
Para pengawal yang berada di tenda mereka sibuk membicarakan tentang berlian itu, mereka tak menyangka jika pemimpin mereka yang mendapatkan nya. Mereka ingin segera menyelesaikan permasalahan ini karena Chareen akan memberikan mereka waktu liburan untuk bersenang-senang dan juga di berikan uang yang mungkin dapat membeli sebuah rumah mewah.
"Nona Chareen memang tidak pernah pelit mengenai uang, tiga bulan sekali kami di berikan libur selama satu minggu untuk pergi bersenang-senang, semuanya sudah di tanggung oleh nona Chareen." Ucap salah seorang bawahan Chareen.
"Wahh benarkah? sayang sekali, tuan Alegra jarang memberikan kami libur. Namun uang yang dia berikan sangat besar."
"Bersyukurlah kita karena memiliki tuan yang sangat baik meskipun kejam, karena orang lain belum tentu menghargai nyawa kita."
"Kau benar, mulai sekarang kita adalah keluarga. Jika kalian memerlukan sesuatu jangan sungkan untuk menghubungi kami."
"Tentu saja, tuan Alegra maupun nona Chareen adalah bos kita mulai sekarang."
"Benar..."
Arjun dan Ricko yang tak sengaja mendengar itu hanya bisa tersenyum, biarkan orang lain menganggap mereka jahat dan tidak berperasaan. Mereka bebas berpendapat, yang jelas mereka senang dan bahagia bisa berada di lingkungan Chareen dan Alegra.
"Bagaimana dengan tuan mu?" Tanya Ricko dengan melepaskan pakaiannya untuk di ganti.
"Sudah membaik, hanya saja Alegra masih belum bisa bergerak bebas. Staminanya sudah terkuras habis-habisan." Balas Arjun dengan santai.
"Syukurlah, sebentar lagi kita akan segera naik ke atas bukit. Jangan lupa membawa cadangan peluru, kita tidak pernah tahu bagaimana bahaya di depan." Peringat Ricko pada Arjun.
"Tentu saja, kau pun jangan lupa untuk memakai jaket anti peluru." Balas Arjun dengan memperingati Ricko juga.
"Baik,"
Sedangkan di tenda milik Chareen, Chareen sibuk menyuapi Alegra makan. Awalnya Alegra menolak makan jika Chareen masih keukeuh untuk pergi tanpa dirinya tapi Chareen tetaplah Chareen, dia akan mengupayakan segala cara untuk membuat Alegra tunduk.
"Kau harus hati-hati, jangan sampai kau terluka sedikitpun." Ucap Alegra yang masih terbaring.
"Tentu saja, kau juga baik-baik disini. Aku sudah menyuruh beberapa anggota untuk menjaga mu disini, kebetulan tadi malam Arjun segera menghubungi bawahannya untuk berjaga, takutnya apa yang aku khawatirkan terjadi."
"Apa kau tidak bisa diam disini saja? aku semakin khawatir jika kau tidak berada dalam pengawasan ku." Alegra berusaha menahan Chareen untuk tetap di sampingnya, tatapan matanya memang penuh rasa cemas.
__ADS_1
"Sayang, kau tahu bukan kenapa aku di perintahkan kesini oleh kakek? aku akan segera menyelesaikan permasalahan disini, aku ingin segera pulang." Lembut Chareen dengan memegang tangan Alegra.
"Tapi...."
"Tidak akan terjadi apapun padaku, kau tenang saja..." Senyum Chareen membuat Alegra menghela nafas berat dan segera memalingkan wajahnya ke arah samping.
"Ale... Apa kau tidak percaya padaku?" Tanya Chareen dengan memegang pipi Alegra yang terasa sangat hangat.
"Aku percaya, bahkan sangat percaya padamu. Tapi, aku tidak bisa memastikan keselamatan mu jika aku sendiri ada disini. Aku memang tidak berguna, seharusnya aku yang....."
"Apa yang kau bicarakan? kau memang harus melindungi ku, begitupun dengan ku yang harus melindungi mu. Kau baik-baik saja disini, bukankah kau ingin segera sembuh?" Sela Chareen dengan menatap Alegra.
