Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Di balik layar


__ADS_3

Pagi ini Chareen sedang duduk malas di balkon kamarnya, cuaca yang dingin tak membuat nya menyerah. Justru Chareen sangat menyukai rasa dingin itu.


"Sepertinya Alegra benar-benar datang terlambat..." Gumam Chareen dengan meminum susu nya.


Setelah menghabiskan susu tersebut Chareen segera mandi untuk bersiap-siap, takutnya nanti Chaty akan terus mengoceh seperti semalam.


Chaty yang sudah tahu kode sandi kamar Chareen langsung saja masuk, benar menurut nya bahwa Chareen masih berada di dalam kamar mandi. Hingga akhirnya Chaty hanya menunggu nya di tepi ranjang dengan membuka ponselnya.


"Chat, bisa kau benarkan resleting di punggung ku?" Tanya Chareen pada Chaty yang langsung mengangguk.


"Gaun ini cocok sekali untuk mu, apa ini gaun terbaru yang mereka keluarkan?" Kagum Chaty.


"Ya, Alegra sendiri yang memesan nya jauh-jauh hari." Balas Chareen dengan berjalan ke arah cermin.



Itu adalah pakaian yang Chareen kenakan untuk datang ke pesta, aura Chareen memang terlihat sangat mewah dan menawan. Chaty sendiri suka dengan sosoknya yang begitu cantik.


Setelah bersiap-siap, mereka segera turun. Di sana sudah ada supir yang sedang menunggu nya, keberadaan Chareen menjadi pusat perhatian orang-orang yang berlalu lalang di hotel tempatnya menginap.


"Gila!! banyak banget iklan tentang hari ulang tahun putri Aurora, hampir di semua berita muncul dirinya." Heboh Chaty saat mereka sudah ada di dalam mobil.


Chareen sendiri hanya diam dengan sibuk melihat ponselnya, Chareen sendiri sudah tak heran karena bagaimanapun juga putri Aurora sangat di hormati di negaranya.


Sosok Chareen yang nampak anggun dan penuh etika membuat supir itu merasa gugup, ini pertama kalinya dia bertemu langsung dengan istri atasannya. Aura yang di keluarkan Chareen benar-benar membuat nya sesak karena terlalu menawan, dirinya bahkan sempat ragu bahwa Chareen juga merupakan seorang mafia. Di lihat dari sosoknya yang sekarang justru tak ada sedikit pun kekejaman yang ada pada dirinya.


Chareen yang merasa di perhatikan pun langsung melihat ke kaca, Chareen tersenyum miring dan kembali fokus pada ponselnya. Supir tersebut langsung menegang, senyum Chareen hampir sama seperti Alegra.


"Char, aku baru pertama kali melihat perhiasan yang kau kenakan hari ini. Apa ini juga keluaran terbaru dari merk ternama itu?" Penasaran Chaty.

__ADS_1


"Bukan, ini di buat langsung oleh pegawai ku dengan menggunakan berlian asli. Apa kau mau? aku akan membawakan nya untuk mu..." Balas Chareen dengan tersenyum.


"Wahh kau memang terbaik!!" Senang nya, bagaimana tidak? bukankah itu berlian?


Perjalanan yang mereka tempuh tak membutuhkan waktu lama, Chaty langsung keluar dari mobil setelah mereka sampai di istana raja Emerald yang nampak megah dan ramai orang.


Chareen pun keluar dengan anggun, kilatan cahaya mulai memenuhi nya. Chareen sendiri hanya tersenyum kecil pada media yang pasti akan memberitakan nya saat ini juga, begitu pun dengan para paparazi yang terus mengambil pose nya.


Para pengawal langsung mengawal Chareen dan Chaty untuk segera masuk agar tidak terluka karena para wartawan itu yang terus berdesakan. Chaty sudah tak heran dengan reputasi Chareen, bagaimana pun juga Chareen begitu terkenal.


DUGHHHH


Salah seorang pengawal menabrak Chareen dengan pelan, Chareen tak marah karena ia tahu pengawal itu ingin memberikan sesuatu ke tangannya. Sebuah chip kecil yang dapat Chareen genggam dengan mudah dan langsung memasukkan nya ke dalam dompet dengan berpura-pura untuk mengambil kaca.


