
Terimakasih banyak atas dukungannya kalian semua☺️ Saya masih ga nyangka ternyata karya saya yang tidak seberapa ini mampu membuat kalian menunggu setelah sekian lama😭🙏 Tolong maafkan jika saya upp tidak teratur, saya masih seorang pelajar hehee❤️
•••
Chareen tersenyum puas melihat mereka yang nampak ketakutan di depannya, awalnya Chareen tidak ingin menyombongkan kedudukannya tapi kedua orang di depannya sungguh membuat Chareen jijik.
"C-char-ren saya...." Gugup Windy dengan wajah pucat nya.
Chareen terkekeh melihat ekspresi mereka yang nampak ketakutan itu, tapi Chareen ingin bermain-main lebih lama lagi bersama mereka.
Di ambil nya wine yang sudah di siapkan oleh bawahannya, kedua kaki Chareen ia silangkan sehingga dia nampak cantik dengan posisinya itu.
"Kemana sikap dan perilaku anda yang arogan itu senior?" Tanya Chareen dengan menaikkan sebelah alisnya, namun terdapat senyum miring di bibir cantikk nya itu.
"...." Windy hanya diam dengan menundukkan kepalanya, kedua tangannya mengepal erat. Mungkin dia masih tidak menyangka akan berurusan dengan orang seperti Chareen ini.
"Cihh, apakah rasa malu mu baru muncul kembali? benar-benar menjijikkan!" Sinis Chaty dengan melirik Windy.
"Nona Chareen, saya... Saya tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kalian, saya hanya..." Ucap laki-laki tua itu dengan merangkak mendekati kaki Chareen.
Tapi sebelum itu terjadi, salah satu bawahan Chareen sudah bergerak lebih cepat dan menendang laki-laki itu hingga tersungkur di samping Windy yang nampak terkejut itu.
"Jangan berani-beraninya kalian menyentuh tubuh nona kami dengan tangan kotor kalian!!" Sinis mereka hingga membuat keduanya bergetar ketakutan.
"Sutt...." Ucap Chareen pada anak buahnya itu.
Chareen bangkit dari duduknya, dia mengambil gelas anggur yang ada di tangan bawahan nya. Kaki jenjang Chareen mulai melangkah untuk mendekati Windy yang nampak berjaga-jaga.
"Minum!" Ucap Chareen dengan menyodorkan minuman tersebut pada Windy yang langsung mendongakkan kepalanya.
"...." Windy hanya diam dengan penuh ketakutan.
"Apa kau tidak dengar?" Tanya Chareen dengan mengangkat dagu Windy menggunakan tangan kirinya.
"I-itu..." Gugup nya, keringat sudah mengalir deras di pelipisnya hingga membuat nya nampak seperti orang sakit.
"Apa perlu anak buah saya yang men..."
"B-baik..." Sela nya dengan mengambil anggur tersebut.
__ADS_1
Di minum nya anggur tersebut dengan amat perlahan, hingga akhirnya gelas tersebut sudah kosong. Dia terus memejamkan matanya untuk merasakan reaksi dari anggur tersebut, namun setelah beberapa saat tak ada reaksi apapun.
Windy kembali menatap Chareen yang kini sudah kembali ke tempat duduknya lagi, Chareen terkekeh melihat tingkah bodoh Windy itu.
"Apa yang kau tunggu? apa kau pikir aku sama seperti mu?" Tanya Chareen yang membuat Chaty tertawa renyah.
"Kau lihat? ekspresi nya benar-benar buruk hahaha" Chaty tak henti-hentinya tertawa.
Chareen menunjuk laki-laki tua itu, dan menyuruhnya untuk bangkit.
"Kau? pergilah.... Aku tidak memiliki urusan apapun dengan mu." Ucap Chareen hingga membuat laki-laki itu tersenyum senang.
"Terimakasih nona, anda memang pantas mendapatkan penghargaan itu." Girang nya namun tidak di gubris oleh Chareen.
"Apa kau yakin akan membiarkan nya lolos?" Ucap Chaty tak senang.
"Kau pikir aku sebaik itu?" Chareen tersenyum miring pada Chaty yang langsung membuat Chaty mengangguk mengerti.
"Nona..." Ucap salah seorang bawahan Chareen.
"Kau ambil semua harta miliknya dan jangan biarkan dia hidup dengan tenang, jangan sampai dia merasakan ketenangan dalam hidupnya." Ucap Chareen santai.
