
Banyak sekali belanjaan di tangan mereka, termasuk para laki-laki pun. Mereka sudah berkeliling kesana kemari tapi tidak terlihat ekspresi lelah ataupun itu, mereka justru terlihat happy dan puas.
"Ini sudah jam 4 sore, untuk menaiki wahana mungkin sudah terlalu sore. Bagaimana jika kita nonton saja? kebetulan sekali ada film trailer baru" Ucap Claire pada mereka.
"Sipp" Kompak mereka.
Mereka segera menuju tempat bioskop, Garel dan Barnard langsung memesankan tiket dan juga beberapa makanan untuk di dalam.
Saat ini mereka berdua tengah mengantri, mungkin karena malam ini adalah malam Sabtu mangkanya di bioskop ramai.
"Ck, lihatlah mata mereka? apa itu akan baik-baik saja? aku takut jika akan melompat keluar??" Keluh Chaty saat melihat Garel dan Barnard di tatap dengan begitu dalam oleh para wanita maupun penjual nya.
"Kau benar, lihatlah itu.... Mungkin mereka akan mendekati keduanya untuk di ajak nonton bersama" Tunjuk Raini pada segerombolan wanita yang mereka yakini itu merupakan mahasiswa.
"Apa kau ingin kesana?" Tanya Chareen pada Chaty dengan santai.
Chaty menatap Chareen kemudian mengangguk dengan tersenyum miring, mereka hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah absurd Chaty nanti.
Chareen dan Chaty pun berjalan mendekati mereka yang sudah di kerubuni oleh para wanita, tanpa menunggu aba-aba lagi Chaty langsung menggandeng lengan Garel dan menatap mereka semua dengan tatapan merendahkan.
"Ohh lihatlah... Tatapan kalian sungguh menjijikkan sekali, bukan begitu Char?" Tanya Chaty pada Chareen yang sudah ada di samping Barnard.
"Hmm" Senyum Chareen, dia masih bersikap elegan dan manis seperti biasanya.
Barnard yang melihat sosok Chareen di sampingnya hanya tersenyum kecil, apakah Chareen cemburu?
"Kalian?" Kaget mereka dengan menahan kesal.
"Apaa? tidak terima hah?" Marah Chaty.
"Sayang sudah" Ucap Garel dengan lembut pada Chaty, dia tidak ingin terjadi keributan di sana.
"Kenapa? apa kau senang karena mereka mengerubungi mu seperti semut? lihatlah baik-baik!! mereka itu seperti ulat bulu!! yang membuat tubuh mu gatal dan lagi itu sangat menggelikan!" Marah Chaty membuat Garel diam dengan menggaruk tengkuknya.
Padahal Garel tidak melakukan apapun pada mereka, dia hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Lalu apa kabar dengan dirinya saat bersama Chareen dulu?
"Sepertinya kalian tidak hanya mengidolakan Garel, tapi kalian juga menginginkan posisi Chaty" Ucap Chareen dengan suara lembutnya.
"I..tu...." Gugup mereka, karena mereka tidak tahu bahwa Chareen sangat lah cantik jika di lihat dari dekat seperti ini.
"Kenapa? jangan gugup seperti ini.... Kalian bebas menyukai seseorang, meskipun dia sudah memiliki kekasih. Tapi berusahalah dengan cara yang halus, jangan seperti ini. Murahan!" Sindir Chareen.
Bukankah Chareen juga sama? pernah berada di posisi seperti mereka, hanya saja cara yang Chareen lakukan sangatlah cantik.
"..." Chaty bungkam dengan melirik Chareen tajam sedangkan yang di tatap hanya terkikik geli.
"Lakukan saja jika kalian sudah mampu menyaingi nona Chaty ini, dan...... Pastikan wajah kalian juga cocok untuk melawan nya" Ucap Chareen dengan mengedipkan matanya pada Chaty yang kembali tersenyum.
"...."
"Ayo, bukankah sudah selesai?" Tanya Chareen yang di balas anggukan oleh mereka.
Chareen membantu Barnard membawa minuman dan juga popcorn nya, mereka berjalan beriringan menuju tempat yang sudah mereka pesan.
Mereka mendapatkan posisi yang lumayan strategis, Chareen berada di tengah-tengah antara Barnard dan juga Claire. Sedangkan di samping Claire ada Raini, untuk Garel dan Chaty mereka berada di hadapan mereka dengan barisan kursi paling depan.
