Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Lebih perhatian


__ADS_3

Siang ini Chareen dan Alegra baru sampai Korea tempat yang mereka tuju, setelah melakukan check-in hotel mereka segera masuk kedalam kamarnya. Saat Alegra membuka nya, mereka berdua tercengang dengan keadaan kamar tersebut.


Sama seperti kamar pengantin pada umumnya, Chareen melirik Alegra yang hanya menggelengkan kepalanya saja. Tanpa basa basi mereka pun segera masuk.


Alegra yang sudah merasakan sakit di kepalanya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang di penuhi dengan banyak bunga, Chareen yang melihat itu langsung mengambil minyak oles di tas obat nya.


"Ale, biar aku pijat sebentar...." Ucap Chareen dengan tersenyum.


"Tidak perlu sayang, kau istirahat saja. Aku tahu kau juga lelah.." Tolak Alegra dengan tersenyum manis pada Chareen.


"Tidak, aku tidak lelah. Jadi, sini aku pijat." Paksa Chareen hingga akhirnya mau tidak mau Alegra pun hanya bisa menuruti nya.


"Jika kau lelah berenti saja, jangan memaksakan diri oke? aku tidak ingin kau terluka...." Lirih Alegra dengan mencium tangan Chareen.


"Baik." Angguk Chareen dengan pasti.


Alegra mulai membuka pakaian hingga yang tidak tersisa hanyalah boxer hitam nya saja, Alegra terbaring dengan posisi menelungkup.


Melihat itu, Chareen langsung mulai memijat pundak Alegra dan terus merambat hingga menyeluruh.


"Apakah nyaman?" Tanya Chareen pada Alegra.


"Sangat, sangat nyaman sekali. Terimakasih sayang..." Tuluj Alegra dengan suara serak nya.


"Hmm...."


Satu jam berlalu, dapat Chareen dengar suara dengkuran Alegra yang membuat Chareen tenang. Chareen pun berhenti memijat nya dan segera mencuci tangan, setelah selesai Chareen memilih untuk mandi dan memesan makanan untuk sore nanti.


Karena tidak ada pekerjaan lain, akhirnya Chareen memilih duduk di atas ranjang dengan bersandar pada kepala ranjang. Chareen sibuk melihat-lihat ponselnya dan salah satu tangannya terus mengelus rambut Alegra yang terasa sangat lembut.


Tanpa Chareen sadari, ternyata Alegra sudah terbangun dari tidurnya dan terus menikmati kelembutan dari Chareen.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Halo?" Chareen terheran-heran dengan seseorang yang menelfon nya itu.


"......"


"Oke."


"....."


"Tidak perlu, aku tidak menginginkan nya."


"...."


"Hmm."

__ADS_1


Chareen kembali mematikan sambungan telepon tersebut, hingga akhirnya Chareen terkejut saat melihat Alegra yang tengah menatapnya.


"Astaga, kau membuat ku terkejut Ale..." Kesal Chareen.


"Siapa tadi?" Tanya Alegra dengan merebahkan kepalanya di paha Chareen.


"Bawahan ku, mereka mengatakan jika ada lahan kosong di wilayah selatan yang akan di jual. Apa aku menginginkan nya atau tidak, aku balas ya tidak karena aku tidak membutuhkan nya." Jelas Chareen dengan mengecup kening Alegra.


"Apakah dekat dengan markas mu?" Tanya Alegra dengan serius.


"Hmm, lumayan. Kenapa?" Heran Chareen.


"Aku ingin membelinya untuk di jadikan markas cabang, apa kau keberatan?" Tanya Alegra serius.


"Ehh... Kau bilang saja pada kakek, karena daerah tersebut berada di wilayah kekuasaan kakek. Aku tidak berhak mengatakan iya atau tidak nya..." Jujur Chareen.


"Kenapa tidak ke ketua mu?" Heran Alegra.


"Hhhh.... Peraturan kakek itu sangat aneh, semuanya ia serahkan hanya pada seorang cucu!! Jadi, aku belum mendapatkan hak ku jika aku belum memiliki anak." Jelas Chareen.


"Ahh seperti itu ternyata, baiklah. Tapi aku akan menanyakan nya pada kakek untuk membeli tanah itu, aku ingin tahu bagaimana kau bertugas di sana." Tutur Alegra.


"Oke, semoga kakek memberikan nya. Tapi, jika kau ingin membuat markas sepertinya kakek akan menolaknya. Kau tahu sendiri bagaimana di sana, tapi jika kau menggunakan tanah itu untuk membuat sesuatu selain markas, mungkin kakek akan mengizinkan nya."


