
"Sial!!!! bagaimana bisa markas cabang hancur? apa kalian tidak bisa menjaganya dengan baik?"
"Tuan, bukankah anda sendiri juga tahu keamanan di setiap markas sangat ketat? tidak ada yang bisa memasuki nya meskipun itu lewat udara sekalipun."
"Hhhh aku tahu, bagaimana dengan semua senjata nya? apa masih bisa di selamatkan?"
"Tidak tuan, semuanya hancur dalam semalam dan hanya menyisakan puing-puing nya saja."
"Brengsek!!! apa kita pernah menyinggung mereka? kenapa mereka membuat kita rugi?"
"Tidak tahu tuan tapi sepertinya...... Tuan Arjun memang dekat dengan tuan Alegra, bukankah anda sudah menyinggung nya?"
"....... Cepat kau selidiki hubungan kedu...."
"Tidak perlu, kau bisa langsung tanyakan padaku sekarang." Potong seseorang yang masuk kedalam ruangan Abimanyu.
Abimanyu tersentak saat melihat sosok laki-laki yang hendak ia selidiki sebelumnya, ekspresi nya benar-benar buruk sekarang.
"Untuk apa kau datang hah? apa kau menyerahkan nyawamu dengan cuma-cuma?" Geram Abimanyu pada Arjun yang hanya terkekeh kecil.
"Sepertinya aku akan membuat mu kecewa Vino, aku datang kemari bukan untuk bertemu dengan mu tapi..... Aku bekerja untuk seseorang." Santai Arjun dengan duduk di sofa tanpa di perintahkan oleh pemiliknya.
"Kau!!! Apa maksudmu hah?" Marah Abimanyu.
BRAKKKKKKK
Arjun melemparkan dokumen pada Abimanyu yang nampak heran, asisten Abimanyu langsung mengambil dokumen tersebut dan memberikan nya pada Abimanyu yang detik itu juga langsung melotot tak percaya.
"Kau?......" Kaget nya.
"Aku harap kau tahu batasan Vino dan........ Tidak menggangu wanita milik sahabat ku!!" Dingin Arjun dengan senyum miring nya.
Setelah mengantarkan surat kontrak itu Arjun pergi tanpa di sadari oleh Vino yang masih nampak diam karena harus mencerna apa yang di katakan oleh nya tadi.
"Tuan, sepertinya tuan Alegra memang orang biasa saja. Untuk hasil menembaknya yang sempurna itu sepertinya sudah di ajarkan oleh tuan Arjun." Ucap sekertaris Abimanyu.
"Kau benar, sepertinya sikap kurang ajarnya itu karena dia mendapatkan perlindungan dari Arjun!" Senyum Abimanyu.
"Benar tuan, aslinya mungkin dia hanya pandai memasak saja hahaha...."
__ADS_1
Mereka tidak tahu bahwa Arjun masih ada di sana, lebih tepatnya berada di depan pintu. Arjun yang mendengar ucapan Abimanyu dan sekertaris nya itu membuat dirinya merinding seketika.
"Memang benar apa yang dikatakan Alegra, mereka memang bodoh! bagaimana mungkin mereka masih menganggap Alegra lemah setelah melihatnya secara langsung bagaimana cara dia menembak?" Ucap Arjun dengan mengusap tengkuknya yang terasa dingin.
Arjun meninggalkan ruangan Abimanyu untuk menemui Chareen yang saat ini sedang di makeover oleh periasnya yang nampak ahli.
Bisa Arjun lihat ada beberapa orang yang terus memantau Chareen, salah-satunya menyadari sosok Arjun yang memperhatikan nya. Hingga akhirnya terjadi lah situasi saling tatas, Arjun tersenyum miring hingga membuat laki-laki itu pucat pasi dengan melihat sosoknya.
"Masih berani menatap ku 30 detik heh?" Gumam Arjun sebelum akhirnya laki-laki itu pergi dari tempat nya.
"Arjun, dimana ponselku?" Tanya Chareen dengan mendekati nya.
"Ini nona." Ucapnya dengan memberikan ponsel Chareen.
"Terimakasih." Senyum Chareen dan kembali duduk ke tempatnya.
