Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Bom


__ADS_3

"Sial!! siapa mereka? berani-beraninya mereka mau merebut berlian ku!!" Marah seorang laki-laki saat mendengar info yang telah di sampaikan oleh salah seorang tentara nya.


"Mereka berjumlah banyak, mungkin ada seribu orang. Terdapat dua orang laki-laki dan dua orang wanita yang menjadi atasan nya." Jelas nya.


"Berasal dari mana mereka? apa kau tahu?"


"Maafkan saya bos, saya tidak mengetahui dari mana mereka berasal. Identitas mereka sangat di rahasiakan, mereka juga memiliki wajah yang blasteran sehingga saya tidak tahu pasti asal mereka dari mana."


DUGHHHH!!!!


"Tak berguna!!!" Laki-laki tentara itu di tendang oleh orang yang dia panggil bos sebelumnya hingga mundur beberapa langkah.


"Maafkan saya bos, saya akan kembali untuk melihat lagi. Kemungkinan mereka akan kembali besok, jadi bos tenang saja. Sepertinya mereka tidak mengetahui keberadaan berlian itu."


"Cihh, awas saja jika aku mendengar bahwa berlian ku di ketahui oleh mereka!! kau akan tahu akibatnya."


"Mengerti bos."


•••


Bara sedikit merinding saat melihat mayat yang sudah membusuk di dalam gua, bahkan terdapat belatung yang mengerubungi nya. Aroma busuk yang sangat menyengat membuat mereka harus terbiasa dan terus memaksa untuk masuk kedalam.


Chareen sendiri tak mempermasalahkan hal itu, toh dia sendiri sudah melihat nya semalam.


"Kau benar, disini terdapat selang yang terpasang. Kemungkinan ada pusat cairan itu yang mereka pasang di sekitar gua." Ucap Arjun dengan melihat hal yang ada di dinding gua.


"Berhati-hatilah, kita tidak tahu apa saja yang sudah mereka letakkan disini." Pengingat Chareen.


"Baik."


"Nona!!!! Kami menemukan banyak granat yang tertanam di semak belakang gua, mungkin di sana lah sumber cairan itu." Lapor salah satu orang dengan tergesa-gesa.


"Baik, aku akan kesana sekarang. Kalian tetap disini dan Arjun cepat ikut aku."


"Baik..."


"Berhati-hatilah.."


"Hmm.."


Chareen dan Arjun segera menuju belakang gua, memang terlihat seperti semak belukar yang tak pernah terlewati oleh para penduduk.

__ADS_1


"Nona, biar saya yang di depan." Sela Arjun.


"Oke."


Arjun mulai mendeteksi keberadaan granat yang ada di tanah, setiap langkah yang mereka lakukan harus lah berhati-hati. Arjun dengan penuh waspada terus menarik tangan Chareen untuk mengikuti langkahnya setelah memberikan tanda bendera pada granat yang ia temui.


Chareen sendiri hanya menghela nafas kesal, bagaimana Arjun bisa memperlakukan dirinya seperti gadis lemah? namun dia tak menolak karena dia tak mau mengganggu konsentrasi Arjun yang nampak sangat tampan saat sedang serius seperti ini.


Para bawahan mereka hanya saling pandang dengan perasaan yang bergidik ngeri, bagaimana jika Alegra tahu bahwa di sepanjang langkah mereka Arjun terus menggandeng tangan Chareen? terlebih Chareen sendiri pun terus menatap Arjun.


Entah kenapa ada rasa tersendiri untuk Chareen saat melihat Arjun, ingin sekali rasanya Chareen menguyel uyel wajah Arjun.


Setelah melewati jalan yang penuh dengan ranjau mereka pun sampai di depan semak belukar yang nampak tak tersentuh sama sekali.


Arjun segera memotong semak tersebut menggunakan pisau tajam nya, setelah semak itu hilang mereka terkejut bukan main saat melihat sebuah tabung besar yang ada di sana.


"Apakah itu tabung yang berisi cairan berbahaya itu?" Tanya Arjun.


"Ya, ini sangat terhubung dengan tempat yang ada di dalam gua. Jangan lakukan apapun pada cairan ini, kita akan menggunakan nya sebagai racun juga untuk musuh. Kita akan mengembalikan pada mereka suatu saat nanti." Ucap Chareen dengan tersenyum puas.


