Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Melelahkan


__ADS_3

Di depan tenda Raisa melihat Chareen dan Arjun yang sama-sama sibuk dengan urusannya masing-masing, namun bukan hal itu yang menarik perhatiannya melainkan banyaknya orang yang berpakaian hitam yang datang dengan helikopter dan semuanya berjumlah banyak. Raisa merasa terkepung dengan kedatangan mereka yang terlihat sangat menyeramkan, namun lagi-lagi Bara menenangkan nya dan mengatakan bahwa itu anggota khusus yang di panggil oleh Chareen.


Bagaimana dengan Alegra? pastinya Alegra juga memiliki anggota khusus seperti Chareen bukan? mungkin itu sangat menyeramkan di bandingkan milik Chareen dan Raisa tak ingin bertemu dengan mereka karena ekspresi mereka tak ada yang ramah.


"Apa kau masih takut?" Tanya Bara depan berdiri di samping Raisa.


"Ya, anggota khusus milik Chareen sangat menyeramkan!! lalu bagaimana dengan milik Alegra? sepertinya itu lebih menyeramkan bukan?" Tanya Raisa dengan mengelus lengannya yang terasa dingin saat matanya tak sengaja bertabrakan dengan salah satu anggota khusus milik Chareen.


"Haha kau benar, hanya saja anggota khusus milik Alegra jarang sekali di keluarkan. Mereka hanya akan keluar jika kondisi yang Alegra hadapai sangat berbahaya, jika masih bisa Alegra hadapi dengan mudah mereka hanya akan terus berlatih dan berlatih saja." Jelas Bara dengan menatap Alegra yang nampak sibuk.


"Astaga, kenapa Alegra bisa menyembunyikan hal sebesar ini dari keluarganya?" Heran Raisa.


"Entahlah, yang jelas Chareen tahu rahasia itu. Mungkin Alegra tidak ingin keluarganya dalam bahaya, bukankah kau tahu selama ini Arjun lah yang selalu menonjolkan diri?"


"Ahh ya aku ingat, mungkin itu untuk mengecoh musuh."


"Hmm..." Angguk nya.


•••


"Bagaimana?" Tanya Chareen dengan datar.


"Sudah nona, kami sudah membersihkan semua berlian yang ada di gua." Balas salah satu anggota khusus itu dengan ekspresi yang tak jauh berbeda dengan milik Chareen.


"Bagus! segera kembali lah ke markas, jangan biarkan kemunculan kalian menjadi pusat perhatian orang-orang kota."


"Baik nona, kami akan pergi secara bergilir dan kami akan melakukan nya tengah malam."


"Apa Ricko sudah mengatakan semuanya pada kalian?"

__ADS_1


"Belum nona."


"Baiklah, Ricko akan menjelaskan semuanya sekarang.." Ucap Chareen dengan memanggil Ricko yang hanya mengangguk saja dan segera menghampiri mereka.


Chareen sendiri memilih untuk duduk beristirahat, setelah lengannya di obati oleh Raisa Chareen merasakan ngantuk yang amat sangat. Bahkan sudah tidak bisa ia tahan lagi hingga tanpa sadar Chareen tertidur dalam posisi duduk di hadapan para anggotanya yang memaklumi hal itu.


"Nona mengatakan bahwa dia sendiri yang akan melelang diamond red itu nanti, tugas kalian hanya menjaga nya dari orang-orang yang serakah. Apa kalian mengerti?" Tanya Ricko dengan tegas.


"Mengerti tuan."


Mereka semua kompak berbicara dalam hati, bukankah nona nya juga sangat serakah? beliau bahkan tidak membagikan Berlian tersebut pada teman-temannya yang ada di sana. Ingin rasanya mereka menangis darah karena memiliki tuan yang sangat menyukai macam-macam berlian, Terlebih di markas banyak sekali macam berlian yang Chareen pasang di setiap sudut nya. Berlian tersebut bernilai puluhan triliun jika mereka menjualnya semua yang ada di lorong.


Tuannya itu memang penggila barang yang berkilau dan memiliki nilai jual tinggi, namun dia tidak menjual semuanya karena sangat tidak rela jika berliannya itu di miliki oleh orang lain kecuali dia membutuhkan dana yang sangat besar untuk keperluan markas maka dia akan menjual nya meskipun demikian perasaan yang tidak rela.


