
Di sebuah ruangan privat, Chareen sibuk berbincang dengan seorang laki-laki tua yang di perkirakan usianya sama seperti kakek Kim. Untuk Arjun, laki-laki itu menunggu nya di luar karena tidak di perbolehkan masuk oleh Chareen.
"Kenapa kau tak memberitahukan hal ini pada suami mu?" Tanya laki-laki itu dengan heran.
"Bukannya aku tidak mau, hanya saja..... Kakek melarang nya, kakek tidak ingin kami mengusik mereka. Bagaimana pun, mereka sangat kejam dan sadis melebihi Alegra sendiri. Bahkan mereka dapat membunuh orang tanpa pandang bulu, aku dengar jika salah satu anggota mereka ada yang di jadikan seekor anjing." Balas Chareen dengan menatap kakek tersebut.
"Memang benar sih, tapi orang-orang itu sudah berani mengusik kalian. Bahkan kakek mu saja sampai tiada, apa kamu tidak berniat untuk membalaskan dendam nya?"
"Yang benar saja! tentu saja aku ingin membalaskan dendam atas kematian kakek, tapi... Apa kakek tahu? aku menemukan surat di ruangan kakek. Dia mengatakan bahwa aku tidak perlu mencari mereka, karena mereka sudah ada di sekitar ku. Menurutmu, apa maksud kakek menulis surat itu?" Heran Chareen.
"Apa kau yakin kakek mu menuliskan hal tersebut?" Tanya nya dengan ekspresi yang benar-benar terkejut.
"Ya, kakek bisa lihat sendiri." Tunjuk Chareen pada sebuah kertas yang langsung di baca olehnya.
"....... Sebaiknya kau kembali ke negara mu Char, kakek mu sudah memperingati nya. Orang-orang yang membunuh kakek mu berada di sekitar kalian yang artinya..... Dia orang terdekat kalian." Jelas nya dengan cepat.
"Apa? bagaimana bisa? apa dia tahu bahwa kakek memiliki pasukan?" Kaget Chareen.
"Sepertinya memang begitu, apa ada yang tahu mengenai identitas suami mu? jika tidak ada maka itu lebih bagus. Lebih baik mundur untuk mencari keselamatan dari pada maju tapi kalian akan saling kehilangan."
"Sepertinya tidak mungkin untuk mundur, dalam kamus kami tak ada istilah mundur sebelum maju. Akan akan menyelediki siapa orang di balik semua ini, seperti nya dia sangat amat tahu mengenai keadaan kakek."
"Ya, sebaiknya kau selidiki dengan hati-hati. Sepertinya orang itu tahu bahwa kau penerus kakek mu..."
"TIDAK!!!! Tidak ada yang tahu mengenai ini, sepeti nya........ Astaga, om Bara dalam masalah!! aku harus segera kembali kakek. Nanti aku akan menghubungi mu kembali, sampai jumpa." Pamit Chareen dengan segera berlari pergi.
"Hhh.... Beruntung sekali kau memiliki cucu seperti nya, haishh..... Andai saja cucu ku belum menikah, mungkin aku akan dengan senang hati mengantarkan nya pada Chareen. Tidak apa-apa dia menjadi yang kedua, yang penting status cucu menantu tetap ada." Ucap nya dengan menatap kepergian Chareen.
•••
"Sepertinya dugaan mu benar, sinyal yang ada pada Alegra terputus. Sepertinya mereka di serang oleh seseorang...." Tegas Arjun dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Ck, kenapa aku jadi lengah seperti ini?" Gumam Chareen yang membuka ponselnya kembali.
"Halo nona? saya sudah ada di dalam pesawat, ada apa?"
"Cepat putar kembali, tutup semua akses yang ada di markas utama dan sebagainya. Sisakan satu markas yang paling kecil, biarkan tamu datang..." Tegas Chareen dengan mematikan sambungan telepon nya.
Untuk Ricko, laki-laki itu hanya diam dengan ekspresi aneh nya. Bukankah tadi Chareen menyuruhnya untuk pergi? bari setengah perjalanan saja Chareen sudah membutuhkan nya, memang ibu hamil yang aneh!!
"Cepat putar kembali, nona Chareen membatalkan kepergian ku." Ucap Ricko pada pilot yang hanya mengangguk dengan mengangkat jari jempolnya.
"Sepertinya ada yang tidak beres..." Gumam Ricko dengan merebahkan kepalanya di kursi helikopter.
