
Arjun bingung melihat Alegra yang tertawa terbahak-bahak sampai jatuh terjungkal ke lantai, tawa nya yang lepas membuat Arjun penasaran dengan apa yang Alegra tertawakan itu.
"Ale? kau sangat aneh!!" Heran Arjun dengan berjalan menjauh.
Namun Alegra tak mendengar apa yang Arjun katakan, dirinya masih tertawa terbahak-bahak dengan kondisi tubuh yang terbaring di lantai.
Alegra tak bisa menahan tawa nya saat mendengar suara Chareen yang di lembut lembutkan itu, bisa Alegra bayangkan tatapan menyedihkan Chareen yang di tunjukkan pada mereka. Terlebih, mereka sangat bodoh karena tertipu oleh istri manis nya itu.
•••
"BREN*GSEK!!! Sepertinya kita di tipu oleh wanita tadi, lihatlah sobekan gaunnya ini? bukankah sama seperti miliknya?" Tanya salah satu dari mereka bertiga.
"Kau benar, wanita itu memang pantas di sebut sebagai wanita berbahaya. Bagaimana mungkin kita luluh begitu saja hanya dengan melihat tatapannya yang menyedihkan itu?" Kesal mereka.
"Tapi aku tidak munafik, dia sangat cantik dan nampak ramah. Wajar jika kita tergoda dan mudah di tipu..."
"Dan lagi, apa kalian sadar bahwa wanita itu memanggil kita dengan sebutan paman?"
"Ahh sial!! aku benar-benar lengah!!"
"Ternyata wanita cantik sangat berbahaya bagi laki-laki jomblo seperti kita."
•••
Chareen bisa keluar dengan mudah dari gua itu yang memang menghubungkan jalan keluar, di sana terdapat mobil yang sangat Chareen kenali. Ternyata disana sudah ada Ricko yang sedang menunggu nya.
"Nona.." Ucap nya dengan memberikan pakaian ganti yang sama persis seperti yang ia kenakan sebelumnya.
"Kau tunggu di luar untuk jaga-jaga, aku akan ganti di dalam." Ucap Chareen yang langsung di angguki oleh Ricko.
Setelah beberapa saat ganti, Chareen kini sudah kembali cantik sebelumnya dengan polesan make up tipis nya juga. Chareen mengambil earphone yang ada di rambutnya dan menyimpannya di dasboard mobil setelah berhasil mematikan sambungan nya itu.
Mobil itu melaju melewati jalan rahasia yang berhasil Ricko temukan beberapa Minggu yang lalu, setelah sampai di pintu belakang, Chareen segera masuk dengan di kawal oleh beberapa anggotanya yang sedang menyamar itu untuk kembali ke aula karena sudah ada 6 orang yang kembali dalam permainan tadi.
__ADS_1
Dari pada itu, Chareen memilih untuk tidak kembali tapi Chareen menitipkan pita tersebut pada salah satu anggota nya untuk di berikan pada Julia yang Chareen yakini bahwa Julia tak berhasil mendapatkan nya.
Di lorong gedung itu, Chareen mencari ruangan yang sebelumnya menjadi ruangan Ricko yang pernah Chareen temui sebelum dirinya masuk kedalam taman kerajaan tadi.
Chareen tersentak saat Arjun muncul di depannya saat Chareen hendak membuka pintu tersebut, begitu pun dengan Arjun yang sama-sama terkejut dengan kemunculan Chareen.
"Kenapa?" Tanya Chareen heran karena Arjun menatap nya dengan dalam.
"Ahh tidak... kalau begitu aku pergi, ada hal yang haru aku selesaikan." Pamit Arjun dengan berlalu pergi meninggalkan Chareen yang hanya menaikkan kedua bahunya acuh.
Di dalam ruangan itu ada Alegra yang sibuk mengutak-atik ponselnya dengan tubuh yang bersandar pada sofa dengan kaki yang ia luruskan di atasnya.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Chareen mendudukkan dirinya di paha Alegra dan ikut merebahkan tubuhnya di atas tubuh Alegra yang terkejut itu, Alegra kira tadi Arjun yang masuk lagi, sehingga dirinya hanya diam dengan santai.
"Sayang?" Tanya Alegra dengan memeluk pinggang Chareen dan mengecup bibir nya singkat.