"Baiklah...." Pasrah Alegra dengan memegang tangan Chareen dan mencium nya lembut.
"Nona...." Panggil Arjun.
"Ya?"
"Apa kalian sudah mempersiapkan semuanya?" Tanya Chareen dengan bangkit dari tempat duduknya.
"Sudah nona." Angguk mereka berdua.
"Arjun, tolong jaga Chareen untuk ku. Pastikan dia dalam keadaan baik-baik saja, aku percaya padamu...." Ucap Alegra membuat Arjun terdiam beberapa saat.
"Aku berjanji, kau harus segera membaik. Jangan khawatir kan tentang nona Chareen, kami pasti akan menjaganya dengan baik." Balas Arjun dengan tersenyum kecil dan menepuk pundak Alegra yang sedang terbaring.
"Syukurlah..." Lega Alegra.
"Apa kalian sudah bersiap? Chareen ini adalah obat yang sudah aku siapkan, kau pakai ini untuk menghindari zat berbahaya itu. Jangan sampai kalian menyentuhnya secara langsung karena akan membuat kulit kalian terbakar." Heboh Raisa dengan memberikan banyak sekali persiapan untuk Chareen bawa.
Di liriknya Bara oleh Chareen, Bara hanya menaikkan kedua bahunya tak mengerti. Sikap dan perilaku Raisa seperti seorang ibu yang sedang mempersiapkan untuk anaknya pergi berkemah.
"Jika kita menemukan sarang tikus yang lebih besar lagi kita harus segera pergi, karena kita tidak bisa melawan nya. Justru nanti kita sendiri yang akan terjebak." Ucap Chareen.
__ADS_1
"Benar, tapi jika kita memberikan nya bom maka itu akan membuat bukit hancur dan semua barang berharga yang ada di sana akan ikut hancur tak tersisa." Tambah Bara.
"Lalu bagaimana? kita harus berjaga-jaga untuk keamanan...." Tanya Salah seorang anggota Chareen.
"Kalian tenang saja, kami para dokter sudah membuat gas asap untuk membunuh mereka. Kebetulan salah satu temanku pernah menyelidiki tentang zat ini.." Jelas Raisa dengan menunjukan tabung kecil berwarna bening namun terdapat cairan berwarna hijau di dalamnya.
"Apa ini sangat ampuh?"
"Sangat!! jika kalian menemukan sekelompok tikus yang sulit untuk di hadapi maka kalian lemparkan saja tabung ini setelah kalian menekan tutupnya maka akan muncul sebuah asap. Pastikan kalian tidak menghirup gas nya...."
"Ini sangat bermanfaat, terimakasih kau sudah menyiapkannya lebih dulu." Senang Bara dengan menatap Raisa bangga.
"Tak perlu berterimakasih, aku sangat senang bisa membantu kalian. Aku sudah menghitung nya, masing-masing dari kalian akan mendapatkan 2 tabung saja. Kalian pergunakan dengan sebaik-baiknya nya oke?"
"Ini sudah lebih dari cukup, kalau begitu aku titip Alegra.... Jangan sampai dia bangkit dari tempat tidurnya."
"Aku akan menjaga nya, kalian segeralah kembali.."
"Tentu.."
Chareen melirik Alegra yang sudah terlelap karena tadi Chareen sudah memberikan obat pada Alegra agar segera sembuh namun obat tersebut memang mengandung obat tidur, Chareen sengaja agar Alegra tidak bisa menyusul nya karena dia tidak ingin kesehatan Alegra semakin memburuk.
"Kita harus berpencar, jangan menyia-nyiakan energi kalian untuk melakukan hal yang tidak berguna. Apa kalian mengerti?"
"Mengerti nona."
"Bagus, kita bisa melakukannya dengan tenang karena para sampah tidak berguna itu tidak bisa bangun pagi ini sampai sore nanti."
"....."
Mereka tidak bisa mengatakan apapun lagi, jika Chareen sudah menyuruh mereka untuk melakukan nya maka mereka dengan senang hati akan menuruti perintahnya. Bagi mereka perintah yang Chareen berikan itu sangat mutlak.
Kalo rame nanti author lanjut lagi, terimakasih atas komentar positif nya♥️
__ADS_1