
Putri Aurora tersenyum senang sejak tadi setelah mendengar laporan dari bawahan nya bahwa mereka sudah berhasil menangkap Chareen, putri Aurora pun segera kembali ke aula pesta itu berlangsung.
"Terimakasih untuk kalian semua yang sudah berpartisipasi dalam memeriahkan acara ulang tahun saya, baiklah kalau begitu saya akan membagikan haidah yang sudah saya janjikan ini.." Senyum nya.
Julia, yang berada di pojok dekat tihang menatap pita hitam di tangannya. Itu adalah pemberian pelayan, mereka mengatakan bahwa Chareen sedang tidak enak badan.
"Ah kenapa total nya ada sembilan? di mana satu lagi?" Heran putri Aurora dengan menatap mereka.
"Ahh itu, dia mengatakan bahwa dirinya sedang tidak enak badan." Balas Julia dengan tersenyum pada putri Aurora yang nampak tersenyum.
"Astaga, baiklah terimakasih nona. Setelah acara ini selesai saya akan menjenguk nya." Ucap nya dengan penuh arti.
Chaty yang mendengar itu langsung berjalan ke arah Julia, Garel sendiri ikut di belakang Chaty.
"Apa maksudmu Chareen?" Tanya nya pada Julia yang terkejut karena sosok Chaty yang nampak asing itu.
"Mungkin, saya tidak tahu namanya namun dia sangat cantik dan baik." Angguk Julia.
"Ya, dia pasti Chareen. Apa Chareen baik-baik saja?" Cemas nya.
"Entah, saya tidak bertemu dengan nya. Kami hanya bertemu saat di taman."
"Ahh baiklah.." Senyum Chaty dengan menatap Garel yang sibuk memperhatikan tamu wanita yang lain.
DUGHHH
"Apa kau sudah tidak membutuhkan mata mu lagi tuan? jika iya, aku akan dengan senang hati mencongkel kedua mata mu itu!!" Kesal Chaty dengan menginjak kaki Garel yang langsung meringis kesakitan.
Padahal, Garel tidak melihat ke arah wanita. Justru Garel sedang mengingat petugas laki-laki yang nampak familiar itu bagi nya, namun Garel tidak ingat.
"Tidak sayang, aku hanya melihat seseorang yang seperti nya nampak familiar..." Jelas Garel.
"Cihh, kau pikir aku bodoh!" Kesal Chaty dengan ekspresi yang buruk.
Garel yang melihat itu langsung kelabakan, saat Chaty marah wanita itu sangat susah untuk di bujuk dan juga tidak mudah di rayu.
__ADS_1
•••
Alegra tersenyum puas saat melihat Chareen terbaring lemah di atas sofa, mereka baru saja melakukannya. Meskipun Alegra melakukan nya dengan lembut namun tetap saja, stamina Alegra membuat Chareen kewalahan.
Tok tok tok tok
Mendengar itu, Alegra langsung keluar dari ruangannya untuk melihat orang itu yang ternyata Ricko. Ricko sedikit terkejut saat melihat penampilan Alegra yang nampak berantakan dengan tanda merah di sekitar dada nya.
"Hmm tuan, ini pakaian untuk anda dan nona kenakan malam ini. Arjun bilang, dia masih harus mengurus masalah yang hampir selesai." Jelas Ricko dengan menundukkan kepalanya, Ricko tidak polos dengan apa yang dia lihat.
"Terimakasih, setelah ini tolong bawakan makanan untuk kami dan jangan lupakan susu hamil Chareen juga beserta vitamin nya." Ucap Alegra dengan mengambil beberapa paper bag itu.
"Baik tuan." Angguk Ricko dan langsung pamit pergi.
Alegra menyimpan paper bag itu di meja dan kembali menghampiri Chareen, di kecup nya pundak Chareen dengan lembut hingga membuat wanita itu terganggu dari tidurnya.
"Jangan ganggu aku Ale, aku masih lelah..." Kesal Chareen membuat Alegra terkekeh.
"Ayo mandi, bukankah kau ingin segera memberikan kejutan untuk nya?" Goda Alegra dengan mengelus pipi Chareen.
"Wait..."
"Haishh!! iya iya, nah lihat! aku sudah bangun kan?" Kesal Chareen dengan duduk di kursi, rambut nya nampak kusut. Tubuh nya sudah di penuhi tanda Alegra.
"Mandi bersama?" Tanya Chareen pada Alegra dengan mengulurkan kedua tangannya bertanda ingin di gendong.
"Tentu.." Senyum nya dengan mengangkat tubuh Chareen.
