
Alegra terbatuk saat asap hitam mengepul di udara, saat ini dia berada di tanah lapang yang jaraknya jauh dari penduduk. Dia terpaksa mendarat di sana karena beberapa bagian jet nya terbakar akibat tembakan seseorang di belakang.
Suara tembakan begitu menggelegar di setiap penjuru, Alegra yang berada di balik pohon terus memantau situasi karena keadaan sangat gelap sehingga membuat nya tak bisa melihat dengan jelas mana musuh dan mana kawan.
Dari jauh, Alegra bisa melihat sekumpulan orang-orang dengan pakaian khas militer. Hingga akhirnya Alegra tersadar bahwa mereka semua pasukan elit kerajaan Inggris yang sangat hebat dan kuat.
"Sial!! Untung saja Chareen sudah pergi lebih dulu..." Lega nya dengan memasukkan peluru kedalam pistolnya.
DOR!!
Alegra menembak salah satu dari mereka untuk mengecoh nya, setelah berhasil membunuh satu orang Alegra langsung berguling di tanah untuk menghindari tembakan musuh.
Tembakan terus mengarah pada nya, hingga Alegra merasakan nyeri di bagian pundak nya. Ternyata dia tertusuk ranting yang tajam saat bergulir tadi, di cabut nya ranting itu dengan mudah dan tak menghiraukan luka nya yang terus mengeluarkan darah.
"Hahaa, kau sudah terkepung!! serahkan nyawamu hidup-hidup dan biarkan aku melihat wajahmu dengan jelas." Teriak seorang laki-laki dengan tegas.
"Benar, mereka hanya berjumlah 3 orang. Satu orang sedang terluka dan satu lagi sudah mati, mungkin yang tersisa hanya atasannya saja. Sepertinya dia sedang bersembunyi hahaha..."
Mereka langsung berpencar untuk mencari keberadaan Alegra, sedangkan orang yang mereka cari sedang berada di atas pohon yang sangat rimbun. Keberadaan nya tak terlihat karena keadaan yang sangat gelap, Alegra memilih untuk bersembunyi sementara waktu karena dia tidak bisa gegabah. Mereka semua membawa banyak peluru, sedangkan dirinya? hanya ada beberapa karena semuanya berada di jet yang kini sudah terbakar habis.
Untuk Garel, laki-laki itu sengaja Alegra tidurkan di semak-semak dengan tubuh yang di tutupi daun dan ranting. Itu semua untuk memudahkan Alegra dalam bertindak, dan lagi Garel tidak tahu menahu tentang sosok Alegra yang sebenarnya.
Titt Titt Titt
"Sial!!" Geram Alegra karena GPS di jam tangan nya berbunyi, itu adalah tanda bantuan dari Arjun. Namun keadaan nya tidaklah memungkinkan karena di bawah pohon itu ada beberapa anggota yang sedang berbincang.
"Itu dia!!! cepat tangkap dia!!!! kita harus memberikan kepalanya pada nona."
Alegra yang mendengar itu langsung meloncat, lagi-lagi Alegra bisa menyelamatkan dirinya. Alegra persis seperti belut yang sangat licin.
__ADS_1
DUGHHHH!!!
"Uhhh..." Alegra meringis karena dia tidak sengaja menabrak pohon besar yang ada di hadapannya, kini Alegra sudah terkepung oleh pasukan elit itu yang berjumlah 8 orang. Untung hanya sebagian nya saja.
"Mau lari kemana lagi kau hah? kau pikir kau bisa kabur?" Sengit nya dengan menodongkan pistol pada Alegra.
"Yahh tidak seru, kalian tahu? istriku sedang hamil. Dia ngidam ingin di bawakan kepala sebagai hadiah nya, bagaimana menurut kalian?" Tanya Alegra dengan santai.
"Tentu, kami akan memberikan kepala mu sebagai hadiah nya."
Krakkkk!!
Alegra segera menunduk saat peluru tersebut mulai melesat, di tendang nya orang itu sehingga langsung jatuh tersungkur. Terjadilah pertarungan yang sengit di mana Alegra masih bisa menghadapi nya dengan mudah.
KRAKKKK
Terdengar bunyi kepala yang patah, ya Alegra mematahkan kepalanya sehingga membuat orang itu mati di tempat. Alegra mendengus kesal karena air liur orang itu mengenai tangannya, dengan cepat Alegra mengusap nya ke tanah dan mengoleskan tanah itu ke salah satu musuhnya yang berhasil ia lumpuhkan.
