Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Penguntit


__ADS_3

Terlihat dua wanita yang sibuk membeli beberapa pakaian dan juga obat untuk mereka bawa, Chareen sibuk melihat makanan yang harus ia bawa pulang nanti untuk mereka makan bersama-sama.


"Saya ingin dessert ini, kira-kira berapa banyak yang tersedia?" Tanya Chareen pada penjual cake itu.


"Ahh itu nona, kami menjual sangat banyak tapi jika nona membutuhkan lebih banyak lagi maka nona harus menunggu beberapa saat. Kami juga menyediakan beberapa rasa lain yang tak kalah enaknya." Balas penjual itu.


"Oke, saya ingin 100 kotak dessert di setiap rasa nya. Jangan terlalu lama, kami masih harus pergi." Ucap Chareen dengan memberikan kartu kredit nya.


"Baik nona." Angguk nya dengan semangat.


"Kau yakin ingin membeli sebanyak itu?" Tanya Raisa tak percaya.


"Ya, di sana sangat banyak orang. Mungkin tidak semuanya mendapatkan dessert tapi aku pastikan bahwa anak buah ku akan mendapatkan nya dengan merata." Santai Chareen membuat Raisa menggelengkan kepalanya, dia pikir untuk penduduk Malawi ternyata untuk anak buahnya sendiri.


"Apa kau sudah mendapatkan obatnya?" Tanya Chareen pada Raisa.


"Sudah, aku sudah memborong semua antibiotik yang ada di beberapa apotek yang ada disini dan beberapa obat lainnya yang berguna untuk mereka. Ada apa?"


"Tidak ada, waktu kita sudah tidak banyak. Jangan sampai kita kemaleman di jalan."


"Baiklah, tapi kenapa kita tidak menggunakan jet pribadi untuk datang kemari? bukankah hanya membutuhkan waktu setengah jam perjalanan?" Tanya Raisa heran.


"Apa kau ingin menarik perhatian orang-orang disini? kita akan di anggap ******* oleh mereka karena jet yang tersedia semuanya berlambang mafia!" Jelas Chareen.


Raisa terdiam, dia lupa bahwa pasangan itu adalah seorang mafia.


Setelah 2 jam mereka berkeliling dan membeli beberapa barang, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali karena perjalanan yang mereka tempuh pun membutuhkan waktu yang lumayan lama.


"Ini sangat enak sekali..." Seru Raisa saat merasakan dessert yang di pesan oleh Chareen tadi.


"Memang, karena itu lah aku membeli banyak." Balas Chareen dengan santai.


"Nona, apa nona merasakan seseorang yang terus mengintai kita?" Tanya Arjun dengan cepat.


"Ya, sekarang pun dia masih mengikuti. Mungkin ada sekitar 6 orang, ahh tidak... 7 orang lebih tepatnya." Santai Chareen.


"Apa? di mana? apa mereka berbahaya? bagaimana ini?" Panik Raisa.

__ADS_1


"..." Chareen dan Arjun hanya diam tak merespon kepanikan Raisa.


"Berhenti setelah sampai di hutan." Ucap Chareen.


"Baik."


"Char! Kau, ini sangat berbahaya!!" Panik Raisa.


"Tenanglah, kau duduk manis saja disini. Lanjutkan acara makan mu oke?" Ucap Chareen dengan menenangkan Raisa yang nampak ketakutan.


"Tapi..."


"Diamlah, kau cukup lihat dan perhatikan saja." Geram Arjun membuat Raisa bungkam, bagaimana mungkin Arjun sangat kasar padanya sedangkan pada Chareen dia nampak seperti seekor kucing yang menggemaskan?


Nampak sebuah mobil hitam juga berhenti di belakang mobil Chareen, mereka keluar dengan tampang yang.. Membuat Chareen jijik melihatnya.


"Hahaha, lihatnya wanita cantik ini. Tidak sia-sia kita melihat nya saat di mall tadi, di mana wanita cantik yang satu lagi nya? biarkan kami melihat nya dengan puas...." Senang mereka dengan mendekati Chareen yang masih biasa saja.


"Tenanglah, kami akan memperlakukan kalian dengan baik sebelum kami membawa mu pada tuan besar kami akan menikmati kalian terlebih dahulu hahahaa." Tawa nya begitu menggelegar di hutan tersebut.


"Ada apa?" Heran mereka.


