Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Serangan


__ADS_3

Raini bingung sendiri dengan keberadaan Claire di apartemen nya, sudah dua jam Claire menangis di atas ranjang, dengan tisu yang bertebaran di mana mana.


"Oh ayolah Claire, apa yang perlu kau tangisi dari laki-laki sepertinya? dia memang tampan dan menawan tapi kau tidak bisa memaksakan kehendaknya..." Tegur Raini dengan membawa sekotak tisu lagi pada Claire.


"Hiks... Kak Rain, kak Arjun bilang mereka berdua memang sudah dekat sejak dulu. Bahkan Willi sendiri sudah berjanji untuk menikahi nya Aaaaaaaa......." Tangisnya lagi.


Raini mengelus dadanya, tangisan Claire begitu kencang dan menggelegar di dalam apartemen nya. Pantas saja Chareen menyuruh Claire datang, mungkin jika di rumah Claire akan mengurung dirinya. Alegra sendiri sudah membiarkan nya cuti untuk menemani Claire, tentu saja Raini menerima nya dengan senang hati.


"Aku tahu, tapi belum tentu juga kan William juga suka lagi dengan wanita itu?"


"Meskipun begitu, sikap kak Willi sangat perhatian pada nya bahkan.... Bahkan dia juga membelikan nya rumah dengan beberapa pengawal juga, tidak hanya itu... Kak Willi juga akan menemani nya setiap akhir pekan. Lalu apa gunanya aku? jika semua perhatian nya ia berikan pada wanita itu Huwaaaaa......."


"....." Apa yang Claire katakan memang benar, lalu apa gunanya Claire disini? William sendiri bukan laki-laki gila harta, jika dia seperti itu mungkin sudah sejak lama dia memoroti uang Claire. William tipe orang yang menepati janjinya, takut janji itu akan terlaksana.


"Sudahlah, kau pikirkan baik-baik... Kita lihat saja, jika dalam seminggu dia masih sama dan terus dekat dengannya maka tak ada cara lain.... Biarkan dia pergi." Lembut Raini pada Claire yang hanya diam dengan sesenggukan.


•••


Kini, Chaty Arjun dan Chareen sudah sampai di Inggris. Mereka memilih untuk pergi ke restoran terdekat, langit yang tadi nya cerah kini sudah berubah menjadi gelap yang di taburi banyak bintang.


"Apa kau yakin bisa menghabiskan nya?" Tanya Chaty pada Chareen.


"Tentu saja." Angguk Chareen dengan yakin.


"Baguslah."


"Ah ya, Arjun kenapa kau terus menghindar dari ku? apa aku punya salah pada mu?" Tanya Chareen dengan menatap Arjun yang langsung tersedak itu.


"Ukhukk Ukhukk Ukhukk.... Apa maksudmu? siapa yang menghindar? aku hanya sibuk dengan tugas yang di berikan Alegra." Elak nya.


"Benarkah? tapi Ale bilang kau sedang luang." Heran Chareen yang langsung membuat Arjun bungkam seketika, apa sikapnya sangat terlihat jelas?


Chaty sendiri hanya diam dengan menatap Arjun yang memang sedikit berbeda dari biasanya, sebelum akhirnya Chaty mengerti. Dia menundukkan kepalanya dengan tersenyum kecil, di tatap nya lagi mereka berdua yang masih asik berdebat.


"Kalian sangat dekat ya?" Tanya Chaty dengan memakan stick nya.


"Bukankah kau juga sudah tahu?" Heran Chareen, untuk apa Chaty bertanya? mereka semua memang dekat.

__ADS_1


"Ya ya aku mengerti." Chaty hanya terkekeh saja.


Mereka bertiga kembali melanjutkan waktu makannya hingga seseorang datang dengan senyum lebarnya dan menyapa Chareen dengan lembut.


"Senang rasanya bisa berjumpa dengan nona Chareen.." Ucap orang itu dengan mencium tangan Chareen yang ia ambil.


"Ehh.... Jimmy? kau kah itu? astaga hahaha.... " Senang Chareen dengan memeluk nya, bagaimana pun juga mereka memang teman bersama Garel juga.


"Bukankah aku semakin tampan?" Tanya nya dengan menaik turunkan alisnya membuat Chareen terkekeh.