"Kenapa kau disini?" Tanya Chareen dengan menyusupkan wajah nya di leher Alegra.
"Di sana terlalu ramai, dan lagi tidak ada kau..." Jujur Alegra dengan tangan yang mengelus perut Chareen.
"Tidak apa, hanya luka kecil bekas semalam." Balas Alegra yang kembali meraih Chareen agar terbaring di atasnya lagi.
"Coba ku lihat, bau obatnya sangat menyengat!" Paksa Chareen dengan mendudukkan Alegra dari posisi terbaring nya.
Chareen membuka kemeja yang Alegra kenakan, di sana nampak sebuah perban yang melilit di bahu nya. Chareen menatap Alegra datar dengan tangan yang menusuk luka itu hingga membuat Alegra meringis kesakitan.
"Kau bohong, apa kau tertembak?" Tanya Chareen dengan kesal.
"Tidak, aku lengah sehingga tertusuk dahan pohon." Balas Alegra dengan mencium tangan Chareen yang di balut plester.
"Apa kau juga terluka?" Cemas Alegra.
"Tidak."
__ADS_1
Chareen merebahkan kepalanya di pundak Alegra, di endus nya aroma Alegra yang membuat nya nyaman. Alegra sendiri memilih untuk mencium kening Chareen dan mengelus punggung nya.
"Sayang, sepertinya berat badanmu semakin bertambah ya?" Tutur Alegra yang membuat Chareen langsung membuka matanya.
"Apa maksudmu? aku gendut? aku sudah tidak seksi lagi?" Marah Chareen membuat Alegra kelabakan.
"B-bukan begitu sayang, justru semakin berisi kau nampak menggemaskan." Lembut Alegra, Chareen sendiri hanya mendengus sebal.
"Sayang?" Panggil Alegra karena takut Chareen akan marah.
"Kau benar, setiap hari aku merasa makan ku semakin banyak dan lagi.... Aku sangat menyukai makanan manis." Jujur Chareen dengan mengelus perutnya.
"Tidak apa, kau akan terlihat cantik selalu." Cium Alegra di pipi Chareen.
"Pinjam laptop mu.." Pinta nya pada Alegra yang langsung bangkit dari duduknya dan segera mengambil laptopnya yang ada di meja dekat jendela.
Di letakkan nya laptop itu di paha Chareen yang saat itu juga memilih untuk duduk di paha Alegra yang kembali duduk berselonjor di atas sofa.
"Apa yang mau kau lakukan?" Heran Alegra.
Tangan Alegra berada di perut Chareen yang terus mengelus nya lembut, sesekali Alegra juga mencium pundak Chareen yang terbuka dan terasa sangat wangi.
"Persiapan, setelah malam nanti kita akan segera kesana." Balas Chareen dengan mata yang sibuk pada laptop.
"Ah ya, untuk penjaga yang tersisa tadi. Arjun akan menangkapnya, tapi sebelum itu Arjun menyuruh mereka untuk melaporkan hal penting itu agar putri Aurora tidak curiga." Jelas Alegra.
"Baguslah kalau begitu, tapi.... Bagaimana pun juga, mereka sangat baik. Hanya saja, perbuatan mereka di ketuai oleh ular seperti nya..."
"Tidak apa, aku sudah menyuruh Arjun untuk membawanya ke markas dulu. Siapa tahu dia mau merubah pikiran nya dan kembali ke jalan yang benar."
"Hmm aku setuju."
"Sayang..." Bisik Alegra dengan menggigit telinga Chareen pelan.
__ADS_1
"..... Diam sebentar Ale, aku belum menyelesaikan ini." Tolak Chareen dengan mendorong wajah Alegra agar sedikit menjauh.
Alegra yang di perlakukan seperti itu hanya cemberut saja, salah satu tangan nya terus mengelus paha Chareen hingga membuat wanita itu menghela nafas panjang. Mama nya bilang, jika seorang suami meminta hak nya maka Chareen harus langsung menuruti nya. Karena jika tidak, mereka akan jajan di luar. Chareen tidak mau itu terjadi, tapi sebelum Alegra memiliki pikiran kesana, Chareen sudah lebih dulu memotong habis masa depannya itu.