
Gea nampak mengepalkan tangannya karena merasa di permalukan oleh Chareen tapi dia sendiri pun tidak bisa melawannya karena apa yang Chareen ucapkan memang benar.
"Nona?" Panggil William dengan menatap Chareen.
"Kak Will? hikss... Dia menindasku.... Dia juga melukai ku.... Tolong beri aku keadilan.." Tangis Gea setelah melihat sosok William muncul dan dirinya langsung memeluk erat William dengan air mata yang berlinang.
"Cih!! kau urus wanita tak tahu malu ini, jangan sampai terlihat oleh mahasiswa magang ini karena akan merusak reputasi perusahaan ini." Datar Chareen.
William tidak tahu harus berbuat apa, di lihatnya Gea yang memang nampak menyedihkan namun dia juga tak bisa mengabaikan nya karena melihat tatapan datar dari semua bawahannya itu.
"Tolong maafkan atas kejadian hari ini, jika kalian melihat seseorang yang bertingkah sepertinya maka jangan segan melaporkan nya pada ku. Apa kalian mengerti?" Tanya Chareen.
"Mengerti nona.."
"Bagus, sekarang kembali lah." Ucap Chareen dengan pergi terlebih dahulu bahkan dia tidak menatap William sedikit pun yang masih menenangkan Gea.
"Dia memang rubah betina, bagaimana mungkin dia mendorong nona Chareen di lift khusus Presdir itu? dan lagi dia juga sempat merendahkan nona Chareen dan menunjuk nya di hadapan semua anak magang." Bisik seseorang dengan berjalan melewati William dan Gea.
"Cih, jika aku menjadi nona Chareen mungkin aku akan langsung memecat nya dari sini. Sangat di sayangkan nona Chareen sangat baik dan memiliki hati yang besar."
".... Kita bicara di dalam ruangan ku." Ucap William dengan membawa Gea pergi.
"Baik." Angguk Gea dengan tersenyum miring karena berhasil membuat William luluh kembali.
•••
"Bagaimana bisa ada wanita tidak tahu diri seperti nya? dan sejak kapan William menjadi bodoh? apa karena pelatihan itu yang membuat nya jadi seperti ini?" Kesal Chareen dengan merebahkan dirinya di sofa.
"Ada apa? jangan terlalu stres sayang, itu akan mempengaruhi kehamilan mu." Ucap Alegra dengan membawa minum untuk Chareen.
__ADS_1
"Kakak? kau dari mana?" Heran Claire yang bersiap untuk pulang.
"Claire! menginap lah di rumah Raini. Aku sudah meminta izin pada mama dan papa, untuk sementara jangan bertemu dulu dengan William! laki-laki itu menjadi bodoh sekarang." Jelas Chareen dengan tegas.
"Ehh, kakak dari kantor?" Heran Claire saat melihat penampilan Chareen yang nampak formal.
"Ya, seperti nya William sudah di pengaruhi oleh wanita rubah itu. Bagaimana bisa dia bersikap buruk di hadapan para pegawai dan juga selalu meninggikan dirinya sendiri?" Kesal Chareen.
"Aku sudah mengatakan nya pada kakak bahwa wanita itu memang rubah, dan lagi... Aku memang tidak berniat untuk bertemu dengan William sebelum wanita itu ia singkirkan." Ketus nya.
Alegra hanya diam dengan menyimak obrolan mereka berdua, dia baru sadar jika kecemburuan wanita sangatlah mengerikan. Entah apa yang Chareen dan Claire ucapkan dirinya tidak mau ikut campur karena takut menjadi sasaran empuk mereka.
•••
"Kak Will, wanita itu benar-benar sombong!! dia..."
"Cukup Ge, apa yang Chareen ucapkan memang benar. Tingkah dan prilaku mu benar-benar buruk dan tidak patut menjadi contoh untuk anak magang yang ada disini. Dengan berat hati aku akan memindahkan mu ke perusahaan lain..." Ucap William dengan tegas.
"Tidak akan, aku akan menempatkan beberapa pengawal untuk mu."
"Apa kakak tega melihat aku kembali sendiri? aku masih ingin bersama kak Will, tapi jika kakak mau nya seperti itu maka aku akan menuruti nya dengan senang hati." Tunduk nya dengan suara bergetar.