"Hahaha tidak." Ketus Chareen dan kembali duduk di tempat semula, kini giliran Chaty dan Arjun yang terkekeh karena melihat ekspresi buruk dari Jimmy.


"Di mana suami mu?" Tanya Jimmy dengan duduk di samping Chareen dan Chaty.


"Dia masih di jalan, kau sendiri kenapa bisa ada disini? bukankah kau akan menetap di Jepang?" Heran Chareen.


"Memang, tapi aku di undang di pesta ulang tahun putri Aurora. Bagaimana pun juga dia anak dari sahabat ayah ku." Jelas nya.


"APA?" Kaget nya..


"Ada apa? apa kau kenal dengan orang tua nya?"


"Raja Emerald sangat baik dan begitu menyayangi rakyatnya, memang nya ada apa?" Tanya Jimmy dengan mencomot makanan Chareen.


Chaty dan Arjun hendak menghentikan itu karena takut Chareen akan menangis lagi, tapi dugaan mereka salah. Chareen justru memberikan semua makanan nya pada Arjun.


"Tidak ada, aku hanya penasaran saja. Jadi kau dekat dengan putri Aurora?"


"Ya, bahkan aku tahu jika kau dengan dirinya pernah terlibat konflik."


"Hmm begitu."


"Ya, tapi aku harap kau tidak memancing emosi nya. Dia terlihat anggun dan lemah lembut tapi aslinya... Kau tidak bisa membayangkan nya!!"


"Aku tahu." Santai Chareen.


"Baguslah.."

__ADS_1


•••


Setelah berbincang cukup lama dengan Jimmy, Chareen dan Chaty akhirnya masuk kedalam kamarnya. Mereka tidak sekamar karena Chaty tahu bahwa Alegra pasti akan marah.


Di rebahkan nya tubuh Chareen di atas ranjang setelah dirinya selesai mandi, di elus nya perut nya yang masih nampak rata.


"Kenapa papa mu masih belum datang? dia bilang jam 10 sudah ada di kamar...." Keluh Chareen dengan memejamkan matanya.


Tok tok tok tok


"Char!!" Panggil seseorang dengan mengetuk pintu kamar Chareen.


Tanpa basa-basi, Chareen langsung melangkahkan kaki nya menuju arah pintu. Di buka nya pintu kamar itu hingga muncullah sosok Arjun yang nampak panik dan cemas.


"Ada apa?" Heran Chareen.


"Alegra dan Garel mendapatkan masalah saat menuju bandara, saat ini kondisi Garel sedang tak sadarkan diri. Untuk Alegra sendiri, dia harus melawan musuh yang berasal dari pasukan itu." Jelas Arjun.


"Apa? lalu di mana sekarang Alegra?" Tanya Chareen cemas.


"Dia masih di sana, tuan Alegra berpesan bahwa anda harus tetap pergi ke pesta itu. Selidiki mengenai ini, nanti tuan akan menyusul meskipun akan terlambat nanti nya." Jelas Arjun dengan memberikan sebuah flashdisk pada Chareen.


"Baik, apa kau akan menyusul Alegra?"


"Ya, tapi kalian akan di temani oleh banyak pengawal yang menyamar sebagai tamu ataupun pekerja di sana."


"Baiklah, tolong hati-hati..."


"Tentu." Senyum Arjun dan kembali pergi, Chareen hanya menghela nafas berat. Di buka nya flashdisk itu pada laptopnya, dahi Chareen mengeryit sebelum akhirnya tersenyum lebar.


"Mati kau!!" Gumam Chareen dengan mengetikan sesuatu di keyboard laptop nya.


Di lihatnya jam yang menggantung di atas pintu, sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tugas nya telah selesai, semua jaringan yang akan di munculkan besok di hari ulang tahunnya akan menampilkan sesuatu yang menarik.


Bagi Chareen, menggulingkan seseorang sangatlah mudah. Yang sulit hanyalah ego kita, yang terkadang sudah merasa takut lebih dulu padahal perang saja belum di mulai.


Tok tok tok tok

__ADS_1


"Char..."


Chareen menghela nafasnya, baru saja dia hendak memejamkan matanya. Chareen tahu itu adalah Chaty, yang mungkin sudah menerima info bahwa Garel tidak akan datang tepat waktu.


__ADS_2