Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Tahan


__ADS_3

Setelah acara pemberkatan dan memohon restu pada orang tua, kini Chareen dan Alegra hanya duduk santai di kamar. Mereka akan mengganti kostum lagi.


"Sayang...." Manja Alegra dengan memeluk Chareen dari belakang dan mencium pundak Chareen yang terbuka lebar.


"Ale lepas..." Tolak Chareen, bukan apa-apa karena Chareen takut ketahuan oleh orang-orang yang akan memakaikan gaunnya lagi.


Chareen melirik Alegra yang sedang senyum-senyum seperti orang gila, tiba-tiba saja Chareen merinding di buatnya.


"Ada apa?" Heran Chareen.


"Sayang, malam nanti...."


"Stopp!!!!!" Potong Chareen dengan cepat, dia tahu kemana arah pembicaraan Alegra nanti.


"Aku sudah tidak sabar, aku ingin segera memakan mu!!" Ucap Alegra dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Diam Ale, kau...."


"Eittss, yang sopan sama suami dong sayang..." Goda Alegra dengan menaik turunkan alisnya membuat Chareen mendengus sebal.


Chareen hendak berlalu namun Alegra langsung menahan nya dan memilih untuk mencium bibir nya lembut, Chareen yang mendapatkan serangan mendadak pun hanya bisa diam.


"Akhirnya aku bisa menunjukkan pada dunia bahwa kau milikku sekarang..." Puas Alegra setelah melihat bibir Chareen yang sedikit bengkak olehnya.


"Terserah pada mu..." Chareen sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi, makin kesini sikap Alegra sangat jauh berbeda.


"Permisi nona dan tuan..." Ucap seseorang dengan sedikit malu.


"Masuk saja." Balas Alegra tanpa melihat ke arah nya.


"Baik tuan..."


Perias itu segera membantu Chareen melepaskan gaun hingga yang tersisa hanyalah tangtop dan celana pendek hitam saja yang di padukan dengan stoking yang hampir sama seperti kulit Chareen.


Sebelum itu, Alegra sudah mengusir semua laki-laki yang ada di sana meskipun mereka banci sekalipun tetap saja jati diri mereka itu laki-laki.


"Nona, di bawah sudah ada putri Aurora. Sepertinya dia berusaha menarik perhatian orang-orang..." Ucap Arjun yang masuk tanpa permisi.


Dia terdiam dengan wajah yang memerah, dia bisa melihat betapa indah nya tubuh Chareen yang sekarang sedang membersihkan sisa make nya.


Alegra yang melihat itu langsung menggeram marah, dan segera menarik Arjun pergi dari sana. Entah apa yang mereka lakukan Chareen tidak peduli.


"Nona, sepertinya tuan Alegra sangat mencintai anda. Kami pikir laki-laki dingin dan datar seperti nya tidak akan pernah bisa bersikap lembut, setelah melihat kalian berdua saya yakin bahwa tuan Alegra berubah karena anda."


Chareen hanya tersenyum sebagai balasan, entah kenapa dia mendadak badmood setelah masuk kedalam ruangan ini. Hingga akhirnya Chareen terkejut.


"OH TIDAK!!!!!!" Pekik Chareen membuat beberapa orang yang ada di sana terkejut dan langsung panik.

__ADS_1


•••


"A-aku tidak sengaja.... Kau pikir aku mau melihat nya?" Kesal Arjun karena Alegra menyeret nya begitu saja.


"Cihh, kau pikir aku tidak tahu bahwa kau sempat kagum dengan tubuh istriku hah?" Marah Alegra.


"Itu.... Tubuh istrimu memang bagus, terlebih bagian pinggang dan paha nya yang nampak berotot. Ah tidak....." Arjun segera menutup mulutnya, entah kenapa dia menjadi bodoh dan menjelaskan nya pada Alegra apa yang ia lihat barusan.


"Oh begitu yahh?" Geram Alegra.


"Apa yang kalian lakukan? Arjun segera lah turun, kau awasi para wanita yang mulai mencari masalah dengan putri Aurora." Ucap Bara dengan tegas.


"Ahh baik..." Arjun pergi begitu saja meninggalkan mereka, tapi sebelum itu Arjun menepuk pundak Bara terlebih dahulu sebagai ucapan terimakasih karena sudah menyelamatkan nya.


"Ada apa?" Kesal Alegra pada Bara.


"Apa kau tidak mau berganti pakaian? cepatlah kakak ku sudah menunggu mu." Ketus Bara dan segera pergi lagi.