"Astaga!!! ini.... Aku kira ini hanya film trailer biasa, ternyata tentang....... Psikopat!" Kaget Raini.
Chareen sendiri hanya terkekeh, jelas-jelas di depan terpampang judul nya. Psikopat the series, apa mereka tidak memperhatikan nya?
"Ada apa?" Heran Barnard.
"Bukankah mereka lucu? jelas-jelas di depan terpampang judul nya" Jelas Chareen membuat Barnard terkekeh.
"Sebenarnya aku pun tidak tahu" Ucap Barnard membuat Chareen mendengus.
"Menyebalkan!" Ketus Chareen yang lagi-lagi membuat Barnard terkekeh.
Film tersebut berputar dengan begitu menegangkan, dapat Chareen lihat bahwa Claire dan Raini sudah menutup matanya sejak tadi. Untuk Chaty? dia enak karena ada kekasihnya untuk di peluk.
Barnard melirik Chareen yang nampak tidak takut sama sekali, dia berharap bahwa Chareen sama ketakutan seperti mereka dan berakhir memeluknya. Bukankah itu sangat menyenangkan? pikir Barnard.
"Woahhh...." Kagum Chareen saat psikopat tersebut menunjukkan sisi kejamnya pada sang target.
__ADS_1
"Kau tidak takut?" Tanya Barnard.
"Tidak, justru ini sangat seru...." Balas Chareen dengan cepat bahkan tanpa menatap ke arah Barnard yang nampak melongo.
Barnard lupa bahwa Chareen merupakan spesies wanita yang sangat langka, namun dia menyukai hal tersebut.
Ternyata adegan tersebut tidak hanya menunjukkan adegan menyeramkan dari sang psikopat, namun juga menunjukkan adegan dewasa yang terlihat secara jelas dan tanpa sensor sedikit pun.
Dari situlah Chareen mulai menutup matanya, membuat Barnard mengeryit. Detik berikutnya dia tersenyum, seperti nya Chareen tidak menyukai film yang berbau dewasa padahal jelas-jelas umurnya sudah dewasa.
Namun hal mengejutkan nya lagi, Chareen melotot saat melihat ke arah Garel dan Chaty yang sedang berciuman mesra. Untung saja suasana nya sedang sepi, hanya ada beberapa pengunjung saja di sana.
"Astaga...." Ucap Chareen dengan menggelengkan kepalanya saat melihat kemesraan mereka berdua yang tepat di hadapannya.
Chareen berharap Claire dan Raini tidak ternodai oleh mereka, namun apa yang Chareen lihat? Raini dan Claire justru sedang tertidur dengan pulas di samping nya.
"Mereka benar-benar!!!" Gumam Chareen.
"Ada apa?" Tanya Barnard heran.
"Tidak ad....." Chareen langsung menatap ke arah Barnard, dia tidak tahu bahwa Barnard sudah menatapnya hingga tanpa sengaja wajah mereka hampir bersentuhan.
Dari keremangan cahaya tersebut membuat Chareen terpesona akan wajah tampan Barnard, namun lagi-lagi pikiran nya terpaut pada Alegra. Mereka tampan dengan kelebihannya masing-masing, bagi Chareen.... Alegra lah yang paling utama untuk nya.
"Hmm sorry..." Malu Chareen dengan gugup sedangkan Barnard? dia hanya berdehem kecil. Bisa di pastikan bahwa wajah nya sudah memerah seperti tomat!
Akhirnya mereka memilih untuk diam dan menikmati film nya, hingga 2 jam berlalu barulah selesai dan lampu mulai di nyalakan kembali.
"Ohh astaga...." Pekik Chaty saat melihat ke arah samping Chareen yang terdapat Claire dan Raini di sana.
"Apa? puas kalian bercinta di depan kami?" Dengus Chareen membuat Garel dan Chaty terkikik geli.
"Kenapa? kau iri? bukankah kau bisa melakukan nya dengan Ben?" Tanya Garel membuat Chareen melotot sedangkan Barnard? dia langsung mengalihkan pandangan nya.
Dia gampang sekali blussing!
"Kau!!! Benar-benar menyebalkan!!!!" Malu Chareen membuat pasangan itu tertawa terbahak-bahak.
