Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Dalang


__ADS_3

Apa yang harus Chareen katakan pada Bara? apa dia harus memberi tahu kondisi Raisa sekarang? tapi Raisa tidak memperbolehkan nya karena dia tahu bahwa Bara sedang melakukan pekerjaan penting di Jepang.


"Aku baik-baik saja, kau tak perlu hiraukan aku..." Ucap Raisa dengan suara yang pelan, dia tidak bisa membuka mulutnya lebar-lebar karena terdapat luka sobek di salah satu sudut bibirnya.


"Tapi....."


"Apa kau ingin membuat keadaan semakin buruk dengan mengatakan hal ini pada Bara? aku tahu kau juga tidak akan menyangka jika kejadian nya akan seperti ini..."


"Baiklah, apa kau sudah bisa mengatakan ciri-ciri dari orang itu?" Tanya Chareen akhirnya.


"...... Orang itu terlihat sangat aneh, gerak-gerik nya selalu mencurigakan. Aku pikir, mereka dokter baru hingga aku tidak memikirkan hal tersebut karena sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi di rumah sakit. Mereka sangat nekat, aku sudah tahu bahwa mereka bukan dokter setelah aku melihat pistol di saku jas nya. Dokter mana yang membawa benda berbahaya?" Jelas Raisa.


"....."


"Aku beralasan ingin mengambil barang di luar tapi sepertinya mereka tahu bahwa aku sudah mengetahui kebohongan mereka, sehingga salah satu dari mereka membungkam mulut ku dan mengikat ku di ranjang. Aku ketakutan tapi mereka justru semakin bringas untuk memukuli tubuh ku, saat mereka hendak menyayat leherku...... Bawahan mu datang karena aku dengan sengaja menjatuhkan teko dan gelas yang ada di nakas, sehingga mereka hanya bisa menggores leherku...." Ucap Raisa dengan memejamkan matanya, Chareen tahu bahwa Raisa masih sangat ketakutan karena bisa di lihat dari gerak tubuhnya yang nampak bergetar.


"Aku akan membawa mu ke kediaman Alegra, kau tidak boleh menolak! di sana keamanan nya sangat ketat, kau akan baik-baik saja... Untuk dokter, aku sudah memanggil dokter terbaik di Korea agar luka di wajah mu tidak meninggalkan bekas." Ucap Chareen dengan tegas.


"Hmm... Char, orang-orang itu terlihat sangat ahli. Sangat berbeda dengan orang-orang yang ada di Malawi itu, mereka benar-benar sangat menakutkan. Aku melihat sebuah tato dengan ukiran aneh di telapak tangan mereka.."


"Ukiran aneh? apa kau tahu ukiran apa itu?" Tanya Chareen yang sangat penasaran.


"Aku tidak bisa menjelaskan nya.."


"Tunggu sebentar..." Chareen segera membuka ponselnya, dia mencari-cari sebuah tato yang begitu banyak di ponselnya. Chareen menunjukan satu persatu pada Raisa, hingga akhirnya Raisa menunjuk sebuah tato yang memang sangat aneh.


"Ini, aku ingat. Mereka semuanya memiliki tato di telapak tangan, itu tidak terlihat sama sekali sehingga mereka bisa menyembunyikan nya dengan mudah."


"Aku tahu, aku ada urusan dulu. Kau jangan khawatir, di depan banyak sekali pengawal yang hebat. Setelah melakukan tes akhir, kau bisa langsung keluar dari rumah sakit." Pamit Chareen dengan mengambil tas nya.


"Baik, berhati-hati lah. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi sepertinya mereka sangat berbahaya..."

__ADS_1


"Aku mengerti.."


Chareen segera keluar dari ruangan Raisa, setelah berbincang cukup lama dengan bawahannya Chareen segera pergi meninggalkan rumah sakit dengan beberapa pengawal Alegra.


"Apa kau bisa melacak keberadaan mereka?" Tanya Chareen pada salah satu pengawal Alegra yang sedang menyetir.


"Bisa, jika saya melihatnya secara langsung." Balas nya.


"Ck...." Kesal Chareen, cctv di rumah sakit juga mendadak tidak berfungsi sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sudah mereka lakukan pada Raisa.


"Kita akan kemana?"


