
Alegra terus melirik Chaty dengan tatapan garang nya, Chaty sendiri hanya menunjukkan cengiran nya saja. Namun bisa Chareen pastikan bahwa saat ini Chaty nampak ketakutan di tatap seperti itu oleh Alegra.
"Ale, bisakah kau pergi?" Tanya Chareen dengan tersenyum manis.
"Apa kau mengusir ku karena wanita ini sayang?" Balik tanya Alegra dengan menunjuk Chaty yang langsung melotot.
"Sembarangan! kami sudah memiliki janji lebih dulu, jadi tuan Alegra yang terhormat mohon segera meninggalkan ruangan ini." Kesal Chaty.
"Kau!!" Geram Alegra namun Chaty malah memeletkan lidahnya.
Tingkah keduanya membuat Chareen menggelengkan kepalanya saja, di cubit nya pipi Alegra dengan kencang hingga membuat laki-laki itu meringis.
"Sayang? kenapa kau men..." Manja Alegra hingga membuat Chaty ingin muntah di buatnya.
"Bukankah kau ada urusan hari ini? cepatlah keluar..." Kesal Chareen.
"Baiklah," Pasrah Alegra dengan sedikit cemberut.
Tapi sebelum benar-benar pergi, Alegra menyempatkan waktu untuk mencium bibir Chareen di hadapan Chaty yang langsung melotot kan matanya dengan mulut yang menganga.
"Alee!!!!" Kesal Chareen namun tidak di gubris oleh laki-laki itu yang sudah mulai menghilang di balik pintu.
"Char, itu.... Benarkah tadi itu Alegra?" Tanya Chaty dengan heran.
"Hmm," Angguk Chareen yang mulai melangkah menuju kamar mandi.
"Astaga, dia benar-benar berubah. Ternyata benar apa yang di katakan oleh Claire, Alegra sudah berubah menjadi laki-laki tidak normal!" Gumam Chaty dengan tampang bodohnya.
•••
Alegra melihat hasil karyanya yang baru selesai beberapa menit yang lalu, dia sangat puas dengan tampilan yang begitu sesuai dengan keinginan nya.
"Chef Alegra, apakah sudah selesai?" Tanya seorang wanita dengan tersenyum manis pada Alegra.
"Ya," Angguk Alegra.
"Baiklah, kalau begitu mari ikut saya." Ajak nya.
__ADS_1
Alegra melangkahkan kaki nya mengikuti wanita itu, hingga masuk kedalam sebuah ruangan dengan interior yang begitu mewah dan sempurna. Alegra tidak heran ataupun aneh dengan kemewahan tersebut, justru hal itu membuat Alegra bosan.
"Senang bertemu dengan anda chef Alegra, ternyata benar apa yang di katakan oleh orang-orang bahwa anda sangatlah tampan dan memukau." Ucap seorang wanita yang memakai dress biru langit dengan wajah khas seorang putri.
"Terimakasih atas pujiannya nona." Ucap Alegra dengan ekspresi yang...... Datar.
"Bisakah kau temani aku makan? aku tidak bisa makan jika hanya duduk seorang diri." Manja nya, hal itu membuat Alegra jijik seketika namun dia harus tetap menjaga citranya.
"Maafkan saya nona, saya memiliki banyak pekerjaan yang harus segera saya lakukan." Tolak Alegra.
"Sayang sekali, baiklah.... Sampai ketemu malam nanti." Senyumnya dengan mengedipkan sebelah matanya pada Alegra.
Tanpa membalas sedikit pun Alegra langsung pergi begitu saja, pagi ini Alegra di undang oleh seorang bangsawan Inggris yang kebetulan saat itu mereka sedang berlibur di sana.
Mereka mengundang Alegra secara langsung untuk menyiapkan makan siang untuk putri mereka, Aurora Borealis.
Mungkin bagi orang lain, undangan untuk bertemu langsung dengan putri Aurora adalah sebuah impian namun tidak dengan Alegra yang nampak biasa saja.
Putri Aurora yang melihat kepergian Alegra hanya bisa tersenyum kecil, dia sangat suka dengan sikap Alegra yang berbeda dari laki-laki pada umumnya.
•••
"Bukankah itu nona Chareen? saya dengar semua model yang menjadi korban di bantu oleh nya." Bisik seorang wartawan.
"Benar, semua orang pun tahu akan hal itu. Bukankah nona Lee sangat baik?"