Sang kakek tentu saja tahu bahwa cucu nya itu penggila berlian, oleh karena itu di setiap ada misi yang di dalamnya terdapat berlian maka sang kakek akan memberikan nya pada Chareen.


Ricko mengangkat tubuh Chareen untuk di pindahkan ke dalam tenda, hal itu di lihat oleh Alegra yang sedang berbincang dengan bawahannya. Awalnya Alegra ingin mengambil alih posisi itu namun Arjun mencegahnya, karena bagaimanapun juga Chareen dan Nicko sudah dekat sejak dulu dan hal itu tidak akan membuat Chareen berpaling.


"Tidak masalah, istri ku sangat menginginkan semua berlian itu. Kalian segera cari tahu di mana yang terletak banyak berlian, aku akan membawakan semua berlian itu pada nya.."


"Baik tuan, akan kami cari."


"Hmm, segeralah berkemas. Setelah istriku bangun kita akan kembali ke kota."


"Baik tuan."


•••


Chareen menggeliatkan tubuhnya setelah dia bangun dari tidurnya, terasa ada sesuatu yang melingkar di pinggang nya. Di lihatnya Alegra yang ikut tertidur di samping Chareen dengan posisi yang memeluknya erat, Chareen hanya bisa menghela nafas panjang dan segera melepaskan nya.

__ADS_1


"Bersiaplah, kita akan pulang sekarang..." Balas Alegra dengan mata yang masih terpejam.


"Apa kau sudah bersiap?" Tanya Chareen penasaran, karena Chareen dapat mencium aroma sabun dari Alegra dan wajah nya pun nampak Fresh.


"Ya... Apa kau tidak lihat bahwa suami mu sangat tampan?" Balas Alegra dengan tersenyum kecil pada Chareen yang hanya mendengus.


"Kenapa kau tidak membangunkan ku?" Cemberut Chareen karena jadwal pulang mereka telah di undur hanya karena Chareen tidur. Chareen merasa tak enak pada yang lainnya.


"Tidak apa, mereka semua mengerti..."


Chareen segera beranjak dari atas tempat tidurnya namun Alegra malah memeluk pinggangnya hingga membuat Chareen tak bisa pergi dari sana.


"Ale, lepaskan...!!" Kesal Chareen.


"Apa tangan mu masih sakit?" Tanya Alegra dengan ikut duduk di samping Chareen.


"Hmm, sudah tidak. Luka kecil ini tidak ada apa-apa nya bagi ku..." Balas Chareen dengan menggerakkan tangannya sesuka hati. Bisa Chareen lihat jika Alegra tengah tersenyum aneh, tengkuk Chareen merasa dingin setelah melihat senyuman itu.


"Ale? apa..."


Chareen terkejut saat Alegra tiba-tiba saja mencium bibir nya rakus, Chareen tak bisa melakukan apapun karena pergerakan tubuh nya sudah di kunci oleh Alegra yang nampak seperti orang kelaparan.


Mata Chareen melotot saat merasakan tangan Alegra yang menjalar di punggung nya untuk membuka sesuatu, tangan yang dingin itu kini mulai menyentuh salah satu benda milik Chareen.


"A-ale... Hen-hentikan.... Mereka sudah menunggu kit...Ahhh...." Cegah Chareen saat ciuman Alegra mulai turun ke lehernya.


"Tidak apa, mereka pasti menunggu nya. Jangan menolak lagi, sudah beberapa hari aku tidak menyentuh mu." Balas Alegra dengan suara berat nya.


Chareen hanya bisa menggigit bibir bawahnya saat merasakan hisapan kuat di milik nya, bagaimana bisa Chareen menolak sentuhan suaminya yang kini sudah menjadi candu untuk nya?

__ADS_1


"P-pelan sedikit..." Lirih Chareen.


Alegra yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dalam aktivitas nya yang tak terganggu sedikit pun, beda lagi dengan anggota mereka yang berjaga di sekitar tenda kini mulai menjauh dengan wajah yang memerah. Mereka tidak polos dengan apa yang terjadi di dalam, oleh karena itu mereka menjauh dari pada menjadi anak ayam yang menyedihkan bukan?


__ADS_2