
"Char, mau sampai kapan kau terus seperti ini? aku sudah berjanji pada orang tua mu untuk menjagamu...." Ucap William dengan suara yang begitu menyedihkan.
"Jangan repot-repot untuk mengurusi istriku, sebaiknya kau urus wanita mu lebih dulu." Ucap Alegra dengan datar.
"Char, saat ini kau sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Aku takut jik...."
"Apa kau tidak melihat kami?" Cibir Claire yang langsung membuat William diam.
"Jangan lupakan aku Willi." Ucap Bara yang tiba-tiba datang dengan Raisa yang masih berada di atas kursi roda.
Bara tersenyum pada Chareen dan mengecup pipi nya lembut, hal itu membuat Alegra kesal namun Bara tidak peduli.
"Char, mulai sekarang perusahaan akan berada di bawah naungan ku. Kau tenang saja, aku sudah mengurus semuanya." Ucap Bara dengan mengangkat beberapa dokumen yang ada di tangannya.
Melihat itu Chareen tersenyum, syukurlah jika Bara mau melanjutkan menjadi pemimpin di perusahaan keluarganya. Chareen, meskipun dia peduli pada William tapi Chareen sudah tidak lagi percaya sepenuhnya pada nya tidak seperti dulu, Chareen sangat percaya pada nya.
Terlebih, sekarang William ada wanita penghasut yang sangat susah untuk Chareen singkirkan. Chareen tidak akan lagi melakukan hal itu jika William sendiri yang tidak melakukan nya.
"Lalu, bagaimana dengan kak Willi?" Tanya Gea yang membuat mereka langsung menatap nya.
Bara terkekeh geli mendengar nya, sebelum akhirnya Bara mendekati William.
"Apa tidak cukup memimpin salah satu perusahaan cabang tuan?" Tanya Bara yang membuat William diam.
"Nona harap jaga batasan anda!" Ucap Chaty yang geram dengan sosok nya, ingin sekali rasanya Chaty mencabik-cabik wajah sok polos dan lugu itu.
"Ahh nona Chaty, sepertinya anda sekarang bukan lagi bagian dari keluarga ini upss...." Ucap Gea membuat Chaty diam.
"Meskipun adik kandung ku sudah tiada tapi dia akan tetap menjadi adik ipar ku, apa kau mengerti nona?" Tanya Alegra dengan tegas.
Chaty yang mendengar itu tersentak, ternyata mereka masih menganggap seperti ini. Chareen tersenyum pada Chaty yang ikut tersenyum pada nya, begitu pun dengan Claire yang memegang tangan nya agar tidak tersinggung dengan ucapan mereka.
"Akhhh...." Chareen meringis saat perutnya tiba-tiba menjadi sakit.
__ADS_1
"Apa masih sakit? kalau begitu sebaiknya kita kembali ke kamar." Cemas Alegra namun Chareen langsung menolak nya.
"Tidak Ale, aku ingin bersantai di taman dengan mereka bertiga." Ucap Chareen dengan tersenyum pada Claire dan Chaty.
Gea yang mendengar itu langsung tersenyum lebar, sepertinya Chareen memang sedang kesepian dan membutuhkan dirinya sekarang.
"Baik nona." Senang Gea membuat Chareen mengeryit heran.
"Yang ku maksud bukan kau tapi dia!" Tunjuk Chareen pada Raisa yang muncul dengan terkekeh.
Jawaban ketus Chareen membuat beberapa orang yang ada di sana menahan tawanya, malu! sangat malu. Itu lah hal yang Gea rasakan, dia pikir Chareen menunjuk dirinya ternyata bukan.
"Baiklah, aku akan mengantar mu. Jika kalian sudah tidak ada urusan maka pergilah..." Ucap Alegra dengan mengangkat tubuh Chareen.
Setelah kepergian mereka, Bara memberikan dokumen pada William yang langsung di baca oleh nya.
"Ini, apa maksud nya?" Tanya William heran.
"......." William tidak mengatakan sesuatu, ia hanya diam dengan dokumen kepemilikan perusahaan di tangannya. Meskipun itu sudah lebih dari cukup, tetap saja, merasa jauh dari mereka membuat William enggan.
