Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Selingkuhan


__ADS_3

Garel mencari keberadaan Chareen namun dia tidak menemukan nya di dalam kamar, hingga akhirnya Garel mencari ke seluruh tempat hingga akhirnya dia menemukan sosok Chareen yang sedang duduk di danau belakang mansion dengan sosok laki-laki yang tengah memeluknya itu.


"Char?" Panggil Garel dengan melirik tajam sosok laki-laki itu yang masih membelakangi nya.


"Maafkan aku, aku tidak seng.......Kakak?" Kaget Garel setelah melihat sosok laki-laki itu yang kini tengah menatapnya tajam dan dingin.


"Apa yang sudah kau lakukan pada istriku?" Tanya Alegra dengan tajam.


"I-itu... Kakak.... Dengarkan aku dulu, aku.... Haishhh!! aku tidak sengaja bersikap acuh padanya tadi, itu semua karena Chareen yang sudah mengganggu di waktu yang tidak tepat. Kakak.... Bukankah kakak mengerti apa yang aku rasakan?" Jelas Garel dengan merengek, namun saat melihat Chareen yang sepertinya baru saja selesai menangis itu Garel menelan ludahnya bulat-bulat.


"Aku akan menyita semua kartu dan fasilitas mu selama satu bulan kedepan, tidak ada tapi tapian!! cepat pergi..." Usir Alegra.


Mendengar itu, Garel mendadak lemas dan pergi tanpa mengatakan apapun. Jika dia terus mengelak maka bisa dia pastikan bahwa Alegra akan menendang nya keluar sehingga dia benar-benar tidak memiliki apapun.


Salah nya sendiri karena sudah menyinggung wanita hamil seperti Chareen, untung saja Alegra tidak menyuruh nya untuk datang ke kantor sebagai anak magang. Jika iya, maka dia akan bekerja tanpa gaji.


Sedangkan di tempat Chareen, Chareen sibuk bermanja-manja dengan Alegra yang tak melepaskan nya dalam pelukan itu.


"Apa sudah membaik?" Tanya Alegra lembut.


"Hmm... Kapan kau pulang? sepertinya masih belum selesai urusan mu di sana." Heran Chareen.


"Ya, kami datang kemari karena ingin mengambil kartu akses untuk masuk kedalam ruangan kakek. Ricko sudah tidak memiliki nya karena kau sudah mengambil nya dulu, mungkin besok kami akan kembali...."


"Ah ya aku lupa bahwa aku sudah mengambil nya, apa Ricko sudah pergi mengambil nya ke markas?" Tanya Chareen penasaran.


"Hmm, mereka menginap di markas malam ini. Kenapa?"


"Tidak ada, apa kau lelah?" Tanya Chareen dengan menatap Alegra lembut.


"Tidak, apa kau membutuhkan sesuatu?"

__ADS_1


"Ya, aku lapar. Bisakah kau membuatkan aku makan yang banyak?" Pinta Chareen dengan penuh harap.


"Tentu saja, ayo...." Ajak Alegra dengan menggendong Chareen, Alegra sedikit kaget saat mengangkat tubuh Chareen. Sedikit berat dari biasanya...


"Sepertinya memang benar jika kau semakin berisi.." Goda Alegra.


"Tidak apa, aku masih cantik dan masih banyak yang mau." Santai Chareen membuat Alegra tertawa renyah.


••••


"Apa yang terjadi pada kalian? apa kalian sering membawa wanita penghibur kemari setelah nona jarang muncul?" Tanya Ricko pada para bawahannya yang sedang dia interogasi itu.


Bukannya takut, mereka justru langsung terduduk di lantai dengan ekspresi menyedihkan.


"Tuan..... Bukankah anda tahu bahwa kami sangat menyukai kedatangan nona? tapi untuk sekarang kami sangat takut tuan...... Nona benar-benar jahat, dia..... Dia.... Tuan, kami mohon... Pindahkan kami ke markas cabang saja, meskipun berada jauh dari kota kami akan menerima nya..." Jelas salah satu dari mereka dengan bersujud di bawah kaki Ricko.


"Apa maksud kalian?" Heran Ricko, begitu pun dengan Bara dan Arjun.


