
Seperti biasa, Chareen akan terbangun dengan tubuh yang terasa sangat sakit. Di liriknya jam yang menunjukkan pukul 7 pagi, Chareen bisa mendengar suara air di dalam kamar mandi. Sepertinya itu Alegra....
Chareen melihat ponselnya yang menunjukkan banyak sekali file yang belum terbuka, seperti nya itu hal penting dari Ricko. Akhirnya Chareen memakai kembali pakaiannya dan segera menuju kamar mandi yang ternyata ada Alegra yang sedang mencukur kumis nya.
"Morning darling...." Sapa Alegra dengan tersenyum lebar.
"Hmm..." Angguk Chareen yang menyiapkan air di bathtub untuk nya berendam.
"Jam 10 nanti kau akan pulang." Ucap Alegra yang membuat pergerakan Chareen terhenti sekejap sebelum akhirnya mengangguk.
"Apa kau sudah menemukan siapa orang di balik ini semua?" Tanya Chareen dengan merilekskan tubuh nya di dalam bathtub yang di penuhi oleh banyak busa.
"Ada banyak yang ingin aku katakan, kita akan bicarakan hal ini setelah mandi." Senyum Alegra dengan berjalan mendekati Chareen dan mengecup puncak kepala nya.
"Oke..." Angguk Chareen.
•••
Chareen melihat sekeliling kamar nya, di sana sudah tidak ada Alegra. Sepertinya laki-laki itu sedang menyiapkan makanan untuk nya, Chareen melihat penampilan nya yang nampak selalu cantik dan mempesona.
"Sudah?" Tanya Chareen pada Alegra yang masuk dengan nasi goreng di tangannya.
"Hmm..." Angguk Alegra yang mengikuti Chareen untuk duduk di balkon.
"Enak.." Ucap Chareen setelah memakan makanan nya, makanan Alegra memang tiada dua nya.
"Sayang, bolehkah aku minta bantuan mu?" Tanya Alegra dengan penuh harap.
"What?" Chareen masih sibuk makan namun tetap mendengarkan apa yang Alegra katakan.
"Setelah sampai di rumah nanti, bisakah kau menggantikan ku di kantor? seperti nya aku akan sedikit lama disini." Jelas Alegra.
"Oh oke, ada lagi?" Tanya Chareen dengan santai, membuat Alegra tersenyum puas.
__ADS_1
"Tidak ada, hanya itu."
"Oke, lalu katakan. Ada kejadian apa malam tadi?" Chareen menatap dalam Alegra yang hanya menghela nafas berat.
"Semalam, Michael menemukan mayat di danau dengan tubuh yang hancur karena terpotong. Selain itu, ada juga tulisan ancaman di dinding dekat kolam, bahwa aku tak perlu ikut campur. Bagaimana menurutmu? seperti nya orang itu memang benar-benar anggota keluarga mu yang lain, aku sedikit curiga pada seseorang....." Jelas Alegra.
"Aku tahu, kau pasti curiga pada Victor. Benarkan? tapi asal kau tahu, tuduhan mu tak akan membuahkan hasil. Justru Victor lah yang membantu ku kemarin..." Ucap Chareen membuat Alegra mengeryit heran.
"Apa maksudmu?" Heran Alegra.
Saat kau di serang oleh musuh kemarin, Victor lah yang memberitahukan keberadaan kalian pada ku. Dia bilang, ada seseorang yang mengincar kalian saat dirinya berada di rumah makan Jepang. Oleh karena itu dia segera menghubungi ku, kumpulan orang itu sangat ia kenali namun dia masih belum bisa memastikan nya. Malam tadi pun, dia mengatakan sesuatu bahwa dirinya sempat di tahan oleh mereka karena..... Karena mengetahui rencana mereka." Jelas Chareen dengan memberikan ponselnya pada Alegra untuk melihat pesan-pesan itu.
Alegra langsung memeriksa nya, dan ternyata memang benar. Di sana tertulis dengan jelas bahwa Victor sudah membantu mereka, tapi.... Tetap saja di sana tertulis bahwa Victor pun merasa curiga dengan anggota keluarga nya yang lain.
"Jadi, bagaimana menurutmu? aku masih belum tahu jelas anggota keluarga mu yang lain sayang..... Aku memang sempat curiga pada nya, karena dia tidak berada di tempat dan tingkah nya pun sangat mencurigakan.." Elak Alegra membuat Chareen menatapnya tajam.