•••
Raja Emerald tersenyum senang saat melihat keramaian istana nya yang sedang merayakan pesta ulang tahun putri kesayangannya itu, banyak anak dari kalangan bangsawan yang berteman dengan sosok nya yang ka kenali sebagai putri yang baik dan lembut.
"Salam yang mulia raja Emerald, saya Garel putra kedua dari keluarga Vitton." Ucap Garel dengan tersenyum.
"Ahh ya, ada apa? apa kau perlu sesuatu? jangan sungkan untuk meminta nya." Balas nya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tidak ada yang mulia, saya hanya ingin mengatakan bahwa istana anda sangat megah." Kagum Garel membuat raja Emerald tertawa sumbang.
"Haha tuan Garel bercanda, bukankah kediaman Vitton sangat luas dan megah di bandingkan dengan istana saya yang tidak seberapa ini?"
Garel yang mendengar itu hanya ikut tertawa, apa yang raja Emerald katakan itu memang benar adanya.
Di pertengahan acara tersebut, semuanya di buat diam saat melihat sosok Chareen dan Alegra yang datang dengan penuh pesona itu. Sosok Chareen sangat cantik dengan dress putih nya yang sangat pas di tubuh seksi nya itu.
Memang nampak terbuka tapi jangan lupa, bahwa di negara tersebut memakai dalaman saja sudah hal yang biasa mereka lihat dan mereka lakukan. Bahkan masih banyak tamu yang lain yang memakai pakaian yang lebih terbuka dari pada Chareen.
Tatapan mata Chareen dan Alegra sangat tajam bahkan Alegra menatap raja Emerald dengan penuh misteri, begitu pun dengan Chareen yang menatap putri Aurora yang nampak sangat terkejut.
"Saya tidak menyangka, ternyata anda begitu membenci saya dan istri saya yang mulia." Ucap Alegra dengan suara datar nya.
"Apa maksud anda tuan?" Heran raja Emerald.
"Anda bisa bertanya pada putri anda yang mulia, apa yang sudah ia lakukan sangatlah tidak bermoral!! dari sampul nya memang terlihat indah dan menawan namun tak di sangka, isi dari buku tersebut sangatlah kotor dan menjijikkan!!" Tambah Chareen.
Raja Emerald menatap putri Aurora yang langsung berlari ke arah raja Emerald yang berada di samping Garel, putri Aurora sudah berlinang air mata sehingga membuat semua orang yang ada di sana tak terima.
"Ayah, aku tidak tahu apapun... Dan lagi, aku tidak per...."
"Ukhukk... nona, tolong hentikan... Ini sakit sekali Ukhukk... Saya akan menjelaskan semuanya saya janji, ini semua atas perintah putri Aurora sendiri. Kami hanya menuruti perintahnya, karena jika tidak... Beliau akan mengadu pada yang mulia untuk memecat dan membunuh kami dengan alasan yang tidak pernah kami lakukan..."
"Tidak hanya itu, putri Aurora terus mengancam kami untuk selalu mematuhi peraturan nya... Awalnya saya tidak ingin menceritakan nya pada kalian tapi saya takut jika putri Aurora akan melenyapkan semua keluarga saya sama seperti anggota lainnya yang pernah berontak."
"Saya sangat lega karena kalian sudah mengamankan keluarga saya dan memberinya kehidupan yang layak, putri Aurora akan terus mengincar kalian sebelum apa yang dia inginkan terkabul. Putri Aurora sangat menginginkan kepala kalian berempat, dia ingin kami membawanya saat hari ulang tahunnya nanti. Tapi, tak bisa saya pungkiri bahwa sampai saat ini kami masih belum mengetahui identitas kalian yang sebenarnya..."
"Semua sistem yang akan melacak kalian pasti Ukhukk... Pasti akan eror seketika, karena itu lah beliau tidak pernah tahu siapa kalian sebenarnya. Mungkin, beberapa anggota sudah mengenal kalian saat acara pernikahan kalian dan saat berada di Malawi. Namun, mereka tak pernah membocorkan hal ini sama sekali pada putri Aurora, bagaimana pun juga.... Kami seorang prajurit yang ingin hidup damai, bukan seperti ini...."
"Jadi, saya mohon... Berikan keadilan pada kami nona, tolong katakan pada yang mulia raja Emerald bahwa kami menginginkan kepala putri Aurora sebagai tebusan atas hilangnya ribuan prajurit."
TUKK
__ADS_1
Chareen mematikan rekaman suara tersebut, semua orang yang ada di sana menatap putri Aurora tak percaya. Suara yang keluar dari soundsystem sangat besar bahkan bisa di dengar sampai depan gerbang.
"Jadi, bagaimana putri Aurora yang terhormat? apa anda masih ingin mengelak lagi?" Tanya Chareen dengan tersenyum miring.