Banyak sekali belanjaan di tangan mereka, termasuk para laki-laki pun. Mereka sudah berkeliling kesana kemari tapi tidak terlihat ekspresi lelah ataupun itu, mereka justru terlihat happy dan puas.
"Ini sudah jam 4 sore, untuk menaiki wahana mungkin sudah terlalu sore. Bagaimana jika kita nonton saja? kebetulan sekali ada film trailer baru" Ucap Claire pada mereka.
"Sipp" Kompak mereka.
Mereka segera menuju tempat bioskop, Garel dan Barnard langsung memesankan tiket dan juga beberapa makanan untuk di dalam.
Saat ini mereka berdua tengah mengantri, mungkin karena malam ini adalah malam Sabtu mangkanya di bioskop ramai.
"Ck, lihatlah mata mereka? apa itu akan baik-baik saja? aku takut jika akan melompat keluar??" Keluh Chaty saat melihat Garel dan Barnard di tatap dengan begitu dalam oleh para wanita maupun penjual nya.
"Kau benar, lihatlah itu.... Mungkin mereka akan mendekati keduanya untuk di ajak nonton bersama" Tunjuk Raini pada segerombolan wanita yang mereka yakini itu merupakan mahasiswa.
"Apa kau ingin kesana?" Tanya Chareen pada Chaty dengan santai.
Chaty menatap Chareen kemudian mengangguk dengan tersenyum miring, mereka hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah absurd Chaty nanti.
Chareen dan Chaty pun berjalan mendekati mereka yang sudah di kerubuni oleh para wanita, tanpa menunggu aba-aba lagi Chaty langsung menggandeng lengan Garel dan menatap mereka semua dengan tatapan merendahkan.
"Ohh lihatlah... Tatapan kalian sungguh menjijikkan sekali, bukan begitu Char?" Tanya Chaty pada Chareen yang sudah ada di samping Barnard.
"Hmm" Senyum Chareen, dia masih bersikap elegan dan manis seperti biasanya.
Barnard yang melihat sosok Chareen di sampingnya hanya tersenyum kecil, apakah Chareen cemburu?
"Kalian?" Kaget mereka dengan menahan kesal.
"Apaa? tidak terima hah?" Marah Chaty.
"Sayang sudah" Ucap Garel dengan lembut pada Chaty, dia tidak ingin terjadi keributan di sana.
"Kenapa? apa kau senang karena mereka mengerubungi mu seperti semut? lihatlah baik-baik!! mereka itu seperti ulat bulu!! yang membuat tubuh mu gatal dan lagi itu sangat menggelikan!" Marah Chaty membuat Garel diam dengan menggaruk tengkuknya.
Padahal Garel tidak melakukan apapun pada mereka, dia hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Lalu apa kabar dengan dirinya saat bersama Chareen dulu?
__ADS_1
"Sepertinya kalian tidak hanya mengidolakan Garel, tapi kalian juga menginginkan posisi Chaty" Ucap Chareen dengan suara lembutnya.
"I..tu...." Gugup mereka, karena mereka tidak tahu bahwa Chareen sangat lah cantik jika di lihat dari dekat seperti ini.
"Kenapa? jangan gugup seperti ini.... Kalian bebas menyukai seseorang, meskipun dia sudah memiliki kekasih. Tapi berusahalah dengan cara yang halus, jangan seperti ini. Murahan!" Sindir Chareen.
Bukankah Chareen juga sama? pernah berada di posisi seperti mereka, hanya saja cara yang Chareen lakukan sangatlah cantik.
"..." Chaty bungkam dengan melirik Chareen tajam sedangkan yang di tatap hanya terkikik geli.
"Lakukan saja jika kalian sudah mampu menyaingi nona Chaty ini, dan...... Pastikan wajah kalian juga cocok untuk melawan nya" Ucap Chareen dengan mengedipkan matanya pada Chaty yang kembali tersenyum.
"...."
"Ayo, bukankah sudah selesai?" Tanya Chareen yang di balas anggukan oleh mereka.
Chareen membantu Barnard membawa minuman dan juga popcorn nya, mereka berjalan beriringan menuju tempat yang sudah mereka pesan.
Mereka mendapatkan posisi yang lumayan strategis, Chareen berada di tengah-tengah antara Barnard dan juga Claire. Sedangkan di samping Claire ada Raini, untuk Garel dan Chaty mereka berada di hadapan mereka dengan barisan kursi paling depan.