"Maafkan aku Gea, tapi aku tidak bisa membantah Chareen. Bagaimana pun juga dia sudah seperti adik kandung ku sendiri dan lagi keluarganya pun sangat baik." Jelas William yang tak enak hati.
"Aku mengerti, kalau begitu aku akan pergi sekarang... Dan sampaikan maafku pada nya." Lirih nya dengan menghempaskan tangan William yang hendak mengelus pundak nya.
"Hhh..." William hanya menghela nafas berat, bagi nya Gea sudah seperti saudara nya sendiri. Tapi melihat sikap nya yang seperti itu, William sedikit memaklumi nya karena memang Gea tidak pernah berbaur dengan orang berkelas yang memiliki etika baik.
•••
__ADS_1
"Sial!!! memangnya kenapa jika kau anak orang kaya? toh kak Willi tidak menyukai mu, dia hanya memanfaatkan kekayaan kalian!! dia sudah berjanji padaku bahwa dia akan menikahi ku!!" Sinis Gea dengan menghentakkan kaki nya di sepanjang koridor perusahaan yang para pegawai nya menatap Claire sinis.
•••
"Char, aku dengar Claire dan kau bertengkar dengan wanita yang menjadi sekertaris William. Benar begitu?" Tanya Chaty yang duduk di samping Chareen.
Saat ini Chareen dan Chaty akan pergi ke Inggris, untuk Alegra dan Garel mereka berdua akan datang terlambat karena ada pertemuan penting di perusahaan.
"Hmm, kau tahu? dia nampak songong dan menyebalkan!! jika kau melihatnya mungkin kau akan mencukur habis semua bulu nya termasuk bulu hidung sekali pun!!" Kesal Chareen.
"Astaga, kenapa kau tidak mengajak ku? kau melakukan pertunjukan tanpa ku. Aku merasa sangat sedih sekali...." Chaty pura-pura sedih di samping Chareen yang hanya mendengus sebal.
"Sebelum itu, apa kau tahu hubungan mereka berdua? maksud ku.... Jika mereka tidak ada hubungan darah, aku takut Claire akan patah hati. Dia terlalu baik untuk di sakiti." Jelas nya dengan menatap Chareen yang hanya menghela nafas.
"Mereka tidak ada hubungan darah namun keduanya memang dekat sejak kecil, kedua orang tua mereka itu sepasang sahabat...." Jelas Chareen.
"Dan sebelum orang tua mereka mati, Gea meminta William untuk menikahi nya jika sudah besar nanti dan William sendiri menyetujui hal itu. Oleh karena itu, wanita sekertaris itu terus berada di samping William." Tambah Arjun yang datang dan duduk di depan Chareen.
"Apa benar yang kau katakan itu?" Tanya Chaty dengan shock.
"Ya, aku sudah menyelidiki nya atas perintah Alegra. Tapi saat ini, wanita yang bernama Gea itu sudah di pindahkan oleh William ke perusahaan rekannya yang ada di kota." Lanjut nya lagi dengan melirik Chareen yang hanya memejamkan matanya santai.
"Gila!! jika memang seperti ini... Kita tidak bisa menyalahkan wanita itu dan William, bagaimana pun juga orang lama lah yang akan berkuasa." Heboh Chaty dengan memangku dagu nya.
"Kau benar, sebagus apapun orang baru.... Orang lama lah yang akan menjadi pemenang nya." Balas Arjun.
"Char, bagaimana ini? aku kasihan dengan Claire yang harus merasakan patah hati." Keluh Chaty dengan memegang tangan Chareen.
"Entahlah, meskipun aku bisa memaksa William agar tetap berada di samping Claire tapi hal itu sangatlah kejam, bagaimana pun juga perasaan seseorang tidak lah bisa di paksakan." Balas Chareen dengan menatap Arjun yang tengah menatapnya, namun Arjun langsung mengalihkan pandangannya ke arah jendela pesawat.
__ADS_1
Chareen yang melihat itu hanya menaikkan sebelah alisnya heran, ada apa dengan Arjun? tidak biasanya Arjun bersikap seperti itu pada nya. Bahkan Arjun nampak menjaga jarak nya dengan Chareen, apa Chareen memiliki salah pada nya?
Upp banyak nih hari ini hehe, draf nya udah abis yaa nanti lanjut besok okee♥️