
Satu bulan berlalu, kondisi Chareen sudah sehat seperti biasa dan Jeff pun tumbuh dengan sehat karena memiliki tubuh yang gembul dan menggemaskan.
"Sayang, bantu aku memegang Jeff. Aku belum bersiap siap...." Repot Chareen karena Jeff tidak mau lepas di gendongan nya.
"Tunggu sebentar, aku sedang memakai dasi." Teriak Alegra yang ada di dalam ruangan ganti.
"Sayang mama, kenapa kau jadi rewel hmm? mama harus bersiap-siap, kalau begitu mama akan membawa mu ke tempat sebelah..." Ucap Chareen dengan keluar dari kamar hotel itu.
Di lorong hotel, Chareen berpapasan dengan tuan Shen yang langsung tersenyum. Sejak kejadian itu, mereka berdua ingin berdamai dengan Chareen dan keluarganya. Tentu saja Chareen tidak menolak itu karena juga tahu itu bukan salah mereka sepenuhnya.
"Ada apa? kenapa kau belum bersiap?" Tanya tuan Shen pada Chareen.
"Jeff sangat rewel, dia tidak mau lepas. Alegra pun masih bersiap..." Jelas Chareen.
"Biat paman yang menggendong nya, kau bersiap lah..." Ucap nya dengan mengambil alih Jeff yang hanya diam.
"Terimakasih paman, kalau begitu maaf karena sudah merepotkan mu." Senyum Chareen yang langsung bergegas untuk berganti pakaian.
Chareen melihat gaunnya yang berwarna putih selutut dengan model tanpa lengan, sangat pas di tubuhnya.
"Di mana Jeff?" Heran Alegra yang nampak terlihat buru-buru itu.
"Dengan paman, kenapa kau memakai jas tidak benar?" Heran Chareen dan segera membantu Alegra untuk bersiap, di rapihkan nya jas yang Alegra kenakan dan juga dasi nya yang dipasangkan ulang.
Setelah itu, Chareen mulai merapihkan rambut Alegra dan menambah kan nya sedikit minyak rambut.
"Maaf karena jarang sekali mengurus mu." Ucap Chareen dengan tulus.
"Tidak apa-apa aku mengerti, harusnya aku yang meminta maaf karena sudah membuat mu lelah..." Balas Alegra dengan memeluk pinggang Chareen erat.
"Tidak apa-apa, ini bukan salah mu. Aku tidak ingin masa kecil Jeff di tanggung oleh baby sitter, aku ingin Jeff tumbuh dalam pengawasan ku." Jelas Chareen.
"Aku sangat beruntung bertemu dengan mu." Cium Alegra di bibir Chareen, mereka berciuman dengan cukup lama sebelum akhirnya Chareen menghentikan ciuman itu saat merasakan tangan Alegra yang sudah tidak bisa lagi di kondisikan.
"Jangan sembarangan, kita sudah terlambat. Sebentar lagi acara akan di mulai, bukankah kau yang akan berjalan dengan Ricko di altar?" Tanya Chareen membuat Alegra cemberut.
"Sudah lama aku tidak menyentuh mu, aku sangat rindu...." Rengek Alegra.
"Tunggu beberapa minggu lagi baru kita boleh melakukannya." Senyum Chareen dengan menepuk-nepuk kepala Alegra.
"Haishhh!!!" Kesal nya dengan menghentak hentakan kaki nya.
"Sudah-sudah, ayo keluar..." Ajak Chareen dengan menggandeng lengan Alegra.
Jika di lihat, mereka seperti sedang berkencan saja karena keduanya tidak terlihat seperti seorang orang tua yang sudah memiliki anak.
__ADS_1
Aula hotel besar itu nampak mewah dan meriah meskipun tidak semeriah pernikahan Chareen dan Alegra dulu, namun ini juga tidak bisa di katakan sederhana.
"Kakak..." Panggil Claire dengan melambaikan tangannya pada Chareen.
Chareen dan Alegra segera mendekati mereka, Claire memeluk Chareen dengan lembut dan sedikit menggerutu.
"Kalian sudah menikah, sebentar lagu kak Raisa pun akan menikah dengan om Bara." Sedih nya.
"Kenapa kau sedih? kau mau menikah juga? tinggal suruh Michael untuk menikahi mu saja..." Ucap Chareen yang langsung mendapatkan pelototan dari Claire.
"Bukan begitu, aku.... Mama dan papa tidak memperbolehkan aku untuk menikah jika belum lulus sarjana." Jelas nya.
"Bukankah itu bagus? kau harus mengenal Michael lebih dalam, begitu pun dengan Michael yang harus tahu semua kepribadian mu. Menikah bukan acara sembarangan yang bisa di mainkan, pastikan kau memilih pasangan yang benar." Jelas Chareen.
"Itu benar, jika sudah yakin satu sama lain maka itu akan mempermudah kalian untuk kedepannya. Pernikahan tidak sama seperti pacaran, di pernikahan kita akan di hadapkan dengan janji dan sumpah yang sakral." Tambah Alegra.
"Kami mengerti..." Angguk Michael dan Claire.
"Di mana Jeff?" Tanya Chareen.
"Jeff dengan kak Raisa..." Balas Claire.
"Ohh itu..." Angguk Chareen setelah melihat sosok Raisa yang sedang berbincang dengan rekannya dan terus menggendong Jeff, sesekali mereka mencubit pipi Jeff karena gemas.