"Mulutmu bau, pastikan sebelum pergi sikap gigi terlebih dahulu. Kau bisa membuat orang-orang di sekitarmu mati karena bau busuk yang keluar dari mulutmu." Jujur Chareen.


Arjun dan Raisa entah harus apa, yang jelas mereka berusaha menahan tawa nya saat kata pedas itu keluar dari bibir cantik Chareen.


"Kau kurang ajar!!! aku tidak akan mengampuni mu wanita jal**ng!!!!" Marah nya karena merasa sudah di permalukan oleh Chareen.


"Ck, menjijikkan!" Gumam Chareen.


Chareen menahan wajah laki-laki itu menggunakan ujung pistol nya, mendadak suasana menjadi hening. Laki-laki yang berada di hadapan Chareen mendadak diam membisu seperti patung saat rasa dingin yang menempel di keningnya.


"Apa kau tahu hukuman apa yang di dapatkan jika sudah mengusik ketenangan ku?" Tanya Chareen dengan suara santainya.


"...."


"Mati!" Gumam Chareen dengan menendang selengkangan laki-laki itu hingga tersungkur di jalan.

__ADS_1


"K-kau!!!.... Akhhh....." Laki-laki itu meringis kesakitan, tendangan Chareen bukan tendangan biasa. Melainkan tendangan penuh tenaga, bisa di bayangkan bagaimana sakitnya.


"Kau wanita sialan!!! Serang dia!!!" Ucap seorang laki-laki yang berada di belakangnya.


"Ck, menyebalkan. Arjun.... Bunuh mereka semua, buang mayatnya di tengah hutan. Pastikan, sebelum kau membunuh nya.... Potong semua jari mereka, congkel kedua matanya, tusuk kepala mereka 10 kali, ambil jantung nya dan...... Cincang semua alat kelamin mereka. Biarkan burung kematian yang mencabik-cabik tubuh mereka." Ucap Chareen dengan dingin.


"B-baik..." Patuh Arjun yang merasakan ngilu di bagian sensitif nya.


"A-apa.... Jangan mendekat atau kami.... Akhhhhhhhhhh....."


Chareen melihat ke arah Raisa yang nampak pucat ketakutan, Chareen hanya diam dan memberikan handset pada nya agar tidak mendengar suara buruk mereka.


"Pakailah..." Ucap Chareen yang langsung di angguki oleh Raisa.


Ini pertama kalinya Raisa melihat sisi lain dari Chareen, pantas saja Bara tidak bisa menang dari nya. Dia sendiri pun sangat terkejut dengan sikap Chareen yang seperti ini, jika dia tidak melihatnya secara langsung perubahan Chareen mungkin dia akan mengira jika Chareen memiliki kepribadian ganda. Yang jelas, dia sangat amat ketakutan dengan sosok Chareen dan tidak berani menimbulkan masalah sedikit pun.


"Char, ini.... Apa tidak apa-apa, maksud ku Arjun..." Tanya Raisa dengan sedikit khawatir, bagaimana pun Arjun hanya seorang diri.


"Kau tidak perlu mencemaskan nya, meskipun dia nampak bodoh dan tidak waras tapi dia memiliki sisi yang tak bisa kau bayangkan." Balas Chareen dengan mata yang terpejam.


Raisa meneguk ludahnya bulat-bulat, dari mana bodoh dan tidak waras nya Arjun? mendengar suara datar nya saja sudah membuat dia merinding tak tertahankan, di tatapnya dessert yang masih tersisa setengah, hal itu membuat nya merinding dan segera menyimpan nya. Bagaimana mungkin dia masih memiliki mood untuk makan?


Brakk!


Raisa tersentak dengan kedatangan Arjun yang kembali duduk di kursi supir, aroma darah yang kental tercium jelas oleh Raisa bahkan dia bisa melihat darah yang mengenai pakaian Arjun.


"Bagaimana?" Tanya Chareen dengan mata yang masih terpejam.


"Sudah nona." Angguk Arjun dengan menatap ke arah mereka berdua, bisa Arjun lihat ekspresi ketakutan dari Raisa saat Arjun tersenyum miring pada nya.


"Hmm, cepatlah jalan. Entah kenapa tubuh ku merasa tak nyaman..." Jujur Chareen.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Raisa.


"Hanya sedikit pusing, tak apa." Balas Chareen dengan menepiskan tangan Raisa yang hendak memeriksa tubuhnya.


"Baiklah..." Pasrah nya dari pada membuat Chareen murka?

__ADS_1


__ADS_2