Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Nasihat Chareen


__ADS_3

Saat ini Claire berada di rumah baru Chareen dan Alegra, 5 menit yang lalu dia menghubungi Chareen untuk mencurahkan rasa kesal nya itu dan Chareen dengan senang hati menyetujuinya dan mengatakan bahwa dirinya baru datang ke rumah baru yang belum pernah mereka isi.


"Kau memang benar Claire, laki-laki tidak akan sadar jika ada wanita jala*ng di dekatnya. Mereka akan sadar jika kekasihnya pergi atau mulai menjauh dari nya... Terkadang masalah kecil seperti ini pun harus segera di selesaikan agar tidak menimbulkan masalah yang besar." Balas Chareen setelah Claire menceritakan kejadian nya itu.


Keduanya sedang berada di ruang tamu dengan banyaknya makanan yang tergoletak di meja dan di sekitar tempat yang mereka duduki.


"Ya kakak benar, bahkan dulu kak Ale pun seperti itu. Kenapa laki-laki sangat senang menyimpan wanita murah di sampingnya? apa kakak bisa memecat nya? aku ingin sekertaris yang mendampingi William seperti kak Rain..." Keluh Claire dengan cemberut.


"Kakak sudah tidak ada hak untuk mengurusi masalah perusahaan, tapi meskipun begitu bukan berarti kakak tidak ada hubungannya dengan perusahaan. Aku akan mengatakan nya pada William.... Apakah dia akan sadar atau tidak, tapi aku tidak menyuruh nya untuk memecat wanita itu."


"Baiklah, aku percaya pada kakak..." Senyum Claire dengan menyenderkan kepalanya di bahu Chareen.


"Bagus, tapi jika William memiliki alasan yang logis untuk menerima wanita itu di sampingnya maka yang harus kau lakukan adalah........ Menjadi wanita yang masa bodo dan juga... Jadi lah wanita serigala berbulu domba. Apa kau mengerti maksud ku?" Tanya Chareen.


"Aku mengerti, kakak tenang saja. Ah ya, apa kakak akan pergi ke Inggris?" Penasaran Claire dengan mendongakkan kepalanya menatap Chareen.


"Ya, sore akan berangkat." Angguk Chareen.


"Yahh.... Apa aku boleh ikut kak? kak Garel dan kak Chaty pun akan pergi, sedangkan kak Rain pasti sibuk di kantor karena kak Ale tidak ada. Untuk William sendiri, dia.... Sudahlah, aku tak mau berharap lebih pada nya." Cemberut Claire membuat Chareen terkekeh.


"Kau ingin ikut? aku akan mengatakan nya pada..."


"Tidak! mama bilang kau harus mempersiapkan untuk hari kelulusan mu nanti dan.... Pikirkan baik-baik, kau akan kemana setelah lulus nanti." Tegas Alegra yang turun dengan hanya mengenakan boxer hitam saja tanpa memakai baju sehingga memperlihatkan otot tubuhnya yang begitu menggoda.


"Yahh.... Kak..." Rengek Claire pada Chareen.

__ADS_1


"Aku lupa, bukankah sebentar lagi kau akan lulus sekolah? pikirkan baik-baik, jangan sampai kau menyesal di kemudian hari!!" Angguk Chareen juga membuat Claire kembali cemberut.


"Ck! kalau begitu aku ingin hadiah spesial dari kakak!!" Paksa Claire.


"Baiklah, hadiah apa yang kau inginkan?" Tanya Alegra dengan duduk di samping Chareen dan mengecup pipi nya lembut.


"Haishh bisakah kakak tidak mengumbar kemesraan kalian di hadapan ku? aku tahu aku masih kecil!!!" Kesal Raini dengan mendorong kepala Alegra yang berada di pundak Chareen.


"Kenapa? bukankah kau sudah memiliki pasangan? bermanja-manja lah dengan nya, jangan mengganggu kami." Ledek Alegra.


Claire langsung berteriak kesal pada Alegra dan langsung memukul nya menggunakan bantal sofa yang sebelumnya ia letakan di paha nya.


"Kalian lanjutkan saja, aku ingin mengambil buah dulu di dapur." Pasrah Chareen dengan tingkah laku keduanya yang terus bertengkar itu.


"Nona, di depan ada tuan William..." Lapor salah satu pelayan nya dengan menundukkan kepalanya karena tak berani menatap Chareen ataupun keluarganya yang lain.