"Ide nona sang...."


Klik!


Mereka yang ada di sana terkejut bukan main saat Arjun menginjak sesuatu dan terdengar bunyi yang sangat familiar bagi mereka, Chareen menggerutu kesal dan segera mencari sumber suara tersebut.


"Cepat cari bom itu!! atau kita semua yang ada disini akan mati." Perintah Chareen.


"Baik nona." Angguk mereka.


Mereka segera berpencar kembali untuk mencari sumber bom itu, namun mereka juga harus berhati-hati agar tidak menginjak ranjau yang kemungkinan akan meledak juga di sana.


Chareen melemparkan batu seukuran telapak tangannya kemudian melemparkannya pada bawah pohon yang lumayan besar hingga terjadi ledakan yang mereka yakini itu adalah ranjau.


DUARRRRRRRRRR!!!!!!!


Bara dan Ricko yang mendengar suara ledakan itu menjadi waswas dan cemas pada Chareen, mereka segera keluar untuk mencari sumber suara tersebut. Bisa mereka lihat jika sudah terjadi ledakan di sebuah pohon yang kini sudah hancur, bahkan anak buah mereka pun ada yang terkena lemparan pohon itu namun tak membuat mereka terluka.


"Arjun, pinjam pisau mu cepat!!!" Perintah Chareen dengan suara yang menggelegar.


"Nona, biar saya saja." Tolak Arjun yang langsung melangkah maju melewati Chareen, namun detik berikutnya Arjun tercengang karena jumlah bom itu ada 3.

__ADS_1


"I-ini..." Kaget nya.


"Jangan membuang-buang waktu Arjun, mana keluarkan pisau mu." Kesal Chareen.


Tanpa basa basi Arjun segera mengeluarkan pisau nya yang lain dan memberikannya pada Chareen, mereka segera mematikan bom itu dengan cara memotong kabel nya.


"Sial!! Sisa waktu 40 detik lagi dan masih ada satu yang belum kita matikan!!" Geram Arjun.


Bara dan Nicko hendak menyusul Chareen untuk membantu nya namun mereka tidak memiliki waktu lagi karena jalan menuju kesana terdapat banyak ranjau yang belum mereka beri tanda seperti yang sebelumnya.


"Char!!" Lirih Bara dengan perasaan yang cemas dan khawatir.


Untuk Chareen dan Arjun, mereka sudah berkeringat dingin karena bagaimanapun juga mereka tidak memiliki waktu banyak untuk mematikan bom itu.


"Cepat potong yang itu.." Ucap Chareen pada Arjun.


"Sudah nona."


Chareen menggigit bibir bawahnya saat waktu yang tertera di sana tinggal 3 detik lagi, setelah hampir habis barulah mereka berdua selesai mematikan nya. Chareen terduduk lemas begitupun dengan Arjun yang nampak menghela nafas panjang.


Klik!


Arjun melotot, begitupun dengan Chareen yang langsung menatap Arjun. Kenapa laki-laki di depannya selalu membuat masalah?


Dengan cepat Arjun menarik tangan Chareen untuk segera pergi dari sana, namun mereka tak memiliki waktu yang cukup banyak sehingga Arjun melindungi Chareen dengan tubuhnya.


DUARRRRRRRRRRR!!!


"CHAREEN!!!!" Teriak Bara begitu menggelegar di sana.


Tanah yang bertebaran di udara membuat tempat yang Chareen dan Arjun lalu kini tak terlihat, mereka tertelan debu itu.


Mereka lupa bahwa di sana masih banyak ranjau yang belum mereka beri tanda hingga saat Arjun duduk dia tak sengaja menduduki nya, kini mereka berdua berada di jarak 7 meter dengan letak ranjau itu.


"Ukhukk Ukhukk Ukhukk...." Chareen terbatuk-batuk karena debu itu.


Chareen mengelap pipi nya yang terasa basah, di lihatnya cairan tersebut berwarna merah. Dia lupa bahwa tadi Arjun yang melindungi nya dan membuat tubuh Arjun sebagai pelindung.


"Arjun?" Panggil Chareen dengan melihat ke arah samping, di mana Arjun nampak tak berdaya dengan darah yang keluar dari mulut dan hidungnya.


Jangan lupa like dan komen yaa, kalo rame nnti author lanjut lagi.

__ADS_1


__ADS_2