
Pagi ini Chareen sudah cantik dan siap untuk berangkat ke kantor, bukan miliknya melainkan milik suaminya.
Ada satu hal yang membuat Chareen sedikit heran, di sekitar rumahnya ada banyak orang yang tak ia kenal satupun. Di tanya oleh dirinya pun mereka hanya diam dan terus berdiri seperti patung, namun Chareen yakin di seluruh tubuhnya terdapat banyak senjata untuk berjaga-jaga.
Hingga akhirnya Chareen nyerah untuk penasaran setelah tahu bahwa mereka adalah bawahan Alegra, hingga terbesit dalam diri Chareen bahwa mereka adalah anggota inti milik Alegra yang jarang di ketahui itu.
Mereka jarang sekali bicara, tapi tindakan yang mereka lakukan sangat cepat dan tanggap. Mereka seperti robot, atau memang benar? di lihat dari cctv yang Chareen lihat mereka tidak pernah meninggalkan tempat nya berjaga.
"Terimakasih." Ucap Chareen dengan tulus saat salah satu dari mereka membukakan pintu mobil nya, Chareen ingin membawa mobilnya sendiri yang berwarna putih.
"......" Lagi-lagi mereka hanya diam, Chareen sudah tidak peduli dengan hal itu dan langsung bergegas meninggalkan mansion milik keluarga Vitton. Namun, ternyata di belakang mobil nya ada 3 mobil lain yang mengikuti nya, hal itu membuat Chareen menghela nafas berat.
Di ambilnya ponsel milik nya yang ada di dalam tas, di tekannya tombol yang bertuliskan nama suaminya. Setelah beberapa saat menunggu barulah terdengar suara balasan di sana.
"Halo sayang? why? apa kau baik-baik saja?" Tanya Alegra dengan suara seraknya, sepertinya Alegra baru bangun.
"Apa kau baru bangun?" Tanya Chareen basa basi.
"Ya, aku belum tidur dari semalam. Ada apa? apa kau membutuhkan sesuatu?"
"Aku hanya ingin bertanya, apa orang-orang aneh yang ada di rumah ku dan selalu mengikuti ku itu milik mu? mereka terlihat sangat aneh dan........ Menakutkan." Jujur Chareen.
"Ah itu, ya mereka memang bawahan ku. Tenang saja, mereka tidak akan menyakiti mu. Kau akan aman bersama mereka...."
"Apa kau tidak mau jujur padaku? bukankah mereka anggota inti yang jarang sekali kau keluarkan itu?"
"Hmm, mereka memang anggota inti yang jarang sekali aku keluarkan. Wajar jika mereka sangat aneh, kau pasti tahu bahwa mereka bukan manusia."
"Astaga Ale, jika kau mengatakan ini sejak kemarin mungkin aku tidak ak......... Akhhhhhhhhhh!!!!"
Chareen membanting setir mobil ke arah berlawanan saat mobil besar di depannya tengah oleng dan masuk kedalam jalur yang Chareen lalui. Untung saja di jalur lain jalanan nampak sepi sehingga tak terjadi apapun pada Chareen saat memotong jalan lain.
__ADS_1
"Halo sayang? apa kau tidak apa-apa? apa kau terluka? halo? sayang apa kau mendengar aku? sayang? oh astaga....... Chareen, hey apa kau mendengar ku sayang?" Panik Alegra di sambungan telepon nya.
Chareen yang masih mengatur nafas segera mengambil ponselnya yang terjatuh, Chareen segera mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa dan langsung mematikan sambungan teleponnya karena tidak ingin Alegra khawatir.
"Nona?" Sapa salah satu bawahan Alegra di balik kaca, mereka segera mengerubungi Chareen yang nampak lemas itu.
"Hah astaga.... Apa ini hari sial ku?" Gumam Chareen dengan meminum air yang sudah tersedia di dasboard mobil nya.
Di lihatnya mobil truk yang masuk kedalam jalur jalannya itu, mobil itu jatuh terguling dengan asap yang mulai mengepul. Chareen tidak bisa membayangkan jika mobil truk itu menghantam mobil nya, mengingat itu tubuh Chareen menjadi lemas seketika.
"Kau bawa mobilku..." Perintah Chareen pada salah satu dari mereka, Chareen memilih untuk menenangkan dirinya yang masih sedikit shock.
•••
Alegra menghubungi salah satu orang kepercayaan nya untuk menanyakan keberadaan Chareen, mendengar bahwa Chareen hampir di tabrak oleh mobil truk, Alegra menjadi tidak tenang.
