Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Penduduk Malawi


__ADS_3

Chareen membuka matanya, tubuhnya terasa sakit dan nyeri di bagian pinggang ke bawah. Di lihatnya Alegra yang masih terlelap dengan tangan yang melingkar di pinggang nya, Chareen tak henti-hentinya mengagumi ketampanan suami nya itu.


"Sayang? bangun...." Panggil Chareen yang membuat tidur Alegra sedikit terganggu.


"Hmm..."


"Bangun, aku akan mandi lebih dulu." Ucap Chareen dengan melepaskan tangan Alegra.


Mau tidak mau Alegra pun membuka matanya dan tersenyum kecil pada Chareen, di kecup nya bibir Chareen singkat.


"Morning baby..." Sapa nya yang di balas anggukan oleh Chareen.


"Mau mandi bersama?" Tawar Chareen dengan melirik Alegra yang tersenyum senyum.


"Tanpa kau tanya pun aku akan melakukan nya.." Ucap nya dengan mengangkat tubuh polos Chareen dan langsung membawa nya ke kamar mandi.


•••


"Kau akan pergi?" Tanya Raisa yang melihat sosok Bara di depannya.


"Hmm, ada tugas penting yang harus aku lakukan." Angguk nya dengan tersenyum kecil.


"Hati-hati.."


"Tentu, jaga diri mu baik-baik.." Ucap Bara dengan mengecup kening Raisa dengan penuh kasih sayang.


Chaty dan Raini saling pandang, saat ini mereka sedang berbincang dengan Raisa tentang masalah yang ada pada diri Chaty. Tanpa sengaja mereka melihat adegan romantis langsung di hadapan mereka, di mana Raini yang melihat itu mendadak sedih karena awalnya dia memang sedikit menaruh hati pada Bara.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Chaty pada Raini yang langsung menunduk.


"Memangnya ada apa dengan ku?" Balik tanya Raini membuat Chaty menghela nafas panjang.


"Tidak ada."


"Apa benar Chareen dan Alegra menambah waktu honeymoon mereka?" Tanya Raini untuk mengalihkan pembicaraan nya.


"Ya, bukankah Claire sudah mengatakan nya?" Balas Chaty dengan meminum jus nya.


"Hhhh... kau tahu? umurku dan Chareen lebih tua diriku tapi sampai sekarang jodohku masih belum muncul..." Cemberut Raini membuat Chaty terkekeh.

__ADS_1


"Tenang saja, jodohmu sudah ada. Dia pasti sedang bekerja bersama Chareen dan Alegra.." Santai Chaty.


Raini terdiam beberapa saat, siapa yang Chaty maksud? hingga akhirnya dia melotot kan matanya dan memukul pundak Chaty yang langsung tertawa itu.


"Apa maksudmu hah!! kau membuat ku tambah kesal Chat!" Kesal Raini dengan memanyunkan bibirnya.


"Hahaa, aku tidak mengatakan siapa orangnya lohh? Apa kau langsung memikirkan Arjun? ohh astagaaa hahaa..." Tawa Chaty semakin menjadi-jadi.


Raini malu bahkan sangat malu karena apa yang Chaty omongkan itu memang benar, kenapa dia langsung memikirkan Arjun? bukankah banyak sekali orang yang berada di samping Chareen?


"Diam!!" Kesal Raini karena Chaty terus saja menertawakan dirinya.


Tawa Chaty langsung terhenti saat melihat seseorang yang ia kenali, begitupun dengan Raini yang langsung menatapnya.


"Bukankah dia putri Aurora? mengapa dia masih ada disini? bukankah dia sudah kembali ke negaranya?" Heran Raini.


"Kau benar, entah kenapa aku merasa hal buruk pasti terjadi pada hubungan Chareen dan Alegra." Angguk Chaty.


"Jangan berlebihan, bukankah kita tahu bagaimana mereka berdua? tapi jika di antara mereka berdua sudah tidak ada kepercayaan satu sama lain lagi maka kemungkinan besar mereka ak..."


"Apa yang kalian obrolkan?" Tanya seseorang dengan duduk langsung di samping Chaty.


"Haishh sudahlah! kau mengganggu kami." Tambah Chaty yang membuat Garel terdiam tak mengerti.


•••


Chareen dan Alegra terdiam saat melihat sosok Bara yang datang dengan..... Raisa? apa mereka tidak salah lihat?


"Hmm Om... Itu..." Ucap Chareen dengan melirik Raisa yang hanya tersenyum kecil.


"Tidak apa-apa, dia sudah tahu bagaimana diriku, kakek juga sudah mengizinkan nya terlebih.. Dia akan berguna untuk kita disana, bukan begitu Al?" Tanya Bara pasa Alegra.


Alegra terdiam beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum kecil dan mengangguk setuju, dia lupa. Bahwa semua yang ada disana laki-laki dan tak ada seorang pun perempuan, jika terjadi sesuatu pada Chareen... Ah itu tidak mungkin karena Alegra yakin Chareen sangat hebat dan kuat.


Mereka melihat suasana disana yang nampak sangat panas dan banyak sekali anak buah mereka yang bertugas dengan pakaian khususnya, Chareen tersenyum puas karena anak buahnya sudah ada di sana sebelum dirinya datang dan sudah mendirikan tenda untuk mereka.


"Apa Om sudah tahu jenis virus yang terjadi pada mereka?" Tanya Chareen dengan penasaran. Bara melirik Raisa yang hanya mengangguk saja.


"Menurut penelitian yang sudah berhasil kami lihat, virus tersebut merupakan penyakit zoonosis, yang berarti bahwa manusia terinfeksi dari kontak dengan hewan yang terinfeksi." Jelas Raisa dengan mengeluarkan sebuah kertas pada Chareen dan Alegra.

__ADS_1


"Jadi, virus ini di sebut virus Lassa? yang berasal dari hewan jenis genus Mastomys, spesies Mastomys natalensis atau pada umumnya dikenal sebagai tikus multimammate?" Tanya Chareen yang di balas anggukan oleh Raisa.


"Benar, Demam Lassa atau Lassa fever adalah penyakit virus akut yang dibawa oleh tikus jenis Mastomys natalensis melalui kotoran atau urine tikus yang terinfeksi. Virus ini merupakan virus hemoragik yang dapat menyebabkan pendarahan." Ucap Raisa dengan menunjukan gambar yang ada pada kertas tersebut.


"Biasanya orang yang terinfeksi virus tersebut akan mengalami demam yang di sebut demam Lassa, gejalanya seperti susah bernafas, kesulitan menelan, Hepatitis, shock, irama jantung tidak normal dan ada beberapa gejala lainnya juga."


Mereka sibuk menjelaskan apa yang di katakan oleh Raisa, Chareen sangat kagum dengan kehebatan Raisa dalam bidang ilmu kedokteran. Bara yang melihat itu tak henti-hentinya mengangumi sosok tunangannya itu.


"Lalu, apa kau sudah menemukan penawar nya?" Tanya Alegra setelah Raisa selesai menjelaskan nya.


"Belum, mereka masih sibuk membuat nya." Balas Raisa.


"Nona...." Panggil seseorang dengan menundukkan kepalanya pada Chareen.


"Ada apa?" Tanya Chareen heran.


"Makanan untuk penduduk Malawi sudah mulai habis karena bertambahnya beberapa anggota tadi, mereka bilang jet yang menampung macam makanan masih belum datang." Jelas nya.


"Ambil saja yang ad..." Ucapan Chareen terhenti.


"Tidak usah, Arjun sudah ada di belakang yang mungkin akan langsung ke lokasi. Kalian sudah boleh kembali." Ucap Alegra.


"Terimakasih." Senyum Chareen yang di balas anggukan oleh Alegra.


Raisa masih tak percaya dengan apa yang ia dengar mengenai Chareen dari Bara, wanita secantik dan seanggun Chareen itu seorang Mafia? terlihat dari mana nya jika Chareen itu seorang Mafia?


Chareen yang merasa di perhatikan oleh Raisa pun langsung menatapnya dan tersenyum kecil, Chareen tahu apa yang ada dalam pikiran Raisa itu.


"Ale, semuanya sudah selesai aku ker.....Jakan..." Ucap Arjun dengan terkejut saat melihat mereka.


"Hmm.." Angguk Alegra.


Arjun terdiam beberapa saat, dia pikir hanya ada Alegra dan Chareen saja di sana. Ternyata ada pasangan lain yang akan membuat nya iri untuk kedepannya, betapa sial nasibnya yang akan melihat keromantisan mereka nanti.


"Apa aku perlu membawa Raini kemari?" Tanya Chareen dengan menepuk pundak Arjun dan membisikkan kata tersebut.


"Apa? kau pikir aku tidak normal?" Kesal Arjun dan langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka yang merasa heran kecuali Chareen yang hanya terkekeh geli melihat tingkah Arjun.


Jangan lupa tinggalkan jejak yah temen-temen, follow juga akun author please 🙏

__ADS_1


__ADS_2