Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Pisah


__ADS_3

"Jadi, kalian sudah berhasil menangkap salah satu dari mereka?"


"Benar nona, tapi.......... Ada hal lainnya yang membuat nona tak menyangka." Jelas Ricko dengan menunjukan sesuatu pada Chareen.


"Apa ini? topeng?" Heran Chareen.


"Benar nona, mereka sangat pandai membuat musuh terkecoh. Tuan Alegra sempat mencurigai tuan Victor karena dia sempat melihatnya saat penyerangan itu, tapi sepertinya itu hanya tipuan mereka agar identitas nya tak terlihat." Ucap Ricko dengan serius.


"Aku mengerti, sebarkan pada semua anggota kita untuk membuat identitas baru. Kita harus berjaga-jaga agar kita tidak tertipu, lakukan hal ini di ruang rahasia. Katakan juga pada Alegra untuk melakukan hal yang sama." Tegas Chareen.


"Baik nona, tapi hal yang saya takutkan adalah.... Bagaimana jika, salah satu dari mereka sudah ada di dalam anggota? tuan Alegra saja sudah menangkap orang itu yang bersembunyi di balik anggota nya malam tadi."


"Lakukan hal yang biasa aku lakukan pada kalian, jika dia terlihat panik maka langsung kau bawa ke ruangan eksekusi saat itu juga. Sudah lama aku tidak melihat jantung yang terbakar." Ucap Chareen dengan mengangkat tangannya.


"Baik nona, apa nona akan pergi ke suatu tempat?" Penasaran Ricko.


"Tidak, Alegra melarang ku untuk pergi kemana pun. Terlebih, siang nanti aku akan kembali. Kau harus pastikan bahwa aku tidak akan kembali, jika kau melihat ku datang maka....... Sudah jelas itu bukan aku, apa kau mengerti?"


"Mengerti nona."


"Bagus, untuk hal ini aku serahkan pada mu Ricko. Jangan mengecewakan aku...."


"Baik nona."


•••


Saat Alegra hendak pergi menemui Bara, Alegra tak sengaja berpapasan dengan Victor yang ikut berhenti di tikungan lorong itu. Alegra menatap datar Victor, begitu pun dengan Victor yang menatap Alegra tak suka.


"Minggir, kau menghalangi jalanku." Ketus Alegra.


"Apa tidak terbalik? bukankah kau yang menghalangi jalanku?" Balas Victor dengan tak kalah ketus.


"Cihh, tak ada waktu untuk ku bersaing dengan mu. Minggir..." Kesal Alegra dengan berlalu pergi meninggalkan Victor yang menatapnya jengkel.


"Yak!!" Marah Victor dengan marah karena Alegra melewati dirinya dengan sengaja menginjak kaki nya.


"Uppss sorry, salahkan kaki mu yang melewati jalur." Balas Alegra dengan pergi begitu saja.


"Sialan!!!" Kesal Victor.

__ADS_1


Alegra sendiri hanya tersenyum sepanjang jalan, jika saja dia bukan saudara dari Chareen mungkin sudah Alegra bawa ke markas nya untuk di awetkan di peti mati.


"Apa yang terjadi pada mu?" Heran Bara pada Alegra yang masih tersenyum.


"Tidak, ah ya... Apa kau sudah tahu mengenai Victor?" Tanya Alegra dengan penasaran.


"Sudah, siang nanti setelah kepulangan Chareen kita harus ikut pergi. Jangan sampai mereka menemukan keberadaan Chareen dan kakak ku di sana, kita akan mencegah mereka di udara."


"Ahh baiklah, aku sudah mengatakan pada Chareen untuk tinggal di kediaman ku karena mama dan papa nya beserta orang tua ku juga akan pergi berlibur ke Bali. Aku akan merahasiakan kepergian mereka, jadi untuk Chareen dia bisa di rumah bersama dengan Claire dan Garel." Jelas Alegra.


"Aku tidak tahu jika kakak ku akan pergi berlibur, apa kak Yuna mengatakan nya pada mu?"


"Ya, Chareen sendiri yang mengatakan nya. Kebetulan orang tua ku juga ada urusan bisnis di sana sehingga mereka akan pergi bersama."


"Baguslah kalau begitu." Angguk Bara.


•••


Chareen menatap Alegra yang tengah sibuk memberikan arahan pada anak buahnya, ekspresi nya yang sedang fokus dan serius membuat nya terlihat semakin tampan. Chareen yang melihat itu hanya tersenyum dan terus memperhatikan nya.