"Tuan Bara, saya sudah melakukan beberapa casting untuk menjadi model terkenal. Apa anda bisa memasukkan saya ke agensi anda? saya janji saya akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anda." Ucap Gea penuh semangat.
"Apa kau tidak dengar bahwa saya sudah mengurus perusahaan?" Heran Bara, apa mereka tidak menyimak nya? atau... Mereka memang bodoh?
"Ahh itu..." Gea jadi gelagapan di tanya seperti itu, dia pikir Bara masih bekerja sampingan menjadi pemimpin agensi nya.
••••
Chareen, Raisa, Chaty dan Claire duduk di kursi panjang yang sangat lembut dan besar. Mereka diam untuk beberapa saat sebelum akhirnya Chaty mengeluarkan suaranya.
"Char, apa kau sudah baik-baik saja?" Tanya Chaty dengan menyentuh pundak Chareen.
"Apa aku terlihat baik-baik saja?" Balas tanya Chareen dengan tersenyum.
__ADS_1
"Kak Chareen, jangan terlalu bersedih. Ini semua adalah takdir meskipun aku tidak tahu jika hal ini terjadi pada ku mungkin aku sudah tidak ingin hidup lagi." Ucap Claire.
"Benar, tapi kau beruntung.... Memiliki suami yang sangat menyayangi mu, dia adalah support sistem terbaik untukmu sekarang." Senyum Raisa.
"Hhh kau benar, ngomong ngomong.... Jika kita berkumpul seperti ini aku jadi teringat Raini..." Lirih Chareen dengan menatap danau.
"......" Mereka hanya diam karena membenarkan apa yang Chareen katakan.
"Chat! entah kapan waktunya, aku harap kau tidak menutup hati untuk laki-laki yang mencoba masuk kedalam hati mu. Kau masih muda, Garel pasti mengerti akan hal itu....." Ucap Chareen membuat Chaty tersenyum.
"Entahlah, kau tahu? aku sudah bertahun-tahun bersama nya. Bahkan, aku tidak pernah terpikirkan jika akhirnya akan seperti ini. Dia laki-laki hebat dan terbaik menurut ku, aku tidak tahu, apakah masih ada sosok laki-laki sepertinya?" Tanya Chaty pada mereka bertiga.
"Kemungkinan besar tidak ada tapi akan ada laki-laki yang datang dengan kelebihan dan kekurangan nya masing-masing untuk melengkapi hidup mu, kau hebat!" Ucap Raisa dengan menepuk pundak Chaty.
"Meskipun aku tidak ingin kakak dengan laki-laki lain tapi aku juga tidak ingin melihat kakak hidup seorang diri, aku ingin kakak juga bahagia..." Ucap Claire dengan memeluk Chaty.
Chaty tersenyum, entahlah.... Dia belum memikirkan akan kemana setelah ini, mungkinkah dia akan kembali ke negaranya dan melanjutkan karir nya sebagai seorang seniman? yang jelas, Chaty tidak mungkin terus berada di sana.
"Hhhh.... Mungkin setelah beberapa pekan, aku akan kembali ke dunia seni. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Chaty dengan tersenyum.
"Ide yang bagus, kau akan kembali ke negara asalmu?" Tanya Chareen dengan enggan.
"Entahlah, di Itali terlalu banyak kenangan ku dengan nya. Mungkin, jika aku ada di sana aku akan gila!" Chaty tertawa kecil, tapi mereka tahu bahwa itu adalah tawa kesedihan.
"Kak Chat, bagaimana jika kakak di Korea saja? setelah lulus nanti aku akan melanjutkan studi ku di sana, ayolah kakak..... Temani aku ya?" Pinta Claire dengan menggoyangkan tubuh Chaty.
"Benar, bagaimana jika kau dengan Claire? aku dengar Michael memiliki teman yang seorang seniman. Kau bisa sedikit berbincang dengan nya." Ucap Chareen dengan penuh semangat.
"Ya, bukankah kalian bisa menempati mansion milik keluarga Chareen? Bara bilang tempat itu tidak ada yang mengisi nya." Tambah Raisa.
"Ahh aku... Aku akan memikirkan nya nanti." Angguk Chaty.
Dia sangat beruntung bertemu dengan mereka, bagaimana tidak? di saat seperti ini pun mereka masih memikirkan masa depannya padahal kehidupan mereka sendiri pun sedang berduka.
__ADS_1