Terlihat kepala orang itu yang pecah dengan isi kepala yang terbuka setelah Alegra menginjak nya dengan keras, pasukan yang masih sadar hanya bisa merinding saat melihat Alegra yang mulai menunjukkan kekejaman nya.
"Hoho tidak semudah itu bodoh!" Tawa Alegra dengan menancapkan sebuah pisau tajam di tengah-tengah kening nya sehingga darah yang keluar mengalir deras deras.
"Haishh, jika istriku tahu aku berlumuran darah seperti ini mungkin dia akan mengusirku dari kamar." Keluh Alegra yang lagi-lagi mengeluh, jika bawahannya tahu mungkin mereka akan menangis jamaah. Terlebih, Alegra terus memperhatikan wajahnya agar terlihat selalu tampan dan mempesona, jika Chareen melihat nya dalam keadaan buruk maka itu akan menjadi masalah untuk nya.
"Ale..." Panggil Arjun dengan ngos-ngosan.
"Lambat!" Kesal Alegra dengan memberikan pisau kesayangan nya pada Arjun agar di bersihkan seperti semula.
"Kau pikir menemukan mu disini mudah? jika saja GPS itu berfungsi dari awal mungkin aku sudah ada disini sejak tadi." Balas Arjun tak kalah kesal nya.
__ADS_1
"Mereka sudah memastikan nya bahwa disini tidak ada jaringan, sehingga mereka bisa menangkap ku dengan mudah." Jelas Alegra.
"Sialan memang, semuanya sudah di tangkap. Mereka akan di bawa ke mana?" Tanya Arjun penasaran.
"Serahkan pada Chareen, dia sangat ahli dalam mengintrogasi musuh." Senyum Alegra dengan begitu mengerikan, andai saja istri dari Alegra bukan Chareen mungkin keadaan wanita itu akan menggila karena memiliki suami yang begitu mengerikan.
Seketika Arjun lupa bahwa Chareen sendiri pun sangatlah menyeramkan, dengan wajah yang cantik dan sempurna membuat nya mudah untuk menipu semua orang dewasa kegilaannya yang menjadi hobi itu.
"Tuan, ini..." Tunjuk salah seorang dari mereka dengan nenujuk sosok Garel yang masih terlelap, tubuhnya masih utuh dan sempurna.
"Dia hanya tidur, periksa tubuhnya apa dia kehilangan sehelai bulu nya? jika ia maka segera cari bulu tersebut dan pasangkan kembali pada nya." Jelas Alegra dengan masuk kedalam jet nya lagi bersama Arjun yang hanya menepuk pundak laki-laki itu.
"Sepertinya mereka masih belum menyerah tentang berlian itu, bagaimana menurutmu?" Tanya Alegra pada Arjun yang sedang membersihkan luka Alegra di pundak nya.
"Begitu pun dengan Chareen yang tidak akan pernah memberikan berlian itu pada mereka, mungkin setelah kejadian ini selesai Chareen bisa dengan leluasa menjual berlian itu di acara lelang nanti." Balas Arjun.
"Kau benar, aku lupa bahwa istriku sangat menyukai hal yang berkilauan." Kekeh Alegra membuat Arjun terdiam.
"Ale, bagaimana jika istrimu... Maksud ku jika Chareen dicintai oleh seseorang yang cinta nya hampir sama besar seperti mu?" Tanya Arjun tanpa sadar.
"Seseorang yang cinta nya hampir sama besar seperti ku? kau tahu sendiri aku orang yang murah hati dan selalu berbagi, tapi jika harus membagi Chareen pada orang lain maka jangan harap!! Chareen hanya milikku seorang, jika pun Chareen sama menyukai nya.. maka aku akan mempertimbangkan nya, karena bagiku kebahagiaan Chareen adalah hal yang utama." Jelas Alegra dengan tegas.
"...." Arjun hanya diam dengan terus meresapi apa yang Alegra katakan.
"Ngomong-ngomong, kenapa kau menanyakan hal ini padaku? apa jangan-jangan kau........? tahu siapa orang itu?" Tanya Alegra dengan serius.
Arjun yang semula tegang langsung menghela nafas berat, Arjun terkekeh dan menggelengkan kepalanya saja.
"Aku tidak tahu, tapi yang jelas pasti ada. Salahkan istrimu yang sangat sempurna itu...." Ejek Arjun membuat Alegra mendengus kesal.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yahh ♥️