•••
"Bara? apa kau tidak apa?" Tanya Alegra dengan membantu Bara untuk duduk.
Sejam yang lalu, mereka di hadang oleh seseorang berbaju hitam. Mereka meledakkan mobil yang mereka tumpangi hingga mau tidak mau mereka berdua menggulingkan dirinya di jalanan sehingga tubuh dan wajah mereka nampak terluka karena terus bergulir di jalanan yang panas.
"Apa kau bawa pistol." Tanya Alegra lagi.
"Ya, aku selalu membawanya untuk berjaga-jaga..."
"Bagus, kita harus berpencar. Jangan sampai kau terluka...."
"Hmm..."
Dor!!!
"Sial!!" Gumam Alegra saat sebuah peluru melewati mata nya, untung saja dia memiliki ketajaman mata yang cukup dan gerakan refleks yang kuat sehingga tak mengenai wajah nya yang tampan.
"Kenapa kalian selalu mengincar wajah ku? apa kalian iri karena wajahku sangat tampan?" Kesal Alegra dengan menantang mereka.
__ADS_1
"Ehh?" Kaget Alegra saat dirinya melihat seseorang yang amat familiar, orang tersebut berada di dalam mobil dengan menatap nya.
"Dia...." Gumam Alegra dengan mengingat kembali wajahnya yang sedang menggunakan masker itu, meskipun begitu... Alegra tetap merasa bahwa mereka pernah bertemu.
"Sial!!!" Kesal Alegra dengan menembak mereka satu persatu dari jarak yang jauh, ternyata anggota itu sangat lihai dan tak terusik sedikit pun.
"Mereka nampak terlatih, sepertinya anggota yang di jelaskan oleh Ricko itu mereka..... Pantas saja." Ucap Alegra dengan menggigit ujung kaos nya yang ia angkat, karena Alegra ingin mengambil pistol yang lain.
Bara yang melihat itu ingin sekali memukul kepala Alegra, bagaimana bisa di saat genting seperti ini Alegra masih bisa berpose tampan? Bara pernah ingat, jika Alegra pernah mengatakan bahwa dirinya harus terlihat tampan dalam keadaan apapun. Bagaimana jika Chareen melihatnya dalam keadaan jelek? bukankah itu penghinaan bagi nya?
"Sialan! Alegra breng*sek!!" Kesal Bara dengan melemparkan batu kecil pada Alegra hingga mengenai pelipisnya.
"Ada apa? apa kau sudah mau mati?" Tanya Alegra tanpa dosa.
"Oh astaga, kenapa aku memiliki keponakan seperti mu Alegra? dosa apa yang telah di perbuat Chareen sehingga bisa memiliki suami gila seperti mu?" Bara hanya mengelus dada nya dengan lembut, jika terus berhadapan dengan Alegra bisa-bisa dirinya ikutan tak waras juga.
Bunyi helikopter yang muncul di atas mereka menjadi perhatian orang-orang itu, Alegra dan Bara menghela nafas lega karena bantuan telah datang. Hingga akhirnya pertempuran itu semakin menjadi-jadi, mereka menjadi lawan yang sepadan.
Dugh
"Kau memang hebat tapi sayang... Sedikit bodoh!" Gumam Alegra dengan menendang salah satu dari mereka yang mau menyerangnya, mereka akui bahwa gerakan Alegra sangat terlatih. Bahkan, Alegra tahu titik lemah mereka sehingga tak perlu bersusah payah Alegra sudah menumbangkan sebagian dari mereka.
"Sepertinya ini hanya umpan untuk melihat seberapa kuat kita, bukankah ini benar Ale?" Tanya Bara depan mengusap sudut bibirnya yang nampak berdarah.
"Kau benar, ini hanya pancingan untuk mengetahui kekuatan musuh. Bahkan mereka tidak berniat untuk mengeluarkan tuan nya, yang aku lihat bahwa tuannya ada di dalam mobil." Balas Alegra.
"Sepertinya mereka mengetahui gerak-gerik kita, kita harus mengatakan ini pada Chareen. Bagaimana pun juga, dia sangat ahli dalam membuat siasat."
"Hmm.." Angguk Alegra yang masuk kedalam mobil, lalu di ikuti oleh Bara.
Jangan lupa like dan komen nya yaa, author butuh asupan semangat dari kalian.
__ADS_1