
"Terimakasih atas kerjasama nya tuan Alegra, saya sangat puas dengan hasil nya." Ucap seorang laki-laki dengan menjabat tangan Alegra.
"Sama-sama tuan." Balas Alegra dengan tersenyum kecil.
Setelah kepergian mereka, Alegra langsung melihat jam nya. Sudah 4 jam dia rapat bersama rekan kerjanya itu, dengan cepat Alegra menghubungi nomor Chareen namun tidak aktif. Di telpon juga Arjun namun tak di angkat hal itu membuat Alegra kesal.
"Tuan?" Panggil Raisa.
"Kita kembali ke kantor dulu." Balas Alegra dengan ekspresi buruk.
Alegra tahu ini salahnya yang memutuskan secara sepihak, dia kira Chareen tidak akan marah namun ternyata dugaan nya salah. Alegra lupa bahwa saat ini Chareen sedang mengandung hingga tidak memikirkan perasaan nya.
Sesampainya di kantor, Alegra tak sengaja mendengar salah seorang pegawai nya yang mengatakan bahwa kondisi Chareen sangat buruk saat pergi dari perusahaan tadi.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Alegra dengan penasaran.
"Anu tuan... Saya melihat nona Chareen, seperti nya sudah menangis karena kedua matanya yang sembab dan juga.... Sedikit pucat." Jelas nya dengan menundukkan kepalanya.
"Benar tuan, saya rasa semuanya pun melihat nona Chareen." Balas salah seorang temannya.
"...." Alegra hanya diam dan langsung pergi begitu saja untuk masuk kedalam ruangan nya, di sana Alegra mulai melihat rekaman cctv yang ada di ruangannya. Setelah melihat nya dengan jelas, Alegra menghempaskan tubuhnya di kursi tempat nya bekerja.
"Maafkan aku sayang.... Aku benar-benar tidak tahu jika hal seperti ini pun membuat mu terluka...." Lirih Alegra.
Dia bisa melihat dan mendengar isakkan tangis Chareen, terlebih dia mendengar Chareen tidak mau makan apapun dan membiarkan nya mati.
Sedangkan orang yang dia khawatirkan saat ini sedang duduk bersantai di ruang tamu dengan Raisa dan juga.... Bara. Tak lupa Arjun pun ada di sana dengan membawa banyak pesanan Chareen yang sulit untuk di jumpai.
"Maafkan aku om, aku tidak tahu bahwa kejadian nya akan jadi seperti ini..." Cemberut Chareen dengan bersandar pada Bara.
"Ehmm tidak apa.." Balas Bara dengan sesekali melirik Raisa yang hanya diam dengan ekspresi datar nya.
"Bagaimana kalau malam ini kau tidur di apartemen om? takutnya jika disini Alegra akan menemukan mu." Jelas Bara dengan mengelus rambut Chareen.
"Hmm Oke.." Angguk Chareen.
__ADS_1
"Ahh ya, mengenai berita itu..." Ucap Arjun dengan memberikan dokumen pada Raisa.
"...." Raisa hanya diam namun tetap membuka nya.
"Di sana tertulis bahwa nona Selly mengandung bukan anak dari tuan Bara, melainkan dari salah seorang investor yang menjadi pendukung nya. Ini semua bukti buktinya, dan untuk bukti yang menunjukkan bahwa tuan Bara dan nona Selly berhubungan itu semua palsu." Jelas Arjun.
"Benar, aku sudah melihatnya. Jika masih tidak percaya aku akan memberikan videonya..." Tambah Chareen pada Raisa.
"Tapi.... Bagaimana semuanya bisa nampak nyata? maksud ku... Hhh...." Raisa hanya menundukkan kepalanya saja dengan lemas.
"Maafkan aku, aku juga tidak tahu. Tapi yang jelas jika mereka ingin membuat agensi ku hancur, terbukti dari beberapa rekan ku yang mengambil saham nya kembali. Untung saja perusahaan Chareen dan Alegra masih berdiri kuat di belakang ku, jika tidak.... Entahlah." Tunduk Bara.
Terkadang, bagi Chareen Bara bisa terlihat dewasa dan kuat namun Chareen juga bisa melihat nya dalam waktu yang bersamaan bahwa Bara pun memiliki sisi yang lemah dan takut.
"Om tenang saja, aku akan memberikan nya hadiah malam ini. Kalian selesaikan dulu masalah kalian, aku dan Arjun akan pergi..." Pamit Chareen.
"Ehh tapi, kondisi mu sedang tidak baik Char." Cegah Raisa.