Chareen kembali ke ruang tamu untuk menanyakan hal itu pada Claire yang sedang bersandar di pundak Alegra dengan nafas yang ngos-ngosan, begitu pun dengan Alegra.


"Claire, di depan ada William... Apa kau mau menemui nya?" Tanya Chareen dengan memberikan jus jeruk pada mereka berdua.


"Tidak!! kakak bawa aku ke kamar, aku ingin istirahat..." Ucap Claire dengan mengulurkan tangannya pada Alegra yang hanya mengangguk dan segera menggendong Claire, bagaimana pun juga Claire tetaplah anak kecil bagi nya.


"Kalau begitu aku ganti baju dulu." Ucap Alegra juga pada Chareen yang hanya mengangguk.


Setelah kepergian mereka berdua, Chareen mempersilahkan William untuk masuk. Terlihat sosok William yang sangat tampan dengan jas nya yang rapih dan juga..... Chareen mengeryit heran saat mencium aroma parfum yang bukan milik William. Aroma tersebut sangat feminim, bukan merk ternama memang karena aroma nya sangat menyengat.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Chareen to the point.


"Char, itu.... Bisakah aku bertemu Claire? dia salah paham dengan apa yang terjadi di kantor tadi." Jelas William.


"Salah paham bagaimana? sepertinya kau tidak pernah belajar dari kasus ku Will, jangan mengundang masalah jika tidak ingin terjadi masalah. Menempatkan wanita itu sebagai sekertaris mu apa itu sudah benar? carilah sekretaris yang berkelas, seperti Raini contohnya." Kesal Chareen yang entah kenapa dia sangat marah pada William.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, maksud ku.. Gea, dia anak dari tetangga ku dulu. Keluarganya sangat baik padaku dan lagi, kedua orang tua Gea sudah meninggal sama seperti orang tua ku karena insiden itu dan dirinya terpaksa tinggal di rumah paman nya yang selalu menganiaya nya dan bahkan hendak menjualnya ke rumah pelacuran..." Jelas William.


Memang tidak salah menolong nya tapi yang salah adalah cara nya, apa semua laki-laki sudah di butakan oleh sosok jala*ng yang selalu bersikap lemah di hadapannya?


"Apa dengan begitu kau merasa senang? apa kau pernah memikirkan bagaimana perasaan Claire? jika kau tidak sungguh-sungguh dengan nya kenapa kau menjalin hubungan dan bahkan kau juga sudah berjanji untuk menikahi nya nanti.... Bagaimana pun juga Claire sudah aku anggap seperti adik kandung ku sendiri, jika kau berani menyakitinya atau bahkan membuat nya menangis..... Kau tahu sendiri bagaimana kejamnya aku dan Alegra!" Datar Chareen membuat William terdiam dengan terus menundukkan kepalanya karena tak berani menatap Chareen.


"Aku akan mencoba mengatakan hal ini pada Gea agar dia..."


"Sepertinya kau sangat peduli pada perasaan nya ketimbang Claire yang notabenenya adalah kekasih mu sendiri, kau selalu meminta pendapatnya lebih dulu sedangkan pada Claire kau tak pernah menanyakan tentang keputusan nya itu. Apakah otak mu sudah tak berfungsi lagi Will? kau sangat berbeda dari William yang aku kenal dulu."


"Chareen, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya..."


"Apa? apa kau selalu menganggap Claire anak kecil? apa kau pikir Claire tidak akan pernah merasakan sakit hati dengan keputusan yang selalu kau ambil sendiri itu? tidak Will, justru yang ada hanyalah keretakan dalam hubungan jika salah satunya terlalu meremehkan perasaan pasangan. Aku tidak akan menolong mu karena ini masalah mu sendiri, temui Claire jika dia sudah mau kau ajak berjumpa."


"..... Maaf, Aku terlalu gegabah." Ucap William dengan penuh penyesalan.


"Kata maaf mu salah orang, bukan aku yang merasakan sakit nya."


William lagi-lagi hanya diam, ini pertama kalinya dia membuat Chareen kecewa padanya. Biasanya dirinya lah yang selalu menasehati Chareen, tapi sekarang... William merasa malu karena sudah melakukan hal yang tak pernah terpikirkan olehnya sedikit pun.

__ADS_1


Author pikir kalo author ga upp berarti sibuk kalo ga ada terus terusan mungkin author udah ga ada hehe, terimakasih atas doa nya yaaa... Ini semua draf yang udh author bikin karena author dalam kondisi yang kurang memungkinkan.


__ADS_2