Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Rekan


__ADS_3

"Sepertinya mereka sengaja...." Ucap William dalam hati saat melihat posisi yang tak pernah Chareen lakukan sebelumnya.


"Meskipun ini dalam hal biasa dan wajar tetap saja, Chareen terlihat sangat mempesona dan berbeda dari yang lain. Kharisma nya sangat kuat!" Ucap Bara dalam hati, dia sangat mengagumi keponakan nya itu.


"Siall! apakah ini alasan kenapa Garel sangat menyukai menjadi model? apa aku harus ganti profesi saja?" Gumam Alegra hingga membuat Raini tersentak, dia k1-kedip lucu karena dia mendengar apa yang Alegra katakan.


"Sepertinya memang benar bahwa tuan Alegra sangat menyukai nona Chareen Lee" Ucap nya dalam hati.


Di posisi terakhir sangat menguntungkan bagi mereka berdua karena Chareen yang berbaring di tengah-tengah mereka dengan kedua tangan yang menjadi bantal mereka.


"Oke sip!! Ini sangat bagus dan hasilnya sangat memuaskan!! Setelah jam...."


"Sepertinya tidak bisa, apakah di lanjut saja besok? kondisi Chareen sedang tidak memungkinkan untuk terlalu lelah" Ucap William yang memotong ucapan mereka.


"Ahh baiklah... Kita akan melanjutkan nya besok, tapi harus dalam suasana malam.."


"Bisa di atur, untuk sekarang nona Chareen sudah cukup kelelahan..." Ucap William dengan menghampiri Chareen dan memasangkan mantel pada nya.


"Baiklah.... Untuk hari ini mungkin sudah cukup" Ucap Alegra yang di balas anggukan oleh mereka.


"Sampai jumpa besok..." Pamit Jimmy dengan mengelus rambut Chareen.


"Hmm" Angguk Chareen.


"Apa kau masih berniat untuk membuat Chaty marah?" Tanya Garel dengan memberikan air lemon pada Chareen.


"Hhhh... Tidak mungkin, dia sangat tahu diriku!" Ketus Chareen membuat Garel tertawa kecil.


"Jika aku tidak yakin mana mungkin aku menawarkan mu kalung yang ada di pelelangan hahaah" Tawa nya dengan berlalu pergi meninggalkan Chareen saat itu langsung melototkan matanya.


"Apa kau bilang? Kemari kau sialan!!!! berani-berani nya kau menipu ku!!?" Marah Chareen dengan mengejar Garel dengan memukuli nya.


Garel hanya tertawa sepanjang langkah nya dan segera masuk mobil hingga membuat Chareen kesal di buatnya.


Sang supir yang melihat itu hanya terkikik geli kemudian menyerahkan kunci mobil pada Chareen, Chareen yang melihat itu tersenyum begitu menyeramkan. Sedang kan Garel? dia menganga tak percaya pada sang supir yang memilih membela Chareen dari pada dirinya sendiri?


"Kau tidak akan bisa kabur dari ku sialan!!!" Marah Chareen dengan mengunci seluruh pintu mobil.


"Hahaha Chareen, aku hanya bercanda...." Tawa Garel dengan terpaksa.

__ADS_1


"Aku tidak peduli!!" Senyum sinis Chareen.


Dan selanjutnya kalian tahu lah, mobil tersebut sampai bergoyang goyang membuat beberapa orang di sana hanya menggelengkan kepalanya saja.


Ini bukan pertama kalinya Chareen menghajar Garel, dan mereka sudah biasa melihat tempramen buruk mereka berdua yang selalu di sembunyikan di depan publik.


Sosok yang mereka kenal hanyalah kecantikan dan ketampanan mereka, sikap lembut, wajah penuh kharisma, senyum yang menawan, dan gaya bicara yang halus. Jika mereka tahu yang sebenarnya, mungkin mereka akan menganga tidak percaya.


___


Alegra merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia memejamkan matanya sekilas sebelum akhirnya kembali bangkit dan mengambil laptop yang ada di meja.


Dia kembali melihat-lihat hasil pemotretan tadi, nampak sekali ekspresi mereka yang sangat menikmati jalannya pemotretan tersebut tidak seperti dirinya yang merasa kesal sejak pagi tadi.


"Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Alegra dengan mengusap wajahnya kasar.


"Kau benar-benar sudah mengikat ku Chareen!!" Geram nya.


____


Chareen tak henti-hentinya terkikik karena mengingat kejadian di mobil tadi, di mana ekspresi Garel yang begitu ketakutan saat dirinya menghajar nya.


"Hahaha aku benar-benar puas terhadap kakak beradik itu!!" Senang Chareen.


Chareen mengendarai mobil nya sendiri tanpa William di sisinya, Chareen tahu bahwa William sedang sibuk itulah kenapa dia pergi sendiri.


"Selamat malam nona..." Sapa sang satpam dengan tersenyum lebar.


"Malam juga pak" Balas Chareen dengan tersenyum.


Chareen mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat, akhirnya dia melihat sosok wanita yang sedang makan bersama laki-laki tua?


Chareen segera bersembunyi, dia tersenyum puas karena bisa melihat nya secara langsung. Chareen mengeluarkan handphone nya, untung saja Chareen menggunakan masker saat ini sehingga tidak banyak orang yang mengetahui nya.


Saat Chareen hendak beranjak, dia bertabrakan dengan seseorang yang membuat mereka berdua terkejut.


"Maafkan saya nona say...." Ucap wanita itu yang langsung terhenti saat melihat manik mata indah milik Chareen.


"Nona Char...."

__ADS_1


"Sutttt!!!! jangan berisik! apa kau ingin penyamaran ku terbongkar hah?" Kesal Chareen pada wanita tersebut yang tak lain adalah Raini.


"Apa yang nona lakukan disini?" Herannya.


"Tidak ada" Balas Chareen dengan sedikit kesal.


Dahi Raini mengeryit, dia melihat ke seseorang yang berada tak jauh dari sana yang sedang makan bersama dengan romantis nya meskipun usia mereka terbilang sangat jauh.


"Apa nona sedang memantau nona Kinara?" Tebak Raini.


"Tidak!!" Ketus Chareen dan segera beranjak pergi, namun langkah nya terhenti saat Raini memegang tangan nya.


"Jika seperti itu kita berada di pihak yang sama" Ucap Raini membuat Chareen mengeryit.


Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari tempat tertutup, untung saja Claire datang di waktu yang tepat.


"Jadi, kau sudah mendapatkan bukti pertama tentang wanita jal**ng itu?" Tanya Claire.


"Benar nona" Angguk nya.


"Kenapa kau ingin mengumpulkan bukti-bukti tersebut? apa karena kau menyukai Alegra?' Tanya Chareen dengan nada yang sedikit tidak suka.


"Ahh awalnya memang seperti itu nona tapi.... Papa saya sangat berhutang budi pada keluarga Vitton, hal itu membuat saya sadar bahwa saya tidak lah pantas untuk menyukai nya..." Jujur Raini dengan menundukkan kepalanya.


"Jangan merendahkan dirimu sendiri" Ucap Chareen sedikit kesal.


"Selain itu, tuan Alegra juga seperti nya menyukai nona.." Senyum Raini.


"Aku tahu" Santai Chareen dengan meminum jus nya.


Mereka berdua melotot, Chareen tahu jika Alegra menyukai nya?


"Lalu?" Tanya mereka berdua.


"Apa? aku hanya perlu menyingkirkan benalu tersebut dari hidup Ale sehingga aku bisa bersamanya" Santai Chareen.


"Ah seperti itu, bagaimana jika kita mengawasi pergerakan nona Kinara? jika dia kembali berhubungan dengan seseorang maka kita akan menarik tuan Alegra untuk datang sehingga bisa melihatnya dengan jelas" Ucap Raini.


"Tidak semudah itu, kau tahu sendiri bagaimana liciknya wanita itu. Kita harus menyewa seseorang, bukankah perusahaan mu akan ulang tahun 1 minggu lagi?" Tanya Chareen pada Claire.

__ADS_1


"Hmm benar" Angguk nya.


Raini dan Chareen saling pandang, mereka berbicara lewat tatapan matanya. Claire yang melihat itu merasa heran, apakah dirinya tidak di ajak?


__ADS_2