
Sebelumnya...
"Kalian masih ingin hidup meskipun mati adalah keinginan kalian? saya yakin, kalian tidak ingin menjadi orang yang terus di kendalikan oleh nya..." Tanya Chareen dengan duduk di kursi, di depannya ada banyak anggota yang sudah Alegra bawa ke markas.
"Ukhukk...." Mereka hanya terbatuk-batuk dengan tubuh yang sudah di penuhi luka.
Field Marshall Albertus, yang Chareen bawa saat mereka berada di Malawi. Sosok yang memiliki pangkat tertinggi di kemiliteran inggis itu kini nampak tak berdaya, tubuh kekarnya sudah di penuhi banyak lebam dan darah.
"Apa ada yang ingin anda katakan Albertus? sebelum kau menyesal di kemudian hari." Tanya Chareen dengan tersenyum saat seseorang berdiri di sampingnya dengan mengelus rambutnya.
Alegra melangkahkan kakinya mendekati Albertus yang mendadak mundur seketika, di tendang nya dada Albertus hingga membuat sosoknya ambruk.
"Bukankah sudah kami katakan? kalian hanya pion bagi nya, lihat? kalian menghilang pun dia tidak peduli sama sekali... Justru, kehilangan kalian membuat Aurora marah dan menuduh kalian kabur sehingga kini keluarga kalian menjadi sasaran emosi nya." Jelas Alegra dengan berjongkok di depan Albertus.
"Ck, Ale kau diam lah. Aku yang akan menyelidiki nya. Kau tak perlu ikut campur, hanya dia yang tahu semua rahasia Aurora." Kesal Chareen.
"Hhh... Baiklah baiklah...." Pasrah Alegra dengan duduk di kursi Chareen tadi dan kembali menarik pinggang Chareen sehingga kini Chareen berada di pangkuan Alegra.
Ricko dan Arjun yang berada di belakang mereka hanya bisa memalingkan wajahnya saja, mereka memang sudah terbiasa melihat kemesraan kedua pasangan itu. Tapi, apakah harus di tunjukkan pada saat seperti ini?
"B-baiklah... Saya akan menjelaskan apa yang saya ketahui. Tapi, saya mohon kalian harus menyelamatkan keluarga saya...." Pinta nya yang langsung membuat Chareen tersenyum kecil.
__ADS_1
"Tentu, kau memiliki 2 orang cucu yang masih kecil. Satu istri yang penurut, satu simpanan yang licik dan cadangan yang masih bau kencur. Kau juga masih memiliki ibu yang tinggal di pedesaan, kau juga pernah tidur di kamar mandi karena ibu mu tahu bahwa kau selalu meniduri wanita yang berbeda. Warna yang kau sukai itu warna biru muda, tapi aku yakin kau sering memakai ****** ***** berwarna merah muda yang selalu ibu mu belikan, itulah alasan kenapa kau tidak pernah mandi bersama anggota mu yang lain. Selain itu, kau tidak suka pedas karena itu lah kau akan mual saat mendengar kemarahan Aurora yang memang Ucapan nya sangat pedas. Bukankah begitu Albertus?" Tanya Chareen dengan terkekeh.
Raut wajah Albertus mendadak malu, dia ingin sekali membenturkan kepalanya ke lantai karena saat ini dia malah menjadi pusat perhatian anggota nya yang nampak tidak percaya.
"N-nona..." Ucap nya dengan menunduk.
"Hahah sudahlah... Kau ikut aku keruang interogasi yang lebih nyaman, untuk yang lainnya... Nanti akan ada dokter yang memeriksa kondisi tubuh kalian." Ucap Chareen dengan bangkit dari duduknya.
Ricko tersenyum bangga, itulah kelebihan Chareen. Jika mengintai seseorang Chareen harus tahu sampai ke masalah terkecil sekali pun. Chareen selalu bisa mendapatkan informasi dari sanderanya, entah kenapa Chareen tahu mana yang masih bisa di selamatkan dan mana yang harus dia singkirkan. Bagi Chareen, menyingkirkan musuh adalah hal yang sangat mudah dan tentu nya selalu membuat perasaan Chareen senang. Aneh bukan, apakah Chareen bisa di sebut sebagai psikopat?
•••
"K-kau!! kenapa kau memfitnah ku nona? apa aku punya salah terhadap mu?" Tanya putri Aurora dengan menangis tersedu-sedu.