"Selidiki semuanya, aku merasa ada yang janggal dengan hal ini." Ucap Alegra dengan menutup ponselnya.
•••
"Selamat datang nyonya." Sapa mereka dengan menundukkan kepalanya pada Chareen.
"Ahh ya, kalian sudah tahu bukan kedatangan saya kemari?" Tanya Chareen.
"Sudah nyonya."
"Oke, kalau begitu saya permisi." Pamit Chareen dengan tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanan nya.
Awalnya Chareen ingin bareng dengan Raini namun Raini bilang tidak bisa, dia akan datang sedikit terlambat karena ada urusan keluarga. Jadi nya hanya Chareen yang datang.
Melihat ruangan Alegra yang sudah pernah ia datangi sebelum nya membuat nya tak heran, Chareen melihat banyak sekali tumpukan dokumen yang harus ia kerjakan.
"Banyak sekali, sepertinya aku harus membawa nya pulang." Gumam Chareen dengan segera melihat-lihat dokumen tersebut.
__ADS_1
•••
Arjun memakai jaket anti peluru untuk berjaga-jaga, begitu pun dengan yang lainnya. Mendengar Chareen yang hampir tertabrak mobil truk membuat Arjun sedikit menyesal karena tidak ada di sampingnya, namun Arjun ingin membatasi pergerakan nya agar tidak sering dekat dengan Chareen.
Melihat Alegra yang masih bersikap normal padanya membuat Arjun sedikit tak enak hati, Arjun tahu bahwa sebagai orang yang sangat dekat dengannya membuat Alegra sangat mudah untuk mengetahui perasaan nya.
"Apa kau bisa menembak?" Tanya Alegra pada Victor.
"Ahh itu..... Tidak, aku tidak pernah memegang benda seperti itu." Jujur Victor.
Alegra yang mendengar itu sedikit terkejut, seharusnya Victor mengerti cara menggunakan nya. Sebagai seorang Presdir bukankah dia harus berjaga-jaga? mereka tidak tahu kapan bahaya akan datang.
"Astaga, bagaimana mungkin? meskipun kau tidak mahir setidaknya bisa menembak nya dengan tepat!! ada dua jam lagi sebelum kita berangkat, kau ikut aku berlatih!" Geram Alegra.
"Ohh oke.." Patuh Victor dengan mengikuti Alegra pergi.
Bara, Arjun dan Ricko saling tatap. Mereka hanya tersenyum kecil, sikap Alegra dan Victor memang tidak bagus tapi keduanya sangat kompak jika mereka lihat.
"Alegra memang seperti itu, dia akan secara terang-terangan memperlihatkan sikap tidak suka nya pada seseorang tapi bukan berarti dia membenci nya." Ucap Arjun.
"Aku tahu, Alegra memang sangat baik meskipun dia sedikit tak berperasaan." Tambah Bara.
"Apanya yang sedikit? jika tidak tahu maka jangan katakan!" Celetuk Ricko yang sudah mulai tahu dengan sosok Alegra, Bara mengatakan jika Alegra sedikit tak berperasaan. Jika saja Bara melihat bagaimana cara penyiksaan Alegra, mungkin Bara tidak akan pernah mengatakan jika Alegra baik meskipun itu hanya sedikit.
"Hahaha kau benar.." Tawa Arjun dengan menepuk pundak Alegra.
"Terserah kalian, ngomong-ngomong.... Apa kau bisa menjelaskan bagaimana anggota inti yang Alegra miliki? jujur saja, aku ingin sekali melihat nya." Ucap Bara penasaran.
"Seperti manusia pada umumnya hanya saja...... Mereka sedikit berbeda, mereka tidak akan bicara yang tidak penting, mereka tidak makan, tidak mandi, tidak minum namun mereka harus di istirahat kan setiap satu Minggu sekali selama satu hari full." Jelas Arjun.
"Benarkah? sepertinya sangat aneh, apa dia bukan manusia?" Tanya Ricko dengan heran.
"Ya, dia robot yang Alegra ciptakan saat sekolah dulu. Mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan tahan akan peluru, mereka tidak akan mati meskipun salah satu dari bagian tubuhnya hilang. Hanya saja, mereka tidak akan mendengarkan apa kata orang lain selain Alegra sendiri." Ucap Arjun dengan menunjukan foto di mana robot robot itu berada di sekitar kediaman Vitton.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yaa ♥️