
Arjun berjalan di samping Chareen memasuki sebuah restoran mewah bintang lima, sosok Chareen yang begitu mencolok kini menjadi sorotan publik. Terlebih untuk laki-laki yang kini sibuk memperhatikan nya, namun hal itu tidak berlangsung lama setelah sosok Arjun yang semula memakai masker kini telah membuka nya.
Mereka langsung berkeringat dingin setelah melihat tatapan mautnya itu, Chareen sendiri tak menghiraukan itu semua. Kenyamanan nya jauh lebih penting.
"Arjun, kenapa kau mau menuruti keinginan Alegra untuk bekerja dengan ku?" Tanya Chareen dengan menatap Arjun penasaran.
"Sepertinya tidak hanya saya yang ingin bekerja dengan nona, siapa laki-laki yang tidak ingin berdekatan dengan nona Chareen?" Balik tanya Arjun dengan tersenyum miring, hal itu membuat Chareen mengangguk mengerti dan kembali fokus pada ponselnya.
Arjun hanya menghela nafas, tatapan mempesona nya tidak membuat Chareen terpana. Justru Chareen mengabaikan nya, memang benar jika pesona Alegra tidak ada yang bisa menyaingi nya.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
"Halo?" Jawab Chareen.
"Halo Char, kamu di mana? malam ini sibuk atau tidak?"
"Ehmm entahlah, hari ini ada jadwal pemotretan. Mungkin malam ini sibuk, ada apa Chat?" Heran Chareen.
"Tidak apa-apa, malam ini aku ada pekerjaan di negara yang sama dengan mu. Jika kau tidak sibuk maka malam ini aku akan mengajakmu berkeliling."
"Baiklah, aku akan mengusahakan nya."
"Sip, kalau begitu aku tutup. Sampai jumpa malam nanti."
Tut
"Arjun, kau susun ulang jadwal ku untuk sore nanti. Temanku ingin berkeliling disini." Ucap Chareen dengan menunjukan cengiran nya.
"Ahh baik nona." Angguk nya dengan menggaruk tengkuknya.
Entah kenapa Arjun menjadi gugup saat melihat tingkah lucu Chareen yang jelas terlihat di matanya. Dengan cepat Arjun menggelengkan kepalanya dan memukul nya pelan, agar tidak lagi terpesona oleh Chareen.
"Ada apa? apa kau sakit?" Heran Chareen dengan memiringkan kepalanya menatap Arjun yang langsung terbatuk-batuk.
"Tidak Ukhukk...." Balas Arjun dengan kembali berekspresi datar. Namun tidak dengan telinga nya yang nampak memerah lucu.
•••
Alegra duduk di kursi kebesaran nya, Alegra berkali-kali memperhatikan video yang menampilkan wanita nya di sana. Tangannya mengepal kuat dengan rahang yang mengeras.
"Tuan?"
__ADS_1
"Apakah tidak ada lagi di antara kalian yang memiliki kemampuan melebihi nya?" Tanya Alegra dingin dan datar.
"Ahh maafkan saya tuan, anda tahu sendiri bahwa tuan Arjun sudah kami anggap sebagai bayangan anda." Tunduk mereka.
"Arjun sialan!!!" Gumam Alegra dengan mendengus kesal.
Entah apa yang harus bawahan Alegra lakukan, melihat kedua bos nya yang kini nampak berbeda dari biasanya membuat mereka ingin sekali tertawa. Namun apa daya mereka yang hanya memiliki satu nyawa saja.
"Tuan, ada laporan mengenai tuan Vino."
Alegra mengangguk dan menerima dokumen tersebut, di buka nya dokumen tersebut selembar demi selembar hingga muncullah senyum licik nya.
"Mengirim penyusup ke markas ku heh? bawa orang tersebut kehadapan ku sekarang." Ucap Alegra dengan menghisap rokok nya.
"Baik tuan."
•••
"SIALLLL!!!!! bagaimana bisa koneksi nya terputus? apa mereka tertangkap? Bodoh!!!!"
"Tuan, sepertinya mereka memang benar-benar tertangkap. Ada file yang di kirimkan oleh bawahan tuan Arjun." Lapor anak buah nya.
