
Ricko yang mendapatkan perintah dari Chareen langsung bergegas untuk melaksanakan perintahnya, semuanya langsung ia gali sampai ke akar nya. Terlebih, anggota Chareen banyak juga yang ahli dalam bidang IT sehingga tak membutuhkan waktu lama mereka sudah berhasil meretas nya bahkan membeberkan rahasia sumber berita tersebut hingga membuat mereka kalang kabut karena rahasia perusahaan nya bocor.
"Tuan Ricko, sepertinya ini bukan dari orang yang sama. Mereka murni melakukan ini untuk menjelekkan reputasi tuan Bara." Lapor salah satu anggota mereka.
"Aku tahu, kini kita sudah mendapatkan bukti keburukan nya. Aku akan langsung mengirimkan nya pada nona Chareen.."
"Baik tuan."
Ricko segera mengirim file tersebut ke akun Chareen, setelah beberapa menit barulah Chareen membalas dengan perasaan yang puas. Hal itu membuat mereka menghela nafas lega, kekejaman Chareen dan keberingasan nya cukup membuat mereka ketar ketir. Mereka tidak ingin lagi Chareen marah karena merasa tidak puas dengan hasil yang mereka cari.
•••
"Good!" Senyum Chareen dengan menatap hp nya.
"Sudah?" Tanya Arjun untuk memastikan.
"Ya.." Angguk Chareen.
Patut di acungi jempol oleh Arjun tentang kecepatan anak buah Chareen dalam melacak hal tersebut, dia kira hanya anak buahnya saja yang mahir dan cepat ternyata Chareen pun sama.
"Wahh ramai sekali..." Senang Chareen dengan mata yang berbinar setelah Arjun parkir di sana.
"Benar, ayo.." Ajak Arjun dengan memberikan masker pada Chareen agar wajahnya tidak terekspos.
Jika di pikir-pikir, Arjun seperti selingkuhan bagi Chareen. Karena bagaimanapun juga, mereka nampak serasi saat ini. Chareen yang berdiri di samping Arjun terkadang terus menarik tangannya untuk membeli beberapa jajanan yang ada di sana.
"Ah iri nya, bukankah mereka nampak serasi?" Ucap salah seorang gadis remaja yang sedang memakai seragam nya.
"Benar, apa mereka sudah lulus sekolah?"
"Sepertinya begitu, di lihat dari mata nya saja mereka sudah terlihat tampan dan cantik."
"Benar.."
"Tapi meskipun begitu, tuan Alegra lah yang menurut ku sangat tampan! kalian tahu? pagi tadi aku tak sengaja berpapasan dengan nya di parkiran restoran...." Heboh nya.
"Wahh benarkah? bagaimana wajahnya? apa sama seperti yang aku lihat di tv?"
"Tidak!! aslinya justru sangat tampan!! aroma nya pun Akhhh.... Membuat ku ingin sekali meniduri nya.." Girang nya.
"Beruntung nya dirim....u..." Ucapan anak tersebut langsung terhenti saat sosok Chareen muncul di antara mereka.
__ADS_1
"Apa maksudmu Alegra suami dari Chareen?" Tanya Chareen sendiri dengan memperhatikan mereka yang berjumlah empat orang itu.
"Ya nona." Angguk mereka.
"Jika tidak salah mendengar, kalian ingin meniduri tuan Alegra? apa segitu menggoda nya dia?" Tanya Chareen dengan menatap mereka.
"Tak perlu di ragukan lagi nona, bahkan saya rela menjadi dinding agar selalu melihat nya... terlebih aroma tuan Alegra sangat menggoda, tercium aroma mint yang segar..." Greget nya.
"Ahh sayang sekali, apa kalian juga tahu dengan istrinya?" Tanya Chareen yang mengajak mereka untuk duduk lesehan di sana.
"Tahu, dulu nona Chareen pernah melakukan pemotretan di pusat kota dengan tuan Barnad dan juga tuan Jimmy. Aku melihatnya dengan jelas!!"
"Wahh benarkah? menurutmu bagaimana dengan sosoknya?" Tanya Chareen penasaran.
Arjun yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja, sejak kapan Chareen mau bergosip? terlebih itu tentang dirinya sendiri.
"Nona Chareen? dia sangat cantik!!! bahkan kecantikan nya pun sudah di akui di berbagai negara! ahh mereka memang pasangan yang cocok."
"Ya, mereka memang cocok." Senyum Chareen namun tak terlihat oleh mereka karena Chareen terus menggunakan masker nya.
"Charen, ini sudah siang..." Panggil Arjun membuat para wanita itu mengeryit heran.
"Sudah." Angguk Arjun.