Begitu pun dengan Arjun dan Bara yang langsung menutup mulutnya, terlihat di sana jika Chareen sedang bersantai di bawah pohon dengan para bawahan yang berbaris rapih untuk menghadap nya.


Mereka semua memakai pakaian yang berbeda-beda dan parah nya itu semua pakaian yang sering di pakai oleh laki-laki yang selalu mereka temukan di pinggir jalan, mereka mengantri bukan karena apa tapi karena Chareen yang mendadani mereka satu persatu.


"Tuan.... Bagaimana jika musuh tahu jika kami seperti ini? bukankah mereka akan mati tertawa sebelum kami menyerang nya?" Tanya mereka dengan mengangguk setuju.


"Hmm... Bukankah kalian tahu jika Chareen sedang mengandung dan hal ini sangat wajar bagi nya? tapi, melihat kalian yang seperti itu juga sebenarnya.... Tidak buruk." Ucap Bara dengan menggaruk bibir nya agar tidak tertawa dan pergi begitu saja meninggalkan mereka yang langsung merasa kesal.


"Sepertinya aku harus mengingatkan Chareen untuk memakaikan kalian wig, sepertinya akan sangat cocok." Goda Arjun yang ikut pergi menyusul Bara.


Ricko yang di tatap oleh para bawahan nya pun tidak bisa melakukan apapun, sepertinya tingkah Chareen yang sekarang sangat menyenangkan untuk di lihat. Meskipun terkadang Chareen masih sangat kejam dan tak berperasaan, Ricko tidak bisa membayangkan jika anak Chareen lahir nanti. Seperti apa nanti? apakah lebih kejam dari kedua orang tua nya?


•••

__ADS_1


Alegra mengelus rambut Chareen yang masih terlelap dalam pelukannya, malam tadi Alegra di buat terkejut dengan porsi makan Chareen yang sangat besar. Bukannya Alegra tidak suka hanya saja Alegra takut jika perut Chareen akan sakit, tapi sepertinya tidak.


Tok tok tok tok


Dengan malas Alegra turun dari atas ranjang dan membuat pintu tersebut, terlihat sosok Raini yang berdiri di sana. Raini terkejut bukan main dengan keberadaan Alegra yang ia tahu bahwa Alegra sedang sibuk di luar negeri.


"Tuan? itu.... Apakah Chareen sudah bangun? di bawah ada William yang ingin bertemu dengan nya." Jelas Raini.


"Chareen masih tidur, aku akan turun untuk menemui nya.."


"Baik."


Alegra segera bersiap dan langsung pergi untuk menemui William setelah mengecup pipi Chareen, di ruang tamu terlihat bahwa mereka sedang berkumpul dengan keadaan yang canggung.


"Kakak? kapan kau kembali?" Tanya Claire dengan memeluk Alegra.


"Semalam tapi aku akan berangkat lagi setelah ini." Balas Alegra dengan mengelus rambut Claire.


Alegra duduk di samping Garel yang hanya diam itu, di tatapnya William yang nampak duduk tegak di sana. Masih sama seperti dulu hanya saja kinerja otak nya sedikit menurun.


"Apa yang ingin kau katakan pada istriku?" Tanya Alegra dengan santai namun tatapan mata nya sangat tajam dan penuh penyelidikan.


"Itu.... Mengenai masalah perusahaan." Ucap William yang sesekali melirik Claire yang sedang berbincang dengan Michael, sesekali keduanya tertawa kecil dengan apa yang mereka lihat di ponsel milik Michael.


"Oh ya? sepertinya bukan itu yang ingin kau katakan." Ejek Alegra dengan menatap Claire dan Michael.


"Apa maksudmu?" Heran William, entah kenapa William merasa bahwa mereka semakin jauh dari nya. Tidak hanya Chareen dan Alegra.... Bahkan sahabat nya Chareen pun semuanya kini tengah menatapnya dengan penuh ejekan.


"Ada tamu? kenapa kalian tidak mengatakannya padaku jika ada tamu spesial yang datang...." Ucap Chareen yang baru muncul di balik tangga, Chareen tersenyum pada William setelah dirinya duduk di samping Alegra.


"Tuan William? ada yang bisa saya bantu?" Tanya Chareen dengan formal, hal itu membuat William tersentak. Ini pertama kalinya dia mendengar Chareen berbicara formal pada nya setelah bertahun-tahun tidak seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2