"...." Abimanyu hanya diam dengan ekspresi yang sangat buruk, entah kenapa dia sangat sulit untuk mengetahui tentang markas Arjun? dia tidak tahu menahu tentang rencana yang saat ini sedang Arjun lakukan.
"Tuan, selagi ada tuan Arjun disisi nona Chareen Lee kita tidak bisa memantau gerak-gerik nya. Keamanan tuan Arjun sangat tinggi hingga membuat kita sulit untuk melangkah."
"Untuk saat ini kita mundur saja dulu, kita pikirkan rencana untuk menyingkirkan Arjun."
"Baik tuan."
•••
Terlihat sosok wanita yang sedang duduk bersantai setelah 5 menit yang lalu dia melakukan pekerjaannya sebagai model. Tapi mungkin kegiatan bersantai nya akan segera lenyap setelah Chareen melihat sosok wanita yang terus mencari masalah dengan nya itu.
"Sepertinya nona Chareen tidak menyukai kedatangan saya kemari." Ucap seorang wanita dengan suara lembut nya namun sangat menjijikkan di telinga Chareen.
"Ahh seperti nya nona Windy salah paham, justru kedatangan anda sangat saya nantikan. Bagaimana pun juga anda adalah seorang senior." Balas Chareen dengan tersenyum manis.
"Benarkah? jika begitu..... Aku tunggu malam ini kau di Bar! Jika tidak berarti kau..." Senyumnya dengan membisikkan kata tersebut pada Chareen.
"Seperti yang senior harapkan, dengan senang hati saya akan datang..." Balas Chareen dengan santai hingga membuat Windy tersenyum puas.
__ADS_1
Di lihatnya sosok Arjun yang nampak menatap nya tajam, Arjun yang kini mengenakan masker membuat Windy terkekeh.
"Apakah sekertaris mu berubah? apa yang dulu sedang trauma karena acara kemarin malam upss..."
"Senior terlalu berlebihan, sekertaris utama ku sedang berlibur. Anda tahu sendiri jadwal saya sangat padat dan sibuk, jadi dua sekertaris tidak lah aneh bagi orang yang penting seperti saya."
Skakmat!!!!
Windy bungkam dengan ucapan yang di lontarkan oleh Chareen pada nya, entah kenapa ucapan Chareen sangat menyakitkan meskipun terdengar biasa saja namun memiliki makna yang mendalam.
"Kau!!!!!" Geram nya.
Windy pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi, Chareen hanya terkekeh.
"Nona, bagaimana jika say...."
"Tidak perlu, malam ini aku akan pergi dengan Chaty. Kau pantau saja dari jauh, apa kau mengerti?" Tanya Chareen dengan menatap Arjun yang nampak tidak senang.
"Baik nona..."
"Bagus, ayo kita pergi. Mungkin Chaty sudah menunggu ku." Ucap Chareen dengan berjalan pergi yang diikuti oleh Arjun di belakang nya.
Tapi sebelum Arjun pergi, dia sudah menyuruh anak buahnya untuk menyamar menjadi petugas di bar yang sudah di sebutkan oleh Windy tadi. Dia tidak ingin mengambil resiko tentang wanita yang sangat berharga bagi tuannya itu.
•••
Chareen melambaikan tangannya saat melihat seorang wanita yang berdiri di depan gedung itu, sosok tersebut membalasnya dengan tersenyum lebar.
"Ahhh aku merindukanmu...." Senang nya dengan berpelukan.
"Hmm, bagaimana kabarmu? apa kau disini bersama Garel?" Tanya Chareen dengan celingak-celinguk mencari sosoknya.
"Tidak ada, dia sedang sibuk. Ayo kita pergi.." Ajaknya dengan menggandeng Chareen, tapi langkah nya terhenti saat dirinya berhadapan dengan Arjun.
"Kau?" Kaget Chaty.
"Kenapa? apa kau mengenali nya?" Tanya Chareen aneh.
"Bukankah kau Arjun? sang Mafia yang sangat di takuti itu?" Tanya Chaty dengan ekspresi herannya itu.
"APA?" Kaget Chareen.
__ADS_1
Arjun yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang, mungkin sebentar lagi identitas nya akan segera di ketahui oleh Chareen.