Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Pecat


__ADS_3

Obrolan keduanya masih di pantau oleh Alegra dan Claire yang berada di balkon kamar itu, Alegra yang semula tidak tahu masalahnya kini dirinya sudah tahu dengan jelas. Alegra hanya diam karena dia pun pernah melakukan hal bodoh itu dulu dan sangat amat menyesali nya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Alegra dengan mengelus rambut Claire yang masih menatap layar laptop.


"Ya, kak Chareen sangat hebat! kakak beruntung bisa mendapatkan nya, jangan sampai kakak menyia-nyiakan sosok nya yang sempurna itu." Senyum Claire.


"Kau benar, aku pernah menyesal karena pernah membuat nya menangis dan terluka..."


•••


Saat Chareen hendak kembali ke kamarnya, Chareen berpapasan dengan Alegra yang baru saja keluar dari kamar Claire.


"Di mana Claire?" Tanya Chareen.


"Tidur, masih ada 2 jam untuk bersiap. Apa kau ingin tidur dulu?" Tanya Alegra dengan merangkul pinggang Chareen dan membawanya masuk kedalam kamar.


"Tidak, aku akan pergi ke kantor." Balas Chareen dengan mengambil pakaian nya.


"Tap...."


"Diamlah!" Kesal Chareen.


Alegra kembali bungkam, dia tidak melawan kehendak Chareen. Di lihatnya Chareen yang sudah berganti pakaian dengan rok span pendek di atas lutut berwarna pink dan tangtop spaghetti berwarna putih yang di padukan dengan blazer pink nya.


Tak lupa high'heel yang terpasang di kaki indahnya membuat Alegra mengelus dada nya sabar, dia tidak takut jika Chareen menggunakan high heels nya itu karena dia tahu Chareen sudah terbiasa. Namun yang membuat Alegra sabar adalah sosok Chareen yang sangat cantik itu dengan riasan natural nya.


Cup


"Aku pergi dulu..." Senyum Chareen dengan mengecup singkat bibir Alegra.


•••


Tanpa sepengetahuan Claire dan Alegra, Chareen sebenarnya menghukum William agar tidak bisa merenungi kesalahannya di markas miliknya. Sehingga di kantor, Chareen bisa melihatnya dengan santai.


Keberadaan Chareen kini menjadi pusat perhatian orang-orang, mereka tahu bagaimana sayang nya Dong Song pada Chareen yang merupakan anak tunggal itu. Terlebih reputasi nya pun sangat baik dan sempurna di tambah memiliki suami yang sama sempurna nya juga dengan dirinya.

__ADS_1


"Selamat datang nona, apa ada hal yang ingin nona sampaikan?" Tanya mereka dengan tersenyum lebar.


"Aku dengar tahun ini banyak mahasiswa magang, tolong kumpulkan semua nya di aula." Titah Chareen.


"Baik nona."


Chareen segera masuk kedalam lift khusus, namun saat hendak masuk dirinya di dorong oleh seseorang hingga membuat nya sedikit terhuyung. Chareen sangat kesal dengan hal itu karena telah berani memakai lift khusus untuk atasan.


"Ck, bisakah kau minggir? mengganggu saja!!!" Ketus nya dengan ekspresi yang..... Entahlah, Chareen hanya menghela nafas dengan mengelus perutnya lembut.


"Nona, apa tidak apa-apa?" Cemas seorang wanita yang menjadi GM di perusahaannya.


"Tidak apa-apa.." Senyum Chareen.


"Nona, dia... Dia adalah sekertaris tuan William, tingkah nya memang seperti itu tapi jika di hadapan tuan William sikap nya akan berbeda sekali. Dia akan terlihat seperti wanita yang lemah bahkan dia pernah mengatakan pada tuan bahwa kami selalu menganiaya nya..." Jelas nya.


"Benar nona, bahkan pagi tadi saja dia berniat menghancurkan hubungan tuan dengan kekasihnya yang datang itu... Entah siapa dia yang jelas, wanita itu terlihat lebih cantik dan beretika meskipun sikap nya yang kasar." Tambah seseorang lagi.


Kini Chareen berada di dalam lift bersama beberapa pegawai lain, mereka terus menceritakan tentang kejadian buruk yang ada di kantor nya.


"Jadi... Dia nona Claire itu?" Kaget mereka.


"Ya... Dia mengatakan padaku bahwa ada wanita jala*ng disini."