"Oke.." Chareen melepaskan maskernya sekejap dan mengedipkan sebelah matanya pada keempat wanita itu yang langsung melotot tak percaya, bahkan mulut mereka terbuka lebar.
"Astaga ASTAGAAAAAA!!!! itu nona Chareen asli? gila!!!!!" Heboh mereka dengan terus berteriak-teriak membuat beberapa pengunjung menjadi pusat perhatiannya.
"Woahhh!!! aku tidak percaya jika aku bisa duduk di sampingnya!!"
"Benar, bahkan kita berbincang santai dengan nya."
"Tapi, apakah dia marah perihal kita yang ingin sekali meniduri suaminya itu?"
"Sepertinya tidak, bukankah tadi nona Chareen tersenyum manis pada kita?"
"Haishh kenapa kita tidak meminta foto dengan nya?"
Mereka terus saja membicarakan tentang Chareen yang ternyata mau datang ke tempat panas dan ramai seperti sekarang, terlebih mereka tahu bahwa Chareen membeli banyak makanan yang ada di sana. Mereka juga heran, bukankah Alegra juga seorang chef?
Sedangkan orang yang mereka bicarakan sibuk memakan makanan nya di dalam mobil, Arjun tak berani mengeluarkan suaranya karena takut mengganggu wanita itu.
__ADS_1
Sesampainya di kantor Alegra, mereka langsung turun dengan Arjun yang membawa jenis jajanan itu yang ia tenteng dengan santai.
"Selamat datang nona.." Sapa resepsionis pada Chareen dengan tersenyum manis.
"Hmm.." Angguk Chareen yang langsung pergi menuju lift.
Tapi sebelum sampai lift, Chareen berpapasan dengan Alegra yang hendak keluar bersama Raini. Chareen mengeryit heran, apakah Alegra sangat sibuk? tapi justru Alegra malah tersenyum lebar pada Chareen dan langsung mengecup pipi nya lembut.
"Aku ada urusan dengan beberapa investor di luar, kau bisa istirahat di atas dengan Arjun." Lembut Alegra dengan mengelus rambut Chareen.
"Haishh!! jika tahu begini aku tidak akan kemari! lebih baik aku berkeliling dengan Arjun!" Kesal Chareen dengan menghempaskan tangan Alegra.
"S-sayang... Aku tidak bermaksud begitu, tapi pertemuan ini sangat mendadak. Jika kau ingin, kau bisa ikut sekarang..." Jelas Alegra dengan sedikit takut karena dia tidak ingin tidur di ruang tamu lagi.
"Terserah, pergilah sana..." Ketus Chareen dengan pergi dari sana.
"Sayang... Astaga..." Panik Alegra dengan mengejar Chareen.
Raini yang melihat Chareen mengerti perasaan itu, bagaimana mungkin laki-laki selalu memutuskan sepihak? terlebih bagi Chareen yang sedang mengandung dan memiliki perasaan yang sangat sensitif.
"Kenapa kau mengejar ku? pergi sana! aku akan makan siang dengan Arjun! kau tak perlu hiraukan aku." Datar Chareen.
Bagaimana tidak marah, bukankah Alegra sendiri yang melarang Chareen makan siang di luar? dan menyuruh nya untuk datang ke kantor agar bisa makan bersama, lalu bagaimana sekarang? Alegra malah ingin pergi keluar meskipun itu urusan bisnis. Entah kenapa perasaan Chareen menjadi seperti ini, bahkan Chareen ingin sekali menangis tapi selalu ia tahan.
Alegra menghela nafas berat, dia menatap kepergian Chareen dengan Arjun yang di seret begitu saja oleh Chareen. Bahkan Alegra melihat makanan yang Chareen bawa ia buang begitu saja.
"Tuan?" Panggil Raini.
"Sudahlah, ayo pergi..." Ajak Alegra yang di angguki oleh Raini, meskipun Raini ingin Alegra mengejar Chareen.
Keributan itu tak terelakkan bagi mereka yang ada di sana, mereka terkejut dengan sikap Chareen yang.... Berbeda.
"Sepertinya nona Chareen sedang mengandung, wajar saja sikapnya seperti itu. Bukankah itu sudah biasa?"
"Ya kau benar, pasti saat ini nona Chareen sedang menangis. Aku dulu juga pernah merasakan seperti nona Chareen, meskipun terlihat lebay namun itulah kenyataannya..."
"Hmm, aku juga merasakan nya.. Rasanya sangat sakit, bahkan aku tak henti-hentinya menangis."
Mereka semua malah membela Chareen, karena bagi perempuan hal itu sangatlah menyakitkan.
Jangan lupa like dan komen nya dongg
__ADS_1