"Ya, buat dia impoten untuk selama-lamanya. Sudah seharusnya dia sadar dengan umurnya yang sudah bau tanah!"
Semua laki-laki yang ada di sana merinding di buatnya, tak hanya laki-laki... Bahkan Chaty dan Windy pun sangat terkejut di mendengar nya. Mereka baru tahu jika Chareen sangat menyeramkan!
"B-baik nona..." Angguk nya.
•••
Seorang laki-laki yang terus memperhatikan layar laptop tersenyum lebar saat melihat aksi kekasihnya itu. Dia juga tidak menyangka jika Chareen memiliki sisi yang kejam dan tidak memandang siapa orang tersebut, jika orang tersebut sudah mengusiknya maka dia tidak akan melepaskan nya dengan mudah.
"Dia memang cocok jadi pendamping hidup ku, cantik namun berduri!" Senyum Alegra dengan penuh arti.
"Tuan, tuan Arjun bilang dia tidak bisa menjaga nona malam ini. Dia harus mendatangi sebuah acara di luar kota, tapi pagi nanti tuan Arjun akan kembali bekerja." Jelas seorang laki-laki dengan menundukkan kepalanya pada Alegra.
"Oke."
"I-itu tuan.... Tuan Arjun juga berpesan agar anda.... Menjaga ke-kasih nya dengan baik." Gugup nya dan tak berani memandang ke arah Alegra yang semula senyum kini sudah berubah dengan ekspresi yang.... Buruk!
__ADS_1
"ARJUN SIALAN!!! APA MAKSUDMU!!! SIAPA YANG KAU MAKSUD DENGAN KEKASIH MU HAH" Marah Alegra namun percuma saja, Arjun tidak akan bisa mendengar nya.
•••
"HATCHUUUUHHHHH....."
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" Cemas laki-laki di sampingnya.
"Ya."
•••
"Nona Chareen, maafkan saya... Saya memang buta, saya tidak bisa mengenali anda dengan benar. Tolong maafkan saya... Saya janji, saya akan mundur dari..."
"Aku tidak memiliki urusan apapun dengan mu, jadi... Aku tidak akan mempermasalahkan nya." Ucap Chareen santai.
Namun hal tersebut justru semakin membuat Windy ketakutan, dia tidak menyangka bahwa Chareen akan memiliki sifat kejam seperti sekarang ini.
"Hah.... Sudah waktunya istirahat, Chaty ayo kita pulang." Ajak Chareen yang di balas anggukan oleh Chaty yang nampak sibuk dengan makanan nya.
"...." Windy menatap Chareen yang nampak biasa saja dengan dirinya, apa benar jika Chareen sudah memaafkan nya?
"Nona ini..." Tanya nya.
"Aku sudah mengatakan nya pada mu, bukan berarti kau bebas senior. Kau masih memiliki urusan dengan mereka...." Tunjuk Chareen pada segerombolan wanita yang datang dengan ekspresi yang buruk.
"Kalian?" Kaget Windy.
"Terimakasih nona Lee, anda sangat mengerti kami." Ucap salah satu dari mereka dengan tersenyum lebar pada Chareen.
"Tidak masalah, kalian bebas melakukan apapun pada nya tanpa takut apapun. Anak buah ku akan mendampingi kalian disini, ingat.... Jangan sampai membuat nya mati, karena besok dia harus di sorot oleh kamera. Agar semua orang tahu dengan apa yang sudah mereka perbuat pada kalian selama ini." Jelas Chareen.
"Baik nona, sekali lagi terimakasih atas semuanya." Senang mereka karena sudah mendapatkan dukungan lebih dari Chareen, bahkan mengizinkan mereka untuk melakukan apapun pada orang yang sudah membuat mereka putus asa selama ini.
"Tak masalah, menyingkirkan orang seperti nya tidak lah susah." Senyum Chareen dan memberi kode pada bawahan nya untuk menjaga mereka.
"Kalau begitu saya permisi." Ucap Chareen yang di balas anggukan dan senyuman oleh mereka semua.
"T-tidak... Nona Chareen...." Panggil Windy dengan penuh harap tapi Chareen tetaplah Chareen, dia tidak akan luluh dengan air mata palsu.
__ADS_1
Kalian tahu sendiri bagaimana wanita yang sudah di landa esmosi, tentunya sangat menyeramkan bukan? Hal itu berlaku untuk Windy sekarang.