"Benar nona, cepatlah beri pelajaran pada nya."


"Tentu, tapi tolong rahasia status ku ini."


"Ehh baik nona.."


Chareen tersenyum kecil, sorot matanya begitu tajam dan dalam. Untung orang-orang yang ada di sana tidak memperhatikan hal tersebut, hingga sampailah mereka di aula yang sangat luas dan besar itu. Di sana sudah ada anak anak magang dan juga beberapa atasan di setiap bidang nya.


Chareen mengeryit saat wanita yang Chareen yakini itu adalah Gea kini sudah duduk manis di kursi yang ada di podium, dia tersenyum dengan penuh keyakinan. Mereka memang mengumumkan bahwa atasan menyuruh mereka untuk berkumpul, tanpa menyebutkan siapa atasan itu.


Setelah beberapa saat, barulah Chareen naik ke atas podium dengan langkah yang pasti. Terlihat sosok Gea yang menatapnya heran dan tak suka, namun dia masih bersikap acuh tak acuh.

__ADS_1


"Halo semuanya, apakah kalian nyaman ada di perusahaan ini? jika kalian mengalami hal yang tidak mengenakkan kalian bisa melaporkan hal tersebut pada orang yang sudah saya percayai. Saya harap tidak ada kasus apapun selagi atasan pergi, dan lagi.... Sikap dan perilaku kalian sangat penting disini." Jelas Chareen dengan tegas nya.


"Untuk nona yang duduk disini, apa anda bisa memperkenalkan diri?" Tanya Chareen dengan tersenyum kecil.


"Oh, kau yang menghalangi jalanku tadi ya? saya Gea, sekertaris kesayangan tuan William." Santai nya dengan tetap duduk di kursinya.


"Sekertaris kesayangan? apa begini sikap mu sebagai seorang sekertaris nona? seharusnya kau bersikap elegan dan penuh etika, kau terlihat seperti wanita jalanan yang nyasar di tempat ini." Ujar Chareen dengan tetap tersenyum kecil.


"Kau!! Apa maksudmu hah?" Marah nya dengan menunjuk Chareen, para atasan yang ada di sana langsung bangkit dari duduknya dan hendak menghampiri Chareen namun Chareen langsung menahan nya dengan mengangkat sebelah tangannya.


"Tak perlu tahu saya siapa, saya hanya menyarankan agar anda mengubah sikap anda jika anda masih menginginkan posisi ini. Jangan membuat malu perusahaan ini dengan tingkah anda yang tak berpendidikan dan tak bermoral ini." Sinis Chareen dengan menghempas kan tangan Gea.


"Kau!!! kau pegawai bagian mana hah? aku akan melaporkan mu pada William bahwa kau sudah menganiaya aku disini..." Marah nya.


"Menganiaya? apa begini maksud mu?"


PLAAAKKKKKK!!!


Chareen menamparnya dengan kencang hingga wanita itu jatuh tersungkur dengan pipi yang memerah, tenaga Chareen tak perlu di pertanyakan lagi.


"Beraninya kau!!" Marah nya dan hendak bangun namun Chareen langsung menginjak tangannya hingga membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Mulai sekarang kau angkat kaki dari perusahaan ini!! kami tidak menerima kotoran menjijikkan seperti anda!" Sinis Chareen.


"Kau pikir kau si...."


"SAYA ADALAH PRESDIR DI PERUSAHAAN INI SEDANGKAN WILLIAM HANYA CEO DISINI!!! Apa kau mengerti nona?" Sinis Chareen dengan menghempaskan wajah nya hingga kembali tertunduk.


"Apa maksudmu?" Tanya nya dengan heran.


"Chareen Lee, saya putri tunggal di keluarga Lee!! Dan perkenalkan, saya juga istri dari pemilik perusahaan Vitton!! kedudukan kita sangat jauh berbeda, bahkan untuk bernafas di depanku saja kau tidak lah layak!!" Sengit Chareen membuat beberapa orang menahan nafas nya sejenak, jika Chareen sudah mengatakan kedudukannya itu berarti dia sedang marah besar.


Bahkan mereka juga baru pertama kali mendengar Chareen menyebutkan status nya itu, mereka hanya diam dengan nafas yang masih tertahan setelah mendengar apa yang Chareen ucapkan.


Terimakasih atas doa nya huhuuu sayang kalian banyak-banyak ♥️

__ADS_1


__ADS_2