"Pantas saja kedua orang itu begitu merebutkan nya, ternyata dia memang sangat menarik. Bagaimana jika mereka tahu bahwa aku pun ikut serta dalam merebut nya." Ucap Arjun dengan terkekeh kecil.
•••
HATCHUUUUHHHHH
"Kakak, aku masih ingin bersama kak Chareen....." Rengek Claire yang terus mengoceh sejak tadi.
"Tidak, kau tidak boleh mengganggu nya. Dan lagi kau juga harus pergi ke sekolah!"
"Ahh kakak, kau tidak seru ahh..." Cemberut Claire.
Raini sendiri hanya diam karena dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi, yang jelas dia masih penasaran dengan kejadian semalam.
•••
William tak percaya dengan pelatihan yang mereka berikan padanya, semuanya tidak tanggung-tanggung yang langsung membuat nya seperti sekarang. Setengah jam yang lalu William mengalami luka di kaki nya, sekarang pun juga sama.
"Tuan Arjun bilang kau harus mendapatkan pelatihan yang spesial! jika saja yang menyuruh nya tuan besar kau mungkin tidak akan selamat!" Dingin mereka yang melihat betapa lemahnya William meskipun tidak terlalu lemah jika di bandingkan dengan laki-laki biasa.
"Baik." Angguk William yang kembali melanjutkan latihan nya.
Semua latihan akan di rasakan oleh William termasuk menembak dan memanah, dia pikir menggunakan tembakan sangat mudah. Tapi ternyata sangat sulit dan tembakan nya pun tidak lah ringan.
__ADS_1
"Apakah tuan Alegra sering datang? maksudku bukankah dia sangat sibuk di sana?" Tanya William.
"Kau salah besar, meskipun ini markas sangat besar namun ini hanyalah markas cabang. Markas utama berada di negaranya...."
"Apaaa?" Kaget William.
"Kau tak perlu tahu, yang jelas kau sudah sangat beruntung bisa masuk ke markas ini juga. Tuan Arjun memang kejam dan dingin, hatinya tidak berperasaan namun jika di bandingkan dengan tuan besar, tuan Arjun tidak lah ada apa-apa nya."
"...."
"Tuan Alegra tidak ingin mengekspose dirinya bukan karena takut akan musuh melainkan demi keselamatan keluarga nya, terlebih sekarang ada nona yang akan menjadi nyonya kami juga di kemudian hari."
"Jadi pekerjaan chef nya itu...."
"Itu hanya sampul untuk menutupi betapa psycho nya dia." Senyum nya yang membuat William merinding seketika.
"Jika begitu, kenapa tuan Alegra dan nona Kinara...."
"Itu hanya masalah kecil saja, nona Kinara hanya pion bagi tuan Alegra untuk mendapatkan informasi dari berbagai orang yang menjadi partner ranjang nya." Santai nya.
"Jadi tuan Alegra sudah tahu jika...."
"Hahaha kau pikir tuan besar bodoh? jika dia bersentuhan dengan jala*ng itu maka tuan besar akan mandi dan memberikan banyak pewangi demi menghilangkan bekas nya."
William kira Alegra memang tidak mengetahui nya, jadi usaha Chareen selama ini..... Alegra hanya menguji nya, betapa liciknya Alegra ternyata. Jika saja Chareen tahu, mungkin Chareen akan membuat Alegra berada dalam siksaannya.
•••
Selama proses pemotretan, Chareen sangat heran dengan Abimanyu yang nampak menjaga jarak dengan nya. Bukannya Chareen ingin di dekati tapi, sikapnya sangatlah aneh bagi Chareen. Terlebih dengan Arjun yang nampak berbeda, bukan sekali dua kali Chareen memergoki Arjun yang menatap tajam Abimanyu. Begitu pun dengan Abimanyu yang tak pernah mengalah dari Arjun.
"Arjun..." Panggil Chareen.
"Ya nona?" Balas Arjun dengan memberikan botol minum pada Chareen.
"Apa setelah ini aku masih ada jadwal?" Tanya Chareen dengan merebahkan di kursi nya.
"Tidak ada nona, untuk hari ini cukup sampai disini." Jelas nya.
"Baiklah, ayo kita cari makan." Ajak Chareen yang langsung di balas anggukan oleh Arjun.
__ADS_1