"Ke markas ku, kalian harus mengisi energi terlebih dulu." Balas Chareen dengan memejamkan matanya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, di belakang mobil Chareen terdapat beberapa mobil yang mengikuti nya. Itu semua bawahan Alegra yang tidak bisa berhenti untuk mengikuti nya selama Alegra belum menyuruh nya untuk berhenti.


•••


"Ale, sepertinya mereka sudah tahu bahwa kita akan datang kemari." Ucap Arjun dengan berbisik pelan.


"Benar, aku baru saja melihat Bara pergi setelah meminum wine yang di beri oleh pelayan. Sepertinya ada yang tidak beres dengan minuman itu.." Tambah Ricko.


Untuk Arjun, dia tidak bisa terkecoh dengan trik rendahan seperti itu. Begitu pun dengan Ricko yang sudah terbiasa berada di samping Chareen yang selalu mendatangi musuh, sebisa mungkin mereka menghindari hal-hal yang berbau alkohol.


"Bodoh! bukankah sudah aku ingatkan untuk tidak minum?" Kesal Alegra dengan memijat pelipisnya yang terasa pusing.


"Lalu bagaimana? kemana kita harus mencari nya? orang yang paling tahu disini adalah Victor, sedangkan orang nya tidak ada." Ucap Arjun yang ikut pusing, baru kali ini mereka memiliki rekan yang bodoh.


"Permisi tuan, ini minuman segar khusus..." Ucap seorang wanita dengan memberikan sebuah botol wine, Arjun hendak menolak nya namun Alegra justru malah mengambil nya.


"Kenapa kau mengambil nya?" Heran Arjun, apa jangan-jangan Alegra juga mau minum?

__ADS_1


"Bodoh, apa kau tidak lihat di tangannya ada kertas." Datar Alegra dengan membuka kertas tersebut, tertulis sebuah kamar dengan nomor dan juga kartu akses nya.


"Sepertinya benar jika Victor dan Bara sudah di tangkap, rencana yang sudah kita buat sepertinya harus segera di ubah kembali." Ucap Ricko.


"Laksanakan plan B, usahakan kalian tidak boleh terbawa suasana. Ayo pergi...." Ajak Alegra dengan bangkit dari duduknya, di belakangnya ada Arjun dan Ricko yang senantiasa mengikuti nya.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Halo say..."


"Kembali! jangan gegabah, kalian sedang berada di kandang musuh. Mereka memang anggota tanpa nama, semua anggotanya sudah menyebar ke kota bahkan...... Membuat Raisa terluka dan terbaring di rumah sakit."


"Apa? apa kau baik-baik saja?" Cemas Alegra dengan suara pelan, untung saja lorong itu ramai sehingga Alegra mudah untuk menyelinap ke ruangan khusus untuk peralatan bersih-bersih.


"Aku baik-baik saja, aku hanya tidak menyangka jika mereka sudah bergerak sejauh ini. Kembalilah dulu, aku akan mengatakan sesuatu pada kalian "


"Maaf, sepertinya kami tidak bisa kembali sekarang. Victor dan Bara tertangkap dan kami di suruh untuk datang ke salah satu ruangan yang mereka berikan tadi, kau tenang saja... "


"Bodoh!! bagaimana aku bisa tenang? pemimpin mereka itu adalah paman ku sendiri!! dia ayah nya Victor!" Kesal Chareen.


"Eh?" Kaget Alegra.


"Kemungkinan besar paman tidak akan melukai nya, tapi tidak dengan om Bara. Kau harus segera menemukan mereka Ale, paman memang telah mengincar om Bara setelah kematian kakek."


"Baiklah, kau tenang dulu jangan panik dan jangan gegabah. Aku akan membawa Bara dengan selamat, kalau begitu aku tutup."


"Ya..."


Bara tak menyangka jika orang yang sudah mengelabui mereka itu adalah pamannya Chareen sendiri? bisa di katakan, orang tua Victor dan Michael itu sepupu dari Yuna dan Dong Song.


Kenapa ada kelurga yang rela membunuh saudaranya sendiri hanya karena warisan? sungguh ironis sekali, pantas saja dia mengetahui seluk beluk kediaman utama.

__ADS_1


__ADS_2