"Ya, dia memang sangat baik."
Chareen duduk di kursi khusus bersama dengan Chaty, itupun karena Chareen yang memintanya agar Chaty bisa duduk di sampingnya.
"Char, seperti nya acara konferensi pers ini sangat besar." Bisik Chaty.
"Tentu saja, nona Windy memiliki citra yang baik selama ini. Bagaimana mungkin dia terlibat dengan kasus ini?" Balas Chareen.
"Benar juga sih." Angguk Chaty.
Saat Chareen dan Chaty fokus pada kegiatan mereka, mereka di kejutkan dengan kedatangan dua laki-laki yang langsung duduk di samping Chaty dan juga Chareen.
__ADS_1
"Hai..." Sapa mereka berdua yang membuat Chareen dan Chaty tersentak.
"Garel? Jimmy?" Kaget Chareen.
"Hehe, kenapa kau terkejut? apa wajah ku semakin tampan dan mempesona sehingga kau sadar bahwa aku jauh lebih tampan dari kakak ku?" Tanya Garel dengan menaik turunkan alis nya.
Chareen sendiri hanya menatapnya dengan tatapan jijik, hal itu membuat Jimmy tertawa cekikikan. Bagaimana tidak? ekspresi Chareen saat Garel mengatakan itu sangatlah buruk!!
"Diamlah! kau membuat ku malu!!" Kesal Chaty dengan memukul kepala Garel yang langsung mengaduh kesakitan.
"Chat, sepertinya laki-laki mu mengalami gangguan jiwa." Celetuk Chareen yang lagi-lagi membuat Jimmy tertawa.
"Aku tahu, sudah sejak lama aku ingin membawa nya ke dokter untuk memeriksa otak nya yang seperti babi ini!!" Balas Chaty dengan melirik tajam Garel yang hanya diam dengan ekspresi kesal nya.
"Sebaiknya kau cepat-cepat membawa nya, agar tidak menimbulkan dampak buruk." Bisik Chareen dengan tersenyum kecil.
"Tentu saja, terimakasih atas sarannya sahabat ku!" Ucap Chaty dengan wajah serius nya, Chareen pun membalasnya dengan tak kalah serius.
Bagi Garel dan Jimmy, mungkin kedua wanita itu lah yang harus di bawa ke dokter.
Kegiatan mereka akhirnya terhenti setelah munculnya sosok Windy yang di apit oleh banyaknya polisi, mungkin mereka sudah melaporkan kasus itu semalam.
Kilatan cahaya mulai memenuhi aula tersebut, banyak desas-desus yang membicarakan Windy. Wanita itu hanya diam dengan menundukkan kepalanya, penampilan nya sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Chareen sangat puas dengan sistem hukum yang ada di negara ini di bandingkan dengan hukum yang ada di negaranya.
Hukum disini tidak pernah memandang siapa pelaku tersebut dan bagaimana kedudukan nya, jika terlibat masalah maka tetap akan di jebloskan ke penjara tanpa menerima suapan apapun.
Tatapan mata Chareen dan Windy bertabrakan, wanita itu langsung menundukkan kepalanya dan tak berani menatap ke arah Chareen.
"Baiklah, sepertinya kasus tersebut masih harus di jelaskan oleh anda sendiri nona Windy. Bagaimana bisa anda melakukan hal tersebut pada rekan-rekan anda? apa anda dalam keadaan sadar saat melakukan nya?" Tanya sang reporter.
"Ya...." Angguk nya.
Aula kembali riuh saat Windy mengatakan hal tersebut, ternyata benar semua tuduhan yang mengarah pada nya itu.
"Saya melakukan itu semua, karena saya tidak ingin mereka mengambil alih posisi saya sebagai ratu model. Jadi..... Saya melakukan nya setiap tahun selama beberapa tahun terakhir ini." Jelas nya dengan menunduk.
"Wahh ternyata benar, lalu sekarang apa target mu itu nona Lee? dan kau tertangkap pun karena nya?"
__ADS_1
Bisa mereka lihat ekspresi ketakutan dari Windy setelah mereka menyebutkan nama Chareen dengan jelas, wajah nya yang semula murung kini berubah pucat dan berkeringat.
Akhirnya mereka tahu dan sadar bahwa itu semua benar, sepertinya Chareen bukan wanita yang mudah untuk di singgung. Mereka sangat penasaran dengan kehidupan Chareen Lee yang tak mereka ketahui itu.