"Astaga!!! ini.... Aku kira ini hanya film trailer biasa, ternyata tentang....... Psikopat!" Kaget Raini.
Chareen sendiri hanya terkekeh, jelas-jelas di depan terpampang judul nya. Psikopat the series, apa mereka tidak memperhatikan nya?
"Ada apa?" Heran Barnard.
"Bukankah mereka lucu? jelas-jelas di depan terpampang judul nya" Jelas Chareen membuat Barnard terkekeh.
"Sebenarnya aku pun tidak tahu" Ucap Barnard membuat Chareen mendengus.
"Menyebalkan!" Ketus Chareen yang lagi-lagi membuat Barnard terkekeh.
Film tersebut berputar dengan begitu menegangkan, dapat Chareen lihat bahwa Claire dan Raini sudah menutup matanya sejak tadi. Untuk Chaty? dia enak karena ada kekasihnya untuk di peluk.
Barnard melirik Chareen yang nampak tidak takut sama sekali, dia berharap bahwa Chareen sama ketakutan seperti mereka dan berakhir memeluknya. Bukankah itu sangat menyenangkan? pikir Barnard.
"Woahhh...." Kagum Chareen saat psikopat tersebut menunjukkan sisi kejamnya pada sang target.
"Kau tidak takut?" Tanya Barnard.
"Tidak, justru ini sangat seru...." Balas Chareen dengan cepat bahkan tanpa menatap ke arah Barnard yang nampak melongo.
Barnard lupa bahwa Chareen merupakan spesies wanita yang sangat langka, namun dia menyukai hal tersebut.
Ternyata adegan tersebut tidak hanya menunjukkan adegan menyeramkan dari sang psikopat, namun juga menunjukkan adegan dewasa yang terlihat secara jelas dan tanpa sensor sedikit pun.
Dari situlah Chareen mulai menutup matanya, membuat Barnard mengeryit. Detik berikutnya dia tersenyum, seperti nya Chareen tidak menyukai film yang berbau dewasa padahal jelas-jelas umurnya sudah dewasa.
Namun hal mengejutkan nya lagi, Chareen melotot saat melihat ke arah Garel dan Chaty yang sedang berciuman mesra. Untung saja suasana nya sedang sepi, hanya ada beberapa pengunjung saja di sana.
"Astaga...." Ucap Chareen dengan menggelengkan kepalanya saat melihat kemesraan mereka berdua yang tepat di hadapannya.
Chareen berharap Claire dan Raini tidak ternodai oleh mereka, namun apa yang Chareen lihat? Raini dan Claire justru sedang tertidur dengan pulas di samping nya.
"Mereka benar-benar!!!" Gumam Chareen.
"Ada apa?" Tanya Barnard heran.
"Tidak ad....." Chareen langsung menatap ke arah Barnard, dia tidak tahu bahwa Barnard sudah menatapnya hingga tanpa sengaja wajah mereka hampir bersentuhan.
Dari keremangan cahaya tersebut membuat Chareen terpesona akan wajah tampan Barnard, namun lagi-lagi pikiran nya terpaut pada Alegra. Mereka tampan dengan kelebihannya masing-masing, bagi Chareen.... Alegra lah yang paling utama untuk nya.
"Hmm sorry..." Malu Chareen dengan gugup sedangkan Barnard? dia hanya berdehem kecil. Bisa di pastikan bahwa wajah nya sudah memerah seperti tomat!
Akhirnya mereka memilih untuk diam dan menikmati film nya, hingga 2 jam berlalu barulah selesai dan lampu mulai di nyalakan kembali.
"Ohh astaga...." Pekik Chaty saat melihat ke arah samping Chareen yang terdapat Claire dan Raini di sana.
"Apa? puas kalian bercinta di depan kami?" Dengus Chareen membuat Garel dan Chaty terkikik geli.
"Kenapa? kau iri? bukankah kau bisa melakukan nya dengan Ben?" Tanya Garel membuat Chareen melotot sedangkan Barnard? dia langsung mengalihkan pandangan nya.
Dia gampang sekali blussing!
__ADS_1
"Kau!!! Benar-benar menyebalkan!!!!" Malu Chareen membuat pasangan itu tertawa terbahak-bahak.