"....." Putri Aurora bungkam seketika.
"Salam yang mulia raja Emerald sang matahari yang abadi, saya Field Marshall Albertus." Ucap nya dengan berimpuh di depan raja Emerald.
"Apa maksudmu Field Marshall?" Wajah raja Emerald sudah memerah, entah karena marah atau malu mereka tidak tahu.
"Saya bersalah bahkan sangat bersalah, anda bisa membunuh saya yang mulia karena sudah melanggar sumpah sebagai Field Marshall yang anda percayakan pada saya...." Tunduk nya yang tak berani.
__ADS_1
Tidak hanya itu, sekelompok yang lainnya pun langsung berdatangan dengan pakaian prajurit militer mereka. Mereka nampak ikut bersimpuh di belakang Albertus.
"Yang mulia, hamba mohon... Berikanlah keadilan bagi kami, kami tidak bisa mengatakan nya sejak dulu karena keluarga kami sudah di ancam oleh putri Aurora sehingga kami hanya bisa diam dan menuruti keinginannya...."
"Benar yang mulia, jika saya tuan Alegra dan nona Chareen tidak membawa keluarga kami mungkin selamanya kami akan menjadi bonekanya putri Aurora."
"Dan lagi..."
"DIAM!! APA YANG KALIAN KATAKAN BRENG*SEK!! DASAR SAMPAH TIDAK BERGUNA!!" Marah putri Aurora membuat raja Emerald tersentak, ini pertama kalinya dia mendengar suara teriakan putri Aurora dan kata-kata buruk yang di keluarkan nya.
PLAKKKK
Putri Aurora jatuh tersungkur saat merasakan panas dan nyeri di pipinya, itu bukan dari raja Emerald melainkan dari Chareen. Semua yang ada di sana terkejut karena keberanian Chareen yang sangat besar, meskipun putri Aurora bersalah namun tindakan kekerasan yang di lakukan pada anggota kerajaan adalah tindakan yang salah dan patut di jatuhi hukuman.
"Kau...." Geram putri Aurora.
"Siapa yang kau sebut sampah Aurora? kau pikir kau masih bisa menggertak ku hah?" Sinis Chareen dengan mengangkat dagu Aurora untuk menatapnya langsung.
"Nona Chareen, saya janji akan mengurus masalah ini sampai selesai... Jadi, kalian sudah boleh kembali sekarang..." Ucap raja Emerald dengan menundukkan kepalanya pada mereka semua.
"Apa menurut anda masalah ini selesai begitu saja yang mulia? bukankah anda pemimpin negeri ini? haruskah anda menutup telinga hanya karena dia putri satu-satunya anda?" Datar Alegra yang kembali membuat raja Emerald bungkam.
__ADS_1
"Apa anda tahu yang mulia apa saja yang sudah ia lakukan? Anda tahu penduduk Malawi yang ada di bagian Afrika? Putri mu lah yang membunuh mereka dengan racun yang ada di kemiliteran mu itu... Bahkan, tidak satu atau dua orang yang dia lenyapkan begitu saja... Apa anda masih mau melindungi reputasi nya yang mulia?" Tanya Chareen dengan mendekati raja Emerald.
"Anda tahu bagaimana rasanya melihat orang yang anda sayangi sekarat karena terkena racun itu? sakit yang mulia!! terlebih.... Saya harus bertarung dengan mereka dalam keadaan mengandung. Apa anda dengar yang mulia? SAYA TANYA APA ANDA MENDENGAR NYA YANG MULIA? BAGAIMANA PERASAAN ANDA JIKA ANDA BERADA DI POSISI SAYA!! BAGAIMANA PERASAAN ANDA JIKA SAJA ANDA BERADA DI POSISI SUAMI SAYA HAH!! MATI ADALAH HUKUMAN YANG MUDAH UNTUK WANITA GILA!! JAHAT!! DAN MENJIJIKKAN SEPERTI NYA, APANYA YANG SEORANG PUTRI? BAHKAN KELAKUANNYA LEBIH BURUK DARI PENGEMIS JALANAN YANG TAK SEKALIPUN TERPIKIRKAN OLEH MEREKA UNTUK MEMBUNUH ORANG TAK BERSALAH DEMI KEINGINAN SENDIRI." Marah Chareen dengan menunjuk raja Emerald yang sudah mundur beberapa langkah karena Chareen terus saja maju.