"Kak ayo kita ke ruangan kak Ricko, sebentar lagi acara nya akan di mulai. Om Bara sudah ada di ruangannya..." Ajak Michael.
"Dia sudah di sana sejak semalam." Balas nya.
"Ahh baiklah... Aku ke sana dulu ya sayang, jangan terlalu lelah." Cium Alegra di kedua pipi Chareen.
"Hmm.."
Setelah kepergian mereka, Chareen mengajak Claire untuk menghampiri Raisa dan mengambil Jeff karena takut membuat Raisa pegal. Chareen tahu bagaimana berat nya Jeff sekarang, itu menyusahkan mereka yang menggendongnya terlalu lama.
Chareen sedikit prihatin pada Raisa, padahal mereka akan menikah sejak dulu tapi mereka tunda terlebih dahulu karena Raisa harus menjalani operasi plastik akibat luka nya yang membekas.
Jika saja kejadian itu tidak terjadi mungkin saat ini Raisa sudah mengandung anak Bara, memang takdir tiada yang tahu. Ricko dan Chaty saja langsung mengesahkan hubungan nya setelah mereka mengungkapkan perasaannya masing-masing.
••••
Alegra melihat Ricko yang nampak cemas, di sana sudah ada Arjun, Bara, Victor dan Michael. Untuk yang lainnya, mereka tidak akan mengerti bagaimana rasanya jadi Ricko.
"Minum ini,aku dulu meminum nya saat akan menikah dengan Chareen. Aku yakin, kau memilih untuk melawan musuh yang sulit untuk di kalahkan dari pada harus berada dalam suasana ini bukan?" Tanya Alegra dengan menyodorkan sebuah obat pada Ricko yang langsung menerima nya.
"Terimakasih, aku memang merasakan perasaan yang aneh dan campur aduk. Tubuh ku seakan tak bertulang...." Jelas nya dengan menepuk-nepuk paha nya.
__ADS_1
"Hahaha kau benar, bahkan Bara terus mengejekku karena hal itu. Dia belum merasakan apa yang kita rasakan." Ucap Alegra dengan menatap Bara yang hanya diam dengan kesal.
Tok tok tok tok
"Tuan, acara nya sudah akan di mulai." Ucap seorang pelayan dengan menundukkan kepalanya dengan malu, bagaimana tidak? saat dirinya membuka pintu, dia melihat kumpulan laki-laki tampan semua di dalamnya.
"Ayo..." Ajak Alegra dengan membantu Ricko berdiri.
Yang lainnya berjalan di belakang Alegra dan Ricko, semua para tamu undangan langsung bertepuk tangan saat melihat kemunculan Ricko.
Begitu pun di ujung sana, ada Chaty yang di gandeng oleh Susan karena Chareen tidak bisa, akibat Jeff yang menangis dan ingin minum. Sehingga Chareen hanya berjalan di belakang dengan mereka semua.
Setelah mengantarkan mereka ke altar, mereka kembali turun dan duduk di kursi yang sudah di siapkan khusus untuk mereka. Chareen tersenyum senang saat mereka berhasil mengucapkan janji pernikahan dan sudah resmi menjadi pasangan.
"Aku sangat senang sekali...." Isak Chareen dalam pelukan Alegra.
"Aku juga, semoga kedepannya kita bisa menyaksikan kebahagiaan mereka." Ucap Alegra dengan lembut.
Tidak hanya Chareen yang menangis, tapi yang lainnya juga. Terlebih Claire yang terisak-isak karena dia teringat dengan Raini yang ingin melihat Chaty menikah lebih awal.
Setelah selesai, mereka melakukan sesi pemotretan. Mereka nampak bahagia dalam pengambilan foto tersebut, tidak hanya anggota keluarga tapi para rekan Ricko yang ada di markas pun semuanya turun sehingga memenuhi aula tersebut.
Chareen tertawa cekikikan karena mereka tak terlihat oleh bawahannya yang ingin berfoto juga, hingga akhirnya mereka saling dorong satu sama lain agar kebagian tempat.
"Senang?" Tanya Alegra dengan merangkul pinggang Chareen yang tengah menggendong Jeff.
"Tentu saja." Angguk Chareen dengan melihat mereka yang masih berebut tempat, Chareen dan Alegra bukan nya tidak ikut tapi takut jika terdorong.
"Aku tidak bisa berjanji untuk selalu membuat mu bahagia tapi aku akan berusaha agar kau tetap seperti ini kedepannya.... Terimakasih karena sudah mau menjadi istriku, terimakasih karena sudah mencintai ku lebih dulu dan terimakasih sudah bertahan sejauh ini." Cium Alegra di tangan Chareen.
"Terimakasih juga karena sudah menerima ku dan menjadikan ku sosok ratu di hidup mu, aku sangat beruntung." Peluk Chareen.
"Hoyyy!!! cepat kemari, masih tersisa tempat disini. Cepatlah!!" Teriak Arjun pada Chareen dan Alegra yang hanya tersenyum dan mulai ke sana untuk ikut berfoto.
"1...."
"2...."
"3..... Ciss!!!"
Cekrekk!!!
Mereka melakukan beberapa pose yang lucu, dari yang Arjun yang ternistakan karena tidak memiliki pasangan, Ricko yang di usir karena para bawahan mereka hanya ingin berfoto dengan Chaty, Alegra yang menjadi tukang foto, entahlah.... Semuanya berjalan begitu saja.
^^^Happy ending^^^
__ADS_1
^^^Story'by Nun^^^