Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Pemilik Luxury Submarine Hotel


__ADS_3

Malam ini, Victor membawa mereka ke tempat yang bisa di sebut sebagai tempat lelang. Tak ada yang bisa masuk kecuali mereka memiliki kartu, oleh karena itu Chareen menyuruh Victor untuk ikut karena bagaimanapun juga Victor sudah tidak aneh dengan Jepang dan memiliki jaringan yang luas.


"Apa kau bisa bertarung?" Tanya Alegra pada Victor yang masih berada di dalam mobil.


"Bisa, tapi tidak sehebat kalian." Jujur Victor.


"Baguslah jika kau sadar." Santai Alegra yang langsung membuat Victor geram namun langsung di hentikan oleh Bara, jika di biarkan maka mereka bisa di pastikan akan telat masuk.


"Sudah sudah!! apa tidak masalah jika kami masuk?" Tanya Bara pada Victor.


"Ya, sebelum kita masuk kita akan di kawal ke ruang administrasi. Nanti di sana kita akan mendapatkan topeng, jangan khawatir.... Tempat lelang ini tidak berpihak pada siapa pun, mereka murni berdiri sendiri. Jadi, identitas dan keamanan di dalam masih menjadi tanggung jawab mereka." Jelas Victor.


"Baguslah jika begitu..."


Mereka berlima berjalan beriringan menuju ruang administrasi, setelah Victor menunjukkan kartu VVIP nya mereka di tempatkan di ruang khusus yang memiliki ruangan kedap suara dengan kaca yang melihat ke arah aula besar.


"Sepertinya mereka yang datang dari berbagai negara, wajah mereka sangat asing." Ucap Arjun yang melihat-lihat tempat sekeliling nya.


"Sepertinya begitu, apa ada barang istimewa malam ini? di mana data-data barang lelang malam ini?" Tanya Alegra penasaran.


"Aku dengar ada, namun aku yakin bagi kalian itu tidak lah terlalu penting." Jelas Victor.


Alegra mengangguk, begitupun dengan Bara dan yang lainnya. Bagi Arjun, Alegra memang mengoleksi banyak sekali kekayaan. Hanya saja, semuanya sudah tidak ada artinya jika Chareen yang masuk ke gudang harta nya.


"Ale, bukankah itu Anthony Accardo? pemilik Luxury Submarine Hotel?" Tanya Arjun dengan menunjuk seseorang dengan pandangan nya.


"Luxury Submarine Hotel? bukankah itu hotel termahal yang berada di St Lucia yang merupakan salah satu negara kepulauan di laut Karibia?" Tanya Victor memastikan.


"Ya, dia memang Anthony. Sudah lama sekali aku tidak melihatnya, di lihat dari kemampuannya..... Barang kali ini benar-benar tidak memuaskan, bagaimana menurutmu?" Ucap Alegra dengan melingkarkan kedua tangannya di dada.


"Hmm, bagi dirinya mendapatkan barang ini tak perlu bersusah payah datang secara pribadi. Sepertinya ada hal lain yang ingin mereka lakukan." Angguk Arjun.


"Apa maksud kalian? Kalian saling mengenal?" Tanya Bara penasaran, begitu pun dengan Victor dan Ricko.


"Hmm... Dia, rekan ku dulu namun setelah kejadian itu kami tidak pernah lagi berhubungan." Ucap Alegra.


"Sepertinya koneksi mu ada di mana-mana Ale." Kagum Bara yang di balas senyum bangga oleh Alegra.

__ADS_1


"Nona Chareen juga saling kenal dengan tuan Anthony." Celetuk Ricko yang membuat Alegra menyemburkan kopi yang baru ia minum itu.


"Apa katamu? bagaimana Chareen mengenalnya?" Tanya Alegra dengan cepat.


"Ya, bagaimana mereka saling bertemu?" Tambah Victor yang langsung di hadiahi jitakan oleh Alegra.


"Kenapa kau sangat penasaran dengan urusan istriku? cari istri sana, jangan ganggu istri orang." Kesal Alegra.


"Oh..."


"Kau!!!"


"Apa kalian tidak bisa akur hah? untung saja ruangan ini kedap suara! jika tidak, kita semua akan langsung di tendang dari sini." Kesal Bara.


"......." Alegra dan Victor langsung terdiam dengan patuh.


"Itu, dulu nona Chareen pernah ada pemotretan di hotel Luxury Submarine. Tuan Anthony juga menawarkan banyak sekali hadiah dan juga barang mewah untuk nona Chareen sebagai tanda terimakasih." Jelas Ricko.