"Char apa kau baik-baik saja? aku lihat para pengawal tadi seperti sengaja menabrak mu..." Ucap Chaty dengan menatap Chareen dari samping.


"Tidak apa-apa, ayo kita masuk." Elak nya dengan menggandeng lengan Chaty.


"Salam raja Emerald dan putri Aurora, saya Chareen Lee....." Sapa Chareen dan Chaty dengan menundukkan sedikit kepalanya.


"Anda sangat mirip dengan Dong Song, apa anda putri nya?" Tanya raja Emerald dengan penasaran.


"Ya." Angguk Chareen dengan tersenyum kecil, Chareen melirik putri Aurora yang menatapnya sengit namun di sertai senyuman yang ramah.


"Astaga, jangan terlalu sungkan. Kami adalah teman seangkatan, bagaimana kabar ayah mu?" Tanya nya dengan gembira.


"Ayah baik-baik saja..."


"Maafkan saya karena saya tidak bisa datang saat kau menikah dengan putra dari keluarga Vitton."

__ADS_1


"Tidak apa-apa saya memaklumi nya, dan lagi putri Aurora pun sudah datang sebagai perwakilan. Bukankah begitu putri?" Tanya Chareen dengan tersenyum ramah.


"Ahh ya, itu benar ayah..." Balas putri Aurora dengan tersenyum manis.


"Syukurlah, jika bisa kalian berteman baiklah..." Harap raja Emerald dengan menatap kami berdua.


"Tentu..." Kompak Chareen dan putri Aurora dengan niat yang terselubung.


"Lalu di mana suami mu? apa dia tidak bisa datang? dan maafkan saya... Siapa nona di samping mu ini?"


"Dia sahabat sekaligus kekasih dari adik ipar saya Garel, untuk suami saya... Dia ada urusan penting dengan Garel di perusahaan, mungkin mereka akan datang dengan terlambat." Jelas Chareen.


"Kalian sangat akrab ya, Kalau begitu bersenang-senang lah disini. Saya harus menyapa tamu yang lain.." Pamit nya dengan menunduk sedikit pada Chareen dan Chaty yang ikut menundukkan kepalanya juga.


Setelah kepergian mereka, senyuman Chareen langsung lenyap dan tergantikan dengan tatapan datar. Bahkan Chaty sendiri terkejut dengan tatapannya yang begitu cepat berubah, Chaty lupa bahwa putri Aurora adalah lawannya. Wajar saja jika Chareen seperti itu.


"Char aku ingin ke kamar mandi..."


"Baik, ayo..."


Mereka berdua segera pergi ke kamar mandi yang di arahkan oleh beberapa pegawai, Chaty segera masuk kedalam toilet sedang kan Chareen? dia melipatkan kedua tangannya di dada saat seseorang yang berdiri di depannya.


"Bagaimana?"


"Disini aman nona, tak ada cctv ataupun kamera yang ada." Balas nya dengan santai.


"Cepat, apa yang perlu kau katakan?"


"Nona, situasi di luar memang nampak biasa bahkan tak akan ada masalah sedikit pun saat ini. Namun, di belakang layar ini ada sekelompok pasukan yang sudah bersiap untuk membawa nona. Akan ada permainan di taman istana yang sangat luas ini, nanti para tamu yang terpilih akan ikut bermain petak umpat bersama putri Aurora. Yang jelas nona pasti akan terpilih, banyak sekali jebakan di sana dan kami tidak bisa memasuki nya. Begitu pun dengan para laki-laki yang tak bisa ikut masuk, sebelum masuk juga para wanita akan di periksa takutnya membawa barang yang sangat berbahaya..." Jelas nya panjang lebar.

__ADS_1


"Sial!!!" Geram Chareen dengan menggigit ujung kuku nya, bagaimana dia bisa lengah? pantas saja terasa ada yang aneh saat di ruangan tadi. Tak ada satupun bahaya yang ada di sana, ternyata wanita itu pintar juga dalam membuat musuh terkecoh.


Jangan lupa like dan komen nya yaa ♥️


__ADS_2