seseorang membuat Chareen tersentak.
"Claire?" Kaget Chareen.
"Heheh, aku dan teman-teman ku sedang makan bersama." Jelas Claire dengan tersenyum lebar.
Di belakang nya terdapat 2 wanita yang sedang terdiam dengan menatap Chareen cengo, mereka tidak menyangka jika mereka bisa bertemu langsung dengan sosok yang selalu menjadi trending topik itu.
"Apa kau bolos Claire?" Tanya Chareen dengan menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap Claire dengan tajam.
"Ahh itu... Hehehe...." Claire hanya cengengesan menanggapi nya.
"Bodoh!!!" Ucap Chareen dengan menyentil kening nya hingga Claire meringis.
"Aku awal nya tidak mau bolos, tapi jika aku tidak bolos aku tidak bisa bertemu dengan mu kak. Kak Raini bilang kau akan makan bersama kakak ku disini sebelum kau pergi ke Sydney dalam waktu yang lama." Jelas Claire.
"Jadi kau memilih bolos hmm?" Gemas Chareen dengan menjewer telinga Claire.
"Ahh ampun kak....Kak Ale, tolong aku...." Rengek Claire.
Alegra sendiri hanya memangku wajah nya dengan santai dan tersenyum manis pada Claire tanpa berniat untuk menolong nya.
"Kalian!!! benar-benar pasangan yang sangat menyebalkan!!!!" Kesal Claire membuat Chareen dan Alegra terkikik geli melihat nya.
...Cinta dan obsesi hanya beda tipis, terkadang kita tidak bisa membedakan mana cinta dan obsesi....
Cinta, yang berarti sebuah perasaan untuk memiliki nya dengan tindakan yang baik tanpa ada keinginan untuk bisa memiliki nya secara utuh.
Sedangkan obsesi? tidak perlu apa itu cinta, yang jelas... Sesuatu itu harus berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, jika hal tersebut sudah tercapai. Kita akan puas dan senang tanpa tahu perasaan apa yang sebenarnya kita rasa.
Jangan lupa like dan komen nya yah❤️ Bisa juga tambahin kata-kata nya dong, apa itu cinta dan obsesi. Terimakasih.. Semoga di balas.
__ADS_1