"Hmm..." Alegra hanya berdehem, dia lupa bahwa dia harus berganti pakaian.


•••


Di aula, semua sedikit heboh dengan kedatangan putri Aurora yang membawa banyak sekali pengawal. Ekspresi nya benar-benar puas karena hal itu sesuai dengan apa yang dia inginkan.


"Mohon maaf, tidak ada yang di perbolehkan masuk kecuali orang tersebut membawa kartu undangan nya." Ucap Arjun dengan tegas.


"Ini bukan di tempat kekuasaan anda nona, silahkan mematuhi peraturan nya. Jika tidak, segeralah tinggalkan tempat ini." Dingin Arjun.


Putri Aurora terkejut bukan main, banyak orang-orang yang memperhatikan mereka. Memang benar apa yang di ucapkan Arjun, mereka tidak di perbolehkan masuk jika mereka tidak mendapatkan surat undangan.


"Kau! Mereka adalah pengawal ku! jika terjadi sesuatu padaku apakah kau akan bertanggung jawab!!" Kesal putri Aurora tidak merasa malu karena para tamu undangan membenarkan ucapan Arjun.


Peraturan di sana memang sangat ketat dan tidak pernah memandang siapa orang tersebut, meskipun itu seorang raja ataupun presiden sekalipun mereka tetap harus mematuhi nya.


"Kau!!!" Geram putri Aurora.


"Ada apa ini?" Tanya seseorang.


Arjun segera membalikkan tubuhnya, dia terkejut bukan main saat melihat orang tersebut. Entah kenapa Arjun menunduk pada nya, meskipun dia menolak nya tapi tubuhnya tidak sejalan dengan apa yang dia pikirkan.


"Ini...." Ucap Arjun dengan melirik putri Aurora.


"Mohon maaf nona, disini semuanya sama rata. Kami tidak memberikan undangan khusus kepada siapapun, jadi mohon anda menuruti peraturan yang berlaku." Ucap nya.


Putri Aurora melihat nya dari atas hingga bawah, nampak berwibawa dan memiliki aura yang besar. Akhirnya mau tidak mau dia pun menyuruh mereka untuk menunggunya di sana.


"Untuk keamanan, disini sangat ketat. Jadi anda tenang saja."

__ADS_1


"Cih..." Kesal nya dan segera masuk setelah memberikan surat undangan nya.


Putri Aurora melihat ke arah semua orang yang kini menatapnya takjub, mau tidak mau putri Aurora pun merubah kembali ekspresi nya.


"Oh hoho.... Apakah kau masih memiliki malu setelah kau meninggikan status mu disini Chat?" Tanya Raini pada Chaty yang hanya cekikikan.


"Aku sangat malu, bahkan jika aku menghilang pun rasa malu itu akan tetap ada." Balas Chaty yang di sertai tawa oleh Claire dan Raini.


Putri Aurora yang disindir seperti itu hanya bisa melotot, dia tidak ingin merusak reputasi nya lagi hanya karena mereka.


"Halo, bolehkah saya gabung?" Tanya seorang wanita cantik dengan senyum manisnya.


Chaty, Claire dan Raini menatap nya. Cantik dan manis, mereka saling pandang kemudian tersenyum canggung.


"Ayo sini..." Ajak Claire dengan memberikan kursi kosong.


"Kau siapa?" Tanya Chaty langsung to the points.


Raini menendang kaki nya hingga membuat Chaty meringis kesakitan, sedang kan wanita itu hanya tersenyum kecil.


"Raisa, aku...." Ucap nya langsung terpotong.


"Sayang? kau disini, aku sudah mencari mu kemana-mana." Panggil seseorang.


Chaty, Claire dan Raini melotot tak percaya. Mereka berdua?


"Ahh kalian, perkenalkan dia Raisa. Kekasihku." Ucap nya dengan mengelus rambut Raisa.


"Astaga, om Bara? kalian?" Kaget Claire yang di balas anggukan oleh Bara.


"Ya, kalian temani dia sebentar yah. Om ada urusan sebentar." Ucap nya.


"Baik." Angguk mereka.


"Ahh berarti kami harus memanggil mu aunty?" Heboh Chaty.


"Ehh tidak perlu hehee, kalian panggil namaku saja." Tolak nya.


"Bolehkah?"


"Tentu." Angguk nya.


"Baiklah Raisa, jadi kapan kau menyusul Chareen?" Tanya Raini dengan menaik turunkan alisnya.


Like like like dongggg


komen jugaaaaa biar rame dan bikin author crazy upp nya hehe.

__ADS_1


__ADS_2