"Ahh aku tahu, kau tenang saja. Aku pasti mendapatkan lahan itu..." Senang Alegra dengan tersenyum-senyum.


Tok tok tok tok


"Aku akan membuka nya, sepertinya itu makanan yang aku pesan." Ucap Chareen dan segera turun dari ranjang.


Benar saja, itu adalah makanan yang Chareen pesan. Pelayan tersebut berjumlah 5 orang, 3 wanita dan 2 laki-laki. Mereka sangat menghormati Chareen karena merasakan tahu siapa Chareen itu.


Namun, saat para wanita itu tak sengaja melihat ke arah Alegra mereka langsung tersentak dan segera menundukkan kepalanya. Mereka tidak ingin di ketahui oleh Chareen jika mereka tergoda oleh sosok suaminya itu.


Tanpa mereka sadari, Chareen sudah menyadari hal itu terlebih saat ini Alegra hanya menggunakan boxer saja dengan dada yang terekspos sempurna.


"Terimakasih.." Tulus Chareen pada mereka semua.


"Sama-sama nona, kalau begitu kami permisi..." Pamit nya dan segera keluar dari kamar Chareen.


"Apa kau sengaja menggoda mereka hmm?" Tanya Chareen dengan kesal.


"Tidak sayang, kau tahu sendiri aku sedang duduk disini." Balas Alegra dengan sungguh-sungguh.


"Cih.. Ayo makan." Ajak Chareen yang di balas cengiran oleh Alegra.


Chareen memberikan suapan pertama untuk Alegra yang sedikit terkejut itu sebelum akhirnya menerima nya.

__ADS_1


"Terimakasih sayang..." Senang Alegra.


"Hmm.." Angguk Chareen yang terus menyuapi Alegra.


"Kau tidak makan?" Heran Alegra yang melihat Chareen terus menyuapi nya.


"Aku sudah saat kau tertidur, awalnya aku ingin membangunkan mu tapi melihat mu tidur nyenyak aku tidak mau mengganggu mu." Jelas Chareen.


"Maaf, lain kali bangunkan saja aku oke?" Ucap Alegra dengan memegang tangan Chareen.


"Baik." Angguk Chareen.


Alegra hanya diam dengan Chareen yang terus menyuapi nya, entah kenapa sikap Chareen sekarang semakin lembut padanya.


"Minum obat." Ucap Chareen dengan memberikan obat tersebut pada Alegra setelah selesai makan.


"Hmm..." Pasrah Alegra dan segera meminumnya.


"Apa kau mau jalan-jalan?" Tanya Alegra dengan menatap Chareen yang sibuk membereskan bekas makan tadi.


"Besok saja, kau masih belum sembuh." Ucap Chareen dengan santai tanpa melihat ke arah Alegra.


"Maafkan aku..." Lirih Alegra yang tak enak karena harus membuat Chareen terus berdiam diri di kamar.


"Tidak apa-apa." Senyum Chareen dengan kembali duduk di samping Alegra.


Chareen memeriksa suhu tubuh Alegra yang masih terasa demam, namun Alegra malah memeluk nya dengan lembut.


"Ada apa hmm?" Tanya Chareen dengan mengelus rambut Alegra.


"Aku ingin...." Lirih nya.


Deg!


Chareen meneguk ludahnya bulat-bulat, entah kenapa tubuh nya terasa panas dingin mendengar ucapan Alegra.


"T-tapi kau sedang sakit..." Balas Chareen dengan gugup.


"Aku kuat!" Tegas Alegra dengan menatap Chareen dalam.


Chareen sendiri hanya bisa diam saat Alegra mencium bibir nya dengan lembut, dapat Chareen rasakan hawa panas dari Alegra. Chareen sendiri tak mampu untuk menolaknya karena tidak tega dengan suaminya itu.


Tok tok tok tok tok


Chareen langsung mendorong tubuh Alegra lembut hingga membuat Alegra mendecak sebal, entah kenapa banyak sekali halangan yang mengganggu mereka berdua.


Chareen segera membuka pintu kamarnya, ternyata mereka adalah petugas hotel yang akan mengambil bekas makan Alegra tadi. Chareen lupa bahwa tadi dia sempat menghubungi nya, setelah memberikan tip untuk mereka barulah Chareen kembali pada Alegra.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen dong, episode selanjutnya adalah bagian yang di tunggu-tunggu hehee selamat menunggu kembali teman-teman.... Jika ramai author akan upp dengan cepat!! jadi semangat buat komennya ❤️


__ADS_2