"Tenang saja, ini justru bagus untuk nya." Ucap Bara yang di balas senyuman oleh Chareen, namun senyuman itu bukanlah senyum manis seperti biasanya melainkan senyum yang sangat menyeramkan.
"Ahh baiklah...." Pasrah Raisa yang sedikit merinding saat melihat senyuman Chareen.
"Maafkan aku..." Lirih Bara dengan memegang pipi Raisa.
"Aku hanya takut." Balas Raisa dengan memejamkan matanya saat merasakan tangan hangat Bara di pipinya.
Bara tersenyum, di kecup nya kening Raisa dengan penuh kasih sayang lalu berkahir di bibir nya. Mereka berciuman dengan penuh perasaan, bisa Raisa rasakan salah satu tangan Bara yang mengelus punggung nya.
"Hhh... Kita pindah saja ke kamar." Ucap Raisa dengan memalingkan wajahnya.
Bara terdiam beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum lebar, apakah pendengaran nya salah? bukankah Raisa selalu mengatakan tidak siap? dan sekarang..... Bara harus bersyukur pada Chareen dan akan memberikan nya hadiah besok!
Namun sebelum mereka beranjak, terdengar bunyi ketukan pintu yang membuat Bara menggeram marah. Di bukannya pintu itu dengan penuh kekesalan.
"Siapa?" Tanya nya dengan kesal, namun Bara sedikit terkejut dengan sosok tersebut yang ternyata Alegra. Alegra berdiri dengan ekspresi yang kacau, jas yang berantakan, kemeja yang terbuka dua kancing dan rambut yang kacau.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Bara dengan kesal.
"Apakah Chareen ada disini?" Tanya Alegra dengan melihat ke dalam.
"Ck! kau tidak sopan!! malam malam begini datang ke rumah orang!" Kesal Bara.
"Siapa?" Tanya Raisa dengan keluar dari kamar nya, di lihatnya Alegra yang berdiri di ruang tamu dengan kondisi yang buruk.
"Apa yang telah kau lakukan pada Chareen?" Tanya Bara depan tajam.
"Aku salah.... Aku berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi." Ucap Alegra dengan mengusap rambutnya prustasi.
"Pergilah... Chareen tidak ada disini, mungkin Chareen sedang menenangkan pikirannya di...."
"Markas? tidak ada, di rumah tidak ada! di seluruh hotel yang ada di kota ini pun tidak ada, bahkan di semua penginapan yang ada di negara ini tak terdapat nama Chareen!!" Kesal nya.
"...." Raisa dan Bara begitu terkejut dengan penjelasan Alegra, ternyata Alegra sudah bergerak sejauh ini. Tapi bagaimana bisa Alegra tidak bertemu dengan Chareen? bukankah seharusnya mereka berpapasan?
"Hmm Alegra, Chareen hanya sedikit emosi dan hal ini sangat wajar bagi ibu hamil sepertinya. Tunggu emosi nya mereda maka Chareen pasti akan kembali..." Ucap Raisa.
"Aku tahu, tapi aku tidak bisa memastikan nya. Apakah dia makan dengan baik? apakah dia sudah meminum susu hamil nya? apakah dia melakukan hal yang berbahaya? hal itu terus berputar di otak ku." Jelas Alegra dengan menatap mereka berdua.
Bara dan Raisa lagi lagi terdiam, Raisa merasa bahwa Alegra begitu menyayangi Chareen. Ternyata masih ada laki-laki seperti nya.
"Baiklah, aku akan melacak keberadaan Chareen. Kau pulanglah.... Jika aku menemukan nya, aku akan langsung mengabari mu." Ucap Bara.
"Terimakasih, kalau begitu aku akan mencari Chareen sekali lagi." Pamit Alegra dengan langkah yang tak berdaya.
Setelah kepergian Alegra, Bara menghela nafas berat. Di liriknya Raisa yang diam memikirkan sesuatu, apakah Raisa terpesona oleh ketampanan Alegra? di kecup nya pipi Raisa oleh Bara hingga membuat wanita itu terkejut.
"Astaga, apa yang kau lakukan? kau membuat ku terkejut!" Kesal Raisa.
"Siapa yang kau pikirkan? aku tahu jika Alegra sangat tampan, tapi apa perlu kau memikirkan nya di depanku?" Cemburu Bara membuat Raisa terkekeh.
"Aku hanya memikirkan, bagaimana jika aku seperti Chareen. Apa kau akan seperti Alegra yang akan mencari ku mati matian?" Tanya Raisa.
__ADS_1
"Tentu saja, aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia sekali pun." Tegas Bara yang lagi-lagi membuat Raisa terkekeh.
Jangan lupa like dan komen nya yahh