Karena memiliki rasa peka yang kuat, Alegra merasakan jika Chareen terus menatapnya. Dengan segera Alegra melihat ke arah istrinya yang tengah tersenyum itu, melihat itu Alegra pun ikut tersenyum.


"Sangat." Angguk Chareen dengan melingkarkan tangannya di leher Alegra.


"Oh ayolah sayang, jangan menggodaku seperti ini. Kau tahu bukan bahwa aku tidak bisa melakukannya terlalu sering meskipun aku ingin?" Rengek Alegra yang membuat Chareen terkekeh.


"Siapa yang menggoda mu? aku hanya sedang mengisi energi ku untuk kedepannya. Jangan terlalu lelah, makanlah tepat waktu dan....... Jangan melirik wanita mana pun! kembali lah dengan cepat." Peluk Chareen dengan lembut.


"Tentu, kau pun sama. Jangan sampai telat makan, jangan terlalu lelah juga. Aku sudah mengatakan nya pada Claire untuk memperhatikan jadwal makan mu, aku tidak ingin kau dan anak kita sakit." Balas Alegra dengan menghirup aroma Chareen yang sangat menenangkan untuk nya.


"Hmm..... Aku menyayangimu."


"Aku lebih menyayangi dan mencintai mu..... Jagoan papa, tolong jaga mama ya. Papa harus menyelesaikan masalah dulu, jangan nakal dan jangan membuat mama mu susah oke?" Bisik Alegra di perut Chareen.


"Apa sudah terlihat?" Tanya Chareen dengan meraba perutnya yang memang masih datar.


"Belum tapi aku dapat merasakan nya." Senyum Alegra dengan mengecup kening Chareen.


"Hmm, keluarlah..... Sebentar lagi akan lepas landas, apa kau akan ikut pergi di pesawat yang lain?"

__ADS_1


"Ya, aku akan memastikan agar kau aman. Jangan khawatir, kami sudah menyiapkan nya dari semalam."


"Baiklah.... Berhati-hatilah."


"......." Alegra hanya tersenyum sebagai balasan dan segera keluar dari dalam pesawat.


Chareen menghela nafas berat setelah melihat kepergian Alegra, dia hanya bisa berdoa agar Alegra bisa kembali dengan selamat. Meskipun Chareen bisa saja membantu nya namun Alegra tak mengizinkan nya untuk ikut, selain karena Chareen sedang hamil, Chareen juga wanita yang harus Alegra lindungi. Lalu apa gunanya Alegra sebagai suami jika Chareen masih saja bisa melakukan nya sendiri?


•••


"Sudah?" Tanya Bara.


"Ya, kita akan terbang setelah 30 menit dari keberangkatan Chareen." Balas Alegra dengan duduk di samping Bara.


"Oke."


"Bar, apa kita akan ke Jepang langsung untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai nya?"


"Yang sopan! bagaimana pun juga aku adalah paman mu Ale." Kesal Bara.


"Cih, bukankah umur kita juga tak jauh berbeda? dan lagi, sejak kapan kau mempermasalahkan hal ini?" Heran Alegra.


"..... Terserah pada mu, untuk pertanyaan mu tadi... Aku memang ingin mengajak mu kesana setelah memastikan keamanan Chareen dan kak Yuna di sana. Aku akan menempatkan seluruh pengawal untuk terus berada di sampingnya, meskipun mereka harus menyamar."


"Tak perlu, aku sudah mengatur keamanan yang tepat untuk Chareen." Santai Alegra.


"Apa maksudmu?" Heran Bara namun Alegra hanya diam dengan memejamkan matanya.


"Bara, Alegra sudah menempatkan semua anggota inti nya untuk menjaga Chareen." Sambung Arjun yang Ternyata ada di belakang mereka dengan Ricko juga yang nampak terkejut.


"Anggota inti? maksud mu mereka yang jarang sekali terlihat dan kalian keluarkan itu?" Kaget Bara.


"Ya, kali ini Alegra mengeluarkan nya hanya untuk melindungi Chareen dan keempat orang tua nya itu." Angguk Arjun.


"Bisakah aku melihat nya?" Tanya Bara dengan mata yang penuh penasaran, begitu pun dengan Ricko.


"............. Kau juga akan melihat nya nanti." Balas Alegra dengan santai.


Maafkan author yang kemarin tidak update ya kakak kakak semua, author sedikit tak semangat:( mohon dukungan nya yaa

__ADS_1


__ADS_2