"Apa gara-gara kau cemburu pada nya sehingga kau terus berpikiran buruk tentang Victor? kau ini benar-benar tak bisa di tebak Ale, kemarin Victor pergi ke restoran Jepang untuk mengadakan rapat dengan bawahan ku karena Victor memang ingin bekerja sama dengan perusahaan papa. Aku tidak bisa datang karena aku malas, lalu malam tadi.... Dia pergi ke bandara untuk mengambil file penting dari asisten ku. Hanya saja, dia sempat di sekap oleh orang-orang itu namun untungnya anggota ku langsung bisa menolong nya sehingga tak terjadi apapun pada nya." Jelas Chareen membuat Alegra terdiam.
"Lalu kenapa kau tak mengatakan nya padaku?"
"......" Diam, Alegra hanya bisa diam. Dia tak berani lagi untuk mengatakan sesuatu di hadapan Chareen yang berhubungan dengan Victor, ternyata benar apa kata Bara. Victor tidak seperti yang dia bayangkan.
"Baiklah, aku akan bertemu Ricko. Kau pergilah...." Ucap Chareen dengan bangkit dari duduknya namun Alegra langsung menahan tangannya dan membawa Chareen untuk duduk di atas pangkuannya.
"Ale, aku mau bertemu dengan Ricko. Lepaskan aku..." Chareen terus berontak dalam pelukan Alegra.
"Sebentar, siang nanti aku sudah tidak bisa bertemu dengan mu lagi untuk waktu yang lama...." Bisik Alegra dengan mengecup pundak Chareen yang terbuka.
"Hhh.... Kau harus janji padaku agar kau baik-baik saja disini, apa kau mengerti?" Tanya Chareen dengan memegang kedua pipi Alegra dan mencium kening nya lembut.
"Aku tidak bisa berjanji sayang, namun aku akan berusaha mengabulkan nya." Alegra tersenyum dengan manis di hadapan Chareen sehingga membuat wanita itu gemas sendiri dengan sosoknya.
"Kau tampan sekali, aku bahkan tidak rela untuk membiarkan mu berkeliaran tanpa aku disisi mu...." Gemas Chareen dengan mengecup seluruh wajah Alegra hingga membuat laki-laki itu terkikik geli.
"Harusnya aku yang mengatakan itu padamu, bagaimana pun juga tidak hanya ada satu atau dua orang laki-laki yang mengejar mu, ada banyak sekali laki-laki yang menginginkan mu... Aku jadi takut, takut jika kau bosan dengan wajahku."
__ADS_1
"Astaga, apa ini pikiran mu Ale? kau tidak sadar bahwa kau sangat tampan? laki-laki mana yang ingin bersaing dengan dirimu yang sempurna ini hmm? aku yakin, sebelum mereka maju mereka sudah mundur lebih dulu......" Goda Chareen.
"Aku tahu aku tahu...." Angguk Alegra dengan menatap Chareen hangat.
Alegra mendekatkan bibirnya ke bibir Chareen, hingga keduanya memejamkan matanya dengan kompak. Namun, saat bibir tersebut sudah saling bersentuhan, mereka terkejut dengan suara bising di depan pintu.
Tok tok tok tok tok
"Nona!!!!!"
Tok tok tok tok tok
"Nona, apa anda sudah bangun?"
Tok tok tok tok tok
"Nona!!! Wake up!!!"
Tok tok tok tok tok
"Nonaaaa........"
Tok tok tok tok tok
"Nonaaaaaa, apa anda lupa bahwa saya tidak jadi pergi?"
Tok tok tok tok
Alegra mengepalkan kedua tangannya dengan wajah yang tertunduk, Chareen sendiri justru hanya terkekeh geli mendengar teriakan nya Ricko yang memang terdengar tidak sopan namun itu sudah terbiasa untuk nya.
"Aku akan pergi, sampai jumpa sayang...." Pamit Chareen dengan mencium kedua pipi Alegra dengan gemas dan pergi begitu saja meninggalkan Alegra yang masih nampak kesal.
"Nona?" Sapa Ricko setelah sosok Chareen muncul di balik pintu.
"Kita bicarakan di ruangan ku..." Ucap Chareen yang di angguki oleh Ricko.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yaa, author butuh dukungan kalian:)