"Benarkah? apa Garel tahu? maksudku apa Chareen pergi ke sana dengan Garel?" Tanya Alegra semakin penasaran.


"Ingatkan aku setelah urusan ini selesai, aku akan menanyakan semuanya pada Jimmy!" Titah Alegra pada Arjun yang hanya mengangguk.


"Jimmy? laki-laki yang selalu di tolak oleh Chareen itu?" Tanya Victor.


"Ya." Angguk Ricko.


Mereka kembali hening dengan pikirannya masing-masing, posisi mereka yang berada di dalam bilik membuat mereka sedikit kesusahan untuk melihat orang-orang yang ada di sana karena kaca yang menutupi bilik itu sangat gelap dan hanya terlihat dari dalam.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


Bara menatap mereka semua, dia menunjukkan ponselnya bahwa Raisa menelpon. Sontak yang lainnya hanya mengangguk saja, karena mereka tidak tahu apakah itu penting atau tidak nya yang jelas mereka harus menghargai nya.


"Halo sayang?" Tanya Bara depan suara pelan nya.


"Kau sedang di mana? apa sibuk?"


"Aku ada di acara lelang sekarang dengan mereka, ada apa?"

__ADS_1


"Ah maafkan aku, aku kira kau sedang luang. Kalau begitu lanjutkan saja..."


"Ada apa? apa ada hal penting yang ingin kau sampaikan hmm?"


"Tidak ada, hanya saja aku sangat merindukanmu...."


"Aku juga, bahkan aku sangat merindukan mu melebihi dirimu sendiri."


"Hhh sudahlah, kau lanjutkan saja. Jika kau luang, jangan lupa hubungi aku kembali oke?"


"Tentu."


Bara kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku, Bara menghela nafas panjang. Jika di hitung, dia sudah lama tidak bertemu dengan Raisa.


"Dia...... Apakah dia orangnya?" Tanya Alegra dengan sorot mata yang tajam saat melihat seseorang yang keluar dari bilik nya dengan topeng rubah yang menutupi wajahnya.


"Ehh benar, aku sering melihat mereka di sini dan... Mereka juga sering bertemu dengan orang yang kau sebutkan tadi, aku sering melihat mereka di restoran Jepang. Hanya saja orang itu nampak berbeda-beda." Jelas Victor.


"Dari segi fisik nya, dia nampak terlatih dan juga kuat. Kita tidak tahu, berapa banyak pasukan yang ada di sekitarnya. Ingat, kita sedang berada di kandang musuh jadi jangan sembarang membuat masalah oke?" Ucap Alegra.


"Apa tidak terbalik? bukankah kau sendiri yang selalu memancing masalah?" Tanya Arjun yang langsung membuat mereka menatap Alegra datar.


Alegra sendiri hanya menunjukkan cengiran nya saja dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, apa yang Arjun katakan memang benar bahwa Alegra sendiri lah yang selalu memancing masalah terlebih dahulu.


"Yang aku takutkan, jika mereka berdua adalah rekan. Menurut nona Chareen, sepertinya tuan Anthony hanya memanfaatkan anggota tanpa nama itu demi kepentingan nya sendiri...." Ucap Ricko dengan serius.


"Bisa jadi, bukankah masalah uang Anthony tidak pernah kekurangan? sepertinya anggota itu lah yang memanfaatkan Anthony, jika suatu saat Anthony jatuh bangkrut mungkin mereka akan membunuh nya juga." Bara hanya diam karena tidak mengerti apa yang mereka katakan.


"Apa maksud tatapan mu itu?" Heran Alegra pada Bara.


"Ahh, aku tidak tahu apa yang kalian bahas. Bisa kalian jelaskan ulang?" Tanya Bara dengan wajah polosnya.


"Akhirnya aku mengerti kenapa kakek memilih Chareen sebagai penerus dari pada dirimu yang anak kandungnya sendiri, aku sangat setuju pada kakek.... Aku menyayangimu kakek." Geram Alegra dengan bangkit dari duduknya.


Bara melirik Arjun yang langsung memalingkan wajahnya, begitupun dengan Ricko dan Victor yang menatapnya seakan tak saling mengenal. Memang apa salahnya? Bara hanya sedikit lengah karena sangat merindukan Raisa.


Jangan lupa like dan komen nya yaa ♥️

__ADS